Senin, 16 Mei 2005

cerita belum usai

Apa yang akan anda lakukan ketika berjalan di sebuah, katakanlah semacam tempat kumpulan pertokoan, berbelanja bukan? Nah, di suatu tempat di sebuah negri, terdapatlah sebuah tempat yang berupa tempat perkumpulan pertokoan itu. Tapi, eitt, jangan kecele dulu...ini adalah kumpulan pertokoan yang bertemakan "Keadilan". Yah, keadilan. Sesuatu yang kita idam-idamkan bukan? Siapa pula yang tak setuju akan pentingnya arti dari keberadaan sesuatu yang bernama keadilan. Ah, minimal setidaknya adalah sesuatu kali dari momen hidup anda saat-saat anda merasa tidak diperlakukan dengan adil. Ini juga kalau anda tergolong jenis makhluk yang selalu beruntung dalam menjalani perikehidupan ini. Bagaimana dengan orang-orang yang kerap kali merugi. Atau dirugikan. Wauu..., betapa sangat anda akan merasa membutuhkan barang yang bernama keadilan ini. Begitulah arti penting keadilan ini bagi umat manusia. Dan untuk itulah cerita ini ada, percaya nggak percaya.
Bagaimana cerita belanja-belanja di komplek pertokoan keadilan ini. Begini ceritanya...

Komplek atau kalau kita pakai istilah sebelumnya tadi, kumpulan, pertokoan ini terdapat di tengah-tengah dari segala arah. Hingga, segala bangsa, segala warna, segala rupa dan suara, segala macam orang bisa memiliki akses informasi dan kemudahan transportasi menuju tempat ini. Kalau boleh mengambil pengibaratan pada kata seorang Nabi, sebaik-baik urusan adalah di tengah-tengah, maka demi keadilan yang suci murni ini perlulah hal tersebut kita terapkan. Alhasil, pasar kita tempat berjual beli barang keadilan ini pun ramai tamailah. Berbagai pengunjung dari bermacam pelosok bertemu di sini. Apalagi pas weekend. Wah pokoknya rame benget gitulah. Tapi, sssstt, yang perlu anda ketahui, sesuai keinginan saya sebagai pengarang cerita, perlu anda simak baik-baik informasi ini : begini, ehm, sebetulnya, pasar kita, komplek pertokoan kita, yang terkenal dan sebelumnya, ehm, saya gembar-gemborkan rame banget itu, sebenarnya, ehm, disana cuma terdapat tiga toko lho! Woiii...ehm, tapi tak perlu kuatir. Cerita gembar-gembor tentang rame bengetnya itu tetap berlaku. Tiga toko itu ramai dikunjungi oleh beraneka ragam makhluk dari bermacam arah mata angin. Woii! Lho kok! Lha masak! Haah..! Hey, dilarang protes. Singkat cerita, cerita ini bercerita tentang cerita mengenai cerita akan sebuah pasar, atau komplek, atau kumpulan pertokoan yang terdiri dari, hanya, tiga buah toko yang menjual barang bernama keadilan dan rame banget dikunjungi segenap umat manusia. Titik. Selesai. Dan silakan anda baca keterangan tambahan berikut ini.
Toko pertama ditempati oleh Mr.X. Seperti namanya, tokoh pemilik toko pertama ini memang cukup misterius orangnya. Berdasarkan data yang berhasil penulis kumpulkan dari orang-orang yang diperkirakan memiliki kompetensi memadai untuk bisa digali informasi mengenai tokoh ini darinya, penulis hanya bisa berkata: berbahaya! Seberapa jauh berbahayanya, sulit untuk didefinisikan sebab sedikitnya alat bukti yang bisa dipertanggung jawabkan. Yang pasti untuk tokoh yang satu ini orang-orang selalu memberi peringatan supaya kita semua berhati-hati dan bila lagi sial berjumpa dengannya segeralah bertawakal pada yang di atas sana. Sebegitu mengerikankah, entahlah, yang pasti lagi memang sepertinya percuma dan buang-buang energi saja untuk tulisan ini terlalu bernafsu untuk mengeksploitasi terus tentang tokoh yang satu ini yang jelas-jelas sudah penulis tetapkan berstatus misterius. Sekarang yang jelas kemisteriusannya itu bisa kita lihat efeknya pada jual beli barang dagangan di tokonya. Padahal! Nah ini menariknya. Keadilan sebagai stok komoditi yang diperdagangkan disini ditata dengan sangat menarik hati.
Toko keadilan milik bapak Mr.X ini memiliki filosofi bisnis yang sangat menggetarkan sanubari: duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Ya, persamaan, itulah kunci pak Mr.X dalam menerapkan keadilan.
bersambung..






-------------
-------------
keywords, content:

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city
-----------------
-----------------