Senin, 16 Mei 2005

lagu barat

(M)ALAM

digenitnya suara malam, di bisingnya hentakan siang, kita selalu menantikan sore yang tenang. ada juga suara-suara sunyi, seolah mengajak kita menjadi sahabat sejati, tapi mereka tak pernah setia, tak pernah sanggup lepas dari hawa dunia, menemu kita sekedar takut ada yang tersisa.

atau patung-patung keengganan, yang tak mau tahu lagi seperti apa kehidupan berjalan.

maka mereka semua berkata: buat apa berbicara tentang yang hakiki, serahkan saja pada…yang tersembunyi, serahkan saja pada kebutuhan, haha, perut ini.

namun tak bisa. Kita selalu mencari tahu, karena selalu ada risau menyesak di hati, yang tak mampu diterangkan oleh kenyataan, yang tak bisa diselesaikan oleh keniscayaan.

hati-hati. Kerisauan bisa menyesatkan, kata mereka. O, mereka ternyata mau peduli!

dan kita makin risau mempertanyakan: di zaman yang mangkin menyampah ini, siapakah yang masih mau peduli tentang diri sendiri, selain Kami?