tambahan: ciit gta

klik link di bawah untuk ngeliat citt2 ga penting tsb

Code Effect
-----------------
MUNASEF - Adrenaline Mode
YLTEICZ - Aggressive Drivers
COXEFGU - All Cars Have Nitro
ZEIIVG - All green lights
XJVSNAJ - Always Midnight
CIKGCGX - Beach Party
IOWDLAC - Black traffic
CPKTNWT - Blow Up All Cars
AFSNMSMW - Boats fly
BSXSGGC - Cars Float Away When Hit
RIPAZHA - Cars Fly
ASNAEB - Clear Wanted Level

BMTPWHR - Country Vehicles and Peds, Get Born 2 Truck Outfit
ASBHGRB - Elvis is Everywhere
FOOOXFT - Everyone is armed
YSOHNUL - Faster Clock
PPGWJHT - Faster Gameplay
BTCDBCB - Fat
CFVFGMJ - Foggy Weather
OUIQDMW - Full Weapon Aiming While Driving
PRIEBJ - Funhouse Theme
MROEMZH - Gang Members Everywhere
MROEMZH - Gangs Control the Streets
BAGOWPG - Have a bounty on your head
YECGAA - Have Jetpack
AIYPWZQP - Have Parachute
HESOYAM - Health, Armor, $250k
NCSGDAG - Hitman In All Weapon Stats
JHJOECW - Huge Bunny Hop
OSRBLHH - Increase Wanted Level Two Stars
WANRLTW - Infinite Ammo, No Reload
BAGUVIX - Infinite Health
CVWKXAM - Infinite Oxygen
XICWMD - Invisible car
JYSDSOD - Max Muscle
OGXSDAG - Max Respect
EHIBXQS - Max Sex Appeal
LFGMHAL - Mega Jump
IAVENJQ - Mega Punch
AEDUWNV - Never Get Hungry
AEZAKMI - Never Wanted
AFPHULTL - Ninja Theme
OFVIAC - Orange Sky 21:00
ALNSFMZO - Overcast Weather
AJLOJYQY - Peds Attack Each Other, Get Golf Club
BGLUAWML - Peds Attack You With Weapons, Rocket Launcher
PGGOMOY - Perfect Handling
LLQPFBN - Pink traffic
AUIFRVQS - Rainy Weather
SJMAHPE - Recruit Anyone (9mm)
ZSOXFSQ - Recruit Anyone (Rockets)
THGLOJ - Reduced Traffic
IOJUFZN - Riot Mode
CWJXUOC - Sandstorm
LJSPQK - Six Star Wanted Level
KVGYZQK - Skinny
LIYOAAY - Slower Gameplay
BEKKNQV - Slut Magnet
JCNRUAD - Smash n' Boom
CQZIJMB - Spawn Bloodring Banger
RZHSUEW - Spawn Caddy
EEGCYXT - Spawn Dozer
OHDUDE - Spawn Hunter
JUMPJET - Spawn Hydra
AGBDLCID - Spawn Monster
AKJJYGLC - Spawn Quad
PDNEJOH - Spawn Racecar
VPJTQWV - Spawn Racecar
JQNTDMH - Spawn Rancher
AIWPRTON - Spawn Rhino
AQTBCODX - Spawn Romero
KRIJEBR - Spawn Stretch
URKQSRK - Spawn Stunt Plane
AMOMHRER - Spawn Tanker Truck
UBHYZHQ - Spawn Trashmaster
KGGGDKP - Spawn Vortex Hovercraft
SZCMAWO - Suicide
AFZLLQLL - Sunny Weather
VKYPQCF - Taxis Have Nitrous, L3 Bunny Hop
MGHXYRM - Thunderstorm
BGKGTJH - Traffic is Cheap Cars
FVTMNBZ - Traffic is Country Vehicles
GUSNHDE - Traffic is Fast Cars
ICIKPYH - Very Sunny Weather
LXGIWYL - Weapon Set 1, Thug's Tools
KJKSZPJ - Weapon Set 2, Professional Tools
UZUMYMW - Weapon Set 3, Nutter Tools

lagi tidak produktif jadi asal aya we ieu tah, boboongan yeuh

orang bijak mempelajari lebih banyak hal dari orang bodoh dibanding yang dapat dipelajari seorang dungu dari orang-orang yang berpengetahuan (nama yang ngomong kalo tak salah pak Cato, pilusuf)

kawan, aku banyak belajar--pun bagaimana--dari kalian
mari kita jaga persahabatan,
setidaknya atas nama kemanusiaan

maka jagalah akhlak, ceuk aa gymnastiar mah:
karena percayalah, muhammad diturunkan untuk kesempurnaan akhlak; meski pedang kadang mesti bicara agar kita tidak akan dihina dina

bunuhlah orang yang menyakitimu (aku, kirain eh kiranya, siap)
tapi pikir baik-baik dulu, sayang kalau tak digunakan otak karunia tuhan itu

salam cinta dan kejujuran,

plato...

ndra, bab tilu nu gagal tea aya tah di anal-isa.blogspot
linkna di profil urang
eta serious pisan
jadi lain didieu tempat

ocre

sebuah syair atau pepatah arab bilang

sebuah syair atau pepatah arab bilang:

"Barang siapa yang tidak mau mencicipi pahitnya belajar barang sesaat, ia akan merasakan pahitnya kebodohan seumur hidupnya."

lagu barat

18 Oktober 2006

apa yang mesti dilakukan seorang penyair
jika sunyi hari ke hari kian mengalir
melangkahkan kaki di lautan yang itu-itu juga
membenamkan badan pada tanah yang disini-disini jua

nestapa yang kian merasuk ini,
tidak lebih baik dari sekedar menghayal mati
dikalungi ibu-bapak dengan kain beludru-sutra
disayangi tuhan dengan sajenan seribu mutiara

bagiku pergi, tak ada beda dengan kembali
tetap di sini..


SEPASANG PENGANTIN BARU, OKTOBER 2006

Sepotong roti pengangguran
kami makan, berdua

Lumayan buat pengganjal perut
sebelum si kecil ikut ada


DO'I

Tuhanku
dalam 1/2 hati (& mati) kuibadah juga padamu
cayamu dingin beku
namun terang juga sinari hatiku

Tuhanku
aku sudah tak berbentuk
hancuur!!

Manyun di pintumu
aku capek mengetuk
tapi tak juga sanggup untuk yakin berpaling

Tuhan,
kau kumaafkan...

Sastra yang Berangkat dari Lamunan

http://www.sinarharapan.co.id/hiburan/budaya/2005/0115/bud2.html

Sastra yang Berangkat dari Lamunan
Oleh Indra Tjahyadi

Ada kalanya sebuah karya sastra bukannya tercipta dari sebuah permenungan, melainkan dari sebuah lamunan. Lihat saja puisi-puisi karya Nirwan Dewanto. Pada puisi-puisi karya Nirwan Dewanto lamunan menjadi semacam motor penggerak utama bagi dasar penciptaannya, dan bukannya permenungan.
Dengan menggunakan lamunan sebagai motor penggerak utama bagi dasar penciptaannya, ada sebuah konsekuensi logis yang tak dapat dielakkan muncul pada larik-larik puisi karya Nirwan Dewanto tersebut, yakni bahwa puisi-puisinya tersebut terkesan hidup dan dihidupi oleh lanturan-lanturan. Lanturan-lanturan yang hidup dan menghidupi larik-larik puisi karya Nirwan Dewanto tersebut bukannya tidak menimbulkan read effect bagi para pembacanya. Pertama, bahwa puisi-puisi karya Nirwan Dewanto cenderung lebih bersifat naratif, dan kedua bahwa puisi-puisi karya Nirwan Dewanto tersebut terkesan lebih cenderung menawarkan fantasi daripada imaji.

Tengok saja puisi karya Nirwan Dewanto yang berjudul ”Main Catur”:

Terkadang biji-biji catur ini mengembar jauh sekali
Itulah cara mereka menghentikan pikiran waras kami
Terkadang tubuh mereka berkerut bagai pohonan
Berayun-ayun dalam lagu panjang ketegangan
Dan jika mereka melenyapkan diri
Jutaan warna akan membakar papan main ini

Apakah sang patung mengenal rasa takut?
Seperti di masa kanak, aku memimpikan
Raja-raja terbang ke langit malam hari
Kuda-kuda mereka menghilang di dataran bulan
Dan ketika bintang-bintang itu terbakar
Aku pun memasuki daerah terlarang itu:
Para serdadu membuang senjata dan menari di depanku
Kemudian lenyap ke dalam gumpaan cahaya
Itulah saat kaudapatkan diriku tanpa perlindungan:
Lihatlah, tubuhku teramat murni itu
Perlahan-lahan berubah menjadi patung.
….

Dari sepenggal kutipan puisi karya Nirwan Dewanto tersebut dapatlah dilihat, bahwa puisi karya Nirwan Dewanto tersebut lebih bersifat naratif. Dan ia dengan sadar justru ingin memperlihatkan fantasi-fantasi apa sajakah yang muncul, daripada berusaha untuk ”menembak” imaji-imaji apakah yang meruak dari sebuah permainan catur tersebut. Hal yang sama juga dapat dilihat pada puisi-puisi karya Nirwan Dewanto lainnya, semisal: ”Masa Kanak-kanakku Mengambang di Laut”, ”Lautan di Bulan”, atau ”Kereta Api Malam”.
Seperti juga pada puisinya yang berjudul ”Ode untuk Pintu Rumahku”. Pada puisinya tersebut, sebenarnya, Nirwan Dewanto—sebagai penciptanya—hanya ingin menceritakan bagaimana si aku-lirik ketika menghadapi pintu rumahnya. Berbagai perasaan, ingatan, atau bahkan dendam muncul dan bermunculan terus-menerus, seakan-akan tak pernah ada habisnya. Hal ini mengakibatkan munculnya kesan, bahwa setiap larik puisi karya Nirwan Dewanto tersebut hanya berupa lanturan-lanturan dari apa yang diingat, dirasakannya. Bahkan lanturan-lanturan tersebut acap kali terkesan berlontaran jauh ke luar dunia, meskipun sebelah kakinya masih menginjak bumi.
Bagi pembacanya, hal ini menimbulkan banyaknya fantasi yang ingin dihadirkan dan mengajak pikiran para pebacanya untuk secara terus-menerus mengikuti ke mana kiranya fantasi tersebut akan terus berterbangan tentunya. Dan justru bukannya berusaha untuk mengajak atau memperlihatkan pada para pembacanya gambaran-gambaran imaji apa sajakah yang sekiranya dapat muncul dan hadir dari apa yang ia sebuah ”Pintu Rumahku”.
Hal ini secara jelas, terang, begitu gemilang dan jernih mengingatkan pada karya-karya dari para penulis semacam Mario Vargas Llosa, Gabriel Garcia Marquez, Sandra Ciceros, Gao Xin Jiang ataupun Milan Kundera. Di mana pada karya-karya mereka fantasi benar-benar berusaha untuk ditampilkan secara optimal pada setiap karya yang mereka ciptakan. Dengan metoda penciptaan yang didasarkan pada lamunan, dan menggunakan teknik penulisan yang mengedepankan lanturan-lanturan sebagai jalinan ceritanya. Sebagaimana juga pada karya-karya prosa Ben Okri—salah seorang penulis besar Nigeria.
Tengok saja karya-karya prosa Ben Okri, semisal cerpennya yang berjudul ”Doa dari yang Hidup”, pada bagian di mana tokoh ”aku” sedang melakukan pencarian akan jasad saudara laki-lakinya yang diperkirakan sudah mati di suatu tempat:

Aku terus mencari, aku mendapati sebuah wajah yang tidak akrab; dia saudara laki-lakiku. Aku mengangguk. Aku menebar pasir di tubuhnya. Beberapa jam kemudian, di dekat sumur kering, aku mendapatkan anggota keluargaku yang lain. Ibuku menggenggam erat-erat tulang yang begitu kering, yang lalat pun tak lagi mau makan. Aku menebarkan pasir di tubuh-tubuh mereka. Aku terus mencari. Ada satu wajah lagi yang ketidakakrabanna yang jelita akan mampu menghiburku. Pada saat aku menemukan wajah itu, aku siap menyerahkan diriku pada nyanyian-nyanyian gunung itu.
Matahari mendekat tenggelam ketika, dari gedung sekolah yang belum selesai, aku mendengar nyanyian. Itu adalah suara paling gaib yang pernah kudengar dan kupikir hanya mereka yang tahu menghayati manisnya kehidupan bisa menyanyi seperti itu, bisa menyanyi seolah setiap tarikan nafas adalah doa.
Nyanyian itu seperti awal yang penuh kegembiraan dari segala ciptaan, anggukan suci terhadap nafas dan cahaya yang menyusup ke segala, yang mebuat air berkilau, tumbuhan bertunas, hewan-hewan berlompatan dan bermain di ladang-ladang, dan yang membuat laki-laki dan perempuan menantikan cahaya pertama warna-warna, hijaunya tumbuhan, birunya laut, kencananya udara, peraknya bintang-bintang. Itu adalah akhir yang sesungguhnya dari pencarianku, musik untuk memahkotai kehidupanku yang penuh pengkhianatan, akhir yang tak pernah kuharapkan, atau kubayangkan.

Dari sepenggal kutipan di atas dapatlah dilihat bagaimana cerita pencarian yang dilakukan oleh si tokoh ”aku” tersebut, oleh Ben Okri”, secara sadar diceritakan dengan teknik melantur-lantur menyerupai apa yang dialami oleh seseorang yang sedang melamun. Ia tidaklah menceritakan secara seksama perihal pencarian yang dilakukan oleh si tokoh ”aku” terhadap saudara laki-lakinya. Melainkan malah berusaha menceritakan atau bercerita mengenai pikiran-pikiran apa sajakah yang muncul ketika si tokoh ”aku” melakukan pencarian tersebut. Hal ini jelas-jelas mirip atau menyerupai apa yang dialami oleh seseorang yang sedang melamun.
Pada seseorang yang sedang melamun, acap kali pikiran seseorang tersebut berusaha untuk mengembara sejauh yang diinginkan dan kerap kali bahkan tidak terkontrol jauhnya, meskipun masih berada pada koridornya. Hal ini mengakibatkan banyaknya bermunculan berbagai khayalan dan fantasi yang berasal dari alam bawah sadarnya. Akan tetapi, di sisi lain fantasi-fantasi tersebut tidak saja hadir secara utuh, melainkan ikut pula dicampuri oleh ingatan-ingatan dan kenangan-kenangan yang berasal dari kesadaran.
Ini jelas-jelas menyerupai pula apa yang dialami oleh seseorang yang sedang berada dalam sakratul maut. Konon, merujuk pada sebuah dialog dari film Daredevil yang baru beberapa bulan yang lalu diputar di bioskop-bioskop di negri ini, bahwa seseorang yang sedang mengalami sakratul maut ia akan mengalami pengingatan dan pengenangan dan pembayangan, atau mungkin lebih tepatnya pemfantasian, akan hal-hal yang pernah dilakukannya, juga akan hal-hal yang belum pernah dilakukannya akan tetapi begitu putus asa diinginkannya.
Oleh Ben Okri metoda penulisan seperti ini tidaklah diterapkannya hanya pada cerpennya yang berjudul ”Doa dari yang Hidup” saja, melainkan juga pada karya-karyanya yang lainnya, semisal pada cerpennya yang berjudul ”Kota yang Ditinggalkan”. Atau pada novelnya yang berjudul ”Famished Road”. Bahkan pada novelnya yang berjudul ”Infinite Riches” metoda penulisan semacam itu juga diperlihatkannya secara intens. Seperti pada bagian di mana ketika si tokoh ”anak” menanyakan mengapa ayahnya hanya melamun saja, sementara si tokoh ”ayah” menjawabnya dengan bercerita tentang seekor macan tutul yang ditemuinya ketika ia mengubur jasad seorang tukang kayu yang dibunuhnya di sebuah hutan. Ini jelas-jelas merupakan lanturan.
Jalan yang sama pun rupa-rupanya juga dipilih oleh Imam Muhtarom dalam menuliskan cerpen-cerpennya semisal ”Pelancongan”, ”Tanah Harapan”, ”Rumah Kaca”, ”Gerbong Maut”, ataupun ”Rumah yang Tampak Biru oleh Cahaya Bulan”. Bahkan pada cerpennya yang berjudul ”Kami Menemukan Diri Kami…” lanturan-lanturan yang muncul dalam teknik penceritaan terkesan begitu ekstrem. Seperti pada bagian di mana ketika tokoh ”anak” menanyakan pada ibu mereka perihal dada yang menonjol dari salah satu saudari perempuan mereka.
Sementara si tokoh ”ibu” lebih memilih menjawab pertanyaan tersebut dengan bercerita yang melantur jauh dari hal yang ditanyakan kepadanya. Si tokoh ”ibu” tersebut bahkan lebih lebih memilih untuk bercerita mengenai seseorang yang naik ke bulan, sampai tentang keberadaan kupu-kupu. Ini jelas-jelas gaya pembicaraan yang melantur. Apa yang dilakukan oleh si tokoh ”ibu” mirip apabila seseorang yang sedang melamun tiba-tiba diajak bicara atau bercakap oleh seseorang lainnya.
Mencermati hal tersebut, bisa jadi, ada babakan lain dari sebuah teknik penciptaan sastra dari telah banyak dikenali saat ini. Bahwa penciptaan sastra bukan saja tercipta dari permenungan, akan tetapi bisa juga menggunakan teknik lamunan.

***

Penulis adalah penyair, esais, Redaktur Jurnal Sastra ANARKI. Ketua Biro Sastra Dewan Kesenian Surabaya. Staf pengajar di Fakultas Sastra & Filsafat Universitas Panca Marga, Probolinggo.




Copyright © Sinar Harapan 2003

How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates.

All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster. >>>

HUKUM ANALISIS SATUAN BUNYI (SAJAK)

Ini adalah hipotesisku wae:
HUKUM ANALISIS SATUAN BUNYI (SAJAK)
1. Semakin suatu kumpulan dari satuan-satuan bunyi pada sebuah sajak tidak termanipulasi ke dalam sebuah atau berbagai sistem perimaan, repetisi bunyi, serta upaya pemenonjolan lainnya, maka semakin cenderung terjadi distribusi posisi (efek) yang merata bagi setiap satuan bunyi tersebut dalam kumpulannya (kesatuan teksnya) dan semakin pendataan statistik jumlah satuan tersebut secara kuantitas (sederhana / reduktif) belaka bisa diandalkan.
2. Namun, 'posisi merata' tersebut tidak pernah bersifat mutlak (hanya bisa diukur dengan besarnya kecenderungan) sebab satuan-satuan bunyi dalam sebuah teks ini selalu berkait dengan berbagai sistem lainnya (terkait teks) yang sangat rumit, semisal: tipografi (dalam penulisan), bunyi-bunyi suprasegmental (dalam pelisanan), hingga acuannya pada sengkarut konsep-konsep yang diacu."
3. Dan kerumitan ini membuat upaya penentuan adanya sebuah 'upaya pemenonjolan' dalam hal bunyi pada sebuah teks sulit untuk dibakukan apalagi dibekukan.
4. Sehingga ketidakpastian ini memberi peluang bagi seorang analis untuk memiliki kreatifitas sebagaimana sajak yang dianalisisnya merupakan sebuah produk kreatif, kebenaran dalam analisis bunyi ini hanya bisa diperoleh lewat daya beralasan yang argumentatif dan luwes (sebagaimana 'tradisi' terbaru dunia ilmu pengetahuan) bukan dogma-dogma yang normatif dan kaku.
wemmy al-Fadhli, mei 2005


Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out.

RUANG HAMPA (fool fersion)

RUANG HAMPA
Semakin kencang dzikirku berkeras penuh seluruh mengingat-Mu
makin deras pula ingatan akannya terkenang selalu
Kelindan awan bermahkotakan embun
dinginnya kabut mentusuk-tusuk, hampakan qolbun
Cahaya matahari merona, di sebuah pagi yang tak pernah ada
 
RUANG HAMPA v.2 (lemboet)
semakin kencang dzikirku berkeras penuh seluruh mengingatmu
makin deras pula ingatan akannya terkenang selalu
kelindan awan bermahkotakan embun
dinginnya kabut menusuk-nusuk, hampakan qolbun
cahaya matahari merona, di sebuah pagi yang tiada
 
RUANG HAMPA v.3 (leuwih lembut peuyeum deui)
semakin kencang dzikirku berkeras penuh seluruh mengingatmu
makin deras pula ingatan akan dia terkenang selalu
kelindan awan bermahkotakan embun
dinginnya kabut menusuk-nusuk, hampakan kalbu
cahaya mentari merona, di sebuah pagi yang tiada.
 
RUANG HAMPA v.4 (swingrock version)
Semakin kencang dzikirku berkeras penuh seluruh mengingat-Mu
makin deras pula ingatan akan dirinya terkenang selalu
Kelindan awan bermahkotakan embun
dinginnya kabut mentusuk-tusuk, hampakan qolbun
Cahaya matahari merona, di sebuah pagi yang tak pernah ada.
 
RUANG HAMPA v.5 (hardcore version)
Semakin kencang dzikirku berkeras penuh seluruh mengingat-Mu
Makin deras pula ingatan akan dirinya terkenang selalu
Kelindan awan bermahkotakan embun
Dinginnya kabut mentusuk-tusuk
Hampakan kalbu,
Cahaya matahari merona, di sebuah pagi yang tak ada.
 
RUANG HAMPA v.6 (suicide version)
Semakin kencang dzikirku berkeras penuh seluruh mengingat-Mu
Makin deras pula ingatan akan dirinya terkenang selalu
Kelindan awan bermahkotakan embun
Dinginnya kabut mentusuk-tusuk, hampakeun kalbu
Akan tetapi, terasa begitu panas
Saat matahari tunjukkan murka
Di suatu pagi yang tak akan lagi pernah ada...


Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less.

DIAMBAMBANG dkk

DIAMBAMBANG
selamat tinggal ketidakpastian
aku kini sedang dimabuk ketuhanan YME
Cintaku di ambang senja
Cintaku di atas awang-awang
Cintamu di ambang-ambang
do'a penutup:
"Tuhan, jadikanlah aku bodoh dan pemalas memimikirkan hal baru
agar aku tak pernah berpaling dari jalan lurus kacamata kudamu
jadikanlah aku pengecut dan senantiasa doyan mengail keuntungan
agar ditakutkan neraka dan senantiasa harapan surga
jadikanlah cinta ini: palsu, semisteri rahasiamu"
andai ini yang terbaik baginya
Assalammua'laikum...siapa gerangan di seberang sanna?
 
DI A.M
Di saat aku ingin segala serba diam, hening
Suara tik tok tik jam dinding yang tak seberapa watt PMPO
 itu kini yang giliran membuat kepala pusing
Tapi biarlah, toh lubang kuburku belum lagi digali
Dan aku terus coba keras-kerasin agar dibetah-betahan
 masih juga diberi hidup di muka bumi, bumi laknat ini
Tuhan, kepadamu aku akan kembali
Namun pada tanda pengenal apakah aku akan bisa meyakinimu
 dengan segenap pasti?
 
DZIARAH KUBUR
satusatunya manpaat dari menjiarahi
kubur adalah:
  mencintai
  ketiadaan
 
HAMBALI KEMBALILAH
jubir Deplu, Desra Percaya,
kepada BBC siaran Indonesia:
"Kita berharap hambali
dikembalikan kepada kita."
 
PEREX = PEREMPUAN "X"
Perempuan,
yang terlalu cantik untuk sekedar dipandangi
Marilah datang ke sini, mati..
Ia, menjauh pergi
 
WHY DON'T YOU GET A JOB v.2
 : Dr. Dexter "The Offspring" Holland
 : Noam Chomsky
Bagaimana caranya agar dunia "pemikir-an" ini
juga bisa dihargai dengan + sekedar nasi
di negeriku ini, dan demiku pasti.
Apakah aku mesti "turun" juga bertukang
padahal rasanya sudah makin rontok ini tulang-tulang
padahal inipun sekedar buat penyambung nyawa
yang aku pun sendiri sudah enggan meneruskannya.
 
-------SENSOR-------underconstruction---------!!!
 
PEMANDANGAN DJAMBATAN CINCING, MEI 2006
 : thank's to bung ari, budak sunda '01, atas
   inspirasinya tentang filosofi sebuah ruang
mencoba mencari makna
di ruang yang tak memberikan apa-apa
 
PACARKU JAUH DI KUTUB UTARA v.1
 : buat 08xxxx5787xx
Kapal Cintaku,
berlayarlah menuju pelabuhan utara hatinya
sebab kalau ke barat
nanti dikasih apel beracun
kalau ke timur, aku takut,
sebab semua tongkat,
bisa menjadi ular berbisa
dan kalau ke selatan, masak kau tak tau
hubungan diplomatik hampir saja diputusin barusan
oh ya, tentu saja
engkau tak tahu apa-apa
yang dirimu mengerti
bukankah hanya Cinta?
sebab itu,
diriku selamanya! tak akan pernah berpaling dari kamu
engkaulah seserahan segenap tumpah jiwa raga aku
dengan tiada peduli akan awal, dan percayalah
tak akan pernah ada berakhir
pada dadamu, kugantungkan bongkahan kasih sayangkoe
di bokongmu, kutarok selemari-kulkas gejolak asmarakoe
dan dalam "anumu", akan kutitipkan calon putera-puteriku
 ,aha. (dan tahukah kau, seniman, bahwa putra {Junus, 1989: 67}
 adalah bentuk bukan sastera?)
Di antara para Eskimo itu, gadis manisku
janganlah sampai hatimu membeku
sebab hati nan beku, membuat jiwa sengsara
dan badan merana.
Maka atas nama Cinta,
dengarkanlah aku berutara:
"hangatkanlah badanmu
dengan tamu-tamu para om itu." Oya,


All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster.

PADANG & SEGALA KENANGAN
 
selalu ada yang terkenang dari masa lalu yang telah lama menghilang
 
beraneka nada
bermacam irama
mungkin seperti nano-nano, rame rasanya
tentu juga ada pahit, yang barangkali memang tak perlu lagi diungkit-ungkit
 
namun masa “"sesudah"” lebih mendebarkan hati ini
dan membuat aku tak ingin lagi dirisaukan soal-soal dahulu
yang telah kumasukkan kotak
ke kubur salju
 
selamat tinggal semua
aku kembali pulang
ke dalam dekap-Nya


Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.

lagu barat

baca di link bawah we yeeee


BOLA-BOLA NASIB

Aku si pemain bola, yang buntung kakinya
bukan di hari tua
bukan pula sejak balita
namun justru, di saat hendak menjadi Sang juara.

Bola-bola nasib, berputar
dengan terkadang
nan tiada berketentuan
Tuhan yang memutuskan,
kita yang memainkan
dan menderita kekalahan

Tapi entah,
apa ya dibalik semua ini ada hikmah?

Aku si pemetik gitar,
yang ditumpul jari-jarinya
Aku si pemasak handal,
yang dihambarkan kecap lidahnya

Aku orang beriman,
yang dijauhkan dari tuhan
Nya.
                :buat 1. Kakak Sindhunata
                        2. Seno Gumira Ajidarma
                        3. Mr. R
                         4. Jonpersib
                        5. Indra "Plato"
                        6. Op cit


ARAHMU GARUDA

ya, mungkin kita memang mesti kembali pertanyakan
masihkah garudaku senantiasa melirik ke arah kanan
padahal telah sejak lama kebenaran
menjadi kekiri-kirian

yang manakah kanan
jika dari sini, kulihat kau menatap ke bagian kiri
apakah kiriku adalah kananmu
jika sudut pandang, membuat mata kami tak tetap memandang

bagaimana mencipta kesepakatan
andaiakan tetap abadi ini perbedaan?

dan semua, selalu akan kita kembalikan pada sisi-Nya

tempat kita memandang, bukan berada
tempat nan diharap, sebab tak kunjung didapat
seperti juga,
tempat yang engkau tatap itu garudaku
yang tak seorang pun tahu
tepatnya, di manakah Ia berada

garudaku, turunkan kepak sayapmu
kau sekarang berada di era milenium baru
masa dimana kejahaTan dan Iman
dengan cantik-ciamik bersatu padu


PACARKU JAUH DI KUTUB UTARA
                              : buwat 08xxxx5787xx

Kapal Cintaku,
berlayarlah menuju pelabuhan utara hatinya
sebab kalau ke barat
nanti dikasih apel beracun
kalau ke timur, aku takut,
sebab semua tongkat
bisa menjadi ular berbisa
dan kalau ke selatan, masak kau tak tau
hubungan diplomatik hampir saja diputusin
barusan --

oh ya, tentu saja
engkau tak tahu apa-apa
yang dirimu mengerti
bukankah hanya Cinta?

sebab itu,
diriku selamanya!
tak akan pernah berpaling dari kamu
engkaulah seserahan,
segenap tumpahan jiwa raga aku
dengan tiada peduli akan awal, dan
percayalah, tak akan pernah ada berakhir

pada dadamu, kugantungkan
bongkahan kasih sayangkoe
di bokongmu,
kutarok selemari-kulkas
gejolak asmarakoe
dan dalam "anumu", akan kutitipkan
calon putera-puteriku
             ,aha.

Di antara para Eskimo itu, gadis manisku
janganlah sampai hatimu membeku
sebab hati nan beku, membuat jiwa sengsara
dan badan merana. Maka atas nama Cinta,

dengarkanlah aku berutara:
"hangatkanlah badanmu
dengan tamu-tamu para om 'tu."


DUA MUKA SATU KEPALA, MUNGKIN

Kenapa mata kita ada dua
kenapa telinga ini juga dua
kenapa lobang hidungku dua
mengapa baris gigimu dua?

Sebab, jika mata kita satu
kita hanya akan melihat kebenaran
andai, jika cuping telinga ini cuma satu
kami hanya akan mendengar kebaikan
dan, kalau dua muka ini menyatu
untuk apalah lagi dirimu diciptakan.

Jadi...

Kenapa mulut ini satu
kenapa perut ini satu
kenapa, yang ke bagian bawah sedikit, masing-masing cuma satu
dan mengapa, kepalaku ini tak berjumlah sembilan?

Sebab hati ini, mungkin, hanya bisa berpilih satu keyakinan
-- Pilihan. yakin? adalah sebuah: kemungkinan,

Mungkin...




Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less.



-------------
-------------
keywords, content:

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city
-----------------
-----------------

lagu barat




SANJAK

Mereka kemudian berontak pada bahasa
ada yang cobacuba, menghalanginya

kenapa tak
basa boleh kuPermak?

sebab,
ada yang salah sebab terlupa
ada yang salah sebab terbiasa
namun yang benar,
Saudara
tiada berhenti di hari ini jua

mereka berontak terhadap bahasa
dengan azimat, dipeluk jiwa
mereka berontak pada biasa
dalam larat, hatiMu tolonglah buka
namun yang benar,
tiada akan berpudar, Saudara

(hanya tak terlihat), atau
memang Kita yang sengaja
palingkan ini muka.



HARI MENCINTAI ESOK HARI


Tepatnya hari itu.

Tiga minggu sebelum hari senin, dua
bulan sesudah jum'atan dan satu setengah tahun
dari sabtu malam, itu.

Kapan kau akan mengingatnya,
padahal ia ada di depan mengejar kita.

Berpalinglah sayang! "bisiknya."

namun iman ini, keterlaluan teguhnya
seperti tiada hari ini
yang ada hanya kemaren, dan esok nanti

berpalinglah sayang! "Desaknya."
Kapan beku ini runtuh, ya?

apa mesti menunggu
saat waktu tak ada lagi
sejak dari kini
hingga sedari nanti
saat yang ada justru hanya
yang belum pernah ada...

Dan teruslah menunggu, teruskan mencintai Itu.





-------------
-------------
keywords, content:

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city
-----------------
-----------------

KEMATIAN BARMAN

Seorang tua bernama Barman itu akhirnya bunuh diri. Barangkali inilah sebuah kesimpulan, atau barangkali betul-betul kenyataan, yang akhirnya didapat oleh seorang pembaca dari novel “Khotbah Di Atas Bukit”. Berawal dari keinginan beliau untuk mencari ketenangan hidup dalam menghabiskan masa-masa tuanya, Barman, seorang mantan diplomat yang telah berkunjung ke berbagai mana daerah di muka bumi ini, memutuskan untuk mengisi hari-hari usia senjanya dengan mendiamkan diri ke sebuah villa terpencil di daerah pebukitan, atau pegunungan. Ditemani Popi, seorang wanita muda yang cantik dan setia melayani, kepergian Barman ini diharapkan oleh keluarganya dapat memberikan ketenangan bagi sisa-sisa hidup yang akan dijalaninya. Betul. Barman ternyata sungguh merasa nyaman dengan hari-hari tanpa beban yang ia lalui di daerah sepi sunyi tersebut. Terutama berkat pelayanan wanita muda Popi yang selalu sigap menyediakan segala kebutuhannya. Hingga di suatu ketika. Di suatu hari yang tenang dan dengan hikmat dinikmati oleh Barman, muncullah si Tua Humam.

Singkat cerita, mereka berkenalan dan saling berkawan. Namun ternyata kemudian, perjumpaan yang tiada diduga ini akan membuat sebuah perubahan besar bagi detik-detik selanjutnya kehidupan Barman. Masa tua yang tenang tiada beban pikiran seperti yang semula direncanakan perlahan-lahan terlihat mulai hancur berantakan. Gara-garanya, Humam seorang bijak yang mengajari Barman untuk memaknai hidup, kehidupan. Perlahan, pikiran Barman mulai berfilsafat tentang arti kehidupan. Hingga kematian Humam. Barman menyebut orang tua tersebut sebagai makhluk suci manusia sejati. Barman terus berfilsafat, seperti diajarkan Humam: betapa hidup penuh kesia-siaan. Singkat cerita pula, Barman beroleh pengikut. Orang-orang yang mencari kebahagiaan, Barman hidup bersama mereka. Hingga ia membuat sebuah keputusan. Di keputusan inilah, hidup Barman berakhir. Setelah melantunkan sepenggal khotbah di atas bukit, ia ditemukan terkapar di sebuah jurang. Jurang akhir kehidupan, -nya.
Tapi benarkah Barman bunuh diri? Saya meragukannya. Memang, pikiran-pikiran Barman, tindak-tanduknya, bisa mengarahkan pembaca pada sebuah tafsir: Barman memutuskan bunuh diri. Namun kenyataannya, tak ada bukti kongkret yang betul-betul meyakinkan dalam teks cerita yang menceritakan proses Barman berbunuh diri tersebut. Satu-satunya bagian teks yang paling mendukung untuk tafsir bahwa Barman bunuh diri adalal ketika penceritaan tentang perkataannya bahwa hidup harus diakhiri dan kuda tunggangannya yang mulai bergerak pergi meninggalkan orang banyak di pucak bebukitan. Lalu, cerita langsung pada bagian: ditemukannya mayat Barman yang telah tergelatak tak bernafas dalam sebuah jurang. Mungkin memang betul ia sengaja bunuh diri. Namun sekarang saya akan mengandaikan sebuah lain kemungkinan. Jangan-jangan: Barman Tua dalam segala kepanikannya, dengan segala kekalutan pikirannya, bertindak asal memacu kudanya ke sembarang tempat. Tak sengaja, kuda tunggangannya terpeleset. Dan terlemparlah dua makhluk hidup ini ke dalam sebuah jurang yang menganga. Meninggal dunia. Mati.
Sebuah tafsiran yang mengada-ada? Mungkin ya. Tapi bukankah menganggap Barman sengaja membunuh dirinya, tanpa penulis novel sendiri dengan jelas menceritakannya, adalah juga mengada-adakan yang tidak ada? Sekarang mungkin kita akan bisa berbicara tentang argumentasi pendukung bagi setiap pendapat. Bagi sebagian pembaca, cerita penulis tentang tokoh Barman menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa Barman berpotensi bunuh diri. Namun yang berpotensi apakah selalu akan menjadi? Sekali lagi ingatlah, penulis novel tak pernah (atau mungkin sengaja) tak mendetailkan peristiwa (yang mungkin) bunuh dirinya Barman, dan kudanya (?). Hal ini menariknya juga terjadi pada pak Tua Penjaga Pasar, pengikut paling setia Barman. Mayatnya ditemukan di sungai, bersama segala kemurungannya sebelumnya atas kematian Barman, tanpa ada cerita kongkret tentang proses kematiannya, melemparkan dirikah, menyelamkah, atau tiba-tiba pingsankah?
Tentu, jika berbicara tentang potensi tadi lagi, pendapat bahwa Barman dan Pak Tua Penjaga Pasar sengaja bunuh diri adalah mungkin memang lebih kuat. Tapi tetap: tak pasti. Maka inilah dunia penafsiran. Yang mengayakan kesempitan cerita, yang juga bisa menyempitkan (bahasa keren-nya mereduksi) ketakberhinggaan dunia fiktif sebuah karya sastra. Makna semakin jauh dari tanda-tanda. Tanda semakin kabur dari yang mampu dilihat mata. Menggoyahkan ketetapan hati. Merusak keyakinan yang serba pasti. Namun membuat dunia sastra dan ilmu sastra selalu menggelora. Bergolak membara. Jadi, bunuh dirikah engkau wahai Barman? Ia tak menjawab, tak akan menjawab.




-------------
-------------
keywords, content:

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city
-----------------
-----------------

lagu CINTIA

PUBERLANSIA


Aku jatuh hati, ya Tuhan!
atau hanya karena napsu?

Engkau yang mahatahu, sepertiNya tak mau tau

tadi, pagi.
Jatuh hati

Ya.

**

lalu ingatan tentang dia kembali membara
mereka serupa, hampir persis sama

aku jatuh cinta, kerna dia
dan sebab kenangan akannya pula,
rasa ini, ingin segera kulupa, kulupa, kulupa.

seperti tentang Dia,
yang membuat kita benci, dan merindu
di saat yang sama

ya Tuhan, persingkatlah jalan,
menuju kubur hamba.



FOR THE OTHERS


Ada jejak sejarah yang hilang
sebab itu, kita tak akan mungkin bersatu.

Kita masing-masing meng-Aku
terhadap sesuatu Tuhan nan satu.
Namun kenapa, tak bisa kita bertemu?

Sebab ada sejarah, yang terhapus sudah
Dibawa para nabi ke kubur-kubur suci
disembunyikan-nya, dari mata Kita.

atau kita yang tak lagi punya: mata hati?

Yang berlalu tak mungkin diulang
Nmaun dengan hati yang jernih,
mari kita kenang.

Dan dengan otak sehat
sejumput, mari kita bersepakat




YAKIN?


Tuhan, jauhkanlah aku dari engkau
Dan orang-orang yang menjilati
kesucian tapak kakimu

Cuma agar kita bisa:
objektif.

dan aku pun ragu...




LIRIK MATAMU


Ada kesan begitu mewah
dari mataMu yang mendelik setengah

tapi aku tak mau tertipu
meski tak ada jaminan, tak akan begitu

dan kita
masih saling mencari tahu,

namun sejauh apalah,
aku mampu?




-------------
-------------
keywords, content:

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city
-----------------
-----------------

lagu barat

TUHAN, METAFOR BASI

"God is a dead metaphor."

benarkah? Tak tahulah.
"But, all we are just dust in the wind."

Menerjang. Merayap kemana-mana. Tapi tetap,
bukan apa dan bukan siapa-siapa.

dimanah gerangan-Nya?

Entah. Mungkinkah?
"But, nothing last forever: he just the only One."

dan seperti,
pengarang yang telah mati.
Kaulah kini,
yang menentukan nilai-nilai Kami.

Namun suratanmu, bermain atas nasibku...




SAJAK 3 SEUNTAI MP3
:buat melodi

"I can't stop lovin you"

Aku tak sanggup, untuk berhenti mencintaimu
hingga engkau sendiri yang memintanya
dan rerumputan memberi ijin,
bagi perpisahan kita.

"Oh baby..baby.. this is a wild world."

Dunia makin liar, aku terbakar
namun masih tak bisa lupa
dari senyummu yang sejukkan rasa.
-Atau gelisahkan jiwa,
Jaga baik-baik di sana hatimu
sebab satu, telah tersisa untukku.

"Surti-Tejo"

Aku tentu tak akan seperti Tejo,
yang sangat gatal buat segera menggerayangimu.
Rasa sayang ini, masih seperti apa adanya dulu.
Untukmu, aku pergi selamanya. Agar kasih kita,
tetap merindu senantiasa.




HANTU ITEM

Dan hitam sudah yang semula terang.
Kita kian dewasa, memang.
Menjadi baku hantu ketamakan
di semesta langit berarakan.
Tetapi apa yang mesti dibawa
ke sana.
Ke rumahnya - Pun melagukan siul yang,
itu ke itu juga.
Aku telah selalu, mengingatkanmu
janji yang kau tatak,
tak untuk ditepati
tak untuk di-te-pa-ti-
namun, pastikan.
Tapi jangan katakan,
Aku, bung perjuangan,
menagih apa yang telah diberikan
ingatkan kau,
kita, pernah, bikin itu perjanjian
(Aku sudah lupa. Apa mau dikata.)

Dan yang tak kian reda:
hanya ini tanya, mana?




SELAMAT TINGGAL

Akan ada kala
saat kita tak lagi bersama

namun kita masih
akan saling: mencinta,

perpisahan pun mengabadikan
kasih sayang ini
sebab hanya indah yang tertinggal
untuk dikenang

selamat tinggal, sayang.




TANPA

Zaman berujar lain
aku berkata: mungkin,

maka melesatlah semua
menuju keasingan
yang sepi sendiri, dan
Tanpa.




DIVA

Masih tentang: perempuan, namun
- ia tak cantik
langit gelap
bumi berderak
alam gelisah, harmoni: lenyap
tapi izinkanlah kali ini
aku menuliskannya
dalam sebuah puisi
- ia tak cantik
duduk di pojok angkot
dan sekawan pemuda jadi saling pandang
- terpesona
sesambil, berusaha menahan gelak di dada
- karena dia begitu unik
- menor, nyentrik
menarik perhatian
untuk justru ditertawakan
oleh sekawanan lelaki belasan
yang terlihat semakin saling berusaha
mnutup, menyembunyikan muka
menghindari saling pandang
tapi tetap terlihat saling berusaha menahan: tawa,

ia tak seperti diva, ya
tak bagai senandung para pujangga
tidak seperti mitos tentang puteri-puteri raja
tidak seperti selebriti
yang saban hari menggoda kita lewat kaca televisi
ya,
ia bahkan, pun barangkali kurang
dari yang secukupnya
apalagi ketika,
air mukanya mengerut murka
menyadari sekeliling, matanya melotot
saksikan olok-olok dunia
atap seperti mau membelah
roda seakan hendak pecah
kaca-kaca seolah retak
dan sekawan pemuda terlihat,
makin tergelak, makin tergelak
berusaha menyembunyikan muka
ke dalam baret dan kerah baju mereka
- kekejaman mengakak-ngakak
- di atas kenyataan

aku tak akan bicara tentang keadilan
yang terlalu nisbi, untuk diusai oleh sebait puisi
namun izinkanlah aku wahai para puan
- yang selama ini merangkai
- macam-macam keindahan
untuk mencatatnya
dalam puisi ini
tidak akan sanggup
hukum alam ini disirna
meski semak ini semakin terasa
menyebak dalam dada
pun aku lelaki
yang hampir tak sanggup melawan
nilai rasa: yang senyatanya
pun aku hanya bisa berkata
dan sepertinya hanya akan sanggup
memberi tempat pada kata-kata, yang hanya
- yang cuma
namun di dada ini
di hati ini
ada sebak
makin menyesak,
makin menyesak
- perempuan tak cantik
- sangat tak
engkau makin tersudut
dunia terbahak
tambah terbahak
maka, wahai dewi keindahan dan puisi
izinkan aku yang hanya sanggup mencintainya
lewat bait-bait sajak ini
cium sayang untuknya
dari sebagian rasa di hati ini
yang makin terpuruk
tambah terpuruk
- untuknya,
bagiku sebuah diva.




DUA PULUH TIGA

Sesaat sempat tertidur
dalam dua tiga jam
menghabiskan setahun umur

sekarang dua puluh tiga
aku belum atau bukan siapa-apa

namun perlukah menjadi,
sesuatu apatah ini?

Dalam gelap ini kutulis kata-kata
sebab hanya dalam kelam ini,
di saat ini, aku dapat berbicara

aku hanya ingin cinta-Nya, yang sederhana.




-------------
-------------
keywords, content:

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city
-----------------
-----------------

Media Kak Tarsis Dalam Karyo The Asu Sastrooo

Seorang koruptor zaman Orde Baru yang lolos dari pengawasan Indonesian Coruption Watch bersantap malam bersaama keluarga besarnya. Sambil me...