lagu CINTIA

PUBERLANSIA


Aku jatuh hati, ya Tuhan!
atau hanya karena napsu?

Engkau yang mahatahu, sepertiNya tak mau tau

tadi, pagi.
Jatuh hati

Ya.

**

lalu ingatan tentang dia kembali membara
mereka serupa, hampir persis sama

aku jatuh cinta, kerna dia
dan sebab kenangan akannya pula,
rasa ini, ingin segera kulupa, kulupa, kulupa.

seperti tentang Dia,
yang membuat kita benci, dan merindu
di saat yang sama

ya Tuhan, persingkatlah jalan,
menuju kubur hamba.



FOR THE OTHERS


Ada jejak sejarah yang hilang
sebab itu, kita tak akan mungkin bersatu.

Kita masing-masing meng-Aku
terhadap sesuatu Tuhan nan satu.
Namun kenapa, tak bisa kita bertemu?

Sebab ada sejarah, yang terhapus sudah
Dibawa para nabi ke kubur-kubur suci
disembunyikan-nya, dari mata Kita.

atau kita yang tak lagi punya: mata hati?

Yang berlalu tak mungkin diulang
Nmaun dengan hati yang jernih,
mari kita kenang.

Dan dengan otak sehat
sejumput, mari kita bersepakat




YAKIN?


Tuhan, jauhkanlah aku dari engkau
Dan orang-orang yang menjilati
kesucian tapak kakimu

Cuma agar kita bisa:
objektif.

dan aku pun ragu...




LIRIK MATAMU


Ada kesan begitu mewah
dari mataMu yang mendelik setengah

tapi aku tak mau tertipu
meski tak ada jaminan, tak akan begitu

dan kita
masih saling mencari tahu,

namun sejauh apalah,
aku mampu?




-------------
-------------
keywords, content:

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city
-----------------
-----------------

lagu barat

TUHAN, METAFOR BASI

"God is a dead metaphor."

benarkah? Tak tahulah.
"But, all we are just dust in the wind."

Menerjang. Merayap kemana-mana. Tapi tetap,
bukan apa dan bukan siapa-siapa.

dimanah gerangan-Nya?

Entah. Mungkinkah?
"But, nothing last forever: he just the only One."

dan seperti,
pengarang yang telah mati.
Kaulah kini,
yang menentukan nilai-nilai Kami.

Namun suratanmu, bermain atas nasibku...




SAJAK 3 SEUNTAI MP3
:buat melodi

"I can't stop lovin you"

Aku tak sanggup, untuk berhenti mencintaimu
hingga engkau sendiri yang memintanya
dan rerumputan memberi ijin,
bagi perpisahan kita.

"Oh baby..baby.. this is a wild world."

Dunia makin liar, aku terbakar
namun masih tak bisa lupa
dari senyummu yang sejukkan rasa.
-Atau gelisahkan jiwa,
Jaga baik-baik di sana hatimu
sebab satu, telah tersisa untukku.

"Surti-Tejo"

Aku tentu tak akan seperti Tejo,
yang sangat gatal buat segera menggerayangimu.
Rasa sayang ini, masih seperti apa adanya dulu.
Untukmu, aku pergi selamanya. Agar kasih kita,
tetap merindu senantiasa.




HANTU ITEM

Dan hitam sudah yang semula terang.
Kita kian dewasa, memang.
Menjadi baku hantu ketamakan
di semesta langit berarakan.
Tetapi apa yang mesti dibawa
ke sana.
Ke rumahnya - Pun melagukan siul yang,
itu ke itu juga.
Aku telah selalu, mengingatkanmu
janji yang kau tatak,
tak untuk ditepati
tak untuk di-te-pa-ti-
namun, pastikan.
Tapi jangan katakan,
Aku, bung perjuangan,
menagih apa yang telah diberikan
ingatkan kau,
kita, pernah, bikin itu perjanjian
(Aku sudah lupa. Apa mau dikata.)

Dan yang tak kian reda:
hanya ini tanya, mana?




SELAMAT TINGGAL

Akan ada kala
saat kita tak lagi bersama

namun kita masih
akan saling: mencinta,

perpisahan pun mengabadikan
kasih sayang ini
sebab hanya indah yang tertinggal
untuk dikenang

selamat tinggal, sayang.




TANPA

Zaman berujar lain
aku berkata: mungkin,

maka melesatlah semua
menuju keasingan
yang sepi sendiri, dan
Tanpa.




DIVA

Masih tentang: perempuan, namun
- ia tak cantik
langit gelap
bumi berderak
alam gelisah, harmoni: lenyap
tapi izinkanlah kali ini
aku menuliskannya
dalam sebuah puisi
- ia tak cantik
duduk di pojok angkot
dan sekawan pemuda jadi saling pandang
- terpesona
sesambil, berusaha menahan gelak di dada
- karena dia begitu unik
- menor, nyentrik
menarik perhatian
untuk justru ditertawakan
oleh sekawanan lelaki belasan
yang terlihat semakin saling berusaha
mnutup, menyembunyikan muka
menghindari saling pandang
tapi tetap terlihat saling berusaha menahan: tawa,

ia tak seperti diva, ya
tak bagai senandung para pujangga
tidak seperti mitos tentang puteri-puteri raja
tidak seperti selebriti
yang saban hari menggoda kita lewat kaca televisi
ya,
ia bahkan, pun barangkali kurang
dari yang secukupnya
apalagi ketika,
air mukanya mengerut murka
menyadari sekeliling, matanya melotot
saksikan olok-olok dunia
atap seperti mau membelah
roda seakan hendak pecah
kaca-kaca seolah retak
dan sekawan pemuda terlihat,
makin tergelak, makin tergelak
berusaha menyembunyikan muka
ke dalam baret dan kerah baju mereka
- kekejaman mengakak-ngakak
- di atas kenyataan

aku tak akan bicara tentang keadilan
yang terlalu nisbi, untuk diusai oleh sebait puisi
namun izinkanlah aku wahai para puan
- yang selama ini merangkai
- macam-macam keindahan
untuk mencatatnya
dalam puisi ini
tidak akan sanggup
hukum alam ini disirna
meski semak ini semakin terasa
menyebak dalam dada
pun aku lelaki
yang hampir tak sanggup melawan
nilai rasa: yang senyatanya
pun aku hanya bisa berkata
dan sepertinya hanya akan sanggup
memberi tempat pada kata-kata, yang hanya
- yang cuma
namun di dada ini
di hati ini
ada sebak
makin menyesak,
makin menyesak
- perempuan tak cantik
- sangat tak
engkau makin tersudut
dunia terbahak
tambah terbahak
maka, wahai dewi keindahan dan puisi
izinkan aku yang hanya sanggup mencintainya
lewat bait-bait sajak ini
cium sayang untuknya
dari sebagian rasa di hati ini
yang makin terpuruk
tambah terpuruk
- untuknya,
bagiku sebuah diva.




DUA PULUH TIGA

Sesaat sempat tertidur
dalam dua tiga jam
menghabiskan setahun umur

sekarang dua puluh tiga
aku belum atau bukan siapa-apa

namun perlukah menjadi,
sesuatu apatah ini?

Dalam gelap ini kutulis kata-kata
sebab hanya dalam kelam ini,
di saat ini, aku dapat berbicara

aku hanya ingin cinta-Nya, yang sederhana.




-------------
-------------
keywords, content:

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city
-----------------
-----------------

Media Kak Tarsis Dalam Karyo The Asu Sastrooo

Seorang koruptor zaman Orde Baru yang lolos dari pengawasan Indonesian Coruption Watch bersantap malam bersaama keluarga besarnya. Sambil me...