Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2006

lagu barat

Gambar
SANJAK

Mereka kemudian berontak pada bahasa
ada yang cobacuba, menghalanginya

kenapa tak
basa boleh kuPermak?

sebab,
ada yang salah sebab terlupa
ada yang salah sebab terbiasa
namun yang benar,
Saudara
tiada berhenti di hari ini jua

mereka berontak terhadap bahasa
dengan azimat, dipeluk jiwa
mereka berontak pada biasa
dalam larat, hatiMu tolonglah buka
namun yang benar,
tiada akan berpudar, Saudara

(hanya tak terlihat), atau
memang Kita yang sengaja
palingkan ini muka.



HARI MENCINTAI ESOK HARI


Tepatnya hari itu.

Tiga minggu sebelum hari senin, dua
bulan sesudah jum'atan dan satu setengah tahun
dari sabtu malam, itu.

Kapan kau akan mengingatnya,
padahal ia ada di depan mengejar kita.

Berpalinglah sayang! "bisiknya."

namun iman ini, keterlaluan teguhnya
seperti tiada hari ini
yang ada hanya kemaren, dan esok nanti

berpalinglah sayang! "Desaknya."
Kapan beku ini runtuh, ya?

apa mesti menunggu
saat waktu tak ada lagi
sejak dari kini
hingga sedari nanti
saat yang ada justru hanya
yang belum perna…

KEMATIAN BARMAN

Seorang tua bernama Barman itu akhirnya bunuh diri. Barangkali inilah sebuah kesimpulan, atau barangkali betul-betul kenyataan, yang akhirnya didapat oleh seorang pembaca dari novel “Khotbah Di Atas Bukit”. Berawal dari keinginan beliau untuk mencari ketenangan hidup dalam menghabiskan masa-masa tuanya, Barman, seorang mantan diplomat yang telah berkunjung ke berbagai mana daerah di muka bumi ini, memutuskan untuk mengisi hari-hari usia senjanya dengan mendiamkan diri ke sebuah villa terpencil di daerah pebukitan, atau pegunungan. Ditemani Popi, seorang wanita muda yang cantik dan setia melayani, kepergian Barman ini diharapkan oleh keluarganya dapat memberikan ketenangan bagi sisa-sisa hidup yang akan dijalaninya. Betul. Barman ternyata sungguh merasa nyaman dengan hari-hari tanpa beban yang ia lalui di daerah sepi sunyi tersebut. Terutama berkat pelayanan wanita muda Popi yang selalu sigap menyediakan segala kebutuhannya. Hingga di suatu ketika. Di suatu hari yang tenang dan dengan …