Jumat, 08 Agustus 2008

LAGU BARAT

Ini adalah daripada campuran daripada beberapa puisi terbarukanku dengan beberapa nomer klasik lama yang semula daripada hendak ditujukan ke mess media tapi kenyataannya ditolak mulu mungkin kerana daripada tiada punya link atau emang gak bakat, hooohhh, mulai sekarang daripada pake tag berjenis key segala rupa daripada,


VIRUS2 CINTA

hati..
engkau segumpal daging yang membuat tak menentu jiwa ini
meski analisa otak telah memutuskan apa yang lebih baik diperbuat
engkau bisa dengan tiba-tiba berkata lain
dan menyiksa diri ini

tapi jika engkau, kata hati, kuturuti
aku tahu mungkin akan lebih tersiksa lagi
dan engkau menyiksa terus menyiksa, tak kuikuti apalagi kuikuti
apakah semua yang dirasa mesti diikuti?

perasaan..
terkadang engkau bisa begitu berkuasanya mengendali diri ini
otakku sudah mewanti-wantimu bahwa, perasaan, engkau mesti diredam demi kebaikan
tapi bagaimana caranya, mataku mungkin telah terlalu gelap tak mampu melihat cahaya



seperti kata the changcuters: wanita racun dunia,
kali ini aku benar-benar merasakan substansinya,
semua kelogican kelaki-lakian mati saat kepincut goda rayu makhluk yang dinamakan per-empuan ini
(yang selalu diidentikkan dengan ular dan iblis dalam kitab-kitab perjanjian lama)

”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian)
yang lebih berbahaya bagi laki-laki selain wanita.” (HR. Bukhari & Muslim)

aku telah membuat kesalahan dengan menganggap remeh godaan iblis bersusu tersebut
dan membiarkan cukup waktu baginya
untuk menyimpan(g)kan virus yang cukup merusak di dalam otakku ini
meski daya tahan tubuhku cukup kuat untuk tak termakan rayuan sesatnya
namun aku sudah cukup sangat terlambat
saat memutuskan (dan melaksanakan) untuk meninggalkannya, mengabaikannya
virus cinta itu telah menyusup ke hati ini
dan terus memporakporandakan program otakku di setiap hari

ya tuhan, aku telah cukup bersabar dan berbuat dengan cukup penuh kesabaran
agar ia yang kucintai itu bisa menjadi wanita yang elok untuk kusayangi
tapi ia seperti tiada berubah juga, mempertahankan sifat-sifat buruknya
sembari terus menyusupkan virus-virus cinta, saat katup hati ini sesekali kubuka
guna melakukan sesuatu baginya, semata bagi kebaikan dirinya...
tapi yang terjadi sebaliknya: aku yang di-spyware-nya

ia terus menyatakan cinta tanpa mau peduli apa yang kuharapkan darinya
dan jika katup hati kututup, aku tiada daya lagi untuk menolong ia yang kucintai tersebut
dan pula, virus yang ia tinggalkan telah terlanjur menggerogoti otak ini
telah mengelisahkan terus menerus perasaan ini
dan menyiksa hati
katup hati ini kututup atau kubuka, virusnya sudah terlanjur ada
virus yang menjadi sangat kuat
karena datang saat sistem kekebalan tidak begitu didukung sistem lainnya yang tengah porak poranda
kehidupanku yang sedang nadir sejadi-jadinya dan semakin dirusak justru oleh cinta

ya gusti, berilah aku: antivirus cinta
yang paling top dan mujarab kalo bisa
karena saking sakitnya, saking sakitnya..

Jumat, 13 Juni 2008





BARU KEMAREN RASANYA

baru kemaren rasanya
aku terdiam di tempat ini
perjalanan menempuh puluhan kilo jalan
seperti tiada pernah ada

baru saja tadi rasanya
aku masih terdiam pada kamar ini
pulau lautan seberang yang kujelajah
seperti takmemberi sesuatu apa

betul2 baru benar kurasa
tetap aku terdiam di atas ranjang
seperti ini
macam pengetahuan baru dan budaya beza
yang kutemui, takmemberi manfaat apa2, rasa2nya

meski tentulah, sajak ini berlebih2an
ah...





PEMATANG CINTA

aku berjalan melenggang di sebuah pematang
di suatu petang
dan raut wajahmu terbayang wahai anak gadis
yang siap dipetik sebab sudah cukup matang
kapankah abang akan datang?

waktu terus bergulir
menuju saat berikutnya yang takpernah teranulir
kecuali di detik ini, atau pada beberapa detik barangkali
saat senyum bibirmu mengembang
dalam anganku berbayang-bayang
aku abang yang takbisa datang

ini bukan sajak cinta sentimentil
tapi rahasia hidup yang mungkin subtil

ketika kuberketetapan kita mesti bersama
saat itu juga kumengerti bertapa kompleksitasnya cinta
seperti hamparan sawah dan ladang-ladang para petani ini
terlihat indah semula, tapi terjerambab juga aku berpeluk aroma tanahnya

"ndak terbiasa kalee," celetuk samuel mulia

dik, soal keinginan bersanding hidup ini takcuma dan bukan hanya
seperti indahnya tatapan tertegun kita untuk pertama kali waktu itu
ataupun upaya iseng curi-curi pandang
saat takdir ijinkan waktu dan tempat kita saling menyapa dan nyatu
ada takdir dan rejeki saling mengadu
ada nasib dan kesetiaan berukir padu
dan jalan-jalan yang taklagi sesederhana rumusan 4m gymnastiar
ketika teori dipraktikkan menjadi begitu sukar
ketika isi hati dinyatakan rimbunlah belukar
engkau di hatiku tetapi senyatanyalah engkau dimiliki oleh waktu

perpisahan bukanlah jalan yang cukup terhormat
tetapi mengenangmu menjadi sesuatu yang kunikmat

aku mencintaimu,
meski dalam jarak tertentu

23 Desember 07






TEMAN SEJATI & PENYERAHAN DIRI

Bukan orang tua, bukan sodara-sodara, bukan rekan-rekan
bukan pacar, bukan gitar, bukan buku-buku favorit
bukan kucing-kucing piaraan, bukan gunung, danau, atau lembah
bukan internet, bukan tontonan-tontonan mengasyikan
bukan lanskap senja atau kesunyian malam, melainkan:
Tuhanlah teman sejati..

Sepintas apa yang sedang kujalani selama ini
barangkali terlihat bagaikan bulan-bulan penuh kepedihan
kesedihan hati dan kepiluan hari-hari seorang diri
Tapi aku mendapatkan suatu pencerahan lagi dari sini
tumbuhnya kesadaran dan terbukanya mata hati..

Ini mungkin memang bukan sebuah ledakan besar
karena dari titik ini,
aku akan menuju sesuatu yang lebih baik lagi
Toh bukankan Umar, sahabat Rosul yang paling ditakuti itu,
pernah berkata dengan berlinang air mata:
sesudah kesempurnaan, yang ada hanyalah kemunduran

Untuk sekarang bagiku keyakinan ini,
tidaklah mempersoalkan ada atau tiada
percaya atau tidak, pembuktian atau keraguan,
melainkan pilihan..
Sehingga perlahan namun pasti
mudah-mudahan tengah menuju kesempurnaan di akhir nanti:
husnul khotimah..

Inilah kepasrahan seorang hamba
yang senantiasa berharap cinta dan ridha
Sang Kekasih Pemiliknya

25 Juni 2008





ASIA AFRIKA ST.

kususuri jalanan bandung

dalam hatiku yang mendung, ada setitik cahaya
meski agak kurang ke tengah
rasanya





ID 1428 H

lebaran lagi lebaran
kembali kuberteduh di indahnya warna warni islam
"dalilnya apa idul fitri jadi arena maaf maafan, apalagi ketupatan
dan ajang amplop amplop an?" ujar seorang kawan salaf ku.
memang iman telah bersejalin dengan modal model mondiel peradaban
dan budaya itu terbentuk -- tak lain takbukan -- berasas selera jua kan?
maka di ritual ini: segelintir rang-orang (cenderung) suci
berhari raya bersama-sama dengan para dasamuka ini.
perayaan sosial spt ini, jadi pewadah untuk kita melupakan:
tumpukan rasa berdosa di sedalam dalam sanubari sendiri
karena semua orang berpeci berkoko berjilbab dan ber-"assalammua'laikum"
takaran mata mata duniawi mendustai hisaban sejati,
alhamdulillah, semua kembali ke Fitri.
"semoga tambah soleh.." seru teman ikhwanku.
kesolehan ini, men, akan kupertaruhkan di hadapan tuhan
bukan acting picikan cinetron cinetron murahan!
pi tetapi, di ritual bersama ini, relasi sosial adalah pencipta ukurannnya

spt roadshow kroni kroni politik
yang maklumin maklumin aja
bertopangken safari agama.

ya tuhannya demi masa,
inikah hakikat romadhon yang moksa?
"yassarallahu umurona,"
celetuk koalisi politik temporalku dari partai ht indonesia





TANPA

zaman berujar lain
aku yang berkata: mungkin

maka melesatlah semua
menuju keasingan
yang sepi sendiri, dan
Tanpa





SEPASANG PENGANTIN BARU

sepotong roti pengangguran
kami makan, berdua

lumayan buat pengganjal perut
sebelum si kecil ikut ada





SETIAP MALAM MINGGU
dr: 0852205xx798
ke: 0815623xx61


setiap malam minggu kusms yayangku
maaf, aa cuma punya 299
tuk mencintaimu





MENGGODA WANITA

meski terdengar mengada-ada
tapi padamu aku sikit cinta





BE PATIENCE

apakah kesabaran dalam sebulan
akan hancur hanya dlm 3 hari ke depan?

meski tiga hari untuk selamanya
tapi satubulan adalah waktu yang lama

dari kisah cinta ini, aku belajar
tentang manajemen waktu, wanita, dan hatinya





24

setahun kemudian aku lewati, taknyata juga kulihat
cintamu yang kuminta secukupnya tersebut padaku

tapi kini aku mulai membaca tanda-tanda
meski mungkin hanya fatamorgana, atau

kah va(k)tamorgana?





DUA PULUH TIGA

Sesaat sempat tertidur
dalam dua tiga jam
menghabiskan setahun umur

sekarang dua puluh tiga
aku belum atau bukan siapa-apa

namun perlukah menjadi,
sesuatu apatah ini?

Dalam gelap ini kutulis kata-kata
sebab hanya dalam kelam ini,
di saat ini, aku dapat berbicara

aku hanya ingin cinta-Nya, yang sederhana.





BUKAN AKU TAKPANDAI BERSUKUR

doa kawan yang tulus
keluaga yang mensayangi
kekasih yang menyintai
dan alam semesta yang takkalah hormatnya

apa lagi yang kurang dari itu semua,
:tidak ada

maka, bukan aku tak-pandai bersyukur
cuma sedang berhati-hati dalam mengukur





ITU TANAH AIRKU
langit andalas, 170807

Dengan menunggangi singa angkasa
aku menulis sajak di udara
dengan judul: indonesiana mera

Ketinggian ini, menyadarkanku
akan sebuah fakta
bahwa untuk selama ini
kita telah mengatasi
sesuatu nusantara

Kepulauan bumi pertiwi
engkau injakinjak setiap hari
tanpa kesadaran, dan hati
lalu lautan republik ini
kau beraki, pula sekena hati

dengan memegang segelas-botol aqua
aku kencing di udara

Lalu suburlah! engkau
tanah airku tercinta





HARI MENCINTAI ESOK HARI

Tepatnya hari itu.

Tiga minggu sebelum hari senin, dua
bulan sesudah jum'atan dan satu setengah tahun
dari sabtu malam, itu.

Kapan kau akan mengingatnya,
padahal ia ada di depan mengejar kita.

Berpalinglah sayang! "bisiknya."

namun iman ini, keterlaluan teguhnya
seperti tiada hari ini
yang ada hanya kemaren, dan esok nanti

berpalinglah sayang! "Desaknya."
Kapan beku ini runtuh, ya?

apa mesti menunggu
saat waktu tak ada lagi
sejak dari kini
hingga sedari nanti
saat yang ada justru hanya
yang belum pernah ada.

Dan teruslah menunggu, teruskan mencintai Itu.





ARAHMU GARUDA

ya, mungkin kita memang mesti kembali pertanyakan
masihkah garudaku senantiasa melirik ke arah kanan
padahal telah sejak lama kebenaran
menjadi kekiri-kirian

yang manakah kanan
jika dari sini, kulihat kau menatap ke bagian kiri
apakah kiriku adalah kananmu
jika sudut pandang, membuat mata kami tak tetap memandang

bagaimana mencipta kesepakatan
andaiakan tetap abadi ini perbedaan?

dan semua, selalu akan kita kembalikan
pada sisi-Nya

tempat kita memandang, bukan berada
tempat nan diharap, sebab tak kunjung didapat
seperti juga, tempat yang engkau tatap itu garudaku
yang tak seorang pun tahu
tepatnya, di manakah Ia berada

garudaku, turunkan kepak sayapmu
kau sekarang berada di era milenium baru
masa dimana kejahaTan dan Iman
dengan cantik-ciamik bersatu padu





DUA MUKA SATU KEPALA, MUNGKIN

Kenapa mata kita ada dua
kenapa telinga ini juga dua?
kenapa lobang hidungku dua
mengapa baris gigimu dua?

Sebab, jika mata kita satu
kita hanya akan melihat kebenaran
andai, jika cuping telinga ini cuma satu
kami hanya akan mendengar kebaikan
dan, kalau dua muka ini menyatu
untuk apalah lagi dirimu diciptakan.

Jadi...

Kenapa mulut ini satu
kenapa perut ini satu
kenapa, yang ke bagian bawah sedikit, masing-masing cuma satu
dan mengapa, kepalaku ini tak berjumlah sembilan?

Sebab hati ini, mungkin, hanya bisa berpilih satu keyakinan
-- Pilihan. yakin? adalah sebuah: kemungkinan,

Mungkin...





PACARKU JAUH DI KUTUB UTARA
: buat 08xxxx5787xx

Kapal Cintaku,
berlayarlah menuju pelabuhan utara hatinya
sebab kalau ke barat
nanti dikasih apel beracun
kalau ke timur, aku takut
sebab semua tongkat,
bisa menjadi ular berbisa
dan kalau ke selatan, masak kau tak tau
hubungan diplomatik hampir saja diputusin barusan

o ya, tentu saja
engkau tak tahu apa-apa
yang dirimu mengerti
bukankah hanya Cinta?

sebab itu,
diriku selamanya! tak akan pernah berpaling dari kamu
engkaulah seserahan segenap tumpah jiwa raga aku
dengan tiada peduli akan awal, dan percayalah
tak akan pernah ada berakhir

pada dadamu, kugantungkan bongkahan kasih sayangku
di bokongmu, kutarok selemari-kulkas gejolak asmaraku
dan dalam "anumu", akan kutitipkan calon putera-puteriku
,aha. (dan tahukah kau, seniman, bahwa putra {Junus, 1989: 67} adalah bentuk bukan sastera?)

Di antara para Eskimo itu, gadis manisku
janganlah sampai hatimu membeku
sebab hati nan beku, membuat jiwa sengsara
dan badan merana.

Maka atas nama Cinta,

dengarkanlah aku berutara:
"hangatkanlah badanmu
dengan tamu-tamu para om itu." Oya,

@ Sukasari, 27 Maret 2006





DIVA

Masih tentang: perempuan, namun
- ia tak cantik
langit gelap
bumi berderak
alam gelisah, harmoni: lenyap
tapi izinkanlah kali ini
aku menuliskannya
dalam sebuah puisi
- ia tak cantik
duduk di pojok angkot
dan sekawan pemuda jadi saling pandang
- terpesona
sesambil, berusaha menahan gelak di dada
- karena dia begitu unik
- menor, nyentrik
menarik perhatian
untuk justru ditertawakan
oleh sekawanan lelaki belasan
yang terlihat semakin saling berusaha
mnutup, menyembunyikan muka
menghindari saling pandang
tapi tetap terlihat saling berusaha menahan: tawa,

ia tak seperti diva, ya
tak bagai senandung para pujangga
tidak seperti mitos tentang puteri-puteri raja
tidak seperti selebriti
yang saban hari menggoda kita lewat kaca televisi
ya,
ia bahkan, pun barangkali kurang
dari yang secukupnya
apalagi ketika,
air mukanya mengerut murka
menyadari sekeliling, matanya melotot
saksikan olok-olok dunia
atap seperti mau membelah
roda seakan hendak pecah
kaca-kaca seolah retak
dan sekawan pemuda terlihat,
makin tergelak, makin tergelak
berusaha menyembunyikan muka
ke dalam baret dan kerah baju mereka
- kekejaman mengakak-ngakak
- di atas kenyataan

aku tak akan bicara tentang keadilan
yang terlalu nisbi, untuk diusai oleh sebait puisi
namun izinkanlah aku wahai para puan
- yang selama ini merangkai
- macam-macam keindahan
untuk mencatatnya
dalam puisi ini
tidak akan sanggup
hukum alam ini disirna
meski semak ini semakin terasa
menyebak dalam dada
pun aku lelaki
yang hampir tak sanggup melawan
nilai rasa: yang senyatanya
pun aku hanya bisa berkata
dan sepertinya hanya akan sanggup
memberi tempat pada kata-kata, yang hanya
- yang cuma
namun di dada ini
di hati ini
ada sebak
makin menyesak,
makin menyesak
- perempuan tak cantik
- sangat tak
engkau makin tersudut
dunia terbahak
tambah terbahak
maka, wahai dewi keindahan dan puisi
izinkan aku yang hanya sanggup mencintainya
lewat bait-bait sajak ini
cium sayang untuknya
dari sebagian rasa di hati ini
yang makin terpuruk
tambah terpuruk
- untuknya,
bagiku sebuah diva.





ANA SONG (KURSI PERAK)

Di hari Senin, bentangan indah pelangi
menakjubkan mataku ini.
Selasa, aku mengenalmu.
rabu, kudengar suaramu merdu.

hari ini. seekor kupu-kupu cantik
menari manis di hadapanku. Lalu
sesaat hinggap di atas jari-jari
tangan ini.

Ana, ini mungkin terdengar bagai semata
bualan seorang pujangga muda. Tapi
aku sedang begitu bahagia,
menghayati tanda-tanda alam ini.

pun ini sekedar fatamorgana sesosok lelaki fiksi, taksoal,
aku sudah terbiasa hidup dalam ruang imajinasi





SAJAK 3 SEUNTAI MP3
: buat melodi

"I can't stop lovin you"

Aku tak sanggup, untuk berhenti mencintaimu
hingga engkau sendiri yang memintanya
dan rerumputan memberi ijin,
bagi perpisahan kita.

"Oh baby..baby.. this is a wild world."

Dunia makin liar, aku terbakar
namun masih tak bisa lupa
dari senyummu yang sejukkan rasa.
-Atau gelisahkan jiwa,
Jaga baik-baik di sana hatimu
sebab satu, telah tersisa untukku.

"Surti menangis, Tejo tertawa.."

Aku tentu tak akan seperti Tejo,
yang sangat gatal buat segera menggerayangimu.
Rasa sayang ini, masih seperti apa adanya dulu.
Untukmu, aku pergi selamanya. Agar kasih kita,
tetap merindu senantiasa.





TUHAN, METAFOR BASI

"God is a dead metaphor."

benarkah? Tak tahulah.
"But, all we are just dust in the wind."

Menerjang. Merayap kemana-mana. Tapi tetap,
bukan apa dan bukan siapa-siapa.

dimanah gerangan-Nya?

Entah. Mungkinkah?
"But, nothing last forever: he just the only One."

dan seperti,
pengarang yang telah mati.
Kaulah kini,
yang menentukan nilai-nilai Kami.

Namun suratanmu, bermain atas nasibku...





RUANG HAMPA

Semakin kencang dzikirku berkeras penuh seluruh mengingat-Mu
Makin deras pula ingatan akannya terkenang selalu
Kelindan awan bermahkotakan embun
Dinginnya kabut mentusuk-tusuk, hampakan qolbun
Cahaya matahari merona, di sebuah pagi yang tak pernah ada





ANU

Buat apa punya “anu”,
kalau tak boleh buat begitu
yang perlu anu tahu,
adalah bahwasanya daripada menahan diri itu
adalah merupakan seperti seorang ahli dzikir
di malam yang berbidadari seribu satu,
dengan sejuta anu

tapi apakah tuan yang mahatahu masih mau tahu?
“anu" tak mau tahu itu.





PADANG & SEGALA KENANGAN

selalu ada yang terkenang dari masa lalu yang telah lama menghilang

beraneka nada
bermacam irama
mungkin seperti nano-nano, rame rasanya
tentu juga ada pahit, yang barangkali memang tak perlu lagi diungkit-ungkit

namun masa "sesudah" lebih mendebarkan hati ini
dan membuat aku tak ingin lagi dirisaukan soal-soal dahulu
yang telah kumasukkan kotak
ke kubur salju

selamat tinggal semua
aku kembali pulang
ke dalam dekap-Nya





DOI

Tuhanku,
dalam 1/2 hati (& mati) kuibadah padamu
cayamu dingin beku
namun terang juga sinari hatiku

Tuhanku
aku sudah tak berbentuk
hancuur, remuk!!!

Manyun di pintumu,
aku capek mengetuk-ngetuk
tapi tak juga sanggup untuk yakin berpaling

Tuhan,
kau kumaafkan...





DI A.M

Di saat aku ingin segala serba diam, hening..
suara tik tok tik jam dinding yang tak seberapa watt PMPO
itu kini yang giliran membuat kepala pusing
Tapi biarlah, toh lubang kuburku belum lagi digali
Dan aku terus coba keras-kerasin agar dibetah-betahan
masih juga diberi hidup di muka bumi, bumi laknat ini

Tuhan, kepadamu aku akan kembali..
Namun pada tanda pengenal apakah aku akan bisa meyakinimu
dengan segenap pasti?





SELAMAT TINGGAL

Akan ada kala
saat kita tak lagi bersama

namun kita masih
akan saling: mencinta,

perpisahan pun mengabadikan
kasih sayang ini
sebab hanya indah yang tertinggal
untuk dikenang

selamat tinggal, sayang.





Wemmy al-Fadhli, dari Komunitas Selop

------------------------------------------------------------------

key:
puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku puisi cinta sendiri tuhan aku