BERANI MENIKAH

Ini adalah sebuah tulisan yang cukup menarik, menurut selera sayah. Di-pos-kan oleh saudara Bungzhu Zyraith pada sebuah blog komunitas bloger sumatera. Link sumbernya ada di akhir artikel ini. Tak ada salahnya kukira berbagi dan kukutip utuh. Saya juga tak mau banyak ceracau, nanti dikira jadinya gue banget. Ndak lah, meski mungkin memang gue banget makanya menarik hati namun ku juga ndak pengen dibanget2 makanya ndak banyak komentar juga. Tapi yang jelas tema tulisan ini memang sesuai dengan kegelisahan pikiran guwe (bukan sekedar soal pribadi) mengenai kenyataan standar sosial yang "rusak" sekarang ini. Lihat saja fenomena aborsi dll (dari sedikit yang terungkap) belakangan ini. Ada yang sedang ndak beres dengan lakon alamiah "percintaan serius" di tengah standar sosial masyarakat kita yang tengah pangling/linglung akan arah/pedoman. Namun lain waktu lah aku akan secara khusus nulis tentang ini. Oke, langsung batca dulu aja yang atu ni dech:

Otak Kiri terlalu rasional, sedangkan otak kanan irasional. Semakin orang pintar terkadang semakin rasional. Agar punya pengalaman yang unik dalam pernikahan, menikahlah dengan dengan yang beda suku dan daerah asal. Karena akan sangat unik. Kalau terjadi pertengkaran tidak akan lari ke mertua. Dengan menikah jauh itu, minimal orang semiskin-miskinnya pun akan naik bis antar kota antar propinsi. Jangan terlalu rumit-rumit menikah itu, permudahlah.


Hati-hati yang uangnya terlalu banyak dan pendidikannya terlalu tinggi, biasanya perhitungannya terlalu matematis. Bila menikah itu tidak cocok justru itu menarik karena ada tantangannya. Bila menikah itu kurang cinta, justru itu luar biasa paling menarik. Karena banyak yang pacaran lama tapi akhirnya putus. Nikah itu tinggal bersabar dan bersyukur.

Jangan terlalu banyak rumus dalam pernikahan. Maka jika ingin siap menikah, sabarnya harus sangat bagus dan syukurnya pun harus sangat bagus. Orang yang sangat bagus adalah orang yang dalam posisi sabarnya sangat baik dan syukurnya sangat baik, karena dia akan bersabahat. Karena nanti masalah akan selalu ada. Kalau sabarnya sangat baik, syukurnya sangat kurang, nanti pasif terhadap masalah. Kalau sabarnya sangat kurang, syukurnya sangat baik, nanti pasif pula terhadap masalah. Sedangkan, bila sabarnya sangat kurang syukurnya sangat kurang, maka reaktif terhadap masalah. Bila kita siap menikah mari kita nikmati segala kekurangan pasangan kita, karena latar belakangnya yang berbeda. Yang penting kita tingkatkan rasa sabar kita dan rasa syukur kita. Tidak ada masalah itu. Tidak rumit-rumit amat, biasa saja.

Bila kita memikirkan menikah itu susah, maka susah betulan. Bila kita memikirkan bahwa menikah itu mudah, maka Allh akan memudahkannya, sebagaimana hadis qudsi "Allah itu sebagaimana persangkaan hamba-Nya".

Keberanian itu penting. Banyak laki-laki yang minder tidak berani karena tidak ada pekerjaan, maka pihak wanita jangan terlalu menonjolkan optimalisasi dirinya. Dan kaum wanita pun harus berani menyatakan. Permasalahannya adalah yang penting gerak, bukan hanya siap-siap saja. Oleh karena itu proklamasikan diri kita bahwa kita adalah orang yang pemberani untuk menikah.


sumber tulisan,
http://andalas-comunity.blogspot.com/2008/12/berani-menikah.html

SBY-JK, DEMOCRAT-GOLCAR PARTY SHOW, AND SURYA PALOH GATE

Beberapa hari belakangan ini, berita-news di tifi vaforit sayah--Metro TV (hendak tak mau)--melulu menyiarkan tragedi "keseleo" lidah wakil ketua DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok (AM) dan gelinding bola panasnya pada gejolak di internal Partai Golkar. Semula saya pun seperti pemirsa "kebanyakan" lainnya menyimaki dinamika politik yang terjadi ini dengan biasa saja atau menganggap sebagai sebuah dagelan politik yang lutcu funny saja. Namun belakangan, saya rasa-rasa, kok intensitas pemberitaanya agak berlebihan juga rasa-rasanya yah? Kok itu-itu terus yang disinggung yah? Kok anu-anu yang itu terus diberitakan tak jemu-jemu yah? Kan Metro TV miliknya Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar? And, pemilu legislatif sebentar lagi tuh... Ada apa ini gerangan yah?


Semula dugaan saya sendiri tentang tragedi rekaman wawancara AM yang "bermimpi buruk" bahwa Golkar hanya akan mendapat 2,5% suara pada pemilu legislatif april besok tersebut, juga mungkin sama seperti pengamatan-pengamatan standar lainnya, memicu dua kemungkinan. Pertama, AM memang betul-betul keseleo lidah. Kedua, dua partai besar ini memang udah niat hendak bercerai. Perkembangan kemudian hari yang menunjukkan gebyarnya gelora di kalangan Golkar menanggapi "hinaan" tersebut--karena kenyataannya partai ini adalah peraih suara terbesar kedua setelah PDIP pada pemilu di tahun 2004 lalu sementara justru Partai Demokrat yang jadi presidennya itu punya suara cuma 1/3-nya mereka--juga menguatkan dugaan keretakan rumah tangga pengusung pasangan penghuni istana merdeka ini. Nyaris diamnya suara kalangan Demokrat (dalam pengertian karena saking terkagetnya) menanggapi isu ini juga membuat seolah semua berjalan alami dan tak disangka tiada diduga. Namun. Sekali lagi perasaan saya menyetrum-nyetrumkan signal keraguan seiring mulai kunilai berlebih-lebihannya pemberian porsi rating bagi pemberitaan "kasus" ini di Metro TV (dan rasa-rasanya tak segencar itu pada TV lainnya) yang kuhubungkan dengan makin kerapnya pula Surya Paloh (SP) nongol menghiasi pemberitaan stasiun TV miliknya sendiri itu.

Terakhir yang masih sangat hangat diberitakan adalah mencak-mencaknya SP di depan peserta Rapimnas Partai Golkar dengan menunjuk hidung pada salah satu ketua DPP-nya yang disebut-sebut "keganjenan" sama SBY mentang-mentang dapat jatah sebagai menteri. Saya menduga yang dimaksud tidak lain tidak bukan tentunya konglomerat Lapindo Brantas kita Mr. Abu Rizal Bakrie yang menjabat sebagai, terakhir di posisi, Menkokesra. Buat saya rada janggal dua elit terhormat turunan Orba bisa saling begitu terbukanya berkonfrontasi di depan media. Memang sebagaimana kita ketahui, sebagai ketua FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan) SP--pria asal Aceh ini-- memang dikenal vokal dan blak-blakan. Dan apalagi, Ical (begitu sapaan akrab Abu Rizal Bakrie) tengah dirudung masalah dengan kasus ngebor Sidoarjo-nya dan tambah pula krisis ekonomi dunia yang tengah melanda (grup usahanya). Wajarkah kedua elit ini bisa jadi "berpecah"? Tidak! Saya yakin dengan menggunakan kacamata tradisi sopan santun etika politik Orde Baru ini ganjil?
Jadi apa yang terjadi?

Sebelumnya saya pernah mendengar ada pengamat politik (Maswadi Rauf kalo ndak salah, urang awak yang jadi Guru Besar UI) yang menilai ini perpecahan sementara, atau semacam ledakan kecil lah antara Golkar dan Demokrat. Tapi sekali lagi saya masih keukeuh jadi curiga ini lebih dari sekedar itu atau bahkan ini mungkin sama sekali tak seperti itu: tak begitu saja alami terjadi. Guwa curiga pemberitaan berlebih-lebihan tentang kasus Golkar-Demokrat ini justru telah sengaja dijadikan ajang kampanye gencar mereka berdua (tanpa perlu keliatan banget dalam bentuk iklan). "Mumpung ada bahan berita tentang partai guwe sorotin terus ya anak-anak," barangkali itulah instruksi langsung ataupun tak langsung SP pada crew-crew profesionalnya di Metro TV. Ya begitulah, meski di TV swasta yang satu ini banyak orang-orang pintar tapi kalo sudah bicara soal ketergantungan ekonomi mau gimana lagi? Jadilah hari-hari kita dihiasi berita yang itu lagi itu lagi, elu lagi elu lagi, si brewok deui si eta deui, sama sekali tidak mencerdaskan...

Pertanyaannya kemudian apakah pemberitaan tentang konflik ini menguntungkan Golkar dan Demokrat, SBY-JK? Jawabannya bisa ya bisa tidak tergantung dipandang dari sudut mana, dan lagian apapun kata teori, praktisnya yang pasti adalah apa yang akhirnya terjadi dan terbukti di lapangan nanti (pada 9 April). Karena situasi sosial melibatkan begitu banyak faktor dan sangat labil. Yang jelas, pemberitaan ini telah menjadi syiar yang luas. Setidaknya pula ini mungkin telah menjadi sebuah manajemen konflik. Cuma ya jadinya agak memuakkan kalo betul para pemimpin dan negarawan kita tersebut tengah akting kabeh. Memang dunia ini panggung sandiwara tapi kok kesannya berita-berita politik saat ini jadi ndak ada bedanya dengan tayangan infotainment. Kalo betul sebenarnya SBY dan JK sudah "tahu sama tahu" lah apa bedanya kisah mereka dengan Ahmad Dhani-Maia Estianty atau Saipul Jamil-Dewi Persik-Aldi Taher-Wong Londo tsb? Makanya jangan heran sekarang-sekarang ini kita bisa melihat Drajad Wibowo di-shoot sewaktu lagi rekaman oleh tayangan Ada Gosip! Hahahaha. Nggak ada yang salah, cuman buat saya ini fenomena sosial bahkan politik yang makin menarik!

Dipandang dari segi kemampuan menggunakan berbagai instrumen publikasi tentu saja apa yang mungkin tengah terjadi ini adalah sebuah prestasi. Bukankah menipu dan berdusta itu juga tak gampang? Lihatlah prestasi Bernie, si raja gelembung investasi, yang menjadi biang krisis ekonomi global belakangan ini. Yang menjadi, bahkan, bahan umpatan di sinagog-sinagog Yahudi karena orang Yahudi sekalipun bisa ditipunya. Dengan segala hormat kepada orang-orang yang berpikir "positif", penggemar The Secret, pembaca Carnegie, dan yang sangat yakin bisa/harus memperjuangkan mati-matian keinginannya akan kekayaan/status di dunia fana ini, saya sendiri lebih menyukai kalo kita punya pemimpin yang elegan dan sumarah (meski punya kemampuan). Tidak elok rasanya melihat orang yang menikmati lebih dari apa yang pantas untuknya. Kalo kata hadits dalam konteks "suksesi" kekuasaan ada prinsip begini (kalo ndak salah): "jika engkau sendiri yang meminta kekuasaan tersebut maka engkau akan diberatkan, tapi jika engkau diberi maka Allah yang akan jadi penolong kamu". Makanya, dalam konteks persoalan sosial, Islam tidak pernah melarang adanya para pengemis, berbeda dengan komunis (yang percaya semua hanya akan mendapatkan dari apa yang ia kerjakan--tanpa campur tangan Tuhan), karena itu adalah ladang amal bagi orang yang ikhlas dan karena soal rejeki tersebut percayalah Anda akan frustasi jika mengukur dari kerja keras Anda. Datangnya dari arah yang tidak diduga-duga, termasuk rizki kekuasaan. Masalahnya tinggal apa yang akan Anda lakukan dalam apa yang Tuhan pilihkan untuk Anda?

Makanya kemudian, saya menjadi pesimis akan "nasib negara ini" jika mesti mendapatkan lagi para pemimpi(n) (dan konco-konco di belakangnya) adalah orang-orang yang memang haus akan kekuasaan. Berusaha keras, wahhh, dengan segala cara, termasuk beracting norak seperti kisah-kisah selebriti infotainment getho. Tapi itulah manusia dan kecintaannya akan (keberhasilan) dunia (haha, guwe sebenarnya juga, apalagi--selagi bujangan freeman gini--cinta menggebu-gebu pada tubuh wanita). Tapi lagi, saya jadi eneg bahkan mual, ketika melihat para tokoh kita itu berpeci dan berkoko dan berassalamualaikum di berbagai kesempatan: apakah itu juga bagian dari script sandiwara mereka? Sungguh makin jemu aku lihat tayangan-tayangan Metro TV, terutama ketika mendengar para tokoh itu bicara tentang nasionalisme dan keutuhan bangsa. Bahhh, paling kau sedang menjilati pantat atasan-atasanmu. Atau demi melanggengkan status quo dan posisimu, karena selama negara ini dalam bentuk nasionalisme versi kamu maka akan terjagalah akses resources dan kapital hanya bagi orang-orang di sekelilingmu. Uh, tapi apa daya, TV One ndak bisa dinikmati di Koto Padang ini. Akses internet, wayahna. Maka, wahai rakyat tertindas seantero nusantara, selamat belajar "cerdas" mengenyam infomasi!

PONARI GATE, AN INTRODUCTION TO INDONESIAN RELIGION

Apa kata sepiritualitas lebih tepat yah? Tapi masalahnya ini bukan sekedar soal "smangat" inside, pun barangkali bukan lagi sekedar fakta sosial, melainkan mulai merambah ke ranah akidah. "Hati-hati jangan sampai jatuh kepada musyrik!" begitu terdengar diberitakan MUI dan Menteri Agama RI mewanti-wanti. Bahkan MUI lokal tingkat Kabupaten Jombang sudah turun tangan langsung berdakwah ke tengah-tengah masyarakat perihal sesuatu yg barangkali berbatas elastis banget ini (bisa tipis, bisa sangat jarak), yakni syirik vs iman. "Ingge, ingge," begitu terdengar gemuruh masyarakat "nurutin" nasihat si ustadz cp kyai. Namun praktik pengobatan "alternatif penuh nuansa yg mengarah mulai serius" ini pun tetap berlangsung dan makin ramai. Apalagi soalnya kalo bukan perbedaan pas tea antara DUIT dan PENYAKIT yang nyata vs religiositas yang abstrak (bahkan mungkin absurd). Jadi sebetulnya bagaimana seh akidah rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia? Muslim moderat-(modern)??


Begitulah Isabel, katanya Indonesia adalah sebuah negara muslim moderat terbesar di dunia sebagaimana di-claim oleh dua ormas terbesar (nu+muhammadiyah), katanya orang-orang Indonesia jauh dari sifat radix (radikal) sehingga model-model ji+fpi+salafy ga banget buat hidup dan diterima di tengah-tengah masyarakat, katanya agama tidak menghalangi rakyat republik ini untuk melangkah maju menuju modernitas (bahkan posmodernitas!). Ya munculnya heboh tentang dukun cilik Ponari dengan batu petirnya beberapa waktu lalu mungkin membuat kita sedikit shock therapy lagi mengenai spiritualitas manusia-manusia Indonesia Raya. Menonton media tayangan media visual, membaca literasi buku-buku analisis hingga fiksi tentang rakyat negeri ini, kadang membuat kita yang sedang yakin dengan jalan modernitas memandang bahwa mistisme dan animisme adalah tinggal stories masa lalu dari peradaban kuno bangsa Indonesia. Apa yang disajikan oleh film-film horor yang laku keras kembali belakangan ini mungkin kita anggap hanya tayangan hiburan menggelikan semata padahal diam-diam kita percaya...

Tentu saja, kenyataan bahwa klenik masih sangat melekat dengan cakrawala ontologis manusia Indonesia masih jadi suatu kemahfuman. Analisis tentang hal ini pun belum menjadi sesuatu yang aneh apalagi langka. Secara rahasia umum kita juga tahu itu. Dan barangkali wacana tentang modernitas dan moderat dan majunya alam keimanan masyarakat kita masih sebuah angan jangka panjang yang terlalu didengungkan. Sehingga kita nyaris lupa kenyataan bawah sadar realitas kemayarakatan kita hingga pun hari-hari kini. Dan persoalan ini pun menyarut marut dengan pelbagai persoalan sosial bangsa majemuk gemuk yang multi-identitas dan kultural ini. Kegamangan politik, ketimpangan ekonomi, ketimpangan gaya hidup, penyakit akut birokrasi pemerintahan, dan status absurd layanan kesehatan-pendidikan yang idealnya adil merata bagi seluruh rakyat, semua ini membawa pula arus kegamangan kita untuk menilai identitas kultural atau akidah sebagai suatu bangsa. Dan, tambah pula, berbagai kepentingan eksternal (dari yang ideologi hingga dan beserta yang sekedar anjing ekonomis) sulit untuk tak tergoda melebarkan pasarnya ke negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia ini, yang memiliki jarak kerumpangan SDM hingga akses ekonomi yang luar biasa ini. Ah, salut untuk para pemimpin yang nantinya benar-benar tulus dan minim kepentingan pribadi dalam megelola aset senilai 200 juta lebih ragam kepala ini!

Barangkali memang tidak fair, kita merepresentasikan keragaman kultural bangsa Indonesia dari Sabang hingga Jayapura kepada apa yang terjadi di Kabupaten Jombang tersebut. Tapi ingat, politik sentralistik yang telah menancap akut pada negara ini membuat Jawa telah menjadi "teladan" lalu sampel paling bermutu untuk membicarakan ke Indonesiaan. Dan secara teritorial memang karakter sosial antar berbagai daerah ini telah begitu cair dengan mobilitas (terutama lewat hubungan dagang) yang telah terbangun berabad-abad di wilayah yang bercikal bakal dari kepulauan nusantara ini. Dan untuk lebih meyakinkan bahwa Jombang bisa cukup mewakili kita bisa lihat saja bagaimana "wisata" klenik dalam ibukota kita, Jakarta. Semua tahu itu, tapi semangat kemajuan dan lagi-lagi propaganda tentang modernitas membuat kita lupa dan merasa sudah ada jarak dengan "masa lalu" dan "identitas" nenek moyang kita. Bagaimana cara memahami Ki Joko Bodo yang jelas-jelas bodo tersebut popular banget di tengah-tengah artis-artis kita yang cantik-cantik, pintar-pintar, dan kaya-kaya raya tersebut? Bahkan pejabat, ilmuwan, lihatlah bagaimana launching CN235 bahkan pembelian Sukhoi buatan Rusia sekalipun perlu di ciumin hidungnya dari kendi berisi air kembang bunga segala. Ritual kosong? Ritual apa yang kosong? Lalu kenapa dilakukan? Dan apakah artinya bagi tiap-tiap individu? Apalagi bagi masyarakat "kelas bawah"...

Tentu saja generalisasi berbahaya. Saya paham (dan secara pengalaman pribadi merasakan) sekali bahwa untuk setiap subjek selalu, pada dasarnya, ada yang khusus, ada yang unik, kasuistis. Namun ini harus selalu diambil dan dipegang untuk menilai sebuah fenomena. Jika ada instrumen penilaian yang salah, referensi yang kurang bisa dipercaya, hingga fakata dan data yang tidak valid, secara dialektik thesis dan anti-thesis terhadap suatu objek analisa seperti ini akan terus berjalan menuju kesempurnaan yang tiada ujungnya. Tradisi, mistis, klenik, atau pun sulitnya memurnikan akidah, pun juga bukan sekedar phenomenon di Indonesia. Dimana-mana kita bisa menemui persoalan ini, apapun latar sosionya, apapun agama mayoritasnya. Tapi fenomena Ponari seakan kembali menyentakkan kita betapa "diam-diam" begitu menonjolnya mistikus ala Indonesia dan betapa gombalnya klaim modernitas dari elit-elit "intelektual" maupun birokrat politis kita. Tentu lagi kita belum berbicara tentang aspek sensitifnya sendiri: agama Islamnya orang Indonesia. Tapi sekali lagi lihatlah fenomena cuek atau tidak berdayanya "petinggi-petinggi" kita atau cari amannya komentar wagub baru terpilih Jawa Timur cak Saefullah Yusuf yang intelektual muuda Nu ini.

Lah, bagaimana segelintir (yang mulai membesar) aktivis muda Islamis akan menanggapi secara ideal dan murni teoritis fakta lapangan ini sementara mereka kenyataannya hidup di tengah-tengah dan bersama-sama dan bermanfaat (di-/me- secara ekonomi) bagi "orang kebanyakan". Lah, wong rumah pengajian jamaah salafy (yang sebetulnya ndak terlalu macam-macam dan vokal ini saja) di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat baru-baru ini kabarnya disambit batu dan nyaris dibakar dengan api "neraka dunia" sama masyarakat sekitar. Gara-gara menyalahkan tradisi dzikir massal setempat katanya, hahaha, kayak zaman 5 Masehi di tanah Hijaz lagi ya? Lagi-lagi tentu, kalo sanggup bisa dianalisis per-kasuistis, namun tak ada salahnya secara general dilihat fenomenanya. Inga-inga, saya sendiri "netral" dan tidak bertendensi memihak kemanapun. Tidak kebenaran, tidak pula kesesatan, sehingga jatuhnya mungkin jadi ke kesesatan. Haha, dan sebagai orang "sesat" untungnya jadi bisa objektif menilai fakta sosial ini. Jadi bagaimana sebenarnya keislaman yang mayoritas di Indonesia ini? Bagaimana relijiusitas bangsa ini??

Hmm........, tentu saja semuanya masih jadi persoalan dan akan terus menerus menjadi persoalan. Sehingga dengan ini pula akan selalu ada orang-orang yang mendapat kesempatan untuk memperjuangkan keyakinan dan idealismenya, jadi ladang amal bagi yang "beruntung" di jalur benar, jadi kebun dosa bagi yang kebetulan terjerambab ke lajur kesesatan. Kalo pengen cari aman dan beruntung secara ekonomis sih ikut saja orang kebanyakan. Jadi kalo begini fakta sosial orang kebanyakan, yang secara religiositas ikutlah saja. Jangan coba-coba melawan arus, karena H.M Jusuf Kalla sudah mengingatkan para ulama dalam sebuah pertemuan akbar di Padang Panjang bahwa seorang pedagang jika suka "ngelawan" ndak bakal dapat untung dia. Untung dunia, harta, wanita, kuasa, siapa yang ndak suka? Dan fenomena religiositas massal ataupun "bawah sadar" ini lagi pula lah yang bisa menjadi ceruk menguntungkan bagi ekspansi ideologis maupun hingga/bersama ekonomis ke tanah luas masyarakat "religi" di Indonesia. Jadi, bicara mengenai praktek perdukunan Ponari mungkin sebaiknya memang dianggap biasa saja dan tak ada yang aneh. Inilah Indonesia bung. Karena, IMAN dan syirik dan upaya pemurnian akidah itu obscurd (setidaknya teori di atas kitab) sedang UANG dan PENYAKIT dan KEMISKINAN dan KEBODOHAN dan PERKONCOAN NEGATIVE (yang ndak tulus, penuh paretongan dan akhirnya menjurus PERKONGKALINGKONGAN) dan KEKERABATAN dan PEMILU/PILKADA dan DAGANGAN adalah fakta dan nyata!

p.s tapi disini jugalah letak dialektika perjuangan hidup sementara di dunia fana, ceileeeeee gaya uy

HYPPYLESS BIRD THAY

Sepeti kadang biasa, kadang ndak biasa, sekitar abiss maghrib kemaren aku ketiduran hingga menjelang subuh ini. Wah terasa ndak terasa ya cekarang uda February 11 2009 whos that mean I'm tweny six years old. Yes become older older and makin ter-solder hihi. Tadinya sempat kepikir ndak bakal melewati periode norak ini. Bayangan saja ada sebuah perkuburan suatu kaum di Kanagarian Koto Tangah yang bernisankan inisial WAF Padang, 1983-2008, "tiada yang akan mengenangmu kecuali orang-orang yang menghargai kejujuran dan mencintai kesederhanaan" (respect thd ilmu pengetahuan + teguh dan kukuh dgn idealisme + jauh dari iri hati dan dengki + antibudaya kongkalingkong) plus cewe2 yang selama ini memendam perasaannya untuk dirimu seorang huahahaha. Ya iya lahh (pake nada suara lekong), masa sekian lama (tanpa/belum the end) hidup ndak bisa menjalin silaturrahmi dengan barang sebiji manusia pun begitu. Setidaknya dengan keluarga lahh, apapun persoalannya. "Aku tidak tahu apakah aku mencintaimu, yang jelas aku sudah terbiasa untuk hidup bersamamu," begitu kata dialogue sebuah pelem (kalo ndak salah pasti betul). Uh, kepastian...
Yah bertahun-tahun 1/4 century lebih hidup ini emang cukup banyak manis-pahit cerita yang hendak kukenang. Terlebih kelam hidup dua tahun belakangan ini yang entah tanya kenapa aku masih kuat bertahan dan santai aja legeeee. Banyak tentu yang hendak diceritakan, dan lebih banyak lagi mungkin yang hendak di panjat syukurkan, tapi stoooppp!!! Jika andai adalah seorang Samurai beragama Budha/Shinting mungkin gw uda seperti Barman (Khotbah di atas Bukit - Kuntowijoyo) ikut2an berbunuh diri, bukan karena pengecut terhadap hidup (inga lo sengaja guwa pake perumpamaan seorang ninja) tapi utk menunjukkan kezuhudanku terhadap duniawi yang penuh orang2 munafik brengsek anjing2 penjilat ini. Alahhhhhhhh WAF juga manusia dan godaan dunia fana ini toh masih diijinkan Tuhan SWT untuk menjadi tantangannya, jadi untuk become menjadi seorang hanif masih menjadi impiannya. Dan ini yang membuat ia kesel ama tuhan tsb: belum juga dibentangkan jalan utk menuju niat baik ke sana. Wkwkwkwkwkwk lo aja kali yang masih broenngsoeex!

Subuh ini bulan terlihat penuh memandang, dan sesekali awan hitam menyelimutimu meski tak sanggup padamkan utuh cahya terangmu itu ke hatiku. Seperti biasa udara dingin ampunnn menusuk tulang-tulang keropos ini, berkebetulan pas ketiduran gw ndak make jaket lagi. Karena males bangun awalnya buat ngambil ke rumah konveksi, kutusukkan saja kedua tangan ini ke dalam kaosku untuk sedikit menghangatkan badan kering kerontang ini. Entah kenapa, padahal gue uda pernah hampir dua tahun tinggal di gunung (Tanjung Sari) yang airnya serasa es itu (kata mester Kamil), tetep aja gw always kedinginan kalo uda subuh2 gitu. Padahal awal2 datang ke Padang seingat guwa ya kepanasan juga. Hmmm, butuh mesin "pemanas" kali ya? Ya, dan juga semalam ada mimpi indah yang sulit untuk diceritakan dan dilukiskan dengan kata-kata...

Ada rencana mo mindahin kompi ini ke tempat konveksi itu lagi. Biar lebih nyaman. Mudah2an engga jadi persoalan yang ndak perlu lagi. (Bisa meledak gw niy bro jika sampai sudah di ambang batas menerima tekanan2 ~ yg sebenulna sepele tapi menggigit ya cilik2 cabe rawit!! Darrrrrrrrr!!) Sudah beberapa bulan ini kulihat ndak ada yg ngejahit. Tapi pengennya siy make laptop karena speknya sedikit lebih baik dari PC dekstop yang ini, dan barang tersebut dari bertahun2 yang lalu sudah merupakan bagian dari rencana bisnis gw tapi apa la daya selalu saja datang rintangan yg bukan otoritasku meretasnya sehingga tiada jalan lain selain sabar sabar dan sabar. Yups, mybro ninggalin laptopku itu ternyata sewaktu balik ke Paris kemaren padahal... ah sudahlah kekecewaan di hati ini uda begitu menumpuk, buat apa gw tambah rusak memikirkan hal yang di luar otoritasku untuk menanganinya. Toh jika seandainya ada di tanganku, barang ini mungkin bisa bermanfaat (setidaknya rw-nya bisa buat cetak cd ebook bajakan hahaha).

Rencana ke depan? Sebenarnya siy gw uda ndak bisa mikir. Tapi seandainya tak ada yang bisa "dikerjakan" di sini lagee dan pergi ke Java adalah sebuah opsi lagee alangkah senangnya. Ya mencari beasiswa untuk sexolah lagee sudah menjadi bagian dari ideku yg makin menguat beberapa hari belakangan ini (mumpung masih diberi umur to). Setidak untuk bayar uang kuliah la, untuk makan dll mungkin jualan di lapak PKL aja nanti ato bisnis newsletter tsb. Ya sepertinya kudu mulai bergerak lagi. Tapi sorry la yaw tak semulus itu kawan. Oke deh kita liat aja nanti ke depan. Ah banyak memang yang mesti diceritakan, tapi sebagai seorang muslim saya tentu punya rasa malu untuk "membuka" sesuatu yang barangkali berlabel "aib" (dan dikira terlalu banyak mengeluh oye) pada mata orang kebanyakan. Meskipun persetan orang-orang fasik itu semua tapi toh Nabi tersayangku telah mengingatkan Para Sahabat, "inilah dunia fana, kita memang cuma bisa berhukum dari apa yang terlihat". Karena itulah orang2 muna kian menjamur dan makin menjalar dan makin popular dan makin: senang dengan dunia, takut mati.

Karena itulah keadilan di Hari Akhir nanti begitu diperlukan. Dan sebagai seorang mukmin lagi: meskipun merasa benar, saya juga tak ingin menyakiti siapapun (sejauh yang saya anggap sebaiknya disimpan). Toh kita tak bisa mengendalikan semuanya, dan Ia lah yang akan jadi penentu pada akhirnya. Yang penting semoga Yahweh benar maha-Adil dan mahapengampun dan pemberi jalan keluar yg terang dan penuh kejujuran dan ketulusan dan ssssst: "usahakan sesedikit mungkin deh 'berurusan' sama 'manusia' di Yaumul Mahsyar nanti". Ah sudahlah, ini cuma hari poe happy birthday yang engga hepi2 amat. Sepi dan sedikit gelap (dan toh seperti juga tahun2 kemaren/yg setidak2nya mendidikku untuk tidak menjadi seseorang yg hubud dunya mudah2an). Dan sebagai manusia toh di jalan sempit ini selalu ada saja celah untuk merasa bahagia. Dan di yang sedikit itu justru luar biasa nikmatnya! Maksud lo?

Auuuuuuuuuuuuuuu, terakhir gw cuman mo nguntit lagu lawas yg katanya best of ever green dari genjreng2 metal 80-an-nya Iron Maiden buat menghibur diri ndiri (ya iyo lah, anti dunia bukan berarti menyiksa diri dan merasa menderita spt "kata orang" ttg joshua, tapi moga2 deh juga jgn berlebih2 keterlaluan and jangan ketipu para pengicuh dan penggoda si jalang racun dunia): ooooooooouuu hallowed be thy namee!

"Perhatikan orang yang tidak dapat berenang tercebur di sungai. Ia melawan, tenggelam, mati dan akhirnya mengapung. Berhentilah melawan, maka hidup pun akan membiarkan kita mengapung damai di permukaan. Hanya kedamaian yang membuat manusia berhenti mengungsi dari satu keinginan menuju keinginan yang lain. (Andimujahidin.com)" <==== tapi selagi tetap hidup dan penuh akan tantangan, teruskan perjuangan bung!!

ANALISIS PUISI, SASTRA, BUDAYA, POLITIK, N PERADABAN WOW

Beberapa waktu lalu ada Adinda Sri Asih dari Surabaya, Cahaya Suci (alamat e-mail-nya yang saya ingat, nama persisnya lupa buk), dan seorang mahasiswi yang kelihatannya dari UI nanya-nanya soal analisis tugas kuliahan mereka di Fakultas Sastra/Kebudayaan. Kalo yang lama-lama saya udah lupa toh. Ya kebetulan daku juga berasal dari kubangan lumpur yang sama dengan mereka dahulu kalanya. Tugas-tugas maupun artikel-artikel lepasku biasa kuposting di blog dan mungkin kebetulan lewat search engine google ketemu sama mereka. Jadilah mereka nanya-nanya sama Q yang sebetulnya ndak punya kapability inih.

Yang ingin kuberitahu lewat posti kali ini adalah bahwasanya daripada artikel-artikel berkaitan analisis puisi atau karya sastra tersebut semuanya udah kupindah ke url blog tersendiri di http://bohewemian.blogspot.com (link ini dan blog-blog ga penting yang lain silakan liat di profile-ku). Ndak tahu juga lah yaw kalo ada yang kelewat and masih tertinggal di blog butoet yang ini. Barangkali saja, ada dari pihak-pihak tertentu yang nyasar ke blogku ini (karena paling sering diurus sehingga mungkin lebih ter-index oleh laba-labanya mesin pencari). Seperti Mas Ujianto Sadewa, yang barang sekali dapat nomer phone cell-ku dari blog ini atau mungkin juga dari Teteh Dian Hartati sesama rekan penyairnya di Bandung Kota Syahwat. Beliau kemaren-kemaren lewat sms nanya-nanya juga soal skripsi gagalku yang menganalisis fonetik stylistik beberapa karya penyair kota kembang cinta tersebut.
Kebetulan dan anugerah dari Allah SWT selama enam tahun lebih (optimalnya paling 2-3 tahun terakhir seh) guwa sempat berkecimpung dalam analisis karya sastra. Minat penelitianku ujung-ujungnya mengerucut pada subjek seperti estetika resepsi (khususnya paradigma penelitian Wolfgang Iser dengan teori wirkung-nya {opo itu wirkung [bhs jerman] ogut ndiri udah lupa persisnya haha}) dan stilistika, khususnya yang spesifik berdomain analisis bunyi bebunyian puisi. Dua subjek ini adalah wilayah yang masih jarang disentuh dalam penelitian karya sastra, khususnya sastra Indonesia. Sekitar sebulan bergelut (sambil setengah bermain dan wisata sih) di UI Depok (karena kepustakaan kampusku sendiri ndak memadai) Q cuma menemukan satu buku stilistika standarnya Rene Wellek & Austin Warren di Gedung Pustaka Pusatnya--yang masuk kudu pake tiket tersebut hahaha--dan beberapa biji di Perpustakaan FIK-nya.

Di Fakultas Sastra-nya tersebut ada kutemukan tulisan langsung Iser dalam bahasa Jerman tapi itu pun cuma sebiji. Tapi ini semua seingat-ingat guwa lho dan tentu saja guwe takcukup punya passion buat nerjemahin-nya sejauh waktu itu kupikir referensi dari pihak kedua dan ketiga sudah cukuplahh (apalagi ternyata skripsi tersebut gagal maning son, stresssss). Intinya, sejauh yang kuketahui dua pendekatan ini masih jarang digunakan. Jadi ndak tahu lah yaw kalo perkembangan 2-3 tahun belakangan ini. Selama tersebut jujur harus kuakui padamu bahwa diriku ndak terlalu mengikuti lagi perkembangan sastra dan analisisnya di tanah air kita tercinta. Entah capek, entah males, entah karena ndak menghasilkan apa-apa (baca: duit hohoho), yang jelas guwe udah ndak mood ngikutin sastra-sastraan tersebut.

Tapi, berhubung apa yang kuserap dahulu kala itu telah tertinggal di selaput tempuyak kepala (meski sebagian besarnya udah hilang mungkin) kukira ndak ada salahnya kugunakan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan dengan seikhlasnya dan (catat nih:) sesantainya. Sekali lagi dua subjek penelitian sastra tadi mungkin masih jarang dibahas. Bahkan analisis stilistika bunyi puisi untuk skripsi sangat mungkin belum pernah ada di NKRI ini sehingga duet maut pembimbingku waktu itu sampai mencak-mencak karena saking gatelnya guwa. Ya sampai kini pun aku masih memendam ambisi untuk suatu ketika nanti bisa merampungkannya (kalo mood). Dari kerja yang terbengkalai itu pun guwe udah berani mengambil sebuah hipotesis awal sebagai panduan bagi rekan-rekan follower berikutnya. Judulnya "Hukum Analisis Satuan Bunyi Sajak" yang kuposting rasa-rasanya masih di blog yang ini (serach saja); yang jelas eta mah teori ndak laku karena dihasilkan oleh sesosok sumber yang non-kompeten, akapabel, dan ga punya otoritas apalagi kredibilitas hahaha.

Jadi rekan-rekan yang kebetulan nyasar dari google ke sini, dan butuh referensi tentang hal-hal tersebut, silakan baca-baca dulu artikel yang ada dan nanya-nanya nanti juga boleh kubantu sejauh yang kumampu dan masih kuingat. Sekarang gw udah ndak terlalu kesulitan untuk online di yahoo messenger (ym) buat kita bercakap-cakap secara live nantik. Namun berhubung guwa ngegunain saluran gprs indosat buat live chat, mungkin cuma bisa ngelayanin chatting sekitar jam 2-6 pagi yang lengang orang-orang nelpon. Yang penting janjian dulu aja lewat sms (nomerku ada di profile). I know lah, sengaja kugunain saluran chat supaya lebih hemat pulsa buat kita communicated. Rencananya aku juga bakal masang status online ym-ku di side bar blog ini.

Sebagai sumber yang ndak kompeten mungkin gw keliatan berlebihan juga ya buka semacam layanan konsultasi jijay segala. Tapi why not toh ai cuma niat ikhlas buat bantu sejauh aku ada ilmunya. Kalo perlu gw bisa bikinin skripsi lu sesuai bidang tersebut dalam sebulan lalu dipakai jadi barang jualan tapi no way lah yaw. Ekey juga curiga astaga bahwa yang nanya-nanya selama ini juga cuman teman-teman sendiri yang ngerjain (kok yang nanya cewe mulu haha?) tapi no problemo lah mana tahu ada memang saudara sebangsa se-tanah airku yang emang membutuhkan bimbingan ceileee. Sebab gw udah ngerasain sendiri betapa perihnya hati ini ketika tiada memiliki tempat untuk bertanya saat segala sesak di kepala menerpa walahhhh.

Dan (papanda Hamid senantiasa teguh melarang penggunaan kata ini di awal kalimat, kecuali untuk seni dan estetika tulisan lah yaw), kalo perlu kita perluas subjek diskusi hingga masalah politik dan sosial kebudayaan waaww. Kedua bidang ini toh udah jadi makanan otakku dari sejak esde alahhhh. Silakan jika Anda-Anda mau berdebat soal SBY, Obama, fenomena golput, taktik dagang kolektor lukisan, hingga: benarkah ada ribuan agen intelijen asing yang berkeliaran di se-antero NKRI sebagaimana di sinyalir man-Kasad Jendral (Purn) Ryamizard R atau bagaimana strategi seorang kadet Mossad untuk dalam 5 menit bisa berduaan dengan seorang wanita pemilik balkon sebuah apartemen yang baru pertama kali didatanginya dengan sambil menggenggam segelas anggur dan setangkai kembang bunga? Hahaha, intinya saya cuman nyari teman diskusi tanpa ada embel-embel kepentingan bisnis pangicuah di belakangnya. Relasi yang tulus dan fair (affair boleh juga) brur! Tentu, di dunia fana ini tidak ada yang "sempurna". Namun kukira tiada salahnya jika ada yang mengupayakan situasi sosial yang lebih baik, baik, baik, dan kebaikan semampunya. Jadi, Anda bertanya, Wem(Go)Blog akan becanda...

CARA BERKENALAN AMA CEWEK CAKEP

Artikel berikut ini saya dapatkan berupa sebuah ebook yang saya udah lupa ngambil dari mana (kabarnya ini adalah milik www.hitmansystem.com), yang jelas di akhir artikel ini ada link ke dua buah situs yang mungkin merupakan milik lelaki leboy penulis artikel ini. Agak rada lucu kayaknya. Saya sendiri belum baca lengkap pas ngetik ini. Baru lihat-lihat sekilas. Lumayan repot juga buat ngopas dari versi pdfnya. Jadi maaf kalo mungkin hasil akhirnya juga masih ada yang rada berantakan. Maklum saya cuman ngedit di rumah. Hasilnya baru keliatan kalo udah di upload di warnet. En kalo di net gw ndak punya banyak waktu buat edit2 lagi. Maklum kantong cekak, kudu serba buru2 di sono. Kalo buka blogger dot com pake modem hp ini kayaknya cukup makan pulsa karena ada layout juga yang mau saya oprek. Kalo mosting lewat email format pembagian full post read more jadi ndak berfungsi. Ada aplikasi java abiro untuk mosting tapi eta mah buat yang pendek2 aja lah yaw.

Okay bagi kaum laki2 yang membutuhkan (bagaimana pun yg beginian emang kebutuhan naluriah kita) cuma ingatlah satu hal: kaum wanita kian ke sini makin buruk akhlaknya dan Rasulullah mewanti-wanti kita bahwa sebagian besar isi neraka adalah kaum wanita. Seburuk2 lelaki bung masih bisa diusahakan pertandingan yg fair karena laki2 masih cukup menaruh hormat pada logika dan kehormatan/kejujuran. Perempuan bah, hati2 bung racunnya dan tikaman dari belakangnya. Tapi jangan juga menganggap wanita tak lebih bernilai dari sekedar sampah objek seksual semata. Masih ada lah gadis2 solehah non-matre yg mudah2an dijadikan Tuhan semesta alam jodoh kita. Wanita2 terbaik dan mulia inilah yang akan berjihad keras dalam membesarkan dan mendidik akhlak anak-anak kita. Prinsipnya, kalo tidak ingin punya keturunan2 bejat, jangan serahkan pengasuhan dan pendidikan akhlaknya kepada wanita2 bejat pula. Cuih, banyak omong gw. Selamat menikmati!

nih gue kasih tau cara ampuh silahkan coba sendiri khasiatnya

Hampir semua permasalahan cowok yang mengatakan sulit untuk membuka percakapan dengan cewek menarik disebabkan karena rasa
takut dan intimidasi. Meskipun sebenarnya rasa takut ini adalah ilusi, tapi bagi banyak cowok hal ini benar­benar mengganggu dan membuat mereka tidak pernah maju dalam membuka hubungan dengan cewek.

Rasa takut dan intimidasi itu wajar. Dan hal itu terjadi karena banyak cowok belum terbiasa berinteraksi dengan cewek cantik dan menarik. Bagaimana mungkin loe bisa bersikap normal dan wajar di hadapan cewek cantik dan menarik kalau loe aja jarang sekali berinteraksi dengan mereka. Tubuh loe, otak loe dan emosi loe belum terbiasa dengan pressure yang timbul ketika loe berinteraksi dengan wanita cantik dan menarik.

Cara yang paling cepat untuk menghilangkan rasa takut dan intimidasi tersebut adalah dengan berinteraksi SEBANYAK­BANYAKNYA dengan cewek menarik!

Berinteraksi sebanyak­banyaknya dengan apa yang selama ini membuat loe gugup. Trial and error. Dengan begitu loe akan tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.

Tapi apa yang harus loe lakukan kalau lingkungan loe sangat kekurangan stok cewek menarik? Yah loe keluar dan KENALAN dengan cewek­cewek asing yang menarik! Dan itu yang akan gue sekarang.

Mungkin banyak yang berpikir, "Ah kalo cuma kenalan doang, gue juga bisa.""

Okay, tapi seberapa banyak dari hasil kenalan loe dengan cewek­ cewek menarik yang kemudian benar­benar lanjut jadi teman atau malah lebih dari sekedar teman?

Sekarang coba bayangkan sebentar, loe adalah cewek cantik dan menarik. Dalam hidup loe sudah puluhan cowok yang berusaha mendekati loe. Loe sudah tau kalau cowok mendekati loe hanya karena ada maunya.

Dan ketika loe lagi asik ngopi di cafe menunggu seorang sahabat, tiba­tiba ada seorang cowok asing yang entah darimana datang dan menghampiri loe, lalu bertanya hal yang bodoh, seperti: "Hi, sendirian aja? Boleh kenalan??" Dan loe akan berpikir, "Doh! Lo liat gue sendirian masih aja nanya..."

Sebagai cewek yang cantik dan menarik, apa perasaan dan reaksi loe ketika hal seperti itu terjadi? Tentu loe merasa bangga karena ada cowok yang ingin berkenalan dengan loe, itu membuktikan loe memang menarik.

Tapi apakah itu membuat loe jadi ingin berteman dengan mereka? Terutama setelah loe tahu kalau dia tertarik pada loe dan loe jelas tidak tertarik padanya?

Jawab sendiri pertanyaan di atas sebelum melanjutkan.
Ketika berkenalan dengan cewek, ada 3 hal yang harus loe ingat baik­baik:

1. Jangan gunakan kalimat kenalan standar.

Kalimat­kalimat seperti, "Lagi sendiri?", "Hi, boleh kenalan..." dsb itu DILARANG KERAS loe pakai ketika berkenalan dengan cewek.

Kenapa?

Karena cewek cantik dan menarik SUDAH SERING mendengar yang seperti itu. Standar. Tipikal. Boring. Dan jelas menujukkan loe ingin kenalan dan tertarik padanya, yang mana akan membuat poisisinya langsung berada di atas loe detik itu juga.

2. Ignore the autopilot.

Ketika loe mendekati cewek asing, otomatis mereka akan langsung menunjukkan wajah siapa­loe­tiba­tiba­dateng­mo­ngapain­sih. Terkadang mereka juga memasang wajah agak kesal dan merasa terganggu.

Guys, itu wajar!

Meskipun si cowok ganteng dan keren tapi tetap saja cewek akan memasang wajah itu sebagai sikap defense­nya yang paling awal. Loe juga akan memasang tampang seperti itu ketika ada orang asing yang mendekati loe dan mengajak loe berbicara. Sangat normal.

Jadi jangan jadikan itu sebagai alasan untuk mundur. Terus maju. Hal itu tidak berarti apa­apa. Hanya autopilot.

3. Intro dengan skenario.

Kesalahan terbesar yang dilakukan cowok­cowok ketika memulai interaksi dengan cewek adalah: ketidaksiapan. Kalau loe bukan playboy sejati atau orang yang benar­benar gaul dan jago berbicara, loe harus datang dengan skenario yang sudah loe siapkan.

Kedengarannya bodoh ketika loe harus berbicara dengan orang memakai skenario yang sudah dipersiapkan dan dilatih, gw tahu ada banyak orang yang menentang ide ini.

Tapi hal ini akan SANGAT MEMBANTU loe!
Ingat, selama ini loe selalu gugup dan tidak tahu harus berbicara apa ketika berinteraksi dengan cewek cantik dan menarik. Kalau loe tahu cara yang lama tidak berhasil, maka loe harus rubah cara loe.

Ketika loe datang dengan skenario yang sudah dipersiapkan, loe akan merasa lebih siap dan lebih rileks karena loe tahu loe yang akan memegang jalannya pembicaraan. loe tahu respon­respon seperti apa yang akan loe dapatkan. loe tahu apa yang harus loe katakan dan apa yang harus loe lakukan. Semuanya sudah loe persiapkan! Segalanya akan jadi lebih mudah.

Kembali ke point no. 1: persiapkan skenario yang tidak standar. Yang tidak memakai kalimat­kalimat membosankan yang sudah didengar cewek­cewek berkali­kali. Persiapkan skenario untuk sebuah PERCAKAPAN dan TIDAK MENUNJUKKAN loe tertarik padanya.

Gue kasih tahu satu tips menarik:

Cari topik yang menarik bagi cewek!

Cewek suka dengan topik tentang hubungan, pacaran, cowok­cewek dsb. Dengan memakai tema itu, buatlah skenario loe.

Salah satu contoh skenario:

"Hi. Sorry, gue cuma sebentar nih. Gue butuh opini cewek. Temen gue kenalan sama cewek lewat Friendster dan mereka dah sering telpon, chat dan sms. Udah asiklah. Tapi setiap kali diajak ketemuan ceweknya gak pernah mau. Menurut lo kenapa?"

Sembilan puluh persen cewek akan menjawab dengan senang hati, beberapa malah mungkin akan langsung cerita panjang lebar dan loe sudah berhasil membuka percakapan dengan mereka. Tapi tidak berhenti sampai di situ, loe juga harus mempersiapkan alur berikutnya setelah mereka selesai menjawab pertanyaan loe.

"Hmm bener juga sih lo. Terus menurut lo temen gue harus gimana nih?"

Dia menjawab, "Bla bla bla..."

"Emang elo pernah punya pengalaman yang kayak gitu? Cowok kenalan lewat Friendster trus ngajak ketemuan, trus elo iyain ato tolak... lebih sering yang mana?"

Dia menjawab lagi, "Bla bla bla..."

Guys, jika sejauh ini kalian melakukannya dengan benar, kalian sudah berada asyik ngobrol dengan dia selama kurang lebih lima menit. Loe tinggal terus berbicara dengannya, atau malah dia yang akan membalikkan pembicaraan, bertanya ini itu kepada loe.

Kenapa?

Karena loe memulai pembicaraan dengan cara yang menarik.

Semuanya berkat skenario yang sudah dipersiapkan!

Kelebihan memakai skenario adalah loe sudah memiliki satu dua bayangan mental tentang dialog kalian yang akan terjadi, jadi selagi berbicara, kalian bisa berfokus pada satu hal penting lainnya ketika melakukan intro seperti itu.

Yaitu body language yang benar.

Cewek memproses komunikasi 40% lewat bahasa verbal dan 60% lewat body language. Mereka memiliki semacam radar super peka untuk mengetahui apakah loe gugup, minder, tidak PD dan tertarik padanya. Semuanya itu ditangkap lewat body language loe.

Karena itu body language sangatlah PENTING!

loe harus rileks, nyantai dan confident. Jangan sampai loe terlihat gugup. Tunjukkan bahwa loe adalah cowok GLOSSY yang bernilai tinggi dan bukan cowok horny kesepian yang mencari mangsa.

Kesalahan umum yang dilakukan cowok ketika berbicara dengan cewek menarik adalah suara mereka berubah lebih lembut dan pelan. Jangan lakukan itu. loe harus berbicara dengan tegas dan jelas. Tunjukkan loe tidak terintimidasi olehnya. Dan jangan sampai loe tertarik gravitasinya sehingga membuat loe membungkuk ke arahnya.

Tetap berada dalam gravitasi loe, tarik dia ke dalamnya.

Bukan sebaliknya.

So there you go, deskripsi tehnik jitu untuk INTRO. Bagaimana cara loe membuka percakapan dan berkenalan dengan cewek asing. Bagian awal dari keseluruhan interaksi ketika membuka hubungan dengan cewek. Dan INTRO hanya merupakan sebagian kecil saja dari keseluruhan cara yang gue kasih tau.

Setelah INTRO ada fase interaksi berikutnya yang gw sebut Personality Plus (P+) di mana loe bisa menunjukkan bahwa loe adalah cowok yang berbeda dengan kepribadian GLOSSY dan pada fase ini loe dapat membuat cewek­cewek tertarik pada loe.

Tapi sayangnya gw tidak dapat membagikan itu semua di sini, karena selain terlalu padat dan panjang, materi P+ gue kasih tau Khusus hanya untuk cowok-cowok yang serius untuk mempelajari hal ini dan berkomitmen untuk merubah dirinya menjadi lebih berkualitas. PM ajah hehehe

Memang tidak cukup hanya dengan INTRO saja untuk mendapatkan cewek yang loe mau. Tapi kalau loe serius ingin melakukan sesuatu untuk merubah nasib loe yang kurang beruntung, daripada hanya diam duduk di rumah dan merenung, mempraktekkan INTRO adalah awal yang sangat bagus!

Dengan mempraktekkan INTRO sesering mungkin loe akan terbiasa berinteraksi dengan cewek menarik. Coba saja praktekkan INTRO dengan 20 cewek asing menarik sepanjang minggu ini, dan loe akan merasakan bedanya.

Selamat mencoba!!

Percaya diri loe akan meningkat. Ilusi ketakutan dan kegugupan loe akan hilang. loe menjadi lebih mudah bergaul. loe akan melihat cewek dengan cara yang berbeda. loe akan belajar banyak sekali.

Coba dan buktikan sendiri, dan gw jamin loe akan terkejut. Sekarang ambil waktu untuk memikirkan dan mempersiapkan 2­3 skenario dengan topik yang menarik yang akan loe pakai setiap kali loe berkenalan dengan cewek.

narsum palsu:
Kiat Menjadi Cowok Idaman Dan Dikejar­kejar Cewek
Cara Menjadi Pria Idaman yang di Gilai Setiap Wanita

sumber tulisan asli:
www.hitmansystem.com

SAHAJANYA BARRY HUSSEIN OBAMA

Beberapa waktu yang lalu aku nonton berita di Trans7, tentang Presiden ke-44 Amerika Serikat Barrack Obama yang ternyata sepatah dua patah kata masih bisa berbahasa Indonesia ; dan yang lebih penting lagi: masih merespon (dengan akrab dan hangat) seseorang yang menyapanya dalam bahasa Indonesia. Seorang pria yang menyapa dalam bahasa Indonesia tersebut bukanlah wong Indonesia melainkan pria bule juga. Lelaki tersebut kebetulan (apa iya kebetulan?) adalah seorang diplomat yang pernah bertugas beberapa tahun (kalo ndak salah 7 tahun) di Indonesia. Kejadian perkara sendiri berlangsung seusai sebuah pertemuan (entah apalah) di Negeri Uncle Sam sana. Seperti biasa, Obama menyempatkan diri untuk menyapa terlebih dahulu satu persatu (meski tentu saja mungkin tak semua) tamu-tamu yang hadir. Secara spontan, ketika Obama lewat di depannya, pria tadi menyapa dalam bahasa Indonesia. Saya sudah lupa apa persisnya, tapi kira-kira dua percakapan awal berbunyi: "Selamat siang bapak.."
"Hey, apa kabar?"

Hatiku agak tersentuh juga menyaksikannya...
Obama sebetulnya hanya tinggal (kalo ndak salah) sekitar 4 tahun di Indonesia sewaktu ia masih duduk di bangku SD (jadi orang yang paling berkuasa di dunia saat ini tersebut pernah mengecap bangku SD Indonesia lho seperti halnya Lintang dan Ikal dalam Laskar Pelangi; menariknya lagi, ia ternyata duduk di bangku belakang layaknya anak-anak nakal!). Jadi luar biasa jika memorinya tentang Indonesia masih cukup kuat. Ini menarik mengingat banyak orang saya denger yang mewacanakan seberapa besar perhatian Obama pada Indonesia. Lalu, karena Indonesia jarang "disinggung" Obama terkesan timbul persepsi yang agak sedikit negatif (Obama tidak terlalu menganggap penting Indonesia). Saya bilang sedikit karena masih banyak faktor-faktor lain yang membuat positif kesan orang-orang pada Obama. Memang lumrah dan bikin kita senyum-senyum jika mengerti bahwa isu ini diangkat ataupun terangkat oleh media massa karena juga selaras dengan kepentingan bisnisnya. Namun rasanya agak mengkhawatirkan jika hal-hal seperti ini menjadi hawa negatif bagi orang-orang Indonesia yang kebanyakan wawasan dan cara pikirnya mungkin masih agak tolol. Saya bilang paradima berpikir lho, bukan iman. Kalo dalam hal iman saya mah "yakin" orang Indon tuh soleh-soleh, apalagi generasi mudanya. Hahaha..

Tapi kita tinggalkan dulu dah bahasan tentang soal-soal gede hubungan Indonesia-USA di era-Obama. Nanti malah bikin greget-greget kaum nasionalis sempit yang saya kadang bingung mereka begitu semangatnya teriak-teriak soal bentuk final NKRI jangan-jangan karena selaras dengan kepentingan bisnisnya juga (setidaknya demi "nama baik" dan posisi kan?). Berbeda dengan tentara maupun perwira-perwiranya yang memang semestinya takdemokratis (top-down) karena memang itulah dunia yang mau taksuka mesti mereka jalani. Saya jijik melihat orang sipil yang ketentara-tentaraan. Termasuk para mantan pati maupun pamen. Ketika kembali berstatus sipil mesti meninggalkan dong cara pikir militer yang tidak sesuai dengan pola sosial masyarakat yang egaliter madani. Sekarang tentang Obama kita bahas saja soal akhlak sosialnya. Hmmmm, pribadi yang menarik. Rasa-saranya sebagian besar penduuduk dunia yang lebih dari 6 milyar ini setuju dengan penilaian tersebut. Termasuk para pembela NKRI tersebut pasti akan luluh hatinya melihat Obama yang manis ini mengutus invenstor asing dengan segepok duit untuk ditanam dan berbuah di Indonesia lalu mereka dan keluarga dan konco-konco dekatnya (saja) kena cipratan deh.

Obama pribadi yang pragmatis (seperti para pedagang)? Barangkali engga deh deh ondehhh. Punya jiwa sosial dan suka menjalin relasi (yang "tulus") mungkin ya. Beliau, sebagaimana diketahui, sebelum terpilih untuk menduduki kursi senat mewakili negara bagian (saya lupa) yang ibukotanya Chicago (tempat shooting Oprah Winfrey Show tersebut) adalah seorang pekerja sosial yang aktif. Jadi beliau telah terbiasa untuk akrab dengan masyarakat kelas bawah, hidup sebagai warga negara kelas menengah (menikahi Michelle yang kalo ndak salah lagi doktor hukum tersebut), dan sejak menjadi senator tentu telah terbiasa bernegoisasi dan ber-networking juga dengan para pemilik kapital besar di kelas atas. Jadi beliau telah hidup dalam lingkup kelas sosial yang begitu luas. Dan beragam. Ceritanya, kepribadian Obama yang luwes dan toleran juga dipengaruhi oleh masa kecilnya yang berpindah-pindah negara dan kebudayaan dan macam-macam orang. Jadi buat Obama sepertinya sikap pragmatis tersebut tidak menjadi begitu muna karena bukan merupakan alat mencapai tujuan (kekayaan) tetapi telah menjadi penjiwaan dan kejiwaan. Tentu saja dengan cara hidup pragmatis beliau jadi mendapat banyak sokongan sehingga sekarang bisa menduduki posisi paling powerfull di jagad raya ini, tapi terlihat beda dengan orang-orang yang kelihatan punya jiwa sosial tetapi sebetulnya itu hanya alat bagi sebanyak-banyaknya hasrat egoisme pribadinya. Penuh sandiwara. Jadi, menarik.

Seorang teman saya memberikan komentar menarik mengenai kepribadian seorang teman saya yang lain. Katanya, "ada orang yang pandai berkawan, ada orang yang (cuma) pandai mencari kawan." Dan belakangan saya baru mengerti apa yang ia maksud setelah melihat ulang lagi perangai teman yang kami maksud tersebut. Dan saya yakin Obama bukan tipe pedagang licik, yang menjadikan pertemanan hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan pribadi. Obama saya lihat lebih bisa menjiwai arti dari tujuan bersama dan relasi yang tulus. Dalam bahasa Samuel Mulia, penulis rubrik Urban di Kompas:

"Sebagai seorang teman, value sebuah pertemanan adalah bukan mencari keuntungan meski dengan berteman banyak saya mendapat banyak keuntungan. Bingung? Saya sendiri juga bingung. Kadang saya juga tak tahu apa yang sedang saya tulis."

Hahahahahahahahahahahaha..

Terakhir, dan paling sesuai dengan judul pembahasan materinya, dalam cuplikan liputan percakapan sekilas Obama yang disiarkan Trans7 tersebut terungkap sebuah fakta sikap bersahaja Obama. Ketika sang diplomat USA yang dipuji Obama sangat fasih berbahasa Indonesia tersebut menyinggung soal kunjungannya (kapan-kapan) ke Indonesia dan menyampaikan pengetahuannya bahwa Obama pernah tinggal di Menteng, di jawab oleh Obama bahwa (kira-kiranya begini):

"Oh bukan Mentengnya. Saya tinggal di Menteng Dalam. Kalo Menteng mah tempat tinggalnya orang-orang kaya boss."

Wowww. Air mata saya mau menetes rasanya. Begitu rendah hatinya presiden kulit hitam pertama di USA ini. Selain bertipe "tujuan bersama" dan tapi juga bukan PKI, percapakapan tersebut makin menunjukkan bahwa beliau sebagai orang paling kuat dan berkuasa saat ini tidak berjenis manusia-manusia konservatif yang ortodoks, feodal, jaim, puritan, salaf (hehe) apalagi pro-status quo. Ya demokrat Amerika yang berayahkan seorang muslim, seorang doktor ekonomi, diplomat, dan imigran dari Kenya ini, ga banget deh kalo urusan jaga imej. Padahal, walaupun tinggal di Menteng Dalamnya dan merasa "bukan bagian" dari komunitas orang-orang kaya, toh keluarganya (babehnya) adalah duta besar negara lain dan suami kedua ibunya, ayah dari dari adik kandungnya Maya Soetoro, adalah seorang jawa ninggrat. Obama merupakan contoh hadirnya akhlak yang menarik di tengah-tengah kebejatan dan kemunafikan manusia jaman dajjal sekarang. Menjadi penguasa di negeri paling kuat, yang sangat dibenci oleh orang-orang yang antidajjal namun akhlaknya juga engga jauh-jauh amat dari dajjal. Tentu mungkin juga tak akan sempurna dan kita juga belum melihat lebih jauh dan ke depannya. Namun setidaknya untuk saat ini Obama, fenomenamu dan akhlak yang engkau tunjukkan (termasuk toleransi pada kaum homosex dan unbelievers yang secara eksplisit engkau sebut dengan kehormatan pada pidato kemenanganmu setelah dipastikan terpilih dalam pemilu yang begitu menyita perhatian dunia tersebut) bagaikan setetes air bening yang membasahi carut marut kegersangan perangai bajingan-bajingan bernama manusia saat ini. Luar biasa!

Media Kak Tarsis Dalam Karyo The Asu Sastrooo

Seorang koruptor zaman Orde Baru yang lolos dari pengawasan Indonesian Coruption Watch bersantap malam bersaama keluarga besarnya. Sambil me...