Rabu, 11 Februari 2009

HYPPYLESS BIRD THAY

Sepeti kadang biasa, kadang ndak biasa, sekitar abiss maghrib kemaren aku ketiduran hingga menjelang subuh ini. Wah terasa ndak terasa ya cekarang uda February 11 2009 whos that mean I'm tweny six years old. Yes become older older and makin ter-solder hihi. Tadinya sempat kepikir ndak bakal melewati periode norak ini. Bayangan saja ada sebuah perkuburan suatu kaum di Kanagarian Koto Tangah yang bernisankan inisial WAF Padang, 1983-2008, "tiada yang akan mengenangmu kecuali orang-orang yang menghargai kejujuran dan mencintai kesederhanaan" (respect thd ilmu pengetahuan + teguh dan kukuh dgn idealisme + jauh dari iri hati dan dengki + antibudaya kongkalingkong) plus cewe2 yang selama ini memendam perasaannya untuk dirimu seorang huahahaha. Ya iya lahh (pake nada suara lekong), masa sekian lama (tanpa/belum the end) hidup ndak bisa menjalin silaturrahmi dengan barang sebiji manusia pun begitu. Setidaknya dengan keluarga lahh, apapun persoalannya. "Aku tidak tahu apakah aku mencintaimu, yang jelas aku sudah terbiasa untuk hidup bersamamu," begitu kata dialogue sebuah pelem (kalo ndak salah pasti betul). Uh, kepastian...
Yah bertahun-tahun 1/4 century lebih hidup ini emang cukup banyak manis-pahit cerita yang hendak kukenang. Terlebih kelam hidup dua tahun belakangan ini yang entah tanya kenapa aku masih kuat bertahan dan santai aja legeeee. Banyak tentu yang hendak diceritakan, dan lebih banyak lagi mungkin yang hendak di panjat syukurkan, tapi stoooppp!!! Jika andai adalah seorang Samurai beragama Budha/Shinting mungkin gw uda seperti Barman (Khotbah di atas Bukit - Kuntowijoyo) ikut2an berbunuh diri, bukan karena pengecut terhadap hidup (inga lo sengaja guwa pake perumpamaan seorang ninja) tapi utk menunjukkan kezuhudanku terhadap duniawi yang penuh orang2 munafik brengsek anjing2 penjilat ini. Alahhhhhhhh WAF juga manusia dan godaan dunia fana ini toh masih diijinkan Tuhan SWT untuk menjadi tantangannya, jadi untuk become menjadi seorang hanif masih menjadi impiannya. Dan ini yang membuat ia kesel ama tuhan tsb: belum juga dibentangkan jalan utk menuju niat baik ke sana. Wkwkwkwkwkwk lo aja kali yang masih broenngsoeex!

Subuh ini bulan terlihat penuh memandang, dan sesekali awan hitam menyelimutimu meski tak sanggup padamkan utuh cahya terangmu itu ke hatiku. Seperti biasa udara dingin ampunnn menusuk tulang-tulang keropos ini, berkebetulan pas ketiduran gw ndak make jaket lagi. Karena males bangun awalnya buat ngambil ke rumah konveksi, kutusukkan saja kedua tangan ini ke dalam kaosku untuk sedikit menghangatkan badan kering kerontang ini. Entah kenapa, padahal gue uda pernah hampir dua tahun tinggal di gunung (Tanjung Sari) yang airnya serasa es itu (kata mester Kamil), tetep aja gw always kedinginan kalo uda subuh2 gitu. Padahal awal2 datang ke Padang seingat guwa ya kepanasan juga. Hmmm, butuh mesin "pemanas" kali ya? Ya, dan juga semalam ada mimpi indah yang sulit untuk diceritakan dan dilukiskan dengan kata-kata...

Ada rencana mo mindahin kompi ini ke tempat konveksi itu lagi. Biar lebih nyaman. Mudah2an engga jadi persoalan yang ndak perlu lagi. (Bisa meledak gw niy bro jika sampai sudah di ambang batas menerima tekanan2 ~ yg sebenulna sepele tapi menggigit ya cilik2 cabe rawit!! Darrrrrrrrr!!) Sudah beberapa bulan ini kulihat ndak ada yg ngejahit. Tapi pengennya siy make laptop karena speknya sedikit lebih baik dari PC dekstop yang ini, dan barang tersebut dari bertahun2 yang lalu sudah merupakan bagian dari rencana bisnis gw tapi apa la daya selalu saja datang rintangan yg bukan otoritasku meretasnya sehingga tiada jalan lain selain sabar sabar dan sabar. Yups, mybro ninggalin laptopku itu ternyata sewaktu balik ke Paris kemaren padahal... ah sudahlah kekecewaan di hati ini uda begitu menumpuk, buat apa gw tambah rusak memikirkan hal yang di luar otoritasku untuk menanganinya. Toh jika seandainya ada di tanganku, barang ini mungkin bisa bermanfaat (setidaknya rw-nya bisa buat cetak cd ebook bajakan hahaha).

Rencana ke depan? Sebenarnya siy gw uda ndak bisa mikir. Tapi seandainya tak ada yang bisa "dikerjakan" di sini lagee dan pergi ke Java adalah sebuah opsi lagee alangkah senangnya. Ya mencari beasiswa untuk sexolah lagee sudah menjadi bagian dari ideku yg makin menguat beberapa hari belakangan ini (mumpung masih diberi umur to). Setidak untuk bayar uang kuliah la, untuk makan dll mungkin jualan di lapak PKL aja nanti ato bisnis newsletter tsb. Ya sepertinya kudu mulai bergerak lagi. Tapi sorry la yaw tak semulus itu kawan. Oke deh kita liat aja nanti ke depan. Ah banyak memang yang mesti diceritakan, tapi sebagai seorang muslim saya tentu punya rasa malu untuk "membuka" sesuatu yang barangkali berlabel "aib" (dan dikira terlalu banyak mengeluh oye) pada mata orang kebanyakan. Meskipun persetan orang-orang fasik itu semua tapi toh Nabi tersayangku telah mengingatkan Para Sahabat, "inilah dunia fana, kita memang cuma bisa berhukum dari apa yang terlihat". Karena itulah orang2 muna kian menjamur dan makin menjalar dan makin popular dan makin: senang dengan dunia, takut mati.

Karena itulah keadilan di Hari Akhir nanti begitu diperlukan. Dan sebagai seorang mukmin lagi: meskipun merasa benar, saya juga tak ingin menyakiti siapapun (sejauh yang saya anggap sebaiknya disimpan). Toh kita tak bisa mengendalikan semuanya, dan Ia lah yang akan jadi penentu pada akhirnya. Yang penting semoga Yahweh benar maha-Adil dan mahapengampun dan pemberi jalan keluar yg terang dan penuh kejujuran dan ketulusan dan ssssst: "usahakan sesedikit mungkin deh 'berurusan' sama 'manusia' di Yaumul Mahsyar nanti". Ah sudahlah, ini cuma hari poe happy birthday yang engga hepi2 amat. Sepi dan sedikit gelap (dan toh seperti juga tahun2 kemaren/yg setidak2nya mendidikku untuk tidak menjadi seseorang yg hubud dunya mudah2an). Dan sebagai manusia toh di jalan sempit ini selalu ada saja celah untuk merasa bahagia. Dan di yang sedikit itu justru luar biasa nikmatnya! Maksud lo?

Auuuuuuuuuuuuuuu, terakhir gw cuman mo nguntit lagu lawas yg katanya best of ever green dari genjreng2 metal 80-an-nya Iron Maiden buat menghibur diri ndiri (ya iyo lah, anti dunia bukan berarti menyiksa diri dan merasa menderita spt "kata orang" ttg joshua, tapi moga2 deh juga jgn berlebih2 keterlaluan and jangan ketipu para pengicuh dan penggoda si jalang racun dunia): ooooooooouuu hallowed be thy namee!

"Perhatikan orang yang tidak dapat berenang tercebur di sungai. Ia melawan, tenggelam, mati dan akhirnya mengapung. Berhentilah melawan, maka hidup pun akan membiarkan kita mengapung damai di permukaan. Hanya kedamaian yang membuat manusia berhenti mengungsi dari satu keinginan menuju keinginan yang lain. (Andimujahidin.com)" <==== tapi selagi tetap hidup dan penuh akan tantangan, teruskan perjuangan bung!!