Rabu, 24 Juni 2009

MISTER RSW, PAHLAWAN PERDJOEANGANKU

The greatest danger for most of us is not that our aim is too high and we miss it, but that it is too low and we reach it. (Michael Angelo)


dalam keadaan krisis identity dan teladan di karut marutnya kondisi negara beberapa tahun belakangan ini sangatlah sulit untuk mencari tokoh panutan dari kalangan elit politik/negara kita yang bisa dijadikan idola. kalo sekedar mencari tokoh2 oportunis yang sukses secara duniawi menggarap momentum dan melihat peluang kesempatan dalam kesempitan secara materi/matere tentulah sangat banyak--meski kalo bicara kecipratan duit tentu justru lebih banyak lagi yang diam2 saja enggak usah di-publish. 'cause di tengah keterpurukan rakyat kecil bangsa toh selalu ada sebagian yang justru mendapat peluang keuntungan secara finansial untuk memperkaya diri sendiri dan konco2 di sekitarnya. nah sebagai seorang anak bangsa yang tak/berkategori mata duitan atau oportunis--sebab rasa2nya berlebih2an dan terlalu pede juga kalo meng-claim diri sebagai seorang idealis/ideolog 'coz aku ndiri bingung sebenarnya ideologi hidupku apa--saya tentu saja bisa terjerambab ke jurang pesimisme melihat keadaan negeri hantu belau ini. akhirnya menyerah pada keadaan dan ikut2an wae seperti orang kebanyakan, "yang penting menguntungkan diri sendiri."

seiring kerapnya beraktifitas di saluran internet secara lebih 'positif hehe' dan tertarik untuk mengetahui sedikit demi sedikit (dan tetap sedikit) tentang ilmu komputer lama kelamaan guwa mulai kenal dengan website ilmukomputer.org dan akhirnya aktor intelektualnya mister romi satria wahono. beliau adalah seorang pns pangkat rendah tapi high skill di PDII LIPI--sebuah institusi yang sebetul-(apalagi seharus)-nya lebih bisa diharapkan dibanding lembaga2 lainnya dalem busuknya birokrasi kepegawai negeri kita tercinta. namun ternyata dari apa yang kuikuti lewat tulisan2nya bapak dari anak2nya ini (ya iyalah masa ya iya dong) ternyata dirinya juga bertemu kendala klasik bagi seorang yang tergolong agak idealis (bukan berkelamin pragmatis oportunis) guna mengarungi samudera kelam birokrasi status quo republik indonesia NKRI. akhirnya terlihat beliau lebih memilih mengepakkan sayapnya di luar sistem penuh redundan (dan polutan) birokrasi kompleks tersebut guna memaksimalkan pengabdian dan cita2 perdjoeangannya bagi negara ini yang telah membiayai pendidikannya ke negeri japan sana.

saya jadi tertarik untuk memulai menulis ini sebagai postingan blog setelah beberapa waktu yang lalu membaca dokumen testimoni nakalnya kepada pejabat birokrat pimpinan lembaga tempatnya bekerja. sebelumnya sudah sejak lama saya pernah membaca postingan pak romi di blognya tentang 'steorotip PNS' dan tentu saja artikel2nya yang lain yang terkait ini--baik ketika beliau sekilas menyinggung saat sedang membahas core competence dirinyasebagai computer scientis maupun lebih luas lagi ketika berperan sebagai seorang enterpreneur dus motivator dengan slogan "selamat berdjoeang!"-nya. saat ini sendiri saya masih berusaha menyelesaikan baca beberapa artikel2nya yang lain yang sudah saya mirroring ke hardisk komputer karena daku punya kemampuan akses internet yang 'betul2 secukupnya' hehe saya nggak tahu apa waktu meng-copy seluruh isi situs romisatriawahono.net selama beberapa jam dulu bisa membuat padat banget bandwith ke servernya (punten pisan ya pak!!!). terus terang saja tulisan2 dari bapak ini adalah salah satu cahaya ilmu ter-favorit bagiku saat ini--meski saya sendiri bukan berasal dari core competence perkompoteran.

meski dipengaruhi beberapa faktor--yang belum tentu semuanya bisa dan baik untuk saya sebutkan untuk saat ini--saya termasuk orang yang agak eneg untuk ikut2an berdjoeang masuk ke dalam birokrasi sebagai pns--sehingga 'terjamin' kesejahteraanku hingga mampus. dan untuk berdjoeang sebagai 'swasta' saya pun masih menghadapi kendala yang sekali lagi belum bisa dan baik untuk disebutkan alasan2nya untuk saat ini <== halahhh alesan aja luhhh hehe. tapi waktu bertemu info tentang terdapatnya sebuah lowongan untuk posisi peneliti di LIPI yang sesuai dengan core compence guwa air liur ini sempat menetes juga--setidaknya saya penasaran apa betul saya ini tak mampu bersaing kalo dites secara fair yang mudah2an terjadi di lembaga terhormat seperti LIPI. tapi ketetapan tuhan berkehendak lain; saya tahunya telat alias sudah ditutup. meski kecewa juga tapi sebetulnya toh saya masih punya senjata terakhir: melamar sebagai guru pns yang terus terang saja dalam kondisi 'suasana intelektual di lingkungan kerja' seperti sekarang ini tidak terlalu membuat guwa punya interest tambah pula core competence pada ijazah formal guwa rasa2nya kurang 'menantang' dan tak menarik bagi 'ambisi' intelectualkoe sendiri hehe tentunya dengan segala hormat kepada para guru yang telah ikhlas memberikan ilmunya kepadaku yang jujurnya 'agak' salah 'jurusan' ini (especially mister ahamjati kalo kebetulan baca artikel ini pak ya, you're the best). seorang kawan sempat tertawa dan heran dengan cara pikirku yang menganggap posisi guru pns yang gajinya cukup lumayan kini itu saya letakkan pada posisi alternatif terakhir. ya buat saya--sejauh ini looo000oooo engga tau juga nanti kalo uda merasakan punya duit Rp Rp Rp banyakkkk $$$$$ ikut2an jadi matere pula--lebih baik bekerja dengan upah materi sekedarnya tapi bisa membuat diri ini nyaman mengerjakannya dan bisa memaksimalkan kemampuan intelektualku (sok cerdas elu mah idiottt penyakitan pendosa formalitas hehe). hidup freegan style!

dan perdjoeangan bung romi satria wahono menjadi inspirasi bagi kehidupan pribadiku untuk tak berputus asa atas segala tekanan kondisi dan mempersiapkan diri selalu untuk berdjoeang lebih keras lagi! alahhh padahal aslinya guwa pemalas nih hehe. tentu bukan berarti men-judge pahlawankoe bung rsw ini sebagai manusia sempurna dan saya tidak perlu setuju dengan semua pandangannya (kebanyakannya sih iyaaaaa). setidaknya beberapa waktu lalu saya membaca sebuat postingannya yang dalam form komentarnya terdapat sebuah debat panjang beliau dengan seorang komentator lain yang kelihatannya (mungkin dengan tujuan bercanda) berhasil menyinggung 'ego' beliau hehe ya wajarlah rsw juga manusia bukan rocker meski kebetulan 99% positif bangettttttt. kalo ego beliau--sebagai struktur natural dalam alam bawah sadar manusia yang mesti disaring oleh kesadaran kita (kalo bisa tambah kejujuran juga)--ndak bisa sama sekali dipancing ya gawat juga dong om ini udah jadi robot kali. tapi sekali lagi perdjoengan beliau di institusinya tersebut menjadi teladan yang luar biasa bagiku. menjadi penyemangat untuk berbuat sesuatu beberapa saat lagi nanti..

cerita nyata dari perjuangan tokoh sekaliber rsw pahlawanku ini juga membuat lebih terasa close, natural--dan akhirnya menggigit lagi motivasi hidupku ceileee kayak uda kepengen mampus aja elu--dari membaca kisah2 perdjoengan hidup lainnya. diantaranya motivasi2 yang diberikan seorang pamanku yang kini juga tengah berdjoeang berdarah2 untuk bisa meraih hati rakyat kampoeng halamannya agar bisa memenangi pilkada sebagai bupati yang kuketahui ternyata disana menyimpan potensi kekayaan alam luar biasa hehe gw curiga nih pamanku yang satu ini bertype matere juga maklum masih berasal dari institusi perduitan pula. oleh sang paman aku disuruh baca2 sebuah buku dale carnegie dan david schwartz. ya setidaknya buku2 macam gini bisa sedikit melunakkan cara pandang keras kepalaku dan kurang realistisnya diriku dan kalo bisa agak matere dikit itu perlu juga biar ada motivasi hehe. sang paman tercinta ini bahkan mengatakan (tentu saja secara hyperbolic) bahwa kalo gw pengen bikin bandara pun di sebelah rumah ini akan dimodalinya, yang tentu saja akan kujawab: "sorrry ya om gw mah enggak banget deh menjilati pantat orang lain dan bergantung sampean yang sama2 manusia sepertiku juga karena meski hidup miskin dan bangeddd miskin toh aku masih bisa makan setiap hari, ngakses internet malem2 hari (yang ada jam diskon), dan masih pula bisa menikmati keindahan ciptaan tuhan (yakni tubuh wanita via apalagi kalo bukan video bXXep)" <== setidaknya tanda masih normal sebagai laki2 lahhh. life begin at fourty, beberapa orang mungkin tahu bagaimana keras dan panjangnya perjuangan hidup seorang abraham lincoln yang kini wajahnya menghiasi dolar amerika dan tentu saja saya setuju dengan pandangan paman untuk selalu berpikir positif, engga banget deh buat berputus asa. guwe boleh eh mungkin terus semakin 'kurang percaya' akan ke-adil-an tuhan, meski tak cukup punya nyali pula untuk mem-proklamir-kan diri sebagai seorang atheist karena toh justru karena ini aku butuh Dia, tapi guwa dibuat makin harus percaya kepada diri sendiri <== ckckck.. ckck ck... gawat yaw rethoricku hampura duh gusti,, "ayo tatap cermin dan bertanyalah siapa aku?" hmmmmmm.. aku bukan siapa2 (kata d'massiv) dan engga perlu ngotot harus seperti apa (kata orang)... tapi seperti KATO MARIO teguh the golden way: "hidup memang tak adil, tapi masih bisa negoisasi". dan kata2 dalam tulisan2 rsw pahlawanku--seorang engineer scientis yang punya kemampuan menulis cantik dus filosofis--membuat aku tambah semangat untuk terus membuka kesempatan untuk terus bernegoisasi dengan kehidupan ini. menikmati dengan ikhlas banjir darah process ini, menuju hasil yang tak munafik bersama ridho ilahi..

untukmu bung romi pahlawanku, guruku, sahabatku, teman facebook-ku, teruskan juga perdjoeanganmu! meredeka!! lanjoetkan!!!