Kamis, 29 Oktober 2009

RELAWAN GANTENG part 4

Am I the only one? Cos I just can't get over it, am constantly grieving. (Michael Jackson)

nah, di antara para pembeli pulsa ini tentunya ada yang enggak ngerti cara ngisiin pulsa xl yang dijual berupa voucher fisik disana. sementara karyawan xl sendiri entah males entah capek entah sibuk juga enggak mau ngebantuin. awalnya aku cuek juga karena seperti kubilang tadi jangan2 sikap manis gw malah tetap "dibayar" dengan muka masam. disini sudah tentu aneh ada orang yang mau menolong tanpa ada kepentingan apa2. bisa2 malah akan menimbulkan curiga. tapi akhirnya kuberanikan diri untuk menyapa seorang ibuk2 dan membantunya mulai dari memasang kartu perdana hingga ngisi vouchernya. untunglah sikap ibuk ini yang tahu diri untuk memasang senyum dan mengucapkan terimakasih cukup membahagiakan hati. kemudian setelah itu ada lagi seorang. kali ini ibu2 yang lebih muda, atau bisa jadi mbak2. cukup manis pula ciehhhh gw bahkan ngerasa dia merhatiin2 gw selama membantunya. entah karena gua tampan atau dia keheranan ternyata masih ada orang baik di kota ini yang mau nolong di hal2 yang "sepele" tanpa perlu saling kenal dan pamrih apa2. sayangnya dia kesana dengan seorang lelaki. entah suaminya, pacar, atau siapa. kalo nggak udah kuajak beli es jeruk dulu mbak tersebut di tepi lawit. yang jelas cowok atau teman cowoknya itu udah tidak setampan gw bego pula ndak bisa ngisi pulsa. haha.

sebetulnya cukup lama juga aku berdiri didepan konter mobile xl ini. tapi entah kenapa cuma 2 ini yang aku tolong dan bangga pula wkwkwkwk. yang jelas gw butuh waktu juga untuk membantu setiap orangnya mulai dari ngaktifin perdana hingga nunggu pulsa dari vouchernya masuk. gw juga sempat kecele karena lupa bahwa tiap hape beda2 pula model masukkin sim cardnya. sehingga jika nanti ada masalah ini akan trouble pula. bukan masalah kalo sekedar jadi masalah gw, tapi kait mengkaitnya nanti yang selalu jadi beban gw untuk mengambil resiko dari berbuat sesuatu. dan kemudian pula gw juga tidak mau terlihat terlalu menonjol. jadi kalo kebetulan nggak ada yang minta ya gw diam saja. karena sekali lagi gw udah trauma kalo sampai menawarkan diri untuk berbuat pada orang lain lalu disambut dengan muka masam pula. setidaknya situasi saat ini kurang baik untuk memaksakan pula menyediakan ruang untuk menanggung beban berhadapan dengan "tusukan" tersebut. tapi lumayanlah, walau cuma jadi relawan ngisi pulsa untuk 2 orang gw tetap bangga dan merasa berguna haha. dan anda boleh percaya atau tidak, rata2 orang minang gengsi dan jaim untuk melakukan hal2 sepele dan pula tidak ada untungnya seperti ini.

setelah bosan nongkrongin tipi mobile xl yang entah kenapa tiba2 jadi kabur setelah gw terlalu lama berdiri disana (mungkin ada yang nggak suka lihat orang ganteng berdiri disana dan merayu banyak gadis muda sehingga khawatir berkurang jatahnya) gw lalu berlalu ke seberang jalan menuju trh imam bonjol. di lapangan bola milik tentara ini sekarang parkir 4 biji helikopter, yang seumur hidup gw di kota padang selama ini-ini belum pernah terjadi. jadi nonton2lah gw dulu disana karena gagal jadi relawan yang berguna. yang parkir disana kulihat helikopter polisi dan tim sar. belakangan baru kulihat helikopter yang lebih canggih lalu lalang di atas rumahku. kemungkinan ini heli tempur dari kapal induk amerika serikat yang tentaranya kemudian membuka rumah sakit lapangan di halaman m djamil. kembali ke imam bonjol, setelah terdengar azan ashar aku lalu bergegas kembali ke masjid taqwa.

ternyata sholat ashar di taqwa berhadapan dengan kenyataan wc-nya yang enggak berfungsi. maklum listrik sedang lumpuh. jadi jamaah antri di sebuah sumur (tepatnya sisa penampung air pdam kali ya?) yang terbuka dan disauh dengan timba. cukup lama juga aku ngantri dan mengalah (cos aku lihat ada2 saja orang yang kurang mau sabar dalam antrian, sholat pula, ngaku islam lagi) lalu akhirnya aku bisa juga dapat air buat ke wc terlebih dahulu. kemudian selesai wudhu aku naik ke atas dan sebelum shalat seperti biasa ngaca dulu di sebuah dinding favoritku sejak jaman masih setingkat sltp dulu sebagai preman cabut beriman supaya tetap terlihat ganteng di hadapan-Nya. kemudian aku ashar ngegabung sama sebuah jamaah aliran JT kemungkinan dari gayanya. selesai sholat sang imam terlihat agak masam melihat padaku tapi seorang jamaahnya menyalami dan bisa menampilkan senyum yang manis padaku, alhamdulillah. kemudian setelah peregangan otot sebentar sembari berbaring keluarlah aku ke bawah untuk ikut acara nonton2 lagi di posko muhammadiyah. dan berharap bertemu kue gratis yang sekilas kulihat "disembunyikan" di laci mejanya hehe.