Senin, 23 November 2009

GAMAWAN FAUZI BARU HENDAK MERANTAU KE JAKARTA

Iman, kesederhanaan, dan qanaah adalah suatu yang tak bisa dipisahkan. Seorang beriman, tecermin dari kesederhanaan hidupnya dan kesederhanaan itu tecermin dari sifatnya yang qanaah. Qanaah adalah sebuah sikap yang menerima ketentuan Allah dengan sabar dan menarik diri dari kecintaan pada dunia. Rasulullah bersabda, “Qanaah adalah harta yang tak akan hilang dan tabungan yang tak akan lenyap." (Abu Faiz)

menurutku cukup mengezutkan akhirnya GF diduga akan jadi juga menterinya SBY. sebelumnya sebetulnya sudah santer kemungkinan ini ada. dimulai dari prestasi GF yang cukup cemerlang sebagai birokrat yang merangkak dari bawah. hingga mulai cukup menyenggol perasaan ketika beliau jadi pembaca deklarasi "elitis" SBY BERBUDI di sabuga ITB. di saat mana pada kala itu mayoritas networking badarai minangkabau sedang berjuang bersama sumando JK. wako padang, mayor FB, sampai2 terlihat intelek dan berkesan "njilat" kala menulis di koran tentang "tagak di ateh bandua" untuk membela sikap dan pendirian GF tersebut. haha ya iya lah beliau pan S2 eksak lho, tapi sebagai praktisi yang harus cepat mengambil keputusan tetep saja bagiku berkesan "kurang mikir" dolo.

tapi sampai kemaren aku juga ndak terlalu yakin GF bakal jadi jua. karena "sumbangsih"-nya bagi kemenangan SBY juga ga terlalu keliatan koq. dan tentu saja tak terasa sehebat jilatan minangkabau2 di seputar JK. kemudian tambah pula terakhir ini kepemimpinan GF sempat diragukan karena kekurang-cekatannya atau kekurang-sempurnaanya menangani distribusi bantuan gempa. tapi toh jadi jua. ndak tanggung2, menteri dalam negeri pula. paling tinggi karir urang awak dulunya tentu pernah menjadi wapres jaman bung hatta. dan "petinggi2" negara ini jaman haji agus salim, sjahrir, djuanda, yamin, hingga tan malaka, buya hamka, dan chairil anwar. makin kesini justru terlihat makin lemah syahwat, terutama jika melihat hasil analisis psikologis terhadap mental urang awak yang kalah perang dalam operasi 17 agustusnya jenderal a yani. yang sebetulnya urang awak juga. kabarnya rang awak jadi lebih senang untuk mendalang, tukang mikir, dan mendorong2 di posisi nomor dua.

selain jadi dalang di dunia seni-entertain hingga sinetron2 picisan rang awak juga ga terlalu terdengar akhir2 ini di posisi berbagai bidang lainnya. padahal sudah kemakluman di indonesia ini tentang kemampuan "siasat" dan "cerdik"-nya rang awak yang hingga bisa menimbulkan sentimen sosial kalo rang awak ndak pandai2 menjadi bunglon. ya kabarnya orang kito memang lebih suka kaya raya dan berstatus dipuji2 di kampung tanpa perlu terlalu kelihatan lebih dari itu (sehingga membuka peluang timbulnya masalah). haha ya kaya raya sudah apalagi yang mau lebih ya? tapi akhir2 ini satu2 mulai terlihat kelihat. mulai dari basko sd si pengusaha konstruksi di propinsi tetangga hingga firdaus si pedagang kain di surabaya. mulai dari dirut telkomsel, semen padang, eks danpuspom tni, hingga ke politisi macam irwan prayitno, pengusaha politisi model jeffri geofani, industriawan politisi kayak fahmi idris, agamawan itwan politisi pak tifatul (setidaknya anak kelahiran bukittinggi), pengamat-kader indra j piliang, penulis posmo yasraf piliang, hingga pemikir islam "liberal" pak azyumardi azra.

tapi yang paling menarik dari mencuatnya nama GF sekarang ini adalah ia full meniti karir dari bawah hingga posisi gubernur di kampung halaman ini tanpa merantau. dan saya kira ini akan cukup mencengangkan banyak orang karena ndak lumrah. yang jauh2 pergi merantau untuk menjilat2i masyarakat jawa saja sulit untuk meraih posisi yang setinggi itu selain sekedar menghasilkan tumpukan kekaya-rayaan saja. saja haha. saya pernah membaca sebuah koran lokal yang begitu bangganya menuliskan profil tentang alumni UNAND pertama yang melangkat ke DPR senayan baru beberapa waktu lalu. dan GF tak tanggung2 bok: menteri dalam negeri yang sangat cukup prestise dan strategic. hmm gimana nih ya pikiran dan hati orang yang dulu2 ber-thowah di sekitar JK yang setelah jatuh kini perlahan2 terlihat mulai dikhianati. sandiwara hidup memang selalu menarik. saya rasanya ingin juga menjilat nih mumpung salah satu kemenakannya GF adalah teman sekelas gw di sekolahan dulu. alahh ia juga bukan teman akrab elu (hehe yang penting bangga minta ampun deh gw menuliskan ini horeee). sorry yaw kalo kebetulan elu yang bersangkutan baca ini, engga perlu kan kusebutin nama dan elu mungkin tau kayak gw ga bakalan deh jilatin pantat siapa2. haha kareh kopalo mode on yoi. kalo belum diberi jalan olehnya utk berbuat buat gw ga bakalan kekeuh maksa dan asyik juga sekedar jadi pengamat kehidupan. melihat bagaimana rakyat sumatera barat akan seperti massa obamania: demam gamawan fauzi sebentar lagi. kalo jadi.