Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

Bang Thoyb Pulkam Nih

Gambar
Sebetulnya sudah sejak awal dari bahwa Bang Thoyb (BT) pengen keluar dari kontrakin itu. Cukup luar biasa juga dia bisa bertahan sekitar 3 bulanin. Mana tempat lagi di ibukota Jakarta gitu dapet kos hanya 200 ribu sebulanin. Include listerik pula. Sewaktu punya laptop seharian BT ngabis2in listerik bu kosnya. Belum heater yang selalu diandalkan buat masak mie dan teh sebab gak punya duit buat sering beli makanan pokok di luarin.

Karena gak punya laptoy (dan gawean) lagi juga, maka sesuai dengan salah satu rencana yang sebelumnya pernah ada BT memutuskan saat itu untuk melaksanakan keinginannya hiking kematian menyusurin pantai pasundan selatan. Sebetulnya kerjaan sih mungkin ada aja, walau buat nyari makan halal murni 100% di jalanan belum ketemu hitungan yang masuk akalin dirinya.

Di Senen dia ketemu "grosir" donat yang lumayan bisa "dipraktikkan" menurut hematnya. Tak jauh dari situ ia juga udeh diterima "training" di sebuah toko printing digital milik …

TiviVVan

Gambar
Satu menit lagi 6.30 (nah, sudah). Jam segini dulunya biasanya adalah jadwal untuk nongkrong depan TV. Mantengin salah satu stasion yg membuat format baru wawancara/diskusi cukup menarik untuk tema-tema politik dengan narasumber yang juga kerap cukup menarik dan tidak banyak basa basi macam TV Negara Indonesia.

Tapi itu dulu, sekarang masih hahahahahaha cuman kadang-kadang sekarang (yang mana lucunya ya?). Entahlah Esmeralda, henfon ku masih di-charge. Semalem mati sendiri karena aqu ketiduran sembari mendengar Ebiet Gade bersenandung "Kepada Kawan". Lho ada hubungan apa yang terjalin antara TV itu dan hpmu/HP-mu?

Tidak ada yang spesial. Aqu cuman kebetulan membeli henfon cina seharga NewIndRp 399,- kemaren waktu di Roxxxi yang katanya komplit semua ada di sana (kecuali os/java dan 3g) termasuk TV. HP TV inilah yg kugunakan untuk menonton (sewajibmungkin) setiap senin malam acara Jakarta Law Club-nya Presiden Karni Ilyas, pun meski sayah mah buta hukum kolonial apalagi hukum…

Lho, Koq?

Gambar
Karena tak ingin merepotkan admin saya bertanya lewat postingan aja. Loh, koq kompasiana mobile ndak bisa diakses lagi dari browser modif gw ??? Jadi kesedot deh quota nih buka full site, ndak makan lah awak seminggu hi2. But its okay, udah lama gak masuk sini. Jadi sempet accepted friend request. Oya thx buat semuanya. Setidaknya sebuah persahabatan virtual lebih potensial utk terjalin secara nirkepentingan (pada awalnya) hehehehe.


Oks sekian aza dulu. Seperti admin sayah juga lagi sibuk2nya jadi ndak bisa nulis panjang2 mesti (bukan meski ya) terus mengikuti aneka peristiwa yang terus berkembang–di luar kepentingan ekonomis gw sendiri–mulai dari Bu Diono yang sekarang keliatan gagah jadi penguasa ad interim sepeninggal Pak Beye yang sedang kondangan ke Sang Khailk hingga matinya Alm Mbah Marjan. Aku juga heran lho kok “orang” sakti dan orang “kaya” dan orang “kelihatan” religius koq bisa meninggal tewas juga seperti kami para gembel sampah bangsa yang diuber-uber preman berseragam n…

Bang Thoyb, (Calon) Istri dan Anak-Anakmu Menantiku Part. 6

Gambar
Di saat tengah berbuka dengan beberapa potong buah2an tersebut lewatlah di depanku seorang cowok suspected gays. Mungkin karena ngeliat gw ganteng (hi2) tiba2 aja dia setelah sempat melewati pura2 balik dan numpang duduk ke bangku taman sebelahku. Tentu tak lama kemudian kami mulai terlibat obrolan. Dan akhirnya puannnnjaaanggg. Kebetulan Mr.guy ini juga jago ngomong. Sekarang tentu saja aku tambah yakin bahwa kebanyakan dari apa yang dia omongkan dulu itu adalah bull shit sebagian besarnya; sekedar alat untuk pdkt sama aqu, he2. Tapi jujur saja kulihat retorika ceritanya (pengetahuannya) luar biasa juga sih. Seingatku beberapa kali kulakukan tes kebohongan ia mampu melewati. Mungkin, meski gombal tapi basicly dia punya pengetahuan atas apa yang ia akan ceritakan. Mungkin juga karena sudah terlatih.

Materi ceritanya di antaranya: dia sekampus juga dan lebih senior dariku, keturunan campuran sunda-minang, istri sudah meninggal dan jadi singel parent bagi dua anak di Bandung, berprofesi…

Bang Thoyb, (Calon) Istri dan Anak-Anakmu Menantiku Part. 5

Gambar
Selesai belanja di supermarket di mall bersangkutan gw mendapatin bahwasanya di luar sedang hujan. Aku pun tetep menunggu cukup lama hingga betul2 reda dan ridha 'coz basah2 sedikit ajja di kepalaku niy bakal sangat berbahaya buat kesehatan q yang saat ini musti dijaga ketat sebisanya. Selain tentu saja bakal repot nyuci kalo pakaian baseuh. Setelah gerimisnya cukup sangat tipis baru aku beranjak. Menjelang HI gw sempat muter2 sebentar mencari sebuah alamat travel dalam daftar q yang diiklannya membutuhkan jongos tapi ndak ketemu waktu itu. Maklum, aku juga sedang diburu waktu.

Keinginan bersantai di bundaran HI--mungkin ini baru yang kedua kalinya q ke sini karena yang masih kuingat untuk pertama kalinya dulu 10 tahun silam sewaktu "demo" ke monas bareng kakak2 mentor di PK(belum S)--terpaksa kutunda dulu meski di sebuah sudut kulihat sedang ada "acara". Sebentar lagi magrib dan aqu sudah merencanakan untuk mengincar buka gratis di istiqlal. Pas lewat BI aqu j…

Bang Thoyb, (Calon) Istri dan Anak-Anakmu Menantiku Part. 4

Gambar
Pencarian dan rencana dagang kurmaku akhirnya ternyata kandas. Meski belakangan aku tahu kalo disini juga tempat ngecer bukan grosir tapi sebetulnya aku dapat juga harga grosir yang cukup murah dibanding lain-lainnya. Cuma harga kurma tahun ini kelewatan banget mahal. Aqu sendiri rasanya tak tega ngejual dengan harga pasaran segitu. Belum lagi aqu masih penasaran dengan murahnya harga kurma yang diecer pedagang asongan di kereta yang entah siapa supliernya. Untuk sementara dan hingga kini rencana dagang kurma pun dipending meski aqu juga punya daftar alamat tempat grosir di tempat lain. Sayangnya waktu itu aqu belum tahu (atau lupa) tentang alamat grosir2 parfum di jalan fachruddin dan hingga kini pun belum sempat--ceilee, sok sibuk--ke sana lagi.

Lalu sehabis meriksa2 kedai kurma yang kutemui ndak seberapa itu sampailah aku di jembatan penyebarangan pejalan kaki dekat jembatan ke arah petamburan yang kuduga di sinilah tempat Hercules pertama kali meniti karir dengan sebilah golok, ta…

Bang Thoyb, (Calon) Istri dan Anak-Anakmu Menantiku Part. 3

Gambar
Pagi harinya--sesudah tidur segar di atas masjid pemerintah yang mana daripada keluarga saya adalah pembayar pajak guna menggaji yang mana daripada para pengurusnya merasa itu adalah asset dan privat (kapital) milik bapaknya--sekitar waktu dhuha aku bangun lalu keluar untuk bersiap jalan. Oh ya, kalo gak salah bangunnya juga terpaksa karena dipriwit sama pluit satpam. Seperti rencana semula aku hendak ke Tanah Abang dengan niat cari grosir kurma. Kebetulan di luar pas lagi mengikat tali sepatu di pintu istiqlal yang depan gereja aku secara kebetulan menjalin pula tali pertemanan dengan seseorang.

Anak ini--aku sudah lupa namanya, he2--mengaku sebagai kenek bis pariwisata dari Malang yang sedang malang. Rencana ia, ngakunya, mau mencegat rombongan yang datang nantinya ke istiqlal--karena kenal para awak bis pariwisata dari kota itu--sehingga jadi bisa numpang sekaligus nebeng makan dan rokok buat pulang. Singkat cerita ia ikut aku ke Tanah Abang. Sebelumnya convertation kami sempat sal…

Bang Thoyb, (Calon) Istri dan Anak-Anakmu Menantiku Part. 2

Hi penggemar2 qu. Berikut2 kisah2 berikutnya. Mana tau suatu saat bisa jadi pentink untuk (pijit) refleksi (peng)hidup(an) Anda. Di ujung pertengahan agus, ke Jakarta aku 'kan kembali. Dari Bandung tetapi. Setelah nawar2 ongkos angkot, qu naikin salah satunya hingga Kiara Condong. Di sana cukup lama baru qu dapat naikin kereta serayu (sekian) dari Kroya tujuan stasiun kota dengan tiket seharga 19.000 (tarif Kota-Tasik). Eh, ternyata kereta kelas kambing (ekonomi) ini jugak berhenti di stasiun bandung. Jadi cape deh.

Tadinya aku berencana untuk ikut hingga ke Kota supaya (mana tau) bisa nginap di mesjid yang dulu pernah kukunjungin sewaktu ke kampung bandan; yang ternyata bisa tembus langsung juga dari ujung stasiun djakarta kota itu. Tapi karena dah mau buka puasa sementara aku belum shalat ashar, kuturunkan kaki sewaktu ia ngetem di senen. Alhamdulillah (ceilee, "keliatan" saleh niyeee), sempat. Nah, selesai buka dan maghrib di stasiun ini baru aku bingung lalu mau kema…

Agama Semua Manusia

Tamak, licik, pendengki, dan bunglon. Saya merumuskan empat hal ini untuk memperjelas penanda bagi "konsepsi" orang-orang munafik meski secara person(al) kita memang tidak bisa main tunjuk hidung. Karena untuk kejahatan (dan kebusukan yang tersembunyi) hanya Tuhan atau Hantu yang akan membuat perhitungannya sendiri di hisab akhirat nanti. Adalah suatu yang menggelitik bagi saya ketika mendapati kenyataan bahwa dalam ajaran Islam (salah satu bendera klaim kebenaran agama yang penuh warna) diberikan keterangan jika manusia munafik (artinya, busuknya tidak ketahuan) ditempatkan di neraka jahanam melebihin tempat bagi orang-orang engkar, fasik, dan atheis sekalipun.

Sejak beberapa hari i'ni beberapa kali i'ni saya sering mendapat jatah makanan "gratis" sehingga mengakibatkan pengeluaran searahku menjadi turun drastis. Bener juga "katanya" bahwa jika kita sabar serta mengimani qadha dan qadhar (rukun iman yang bernasib seperti pluto, berstatus planet k…

Syirik Matrelinial dan Penyakit Al Wahn

Pada masa hidupnya Muhammad SAW telah memprediksi bahwa umatnya akan mengidap penyakit Al Wahn. Dalam hadits lain pula Nabi juga menyatakan ("meramalkan") bahwa kelak umatnya akan mengikuti tingkah laku para pendahulu mereka (yakni Yahudi dan Nasrani) sedikit demi sedikit lalu lama-lama menjadi bukit. Apalagi kalo bukan seputar upaya mengejar kesenangan duniawi; seputar harta, kekuasaan, dan seks.

Pada masa kini--yang sebetulnya hanya sebuah perbuatan repetitif terhadap tingkah-tingkah masa lalu tetapi dalam bentuk dan bungkus baru--mulai muncul dengan menguat aliran-aliran Islam yang berlandaskan dan berfondasikan keduniawian. Menariknya mereka-mereka ini mengklaim diri sebagai Islam yang paling benar (dan besar). Ulama-ulama atau insan-insan yang zuhud dan menjauh dari keduniawian akan disangkakannya sebagai orang yang lemah dan Islam yang lembek. Sementara yang terlalu keras--kaum khawarij yang tidak terlalu jauh sesatnya dibanding mereka--dituduh pula tidak ke "teng…

Bang Thoyb, (Calon) Istri dan Anak-Anakmu Menantiku Part. 1

Sudah berbulan-bulan Aku ndak nulis blog, berbulan-bulan sudah pula Abang tak pulang-pulang. Kalo kuperhatikan titit mangsa di blog Gw, terakhir update sekitar April silam.

Sekitar awal tanggal 12 Juni Gw berangkat ke Jakarta. Oks, kali ini berupa summary aja; guna menyingkat waktu--berharga Anda, dan Andi. Kalo setahun sebelumnya Aku merantau (lagi) ke Jawa seingatku Bulan Julinya--untuk "terpaksa" kembali pulang Agustusnya--kali ini setidaknya aku bertahan hingga akhir Juli ini. Sementara "idle" di kosan adikku di Bandung.

Tanggal 12 Juni tersebut "akhirnya" Gw dapat "ijin" untuk "berangkat" lagi. Bertepatan dengan dapat harga tiket pesawat yang cukup murah. Ini untuk pertama kalinya aku berangkat dari Bandara International Minangkebo; sebelumnya untuk pertama kali dulu dari dan sewaktu menjelang Bandara Tabing hendak ditutup; sementara satunya lagi sewaktu pulang sehabis selesai kuliah dari Cengkareng di Tahun 2007. Ciehhhhhhh.

Hari…

Nasionalisme Indonesia Raya di New Century

Buyarnya koalisi indah yang dibangun pemerintahan SBY seri II sebab century case mengindikasikan sesuatu. Semenjak Reformasi 98, konsolidasi nasional bangsa Indonesia terasa untuk bertahun-bertahun mengalami sebentuk kerapuhan. Desentralisasi eksponen kekuatan politik ke berbagai kelompok-kelompok bangsa akibat tumbangnya otoritas mapan Orde Baru seperti meretakkan jalinan ika yang selama ini diikat bhineka. Dalam waktu lima tahun hanya--1998 hingga 2004--Republik Indonesia ini memproduksi empat orang presiden sebagai pemimpin; setelah sebelumnya seorang Soeharto bisa berkuasa selama 32 tahun dan seorang Soekarno sepanjang 20 tahunan. Pasca Reformasi 98, ada institusi TNI yang setidaknya punya peran politik yang baik berupa menjaga kesatuan bangsa. Menariknya, petinggi TNI terlibat sedikit serius saat menjadi pihak yang memihak pada proses politik "kancil pilek" jatuhnya K.H Abdurrahman Wahid, komando tertingginya, yang gagal membuat Maklumat Presiden menjadi hukum sebab tid…

Kotor(an) Kita Sama Tapi Tak Sama

Sorry to Say, lagi-laga musti bicara soal yang kotor dan kotoran. Tidak positif, tidak de secrets, tidak pula menginspirasi, memberi solusi; barangkali seperti itulah paradigma pikir pemirsa yang senang denger yang indah-indah sajalah. Seperti hantu katanya. Di depan legislator perpajakan Komisi III DPR-RI, enterpreneur toko kelontong yang memiliki sambilan sebagai Ditjen Pajak menyatakan bahwa Kyai pun imannya bisa turun naik. Intinya gak usah koar-koar deh menyudutkan "permainan" orang pajak toh masing-masing kita juga pasti pernah kecipratan kotoran. Siapa yang bisa membantahnya kecuali aktor sinetron dan retorika pendusta. Pun ketika diprotes karena simbolisasi pada Kyai tersebut akan bisa sangat-isu-sensitif (meskipun benar) di akar rumput, Ditjen Pajak koaya raya yang belum tentu sanggup untuk dibuktikan sebagai koruptor selama masih di dunia edan ini itu telah mendapatkan pahala award bagiku atas kejujuran dan keberanian dan kebenaran pernyataannya.

Pasalnya kemudian…

Paradigma Matre dalam Reformasi Birokrat

Kasus Gayus Tambunan yang terkuak membuat banyak kalangan menjadi bertanya tentang efektifitas renumerasi gaji dan kesejahteraan PNS untuk memberantas kebudayaan korupsi Indonesia. Bahkan terakhir lewat rapat dengar pendapat, anggota DPR "baru" mendapat informasi dari 10 orang pejabat direktorat pajak non-aktif di instansi Gayus bahwa hal yang seperti itu "sebetulnya" juga dilakukan banyak orang. Saya sendiri ndak kebayang dengan gaji formal 12 juta per bulan kenapa seorang muda yang umurnya cuma sekitar tiga tahun di atas saya bisa merasa masih begitu "kurangnya". Saya sendiri dengah "hasil resmi" (bukan proses) 0 rupiah per bulan selama bertahun-tahun toh rasa-rasanya juga "asyik-asyik" saja dan mendidik diri ini untuk qanaah dan semakin percaya pada ketetapan Tuhan ataupun Hantu.

Nggak tahu juga ya kalau saya punya kesempatan (anggap saja tidak pernah sama sekali) mungkin juga akan bergabung bersama jamaah koruptor agar tidak dikuci…

Warna Warni Indonesiana pada Kompasiana

Idealnya--sebagaimana brand ini dikesan menyanad pada istilah indonesiana--kompasiana menjadi wadah per-blogging-an yang sangat bhineka tunggal ika. Kalo perlu ikal; dinamis penuh gelombang. Idealnya, kompasiana ini akan pernuh warna-warni; reportase dari berbagai sudut pandang, pemikiran dari bermacam perspektif, alotnya sorak-sorai dengan beraneka idiom. Sepanjang mengikuti kompasiana sebagai media baca-tulis komunitas orang indonesia online saya merasakan sekali ragam ini. Ini jugalah keunggulannya. Semenjak 10 tahun lampau sebetulnya telah mulai berdiri pasang surut hilang muncul bermacam komunitas online lainnya yang menghimpun indonesiana. Biasanya forum-forum online tersebut kebanyakan masih menjadi himpunan untuk segmentasi tertentu, hingga--secara halus--kelas "tertentu" atau setidaknya hanya kalangan tertentu. Hingga rasa-rasannya belum ada yang seramai dan seragam-ragam dan seriuh dan se-warna warni kompasiana Q niy. Inilah peristiwa yang terjadi menurut pandangan…

Pembalakan Sebabkan Banjir di Padang?

Pada suatu hari (bukan Hari Minggu) aku menyempatkan diri jalan-jalan naik kereta motor ke tanah leluhurku sepanjang kaki bukit barisan. Enggak sepanjang itu banget sih, cuma ke kaki gunung di belakang rumahku. Kota Padang tempatku tinggal ini memang adalah sebuah lembah pinggir pantai cukup luas yang dikelilingi oleh bebukitan yang merupakan bagian dari pegunungan sepanjang Pulau Sumatera ini. Kebetulan pula sebagai warga "pribumi" berstatus papiko (padang pinggir kota) tempatku ini dekat sekali ke lereng pebukitan tersebut. Tepatnya ini tanah leluhur dari pihak ibu 'cos adat minangkebo menganut sistem materelinial. Menurut tambonya keluarga kami, warga papiko pribumi dunsanak-dunsanak di sekitarku ini, leluhur kami berasal dari daerah pinggiran Danau Singkarak di Solok; sehingga perjalanan mereka ke pinggiran Koto Padang pada zaman dahulu kala ini tentunya melewati menjulang tingginya gunung-gunung sepanjang bukit barisan yang memisahkan daerah "darek" dan ra…

Sinopsis Perjalanan Orang Guanteng Nabung Syariah

Mungkin sudah sejak 2004-2005 lampau aku memulai nabung di bank syariah. Namun terus terang tidak ingat persis. Yang jelas teringat aku jadi orang s0leh sepanjang 2001-2003-an; secara formil permukaan, 'cos tercatat dalam salah sebuah aliran sosial jaringan ahirat-duniawi hahahahaha. Baru beberapa tahun kemudian, setelah menjadi manusia jahiliah kembali (secara formal), aku mengenal produk tabungan bank syariah. Maklum sebagai mantan anak aliran, bagaimanapun juga ghiroh ijtihad aku masih akan selalu kuat. Waktu itu aku mendengar tentang tabungan shar-e Bank Muamalat yang bisa dibeli di kantor pos.

Memang--sekali lagi sebagai mantan anak aliran dan punya ideologi tanpa idealisme--aku tentunya juga sudah sejak lama mengenal tentang riba pada bunga bank konvensional. Nah, begitu di kesempatan pertama mendapat info tentang tabungan syar'i yang dapat kuakses maka kuamalkanlah keyakinanku ini. Tapi aku lupa lagi nih apakah itu kujadikan rekening penampung uang korupsi atas duit ort…

Efek Negatif Internet Gratis Nich

Senyampang di USA para paramedis sedang ribut-ributin merasa kue ekonominya terganggu kebijakan health insurence Mr. Obama bagi kelas miskin in the middle, baik juga kita bahas lagi yang gratis-gratis. Kebijakan Mendiknas BS yang promosikan sekolah gratis juga sempat dikecam beberapa waktu lalu sebagai sebuah ketidakbijakan. Emank yang gratis-gratis begini menimbulkan persoalan tersendiri pula dalam perspektif sirklus ekonomi. Meski kita perlu juga bertanya apakah yang diiklanin gratisan itu betul-betul gratististis. Karena bagaimanapun manusia sebagai homoeconomicus tentunya, dalam perspektif neolib, akan bergerak menyembuhkan sendiri kerugiannya. "Jangankan rugi, impas ajja ogah," begitu bunyi akidah Minangkabau dalam mengarungi bahtera ganasnya kehidupan tipu-tipu. Ah, ingat Padang Rang Minang dengan adat bersendi syariatnya (secara teori) saya njadi tringat ajaran Muhammad yang membolehkan/menganjurkan hadiah namun mengharamkan suap. Ah, saya (pura-pura) tidak tahu ajja …

Relasi Manusia Era Kini

Di zaman sekarang ini, katanya, kunci sukses utama adalah relasi atau kemampuan untuk menjalin networking. Sebetulnya itu barangkali memang telah berlangsung sepanjang zaman. Namun intensitas dan insentifnya sekarang barangkali telah jauh meningkat drastis. Pada zaman batu dulu, misalnya, aspek interaksi antar manusia tidak sekerap kini. Sehingga itu makanya faktor kesuksesan komunikasi sosial seorang manusia tidaklah begitu besar untuk mempengaruhi kehidupan individunya. Tidak sedikit barangkali pada zaman dahulu orang yang sepanjang hayatnya tidak pernah bertemu orang-orang selain keluarga atau manusia yang berada di garis keturunannya. Apalagi jika ada yang memiliki garis keturunan terputus, baik ke atas maupun ke bawah, dan hidup sendirian di hutan. Menjadi rajanya hutan. Sukses dalam kriterianya.

Di masa sekarang ini, aspek interaksi antar manusia sangatlah intensif untuk memberikan insentif kredit poin bagi penilaian kesuksesan kehidupan seorang manusia. Di era yang dunia melipa…

Kucingku Doyan Roti, Gak Mau Nasi

Ikan dan kucing adalah dua makhluk ciptaan Tuhan yang sudah ditakdirkan untuk berada dalam rantai makanan mangsa-pemangsa. Tapi ikan makanan sisa dimakan manusia maksudnya. Karena ikan hidup di air sementara kucing takut air. Oleh karena itu ada yang namanya "kucing air". Kira-kira begitulah nasib kita yang suka iri dengki pada hijaunya rumput tetangga. Setiap orang berhak untuk kaya sebagaimana setiap manusia juga punya hak untuk kemiskinannya. Qanaahlah jadi manusia. Kalo perlu dan jika sanggup, jadilah zuhud. Jangan melecehkan makna kata ikhtiar yang mulia itu hanya sekedar untuk mencari pembenaran atas sifat tamak dan ambisius pada DNA Anda. Meskipun bisa jadi juga itu bukanlah karena faktor genetik turunan dari pihak leluhurmu, melainkan terlebih hanyalah karena tekanan trend eksternal kehidupan masa kini yang sebetulnya berulang-ulang sepanjang masa juga hingga nanti. Berikhtiarlah, berdjoeanglah tanpa perlu ambisi-ambisian dan (lalu) menjadi manusia yang melampaui bat…

Kenapa Si Buya Mencintaimu, Bu Diana?

Janganlah harus Anda tafsirkan Si Buya dalam cerita saya ini sebagai SBY dan Bu Diana sebagai Bapak Boediono. Memang istilah Si Buya sebulan terakhir ini jadi topik trend di Nkritter; berkat performance primanya pada aksi 28 Januar lalu di tepi kolam bundaran HI. Sekedar info tambahan gak pentink: beberapa kali melintas Kota Jakarta saya sudah lupa apakah pernah melintas tempat itu, saking penuhnya otak saya memikirkan keadaan negara ini yang tidak pernah memikirkan keadaan saya. Oh, I luv my-"fxxkin"-country. Hahahaha, becanda ya bumbu ajja deh. Tapi terserah dech Anda mau tafsirkan apa. Sebab belum tentu persis, apalagi mutlak benar. Lebih baik kita kembali fokus pada kerbau Si Buya tadi. Di kampung saya yang matrelinial niy ajja sebetulnya istilah buya tersebut sangatlah dihormati (dulunya); sebagaimana Anda kenalin dalam istilah Buya Hamka. Tapi di bundatan HI tadi ia berubah jadi sebuah graffiti moural pilox pada body bongsor seekor kerbau yang di pantat sebelah kananny…

Boediono Disebut BEO oleh Golkar

Entah apa yang dimaksudin dengan rasa eweuh pakeweuh, atika, dan tata karma. Jelasnya dalam tinjuan kacamata feodal, rasa hormat kepada kaum "atasan" barangkali emang kian luntur. Tapi memang inilah bentuk perubahan hierarki sosial zaman sekarang. Dari otoritas pemegang wahyu, warisan darah biru, landing lord, lord off the "ring", atau ada masanya pula kaum intelektual (para pemikir dan pujangga, bukan tukang apalagi jongos jagoannya boss) meski era renaissance ituh udah sangat teramat lama banget jauh berlalu, hingga sumber daya kapital sebagai ideologi umat kembali ke zaman sekarang. Uniknya kini, sejak zaman Rockefeler ceritanya menghilangkan penjaminan uang kertas yang beredar (atau terkumpul) kepada cadangan emas, apa yang kita sebut kapital itu hanyalah perlombaan sederetan variasi atas 10 bentuk angka di butab atau NPWP. Mungkin itulah kiranya Wapres Boediono, juga Bunda Sri Muliani Inderawati, perlu kurasa untuk tunjukin bahwa dirinya orang kaya banget agar…