Minggu, 31 Oktober 2010

TiviVVan

Satu menit lagi 6.30 (nah, sudah). Jam segini dulunya biasanya adalah jadwal untuk nongkrong depan TV. Mantengin salah satu stasion yg membuat format baru wawancara/diskusi cukup menarik untuk tema-tema politik dengan narasumber yang juga kerap cukup menarik dan tidak banyak basa basi macam TV Negara Indonesia.

Tapi itu dulu, sekarang masih hahahahahaha cuman kadang-kadang sekarang (yang mana lucunya ya?). Entahlah Esmeralda, henfon ku masih di-charge. Semalem mati sendiri karena aqu ketiduran sembari mendengar Ebiet Gade bersenandung "Kepada Kawan". Lho ada hubungan apa yang terjalin antara TV itu dan hpmu/HP-mu?

Tidak ada yang spesial. Aqu cuman kebetulan membeli henfon cina seharga NewIndRp 399,- kemaren waktu di Roxxxi yang katanya komplit semua ada di sana (kecuali os/java dan 3g) termasuk TV. HP TV inilah yg kugunakan untuk menonton (sewajibmungkin) setiap senin malam acara Jakarta Law Club-nya Presiden Karni Ilyas, pun meski sayah mah buta hukum kolonial apalagi hukum syariat formal.

Entahlah Estefan, ada sejenis katartik tersendiri melihat komentar2 rakyat homo homini lupus melihat kenyataan negeri dgn kebudayaan centang perenang dan "kebancian" identitas ini (termasuk mendenger omel2an politik di radio dan komen2 lucu di blog). Padahal kata guru spiritual sientik-ku Abang Mario Tegang harus/idealnya aqu harus lebih fokus pada kepentingan diri sendiri (dgn jalan semaksimal mungkin memanfaatkan orang lain) untuk meraihkan "kesuksesan" dunia yang diimpikan dan sukses akhirat yang dikhayalkan.

Meski lebih suka bergelut dengan kitab di ruang-ruang kesunyian tapi saya sudah juga cukup kerap menyaksikan langsung perjuangan orang kecil yang sayangnya tidak sanggup sabar-ikhlas dengan kemelaratannya, sehingga sampai saya suka ketawa sendiri dengan idiom-idiom Bang Tegang tadi tentang sukses dunia akhirat, apalagi diberi embel-embel pula dengan Hadits kemiskinan dekat dengan kekufuran yang lemah riwayatnya itu. Ah, pantaslah Muhammad mengatakan pada saatnya nanti berbahagialah "orang-orang yang asing".

Sekarang sudah 6.47, entah siapa yang sedang diwawancarai Indi yang ngemesin itu. Apakah masih berduet dengan Andi Jarot yang membawa style segar dalam memperbincangkan makanan berat untuk konsumsi publik, publik generasi mie instan. Entahlah entahlah saat ini aqu sudah terlanjur login ke kompasiana.com dan sedang hepi menulis humor tak lucu ini. Biarlah, inilah semata-mata agar pembaca menangkap makna bahwa saya tidak membawa pesan apapun dan bisa dipesan siapapun.^^