Senin, 26 September 2016

Alternatif Motivasi Selain Motivator "Sekuler" Om Marteg dan Motivator Berkemasan "Religi" Si Mantan Napi Ustad Yusman Rahimullahubilhartawattahta

Seorang pria yg tidak lulus ujian masuk universitas, di nikahkan orang tuanya.

Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru sekolah dasar dan mulai mengajar. Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan.

Setibanya di rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun dipecat juga karena geraknya lambat.

Saat itu sang istri berkata : kegesitan kaki - tangan setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?

Ia pun bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun yg berhasil, semua gagal di tengah jalan.

Namun demikian, tiap kali pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Akhirnya ia menjadi boss yang memiliki kekayaan berlimpah.

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, kenapa ketika masa depan nya masih suram, engkau tetap begitu percaya kepada ku ?

Jawaban sang istri ternyata sangat polos dan sederhana :
Sebidang tanah yg tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang. Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, coba tanami buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa berbunga, karena pada sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia mengeluarkan air mata terharu.... Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul.

Semua prestasi dirinya, adalah berkat keajaiban bibit unggul yang kokoh hingga bertumbuh kembang jadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun yg hanya sekedar sampah, dia hanya tidak berada di posisi yang tepat.



p.s i love twist :: sedikit komen utk menetralisir kelebayan sebuah retorika motivasi positif maksa pada kalimah-pamungkas di kisah atas, yang namanya manusia sampah itu pasti ada-lah, bahkan al-qur'an menyebutnya sebagai kebanyakan manusia itu begino dan diulang-ulang lagi manusia kebanyakan itu begina, tapi juga jangan menjudge yg dipenjara/dihukum itu org yg pasti salah dan yg di luar penjara ini manusia baik-baik, kita tidak tahu topeng permaninan org lain, yg penting itu adalah hikmah dan ibroh bagi diri kita sendiri agar tidak jadi sampah dan terus berjuang menjadi manusia yg lebih baik, jadilah egois utk menggapai kebaikan pribadi, gak usah repot ngurusi dan menilai kejahatan org lain, dia punya tuhan sendiri yang sedang mengujinya, yg penting dari kisah org lain itu adalah refleksi buat diri kita sebenar-benarnya yang tak akan pernah kunjung lepas dari siasat akal bulus orientasi hawa nafsu alami ini karena mekanisme to fit and survival, mari menjadi pribadi "oportunis" positif... lho koq gw sendiri seolah menceramahi org lain, waini....