Tulisan Nakal Cewe'x Liberal!

betapa kacau planet bumi ini jika semua org "ditelanjangi" tuhan semesta alam...

Reaksi Gerombolan Pemegang Kunci Sorga Saat Pejabat yang Agamis Ditangkap KPK

by Indah Seword


Nothing! Gerombolan pemegang kunci sorga dan para penghuni bumi datar itu tidak bereaksi apapun, tidak melakukan demo atau membuat aksi, tidak juga menyerukan agar mereka dihukum mati misalnya, atau seruan memiskinkan mereka. Padahal makan duit rakyat bukan sebagian dari iman, makan duit rakyat juga tergolong dosa besar, karna mereka memperkaya diri sendiri dengan jalan membuat rakyat makin miskin, mengambil yang bukan haknya.
Tapi anehnya gerombolan paling suci dan pemegang kunci sorga itu selow saja dengan keadaan ini, padahal kalau mau bilang secara waras, maling duit rakyatlah yang seharusnya mereka teriaki; Tangkap koruptor! Hukum mati koruptor! Mereka demo, mengawal proses hukumnya di pengadilan sampe si koruptor di ketok palu dan dikawal juga sampe eksekusi matinya. Begitu baru fair, benar-benar panutan sebagai pemegang kunci sorga.. kita pun sebagai rakyat yang waras pasti mendukung mereka 100%. Inih manah?? Ndak ada dohh…
Ingat Suryadharma Ali? Mantan Mentri Agama zamannya Pak Beye, yang juga Ketum PPP, partai Islam, orangnya agamis banget, bicaranya santun, nyatanya dia munafik, terjerat kasus Korupsi dana haji. Ada aksi demo yang digagas gerombolan siberat menuntut Suryadharma Ali dihukum berat dan dimiskinkan? Ndak ada tuhhh... Waktu Pak Irman Gusman, ketua DPD RI yang alim, santun, Islami, kena operasi tangkap tangan KPK, gerombolan siberat ada longmarch ke KPK dan bikin aksi demo supaya dihukum seumur hidup misalnya? Ndak ada jugakk.. Padahal, kasus Pak Irman ini membuat saya patah hati, lagi-lagi merasa dibohongi dan dikadalin sama pejabat bertopeng santun padahal dalamnya kurapan baca selengkapnya

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasai, Abu Daud, Tirmidzi dan Imam Ahmad)

Rasa2nya sebagai pengimbang dan pembimbang spy tdk kecele dgn info tunggal baeknya kita tawarin juga neh narasi versi proxy arab (salah satu varian arab) berikut niy, mar'ie berbuwat adil, dimulai dari sebuah blog, yuk cekidot (keren dan asik juga sih klo boleh jujur, apalagi doi salah satu elitenya dakwah salafiyyun di Hindunesie xixi)

Benih-benih Syirik dan Kultus Mulai Bersemi di Sebagian Majlis Ta’lim

by: DR. Muhammad Arifin Badri

Dahulu, dan hingga akhir zaman, syirik itu mulai tumbuh berkembang dari sikap ghuluw, kekaguman dan sanjungan yang berlebih atau kelewat batas.
Mau tidur ingat dia, mau makan ingat dia, dan setiap disebut namanya atau mendengar suaranya, jantung berdejak keras, dag dig dug der.
Bahkan di kalangan wanita, melihat foto ustadznya seakan menjadi aktifitas rutin, rasanya rinduuuu gitu untuk bertemu, padahal dia sudah bersuami. Nama ustadznya lebih sering disebut dan menyejukkan hatinya dibanding nama suaminya.
Bisa jadi ada wanita wanita bersuami yang berbisik di hatinya: andai aku tidak menikah dengan dia, niscaya kini aku kan menawarkan diriku kepada sang ustadz pujaan hati. Anehnya, para suami bungkam seribu bahasa seakan tiada rasa cemburu atas sikap istrinya. Hiiih ngeriiii…
Diantara indikator benih benih cinta ekstrim mulai bersemi, adalah adanya sebagian orang yang jungkir balik demi dapat berselfi atau mencium tangan sang ustadz.
Subhanallah tauhid mulai luntur, pintu kultus kepada orang Sholeh dan cinta ekstrim mulai bersemi, sudah waktunya benih kultus semacam ini dikubur dalam dalam.
Ayo, kita ngaji tauhid, bukan hanya teorinya namun ayo berusaha menerapkan tauhid dalam setiap ucapan dan tindakan kita.
Dahulu Nabi shallallahu alaihi wa dalam murka ketika ada yang menyanjung2 beliau, dan segera tanpa ditunda sedikitpun beliau mengingkari pelakunya:
klik ini klo mau lanjutkan!
Posting Komentar

Media Kak Tarsis Dalam Karyo The Asu Sastrooo

Seorang koruptor zaman Orde Baru yang lolos dari pengawasan Indonesian Coruption Watch bersantap malam bersaama keluarga besarnya. Sambil me...