Jumat, 24 Oktober 2008

OH PILKADA, WADEN BAKADA


Wah udah lama ndak diari2an nih, begindang. Beberapa hari yang lalu utk pertamaxxx kali nya aku kecelakaan motor yg berjudul tabrakan. Sebelum nya beberapa waktu yg lalu pernah juga hampir tabrakan face to face dengan seekor mobil sehingga sikut tangan ko bakada sekitar 2 mingguan mungkin kerana ambo meloncat spontan dari motor. Nah, kemaren ituww ndak tanggung2. For the first time but I tabrak motor tentara. Lebih memalukan nya kejadian berlangsung di jalan kompleks. Waktu itu I mo ke rumah bpk Rangga. Hujan lah faktor utama kejadian tsb.

Tapi itu motor nya lagi dikendarai bukan sama pak Taa nya, manusia berambut cepak itu baru datang seusai kejadian dipanggil sama si pengendara yg masih semester tiga sebuah universitas tak begito ternama di pinggiran kota Padang. Untung lah aku bisa berpura2 tegar negoisasi nya sehingga the last segala biaya kami bayar fifty fifty. Emang aku ndak apa2 begitu juga motor ku. Aku akhir nya keluarin duit 150 utk biaya perbaikan motor pak Taa tsb sekalin biaya bauuruik si pengendara yang calon dokter tulang tsb. Yah, ini lah berkat berpura2 aku berlagak juga punya backing aparat di belakang. Eamng sih ada om di Lb. Basung dan da On di Mabes AD, tapi kan malah membuat urusan tambah sulit kalo manggil mereka. Apalagi aku ndak punya sim and motor udah mati pajak gethoooo.

Nah, sekarang entah ada apa hubungan nya kito masuk aja ke judul pilkada. Ya hari ini berlangsing pilkada koto Padang. Gw ternyata juga dapat kartu pemilih dan Ama maksa buat ikut milih (Fauzi Bahar - Nah, ini lah backing ku yg "sebener" nya: Lekot Marinir lhooo). Tapi masalah nya TPS berlokasi di Gaduang and you know lahhh ga banget getho lohhh. Akhirnya aku emang ndak pergi. Emang begitulah marisol, tentang hubungan ku dgn masyarakat (sebenar nya terlebih utama pemuda sepermainan ku dulu) ini butuh ruang tersendiri utk dituliskan nanti. Saya sendiri, dengan segala pengetahuan politis and idealisme yg berapi2, sebenar nya juga ndak terlalu peduli tentang kepemimpinan kota ini. Sama2 pesimis jadi nya, padahal jelas2 gw beda dengan kaum2 pragmatis dan tak acuh yg kebanyakan beredar tsb getho lohhhh (wau, gw ngomong gini gara2 ketularan Gina fs kali yee).

Tapi kupikir2 juga emang sebaik nya Fauzi juga yg kupilih (meski faktta nya aku sudah nyata ndak ngikut milih). Seperti adigium, seribu tahun di bawah pemimpin yang otoriter adalah lebih baik daripada keadaan tanpa pemimpin. Nah, ketegasan nya, and keberanian beliau ini lah yg jadi nilai lebih nya buatku (kalo orang lain mungkin menilai "agama" nya meski ustadz salaf eko an suka mencak2). Dari debat di Tv aku emang melihat ada calon lain yg lebih kompeten spt nya, tapi fakta nya aku juga tak mengenal mereka lebih jauh kan? Dan rasa nya berlebihan juga kalo aku menuntut Fauzi untuk menjadi yang ideal (sementara daripada kondisi ideal tsb pun belum terumuskan bagi orang spt ku yang masih gamang dengan "pegangan" ini).

Maka sekali lagi, terlepas dari segala kekurangan nya, sosok Fauzi itu saya kira penting utk menjadi tombak pelawan arus (haha melawan arus, ini lah justru yang membuat ia tak populer, sementara bagi ku nilai melawan arus nya terlihat masih agak kurang justru). Mudah2an ya Alloh pemimpin yang punya nyali seperti ini bisa membuat kota ini lebih baik, dan juga hasil nya ikut merobah sedikit demi sedikit struktur dan sifat relasi sosial rang minang di padang kota pangicuah ini. Jujur aja pilihan profesional lah yg tetap menjadi penilaian ku (karena ketakprofesionalan ini lah akuww tersingkir hihi) dan saya sama sekali ndak peduli dengan soal masih ada hubungan kekerabatan atau tidak. Memang fakta nya dari debat tv tadi kayak nya ada juga calon lain yg bermutu, tapi sekali lagi aku lebih mengenal kompetensi Fauzi.
Entah bagaimana hasil nya, entah apa iya kata orang2 ga ada hubungan nya dengan nasib kito2, yang jelas saya ingin menutup tulisan ini dengan mengutip kata2 dari seorang preman didinya waktu saya beberapa tahun lalu pulang naik bis dari Jawa dan lewat di daerah Dharmasraya -- oya itu tahun 2005 kalo ndak salah pemilihan gubernur -- dan predi tsb ngobrol ama sopir: urang pilkada awak bakada dek ee. Haha kehidupan ku emang masih bakada, tapi bukan berarti ndak peduli sama pilkada. Bukan?
-------------
-------------
keywords, content:

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

bunyi bunyi puisi rima statistik fonem fon puisi poe poet sajak sanjak cerpen short story sastra sastera literature analisis teori penelitian posmodernisme kontemporer medan makna semiotik semiotika resepsi sastra estetika resepsi pembacaan karya sastra

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

puisi cinta love aku sendiri alone tuhan god sunyi sepi alone indah beautiful hati heart hidup life

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

komputer computer website situs blog html adsense internet bunga flower taman garden

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city

uang money lowongan pekerjaan job pns cpns beasiswa gratis free mobil car politik obama bin laden bush europe eropa islam moslem buku book phone diskon asia indonesia minang kabau padang city
-----------------
-----------------