Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Dapek Aa Den Dari Paja Ko

Gambar
"Aku diajar berpuasa bukan karena agama, bukan karena keinginan naik ke syurga. Kakek mengajariku buat menahan keinginan, untuk mengetahui sampai di mana aku dapat mengatur kekuatan."
(Nh. Dini, Sebuah Lorong di Kotaku)

Buanyakk daftar repiew pelem nan mesti ditumpahkan. Tapi krn mood pd seketika ini bkn ke arah sana melajunya, eke memutuskan utk nulis curcol2an sajalah buat bahan ketawa-ketiwi sendirian ajja. Nantik kalok online tak apdet biar dunia yg datang mengintip kesini turut bisa menikmati. Barangsesekali ada pun sobat maya sekalian di belahan lain buah dada sana, eh dunia sana kamsudku, yg juga sedang dirudung seteress tak kalah lebatnya dari ane. Yuk dibawah selow aja guys. Spt kata2 bijak utk menghibur para pecundang yg kalah ganas dari kompetitornya sesama hewan2 bersaing cari makan -- atau malah dipecundangi oleh rival2 yg sebenulnya less-competence cumak punya peruntungan: tertawalah maka dunia akan turut tertawa bersamamu atau menangislah sendirian, gak usah aj…

Jodoh di Tangan Aplikasi

Gambar
Oks, sementara itu kita setop dulu review2an film amatiran utk blog ini. Kita tulisken dulu hal2 harian yg kita alami sendiri. Dan mungkin sebuah kisah di blog/koran maya spt ini tak ubahnya drama atau film based on/inspired by true story--realita, dgn membuang part2 yg boring di dlmnya hehe. Mudah2an, aminkan dong sesekali. Jgn cuma like fanpage Ustat Yusman aja. Kan, Yusman konon di gerbong cebongnya Jokowi kini. Kayak Kak Yusril sbg representasinya "aliran" masyumi yg tadi kulihat diberitakan disopiri keliling2 istana Bogor oleh presiden kita terpilih utk saat ini yg sangat antum benci itu krn latah, hobi berbondong2, atau korban hoax viral grup wa.

Saya jadi teringat dgn Mak Itamku sendiri dgn mengenakan kaos bulan sabitnya PBB dari atas sebuah pematang sawah ketika berdialog dgn saya ttg politik-agama begitu berapi-apinya menyatakan "kekufuran" mayoritas masyarakat kini. Tentu saja aliran2 keagamaan yg motif electoral-oriented--dan ujung2nya tentu saja target…

A Prophet (2009), Film Disnormatif yg Mampu utk Memenarikkan Tema-tema Klise spt Kisah-kisah From Zero To “Hero” Gini

Gambar
Tell me something, girl Are you happy in this modern world? Or do you need more? Is there something else you're searching for?
Tell me something, boy Aren't you tired, trying to fill that void? Or do you need more? Ain't it hard, keeping it so hard-core?
(A Star Is Born, 2018)
Tadinya kuterakhir pantenginfilm Ghostland (Kanada, 2018) yg membikin aq jengkel sangat krn hingga pertengahan durasinya, film KAMPRETTT ini tak kunjung jelas buatku tentang apakah gerangan ini ceritanya. Padahal ini jelas2 film mainstream pop horror yg agak2 family themes mestinya krn ada unsur dunia badut dan boneka seandainya minus segi perhantuan dan banjir darah segala. Tapi itulah, film yg kuanggap pop dan menye2 tsb ternyata hingga setengah perjalanan mampujugamengicuhku yg semula mengira ini tentang hantu-hantuan belaka ala trending film selera spektator alayer fil al-Hindunesia. Menariknya, malah part yg gw kira fiksi dan dunia hantu ternyata malah kenyataan dan bagian yg kukira kenyataan ternyata ha…

In The Aisle (2018), Film Tdk Terlalu Banyak Bicara yg Membuatku Jadi Ingin Membicarakannya

Gambar
Nomor yg akan sa bicarakan kali ini adalah sebuah (mungkin) karya indie dari Eropa (entah NOMOR BRP maksudku, yg penting keren aja klo diksinya kuantitatif-numerik begini, berasa lebih ilmiyyah dan serba pasti gitu-gitu); yg jika ditilik dari bahasanya sptnya produksi dari negera Jerman sang agresor PD II ketika dipimpin ahli demagogi Sang Fuhrer yg berkumis menggemaskan kayak Kak Freddie Merkurie. Atau mungkin juga ini saya tenggarai dari negeri tetangganya di sebelah selatan (jadi tepatnya memang agak ke tenggara), yaitu Austria, yg kalo ndak salah juga menggunakan bahasa yg sama, masih pengaruh kebudayaan Eropa Barat, dan belum termasuk negri Balkan atau Eropa Timur spt Polandia, Hungaria, dan Rumania yg ce-nya cakep2 gitu (jadi ingat film Three Weeks, Two Days, and Four Mounth—kalo ndak salah—tentang gadis kuliahan yg menyewa dokter penggugur kandungan yg mana ilegal by law di negara bekas komunis keji tak bermoral non-Islam KONTOLOYO tsb, xixixi). Yang jelas semua pemain/pemeran …

Modern Life is Rubbish (2018), Ketika Hadirnya Orang Ketiga yg Menjadi Lakon

Gambar
Di tengah2 Axl Rose dan formasi Guns N Roses lama minus Izzy Stradlin sedang menghentak publik negara Indocarr di GBK Senayan, Jakarta, saya yg semasa masih kanak2 sempat menjadi fans fanatiknya salah satu band hardrock terbesar sepanjang masa ini malah menghabiskan malam mingguan dgn menonton sebuah film menye2. So sadly, maybe. Lebih konyolnya lagi meski kini menganggap pemujaan terhadap kharisma personel band itu sebuah kenaifan masa remaja, tetep aja gw dibuat penasaran buat baca2 lagi kisah mereka yg ditampilkan oleh mass media. Tentu, yg membuat menarik kini bukan lagi hal sepele krn ketertakjuban pada bakat musikal mereka, tetapi lebih kpd ibrah kehidupan dari kisah konflik personel band ini di masa puncak kejayaanpada masa awal 1990-an. Lihat aja komen makjleb Stradlin tentang kenapa ia tak sudi bergabung lagi dan juga kenapa ia keluar: “mereka tidak mau berbagi harta jarahan secara fair!”

Sebuah kisah klise memang tentang politik hubungan baik antar manusia yg suka gak suka m…

"PKS", Sang "Perampok" Dari "Surga"?

Gambar
Semalam jagat maya 'netter' Indonesia dikejutkan lagi dengan diseretnya adegan perang maya (twitwar) di Republik Twitter (tanpa tanda kutip, eh petik apa?) ke dunia nyata aka ranah hukum di Republik Indonesia. Terlepas dari istighar al-juziyat dalam kaedah agama, saya agak bingung apakah harus menulis dengan huruf awal kapital kata-kata "republik twitter" ini dan apakah harus diberi tanda petik istilah khusus sesuai kaidah formal tata bahasa negara Indonesia. 'Twitwar' antara Misbakhun (politisi PKS/Golkar) vs Benny Handoko (kontraktor non-parpol) ini sebetulnya hanyalah sebutir pasir di labirin tepian pantai dibanding trilyunan kasus-kasus 'twitwar' lainnya. Mengemuka karena ditindaklanjuti oleh Pak Misbakhun dengan membuat laporan polisi dan penyidik polisi "mau" menindaklanjuti sehingga saat berkas lengkap pihak penuntut dari kejaksaan secara subjektif bisa menahan (memenjarakan) tersangkanya. Menarik sebetulnya jika kita m…

Bushwick (2017), Satu Buah Thriller-War-Action-Singkat Yg di Sejak Awal2 Sudah Membuatku Tahan Tegang Selama 12 Menit 30 Dtk

Gambar
"Avengers 4 tidak berjalan seperti yang kamu pikirkan. Ini adalah film yang berbeda dari yang kamu kira, dan juga kematiannya nyata. Saya hanya ingin memberi tahumu bahwa itu nyata, dan semakin cepat kamu menerima itu, semakin cepat kamu akan dapat melanjutkan ke tahap kesedihan berikutnya."
(Christopher Markus, Penulis Avengers: Infinity War )

Jumpa lagi sobat, kita di dunia yg tak linier, dimana semwa planning dan siasat ente itu akan dihampakan. Pada posting blog kali ini ane akan menunda dulu curhat2annya mengenakan fakultas bahasa dan sastra yg penuh manusiawi2 sontoloyo itu. Disamping saya sendiri jg tdk tertarik utk membincangkannya—krn pd akhirnya bisa memaklumi toh, akan kemudian gw juga habis nonton film kereen abiss nih brayy; sampai2 saya menyimpangkan-dari petunjuk kitab suci kamus-normatif ituh ttg pengaksaraannya yg baik dan benar utk kosakata pujian lebayy gw atas film atau pilem yg akan kita bahasa kali ini. Lagi pulak “tulisan” kan hanyalah tiruan dari bunyi …

Mengenal Jurusan Sastra Indonesia Sontoloyo

Tidak ada yg perlu disesali dlm hidup ini, selama kita tdk melakukan perbuatan kejahatan (tentu saja yg merupakan kejahatan menurut gundulku!). Kesalahan atau keputusan salah adalah trek yg mesti didaki, kita belajar dari itu dan--spt kata entah siapah saya tiada ingat namanya (yg penting ngutip dulu biar kelihatannya banyak baca dan intelektual)--teruslah berbuat kesalahan krn pd akhirnya diujungnya baru ditemukan kebenaran. Kerasa kurang keren yaa klo kalimat persisnya dikarang sendiri. Lagi pula filosofi begini paling cocoknya utk metode trial and error kali ya (itupun klo at the end story, u get those lucky "bad ass" luck fellas!). Tapi klo pun ada yg perlu disesal-kan--bedakah dg disesal-i(?), sok atuh diatur-aturi dan diseolahpastikan (pseudo-kepastian)--maka hal paling tersesalkan dan tersesali dan tersesal dlm hidupku adalah keputusan dunguku ketika memilih melanjutkan studi ke perguruan tinggi dg memilih program studi sastra indonesia dan membuang2 waktu utk menamat…

Miusikk of de Heart (1999): Film Mengharoekan Yg Bisa Bikin Para-Antum Pd Loepa Makan, Bahkan Tak Ingat Lg Siapa Toehan! Man Robbuka?

Gambar
You teach humanities at a state college, Phil. You're not fucking Hawking! That wasn't cool.
(People You May Know, 2017)
Selain berkecimpung dg film2 berbobot yg terpinggirkan, aq juga tentu tiada pernah meng-haram-kan diri dari sinema2 populer/kotak kantor (maksud ee: box office) yg—baik krn juga berbobot pun atau krn ia mewakili sebwah kalcer atawa trend atau regime atau bahkan hegemonik (politik kesuksesan). Tjontohnja kali ini, kita akan membahas sebuah film hollywood biasa-biasa saja dg bintang utama Meryl Streep sang aktris langganan Oscar/Academy Award tsb. Kuperhati-perhatikan, ibu yg satu ini terlihat sama saja rawut paras mukanya—Nek Titik Puspa kalah deh—sejak masih memerani mama2 muda pada film Kramer vs Kramer (sekitar 1970-an) dg tandemnya aktor legendaris Dustin Hoffman hingga peran nenek2 owner sebuah firma koran besar dlm The Post, dg kompatriot aktor yg tak kalah akan me-legendaris si abang Tom Hanks (tahun kemaren, klo ndak salah menang Oscar juga mereka bedua…