Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

"Membobol" OS XPe-nya Mini-PC eks-Server Bank HP Compact T5000 Series

Gambar
Selamat pagi dunya materialistik, para determinator pejihad harta-kedudukan, seolah-olah bisa bermanfaat untuk biaya menyogok kelak biar bisa ngadem di alam kubur nanti, terus m-bookingkavling syurga dengan pelayan para bidadari bugil yang super-mbohaynya selevel artis JAV Makyabi. Para kaum hipokrit-manipulatif, yang ntah inisiator ataukah hanya ikut-ikutan tren kemana arah angin hegemonik berhembus tak menyisakan tempat sejengkal pun bagi arus lain. Tenang ajah. Walau doyan mengolok-olok siasat politiking kaum kalian, tapi aq juga beradaptasi dan mensesuaikan diri toh untuk survive di “surga” duniawi yang kelen kejar-kejer ini. Yaaa, anggap game aja, simulasi. Kebetulan ikut-ikutan terlempar menonton permainan adu siasat topeng hipokrates yang kelen sebetulnya juga tidak mengerti ini. Tak usah pikir-pikir, langsung saja bertindak. That's how this works, man. The one with the gun gets to tell the truth. Problem is, you don't know shit (Blue Ruin, 2014). Para kaum sumum bukmum…

Kiblat Feminis Sastra Islami

Gambar
Baeklah aq memutuskan utk uplod ke blog aja, setelah ketemu barangnya. Yang satu ini hilang arsip digitalnya, klo ndak salah kusimpan di flashdisk yg kenak vairus. Yawda, setidaknya print-an fisiknya masih ada, tinggal dipotret aja spy praktis. Ngapain juga repot2 diketik lagi hehe. Lagian ini masih banyak yg harus ditambahkan n diperbaikin, tapi yahh bukan prioritas gawe lah utk saat ini. Apa adanya dulu ajah. Setahun yg lewat aq pernah kuliah lagi. Drpd hasil kerjaan "buang2 waktu" ini ndak berguna sama sekali selain melatih otak ya setidaknya utk bahan postingan blog ajalah. Tulisan suka-suka gw aja. Mau dibajak kek, atau mau cara halus dicuri idenya dengan pura2 gak tau ya terserah. Aq sihh maklum ajalah dunia politiking akan menghalalkan segala cara sepanjang dipandang ndak ada resikonya. Sebetulnya bagian menarik dari "gawean"-ku ini adalah sesi diskusinya. Ini cuma menu pembuka aja. Dan terus terang tugas ini gw yg mengerjakan sendiri. Sampai membuat terbat…

Dari Badaceh, Hingga ke Jimek

Gambar
Apa-apaan wuini? Moengkin begitit-lah expresi swara hati jk andai ada di antara pembaca generasi-z posmilenial sekalen yg datang mengintip ke blogku ini. Wiitu adalah dua perkosakata dlm bhs Minang sodara-sodara/i. Agak nyentrik seh, krn sebagai org minang tulen aq sendiri pun sudah lama/jarang tak mendengarnya (maksod Lo?). Bahkan kata badaceh ini sendiri mungkin aq jg salah nih penulisannya; karena samar kuingat juga terdengar sebagai *badanceh atau badoceh atau apalah eh (konfirmasi saja ke pemirsa minanger’s lainnya, Sob). Kosakata saisuakko diucapkan ibuku ketika memberikan tips bumbu2an extended guna meracik sop ayam yang lebih berasa dan super-yammy. Kebetulan, sejak kena asam lambung parah kemaren aq jadi pandai masak sup sendiri kini. Tapi masakanku formasi bumbunya tadinya masih sedikit, supaya mudah diingat. Yakni: lengkuas, (satu lagi saat ini aq lupa namanya apa, tapi ‘barang’-nya ada tumbuh di pot depan dapurku), duet ‘asoi’ saledri-bawang perai sarebuan seikatan, bawan…

Prisoners (2013), Film Membosankan Yang Lama-Lama Menyenangkan

Gambar
Betapapun/berapapun para medioker bekerja keras, “cerdas”, ataupun culas dengan “menghalalkan” segala sumber daya upaya politiking untuk terus dan terus terus memoncerkan karir karbitannya itu, pada akhirnya hanya orang-orang berbakatlah yang akan bisa menghasilkan karya yang betul-betul hebat-murni cantik-natural. A Gift, taken for granted. Faktor pengali biner, kosongkah ataukah bernilai, atau in other snobbis way to spil mywords: takdir tuhanlah yang akan pada akhirnya menentukan hasil-finalnya; seberapapun/sebetapapun besar jumlah usaha akal-akalan manusiawi serba kemasan-luar being correct-politically tersebut meng-kamuflase-i kesadaran massa yg mass-madness ini (wahm). Semilyar-trilyun pun saldo angka kredit kau punya, kau kumpulkan, kau anggap bisa jadi beking; jika pengalinya nol, ya nilai akhirnya akan sama dengan nol; kosong, nihil, emptyness. Ada orang yang beramal dengan amalan-amalan surgawi hingga jaraknya dengan surga tinggal sedengkul lagi, namun takdir Allah menghenda…

Ketika Rido Roma “Berlatih” di Apsas Sana

Gambar
Salah satu yang menyenangkan dalam hidup ini dan patut untuk dikenang sebagai sebuah kualitas yang akan langka terjadi adalah ketika kita beroleh berkesempatan berpertemuan dengan orang-orang yang ber-inteletualitasnya di atas rata-rata; dan ini yang (sebetulnya) pentingnya: sempat menjajal ketangguhannya—dan ini yang lebih betul dari sebetulnya: free of fee/charge kecuali biaya listrik dan kuota internetnya! Meski penjajalan ini hasilnya akan bisa berdarah-darah, penjagalan, dan bisa membuat dua lobang di sisi berseberangan pada bagian tubuh bawah perut kita ini, anus dan anu, akan buang “ingus” berbarengan: mencrettt, gusekali ejakulasi di waktu yang bersamaan. Ya, yang saya bicarakan adalah sikap konfrontasi/tif kepada orang yang lebih kuat ilmunya tersebut (belum disebut) dari kita. Bukan mental pembebek manut ngikut-ngikut ngerucut ngecucut mencurut percaya-percaya aja kepada khotbah dari si orang “besar” tersebut (yang sudah disebut, walau belum betul-betul ter-sebut) yang seol…

So Long For Ya, The Skul Basa-Basi Yeay

Gambar
“Í’m pretty tied-up.”

Saya akan mengerjakan sesuatu yang sangat rumit, soalsosophisticated, sebuah invension, sementara-ini harus dikerjakan dalam swatu norma kemapanan strukturiil sebuah sistem tertentu, yang dangkal-reduksionis takkunjung merangkak pun kemana mana namun malah beristirahat di tempat selama berdekade itu (banalitas akademik), ketika kampus menjadi organ industri yang business as usual untuk demi menghindarin gejolak yang konsekuensinya akan loss profit, sekolah menjadi produsen robot robot terdidik (terstandarisasi) seperti dipidatokan secara menggelegar oleh Adinda Erica Goldson yang menampik politik-predikat cumlaude baginya itu, sementara objective saya (makhluk non-standar) juga tidaklah seperti goal biasanya (makhluk makhluk standar aja), jalan yang hendak saya tempuh-in ini in-konvensional, tidak just follow the path tapi making a new line, malah maybe in a way that having no an end, sebuah standar baru setting-high rata-kanan yang tidak akan terikuti oleh robot…

Kemenghilangan 'Dan' dalam Bahasa Minang, Sebuah Tinjauan Romantis

Gambar
dalem artikel awal di kompasiana, tulisanku ini diedit judulnya sama mimin supaya taat eyd, disini gw bisa bikin lagi sesukaku huweeeekkss, jancuk lah eyddd basii tuw... Mungkin tidak pernah terpikir(kan) bagi Anda-Anda sebelum-sebelumnya, bahwa(sanya) kita-kita penutur bahasa Minang tulen ini tidak memiliki leksikon/leksem dan yang orisiniil. Bagi kita-kita yang mengikuti sistem pendidikan mayoritas di Indonesia, tentu kiranya mengetahui daripada bahwasanya adalah pelajaran bahasa di negara kita ini sekurang-kurangnya menuntut kompetensi akan empat bahasa: inggris, arab, bahasa Indonesia sendiri (ragam baku/formal), dan bahasa daerah/dialek/aksen (restricted code) yang dengan sendirinya (unconscious acceptance).

Tiga bahasa pertama (arab, inggris, dan indonesia itu) memiliki kosakata dan (and dan wa). Khusus bahasa minang (mungkin juga kasus yang sama menjangkiti bahasa-bahasa daerah lainnya), kata dan ini penggunaannya diwakilkan kepada kosakata jo yang secara leterlek lebih…