Selasa, 03 Februari 2009

ANALISIS PUISI, SASTRA, BUDAYA, POLITIK, N PERADABAN WOW

Beberapa waktu lalu ada Adinda Sri Asih dari Surabaya, Cahaya Suci (alamat e-mail-nya yang saya ingat, nama persisnya lupa buk), dan seorang mahasiswi yang kelihatannya dari UI nanya-nanya soal analisis tugas kuliahan mereka di Fakultas Sastra/Kebudayaan. Kalo yang lama-lama saya udah lupa toh. Ya kebetulan daku juga berasal dari kubangan lumpur yang sama dengan mereka dahulu kalanya. Tugas-tugas maupun artikel-artikel lepasku biasa kuposting di blog dan mungkin kebetulan lewat search engine google ketemu sama mereka. Jadilah mereka nanya-nanya sama Q yang sebetulnya ndak punya kapability inih.

Yang ingin kuberitahu lewat posti kali ini adalah bahwasanya daripada artikel-artikel berkaitan analisis puisi atau karya sastra tersebut semuanya udah kupindah ke url blog tersendiri di http://bohewemian.blogspot.com (link ini dan blog-blog ga penting yang lain silakan liat di profile-ku). Ndak tahu juga lah yaw kalo ada yang kelewat and masih tertinggal di blog butoet yang ini. Barangkali saja, ada dari pihak-pihak tertentu yang nyasar ke blogku ini (karena paling sering diurus sehingga mungkin lebih ter-index oleh laba-labanya mesin pencari). Seperti Mas Ujianto Sadewa, yang barang sekali dapat nomer phone cell-ku dari blog ini atau mungkin juga dari Teteh Dian Hartati sesama rekan penyairnya di Bandung Kota Syahwat. Beliau kemaren-kemaren lewat sms nanya-nanya juga soal skripsi gagalku yang menganalisis fonetik stylistik beberapa karya penyair kota kembang cinta tersebut.
Kebetulan dan anugerah dari Allah SWT selama enam tahun lebih (optimalnya paling 2-3 tahun terakhir seh) guwa sempat berkecimpung dalam analisis karya sastra. Minat penelitianku ujung-ujungnya mengerucut pada subjek seperti estetika resepsi (khususnya paradigma penelitian Wolfgang Iser dengan teori wirkung-nya {opo itu wirkung [bhs jerman] ogut ndiri udah lupa persisnya haha}) dan stilistika, khususnya yang spesifik berdomain analisis bunyi bebunyian puisi. Dua subjek ini adalah wilayah yang masih jarang disentuh dalam penelitian karya sastra, khususnya sastra Indonesia. Sekitar sebulan bergelut (sambil setengah bermain dan wisata sih) di UI Depok (karena kepustakaan kampusku sendiri ndak memadai) Q cuma menemukan satu buku stilistika standarnya Rene Wellek & Austin Warren di Gedung Pustaka Pusatnya--yang masuk kudu pake tiket tersebut hahaha--dan beberapa biji di Perpustakaan FIK-nya.

Di Fakultas Sastra-nya tersebut ada kutemukan tulisan langsung Iser dalam bahasa Jerman tapi itu pun cuma sebiji. Tapi ini semua seingat-ingat guwa lho dan tentu saja guwe takcukup punya passion buat nerjemahin-nya sejauh waktu itu kupikir referensi dari pihak kedua dan ketiga sudah cukuplahh (apalagi ternyata skripsi tersebut gagal maning son, stresssss). Intinya, sejauh yang kuketahui dua pendekatan ini masih jarang digunakan. Jadi ndak tahu lah yaw kalo perkembangan 2-3 tahun belakangan ini. Selama tersebut jujur harus kuakui padamu bahwa diriku ndak terlalu mengikuti lagi perkembangan sastra dan analisisnya di tanah air kita tercinta. Entah capek, entah males, entah karena ndak menghasilkan apa-apa (baca: duit hohoho), yang jelas guwe udah ndak mood ngikutin sastra-sastraan tersebut.

Tapi, berhubung apa yang kuserap dahulu kala itu telah tertinggal di selaput tempuyak kepala (meski sebagian besarnya udah hilang mungkin) kukira ndak ada salahnya kugunakan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan dengan seikhlasnya dan (catat nih:) sesantainya. Sekali lagi dua subjek penelitian sastra tadi mungkin masih jarang dibahas. Bahkan analisis stilistika bunyi puisi untuk skripsi sangat mungkin belum pernah ada di NKRI ini sehingga duet maut pembimbingku waktu itu sampai mencak-mencak karena saking gatelnya guwa. Ya sampai kini pun aku masih memendam ambisi untuk suatu ketika nanti bisa merampungkannya (kalo mood). Dari kerja yang terbengkalai itu pun guwe udah berani mengambil sebuah hipotesis awal sebagai panduan bagi rekan-rekan follower berikutnya. Judulnya "Hukum Analisis Satuan Bunyi Sajak" yang kuposting rasa-rasanya masih di blog yang ini (serach saja); yang jelas eta mah teori ndak laku karena dihasilkan oleh sesosok sumber yang non-kompeten, akapabel, dan ga punya otoritas apalagi kredibilitas hahaha.

Jadi rekan-rekan yang kebetulan nyasar dari google ke sini, dan butuh referensi tentang hal-hal tersebut, silakan baca-baca dulu artikel yang ada dan nanya-nanya nanti juga boleh kubantu sejauh yang kumampu dan masih kuingat. Sekarang gw udah ndak terlalu kesulitan untuk online di yahoo messenger (ym) buat kita bercakap-cakap secara live nantik. Namun berhubung guwa ngegunain saluran gprs indosat buat live chat, mungkin cuma bisa ngelayanin chatting sekitar jam 2-6 pagi yang lengang orang-orang nelpon. Yang penting janjian dulu aja lewat sms (nomerku ada di profile). I know lah, sengaja kugunain saluran chat supaya lebih hemat pulsa buat kita communicated. Rencananya aku juga bakal masang status online ym-ku di side bar blog ini.

Sebagai sumber yang ndak kompeten mungkin gw keliatan berlebihan juga ya buka semacam layanan konsultasi jijay segala. Tapi why not toh ai cuma niat ikhlas buat bantu sejauh aku ada ilmunya. Kalo perlu gw bisa bikinin skripsi lu sesuai bidang tersebut dalam sebulan lalu dipakai jadi barang jualan tapi no way lah yaw. Ekey juga curiga astaga bahwa yang nanya-nanya selama ini juga cuman teman-teman sendiri yang ngerjain (kok yang nanya cewe mulu haha?) tapi no problemo lah mana tahu ada memang saudara sebangsa se-tanah airku yang emang membutuhkan bimbingan ceileee. Sebab gw udah ngerasain sendiri betapa perihnya hati ini ketika tiada memiliki tempat untuk bertanya saat segala sesak di kepala menerpa walahhhh.

Dan (papanda Hamid senantiasa teguh melarang penggunaan kata ini di awal kalimat, kecuali untuk seni dan estetika tulisan lah yaw), kalo perlu kita perluas subjek diskusi hingga masalah politik dan sosial kebudayaan waaww. Kedua bidang ini toh udah jadi makanan otakku dari sejak esde alahhhh. Silakan jika Anda-Anda mau berdebat soal SBY, Obama, fenomena golput, taktik dagang kolektor lukisan, hingga: benarkah ada ribuan agen intelijen asing yang berkeliaran di se-antero NKRI sebagaimana di sinyalir man-Kasad Jendral (Purn) Ryamizard R atau bagaimana strategi seorang kadet Mossad untuk dalam 5 menit bisa berduaan dengan seorang wanita pemilik balkon sebuah apartemen yang baru pertama kali didatanginya dengan sambil menggenggam segelas anggur dan setangkai kembang bunga? Hahaha, intinya saya cuman nyari teman diskusi tanpa ada embel-embel kepentingan bisnis pangicuah di belakangnya. Relasi yang tulus dan fair (affair boleh juga) brur! Tentu, di dunia fana ini tidak ada yang "sempurna". Namun kukira tiada salahnya jika ada yang mengupayakan situasi sosial yang lebih baik, baik, baik, dan kebaikan semampunya. Jadi, Anda bertanya, Wem(Go)Blog akan becanda...