Minggu, 19 April 2009

DENGKI ITU...

Alkisah, di beranda masjid kumpul2 Rasululullah SAW dkk dan beliau bilang bahwa bentar lagi bakal lewat seorang ahli surga. Para sahabat deg2an siapakah di antara mereka yang beruntung dijamin masuk surga tersebut. Ternyata oh ternyata yang lewat adalah Si Fulan. Ya bahkan namanya pun dalam kisah ini cuma Si Fulan gitu, intinya dia orang biasa yang tak seterkenal nama2 para sahabat agung. Lain waktu Rasul bilang lagi bahwa akan lewat seorang ahli surga. Sahabat2 pun jadi penasaran lagi. Eh, ternyata Si Fulan itu lagi. Salah seorang sahabat tak tahan lagi dengan rasa penasarannya. Mengapa orang tak terkenal ini yang justru dijamin Rasul bakal masuk surga. Apa sih kelebihan amal ibadahnya dibandingkan para sahabat yang senantiasa setiap waktu kongkow2 mendampingi Rasul kemanapun dimana jua. Diam2 seorang sahabat ini mengikuti Si Fulan ke rumahnya, kepengen tahu....
Tiba di sana sang sahabat minta numpang nginap sama Si Fulan dengan alasan2 tertentu. Tujuan sebenarnya adalah mengivestigasi kelebihan amalan2 ibadah keseharian Si Fulan ini. Ternyata oh ternyata dia temukan bahwa Si Fulan ini sama sekali takpunya kelebihan apa2 dibanding amal2 ibadah para sahabat Rasul, ibadah Si Fulan ternyata standar2 doank. Bahkan tiga hari tiga malam nginap di sono ia mendapati Si Fulan ini cuma sekali doang sembahyang tahajudnya. Heran sungguhan, si sahabat pun kemudian minta pamit. Usut punya usut Si Fulan ini mengakui bahwa ibadahnya biasa2 saja memang, tapi ia punya satu hal yang tetap dijaganya sepanjang hayat. Ia tidak pernah memendam iri hati dan dengki terhadap orang2 lain yang diberikan oleh Allah berbagai macam kelebihan dibandingkan dirinya. Inilah orang tawadhu yang qanaah, bersyukur terhadap apapun yang ditakdirkan oleh Allah untuk dirinya. Berbeda dengan persona2 rakus tamak pendengki, yang senatiasa tak puas melihat "lebih hijaunya rumput tetangga". SMS kata Tukul Arwana, senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang.

Ajaran agama sudah mengingatin kita akan bahayanya sifat pendengki dan iri hati ini. Ia akan membakar kembali segala amal kebaikan yang telah kita buat. Beberapa pun shalat yang Anda dirikan, puasa yang Anda jalankan, harta yang Anda infaqkan, se-saleh apapun Anda terlihat, bisa2 itu semua musnah tak bersisa jika ada sifat dengki dan iri hati pada orang lain dalam diri Anda. Karena kemunafikan memang mendapat tempat di muka bumi ini, tapi tidak di mata Allah SWT. Dan ingatkah Anda akan kejahatan paling pertama yang terjadi di muka bumi ini?

Ya pertumpahan darah antara dua anak kandung Adam. Qabil membunuh Habil sebab dengki ketika mendapati kenyataan saudaranya itu mendapatkan istri yang lebih cantik darinya. Itulah bahayanya iri hati. Bentuk penyebab kedengkian itu tentu makin bermacam pula sekarang rupanya. Salah satunya dari sejarah purba itu kita diingatkan lagi tentang gara2 wanita. Ya wanita. Terus terang lelaki paling menjijikan buat saya adalah yang tunduk kepada wanita karena tergila2 demi memuaskan keinginan sex-nya. Janganlah Anda sampai seperti itu. Kalaupun Anda jelek ancur kutu kupret, tidak se-tampan saya misalnya, percayalah bahwa sudah ada jodoh dari Allah untuk mendampingi hidup Anda. Bersabar sajalah. Jangan biarkan membaranya hasrat kontol kudamu membuat Anda justru dengan mudah diperdaya oleh perempuan2 yang pintar mempermainkan "kelemahan" pria.

Saya ini walaupun sangat gantenggg bersyukur juga kadang2 ditakdirkan hidup pas2an alias miskin. Sehingga dengan kemiskinan ini saya lebih mempunyai kemungkinan besar untuk terhindar dari cewek2 matre yang tahu banget bagaimana membuat "tak berdaya" kontol kudamu itu tadi. Dengan ini juga saya bisa memaknai kata2 menghibur berjudul jomblo2 bahagia. Tidak gampang dan terkadang perih memang. Tapi setidaknya meski senantiasa menyandang status singel dan cuma bertemankan seekor kucing betina, setidaknya guwa bukanlah pejantan yang sedang ditipu oleh wanita. Biarkanlah perempuan2 penipu itu berjodoh nantinya dengan pria2 penjahat wanita pula. Laki2 baik2 hanyalah untuk wanita baik2, begitupun sebaliknya, saya percaya itu. Dan yakin wanita yang tepat nantinya akan ada untukku tercipta. Tinggal perbanyak sabar saja, ndak usah dipaksa2kan mesti sekarang mentang2 kontol kudamu itu sudah begitu tegang2. Pepatah Tiongkok mengatakan: dengan seorang serdadu maka akan bisa dibunuh hanya satu orang serdadu, tapi dengan seorang wanita akan bisa terbunuh (atau berbunuh2an) 1000 orang serdadu. Inilah bahayanya perempuan2 komoditi dan komersil tsb (pecun2 bakal kepikir itu mah romantis kali ya?). Sekali lagi ingatlah kejahatan pertama di muka bumi ini gara2 wanita!

Inilah salah satu penyebab dengki dan iri hati. Kecantikan wanita tak bersalah pun bisa membuat pria2 kontol kuda akan saling berbunuhan. Apalagi saat sebagian kaum perempuan komersil justru melihat ini sebagai "peluang usaha". Tentu yakinkanlah masih banyak wanita2 baik yang tengah menunggumu di peraduan mereka di muka bumi ini. Tentu juga buaanyak pria2 brengsek yang akan dengan senang hati "menjalani" tipuan2 wanita demi kepuasan kontol kudanya. Pilihlah engkau hendak bergabung dengan barisan mana.

Maka jauhilah golongan2 pendengki dan SMS itu tadi. Selain gara2 wanita, kecantikan, ketampanan itu tadi tentu juga masih banyak instrumen2 lain yang akan jadi sumbernya. Harta misalnya dan kekuasaan. Tapi ujung2nya tetap kembali lagi ke poros devil triangle: women, money, and authority itu tadi. Dalam hidup saya yang setidaknya telah bergaul dengan karakterity masyarakat Minangkabau dan Sundanese ini sendiri juga sudah cukup banyak pahit manis pengalaman hidup berkait hal2 tersebut. Mungkin juga begitulah memang yang namanya MANUSIA penghuni Planet Earth ini. Makanya kebudayaan menjilat pantat dan bermuka muna tersebut hadir; lalu menjadi bagian dari proses pergulatan pilihan2 hidup (dan mati) kita. Jika segala aturan kehukuman berpasalkan ujung2nya duit, maka oh maka kita akan bicara tinggi tentang kebudayaan tapi ujung2nya tetap jatuh ke selangkangan. Terkait wanita akan bisa menentukan mulus atau takmulusnya berbagai persoalan lainnya. Semisal Anda seganteng saya, maka akses fisik yang Anda miliki tentu saja akan menghambat peluang orang lain yang kutu kupret misalnya. Maka bersiap batinlah: disingkirkan. Ingatlah bahwa demi bidadari pujaan hati maka mahligai puncak khayangan pun akan kutunaikan. Ya terkadang orang memang bisa jadi lupa daratan akan metafor dan medan makna tanda penanda. Apalagi wanita pun senang dibegituin, "Ana senang koq digombalin," ujar mojang Bandungku. Persaingan yang jadi melebar ke berbagai persoalan inipun kemudian juga bisa bersirkuit di bermacam arena. Hidup dahsyatnya selangkangan! Celakanya, ketika Anda yang sudah ganteng tadipun tengah jatuh ke lembah nista penyakitan, kemiskinan, dan sejuta kehinaan ehhhh masih juga ada yang bisa sirik! Ingatlah tiga poros tadi berkaitan dan kekuasaan "sangat2 sedikit" Anda tadipun akan semati2nya usaha dienyahkan. Inilah hasrat purba manusia. Dan bukankah secara ilmiah Freud menamakannya dengan libido tuntunan bawah sadar manusia. Tapi inilah hikmah dan tantangannya: angin akan berhembus kencang pada pohon yang tinggi menjulang dan orang2 berjiwa kerdil selalu akan menyerang lewat jalan belakang.

Itulah karenanya iri hati dan dengki adalah sifat2 yang mesti dihindari. Dan orang2 istimewalah yang akan sanggup untuk mencipta kesucian hati; dengan segala kobar api rintangan hidup di dunia masyarakat pecinta wanita, harta, dan kekuasaan ini. Tamak dan rakus. Saling sikut tak kenal batas henti dan tipu menipu (bahkan) atas nama jalinan silaturahmi. Entah sudah berapa kali kasus2 kriminal mengerikan terjadi, yang membuat orang2 di sekitar pelaku terheran2 tak menyangka(l) karena selama ini menilai tersangka orangnya baik dan ramah dan rajin menabung. Itu baru yang terungkap dan terlihat lho bo'. Tapi sekali lagi inilah alam dunia, orang munafik mendapat tempat yang fasik pun ikut tercatat dan, kata Nabi, selagi di dunia fana ini kita memang hanya bisa berhukum dari apa yang terlihat. Biarlah pengadilan Allah azzawajala nanti jadi pemutus perkara atas segala perselisihan di antara kita. Hanya disanalah nanti akan benar2 terbongkar segala bau busuk yang coba ditutup2i. Termasuk busuknya iri dan dengki pemakan segala amalan di dalam hati ini. Saya pun tengah berjuang menjadi sosok yang ikhlas ridha menerima segala tiba. Pun untuk yang ibadah standar sekalipun minta ampun susahnya (hihihi pun). Bertobatlah duhai para pendengkiku!

p.s Tulisan ini kubikin sabtu dini hari menjelang subuh. Siangnya kudengar kabar dari radio bahwa Kapolsek Padang Utara (diduga) mati bunuh diri sehabis, kabarnya, cekcok dengan istrinya Jumat malam (17/4). Saat-saat sekitar waktu kejadian tersebut saya sepulang dari warnet dekat UNP dengan Mairizal dan makan sate di Simpang Damri Tabing depan kompleks perumahan Wisma Indah, TKP peristiwa naas tersebut. Tapi kejadian itu sendiri baru saya ketahui siangnya setelah tulisan ini selesai (saya hanya menambahkan kata terakhir "pun para penipu (atau ketipu) wanita" setelah tahu kejadian ini). Ternyata "feel" guwe kena juga tentang wanita2 penyebab perkara, kegelisahan yang telah lama kupikirkan tentang zaman dewasa ini, khususnya ranah minang nan penuh gengsi niy!