Kamis, 14 Mei 2009

MY DIARY REMAINS HERE YUYAYUKK

sumedang-larang, 10 october 2004:rabu kemaren main drama lagi; selasanya dapet sms cinta yang entah nyasar atau entah dari siapa; sabtu-minggu kemaren ngospek ka ciwidey; rabu-kamis minggu kemaren jadi panitia seminar nasional linguistiknya klkm, menjelang seminar yang akhirnya tetap menyisakan masalah ini pun waktuku cukup banyak tersita ke acara2 rapatnya hingga jualan buku; aku bisa2nya akting marah2 untuk setting forum di depan maba 2004 sehari sebelum seminar nasional tsb, yang membuat aku menyesal di kosan kuatir seminar tak ada yang datang dan ternyata masih ada; sekarang udah ber-hp (dibanding setahun yang lalu) dan pernah jatuh di kamar mandi gedung c; saya selama libur kkn di...


##aku hanyalah setitik bintang redup di langit yang maha luasnya. tentu tuhan yang maha adil dan kuasa selalu peduli pada segala ciptaan-Nya yang segala2nya selain hanya Dia. dikabarkan tentang doa, tentang surga. kucoba pahami semua. hukum alam merangkul dengan begitu eratnya, pada serba terbatasnya kemampuan kita. lalu kita taruh harapan yang kadang bisa membuat kita gila bagaimana memahaminya. aku yang hanya setetes air keruh di maha luasnya samudera. kadang merasa malu terlalu banyak mengeluh, terlalu banyak bertanya. tapi hasratlah yang selalu membawa kita, takdir menjadi jalan yang musti dilalui, dan pada hari esok jawaban sementara. oh tuhan terharu kalbu ini menyaksikan kemegahan alam. sebagai bagian dari semua ini, kujalanilah takdir tersendiri. lagi sendiri bersedih disini. duhai padang rumput, danau, awan, dan bebukitan. sungguh begitu cantik kau tersajikan. bawalah aku ke dalam ketentraman damainya gairah hari2mu (9 Agustus 2003)

##salah satu ciri yang dapat kita tangkap dari alam adalah--sebagaimana misalnya bunglon yang warnanya selalu berubah tergantung dimana ia berada--setiap makhluk hidup musti menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya untuk terus mempertahankan keberlangsungan hidup. meski pada akhirnya toh bakal mati juga. meski juga kita mendapat contoh keajaiban sejarah tentang tokoh2 yang sanggup membawa angin perubahan. ah lieur deui. tapi tetap wae mah ini musti jadi pertimbangan--ini mungkin yang sempat kurang saya pedulikan--dalam perjalanan hidup ini. meski tentang pelajaran dari fakta yang berani melawan keadaan status quo itu juga jadi pertimbangan. yah beginilah hidup. kita selalu dihadapkan pada segala sesuatu yang selalu berpasangan, selalu punya bentuk berlawanan, tapi selalu jalan bersamaan (10 Agustus 2003)

##tiba2 tangan anda terjepit pada sesuatu. dan anda tak tahu bagaimana cara melepaskannya. anda tentu terus berusaha (toh selagi belum mampus). anda tak bisa. terus usaha. tetap anda tak tahu bagaimana cara mengakhiri ini. anda terus tersiksa. dan tetap selagi belum mampus terus berusaha. tetap tersiksa. tetap tak tahu bagaimana. akhir kata sambil mengira2 anda terus tersiksa. bagaimana kita harus menyikapi hal2 seperti ini? entah. mungkin harus dianggap sama saja antara nyaman dengan tersiksa. mungkin antara panas dan dingin musti dianggap berada pada suhu yang sama saja. tapi orang gila sekalipun belum tentu bersikap seperti ini. jadi kita musti menjadi apa? akhirnya pada ketaktahuan kita cuma berharap pada ketahuan. pada ketakmampuan kita berharap datangnya kemampuan. oh wahai yang diluar tahuku, wahai yang diluar mampuku. jangan marah aku bersyair untukmu. entah dimana saja aku bisa berjumpa kau. oh segala yang kutaktahu, segala yang kutakmampu. aku menyerah, aku kalah, aku tak bisa berbuat apa2, teriring dalam takdir yang selalu berubah. janganlah kau senang dulu. entah dimana kita ketemu. bicara tentang takdir: anda dipilih jadi begitu sekaligus anda yang memilih untuk menjadi begitu. coba pahami, dan jangan katakan kau mengerti. kenyataan memang bermuka seram, manis sekali. ya tuhan kenapa aku yang tak bisa berbuat apa2 ini, juga sekaligus tak bisa hanya diam saja. kenapa tidak begini saja: rasa tersiksa ini sekaligus saja terasa nyaman sentosa. poinnya ini: lagi susah, bukan sekaligus lagi senang. jadi instink manusia saya pengen senang, pengen nyaman. kumaha? aku tak berdaya. harapan terus menyala. dan hari ini pun cemas, cemas, cemas... cemas, cemas... harap, setiap kali takdir akan bicara. waktu tak pernah berhenti. aku pun terus memilih, memilih, dan memilih bagaimana selanjutnya tanpa pernah bisa kembali. pada setiap esok hari, kutemukan kejutan yang membosankan, kujalani rutinitas yang mengagetkan. kadang aku tahu, kadang aku tak tahu (selainnya tak tersadari) apa semua perihal itu musti dinamakan dan apakah musti dinamakan. segala sesuatu terasa hambar, meski aku tahu betapa rumitnya semua ini. bagaimanapun pada hidup (dan mati) yang maha luas, aku berdiri pada sebuah tempatan dengan segala keterbatasan. pada yang maha luas ini, dari sebuah titik aku bergerak sedikit demi sedikit memahami, menjalani. memilih yang bisa dipilih, yang mampu kupilih, yang memang harus kupilih (meski tak selalu benar, kesalahan adalah bagian dari perjalanan kehidupan). titik pada akhir jawaban, ajal bagi pertanyaan2, lahirlah pilihan yang meyakinkan, apakah dengan kesadaran? jika masih bertanya, anda bisa menunda, memutuskan juga bisa, terserah pilihan anda. tik tok... matahari sepanjang tahun terus dikelilingi bumi. jam dinding terus berdetik. di ujung sana, yang masih bisa kita lihat dengan kasat mata, sudah pasti menunggu ajal kita. dan kabarnya, tak ada lagi pilihan jika kita telah sampai disana (dan tentu anda boleh memilih untuk tak percaya). maka manfaatkanlah apa yang mampu dijangkau oleh tangan anda. bagaimanapun kita berangkat dari sebuah awal, bergerak dari satu titik, lalu mengembang, mengembang satu petak, dua petak dst. maka kembali mulailah dari yang terdekat dengan anda (23 Agustus 2003)

##tak ada keselarasan. aku jadi rindu untuk bisa hidup seiring dengan harmonisasi alam. mengalir bak air sungai dari dataran tinggi hingga laut lepas. berhembus seperti angin dari daerah yang bertekanan udara tinggi ke daerah renggang. bersinar seperti matahari, menyapa selalu di setiap pagi. melolong seperti srigala, kala datang bulan purnama. ah, apa hidup manusia ini sebuah kesalahan, sebuah penyimpangan dari kodrat alam. seperti malaikat yang bertanya: kenapa Engkau ciptakan makhluk yang akan berbuat kerusakan. yang mana dengan bijak dijawab tuhan: aku lebih tahu darimu akan hal ini. ah, misteri ilahi. kadang--mungkin sering, mudah2an selalu--aku jadi rindu untuk benar2 jadi hamba yang dicintai-Nya. oh Sang Penguasa, entah bagaimana aku akan lebih mengenal-Mu. berilah aku kemudahan atas segala kesempitan yang saat ini terasakan. berilah petunjuk atas segala kekhilafan. tunjukkanlah aku akan Maha Penyayangnya Kau. buatlah aku mengerti, karena hanya Kaulah yang menentukan. ini permohonan, bukankah pada-Mulah mengalir segala permintaan. betapa kecilnya aku kala berhadapan dengan kabar tentang segala kuasa-Mu, segala milik-Mu yang segalanya, juga aku. duhai hati, siapa gerangan yang menuntuni. oh kehidupan, bagaimana aku bisa benar2 paham apa semua ini gerangan (29 Agustus 2003)

##saya musti masuki sebuah hutan agar bisa yakin untuk memutuskan ia menyeramkan atau bukan. dan memasukinya dimulai dengan langkah kaki dari tempat saya berdiri. saya musti memilih terlebih dahulu, sebelum memutuskan manakah pilihan yang tepat. dan itu dimulai dari posisi dimana saya tertakdir berawal berdiri. hidup ibarat perjudian, butuh keberuntungan tapi ia menggunakan alat/cara untuk mencapai kemenangan. kadang idealisme ini sungguh membingungkan, yang berbuah hal menyakitkan. dengan menyadari posisi ini saya juga mempertimbangkan hal2 yang lebih pragmatis... kadang. idealisme dan kepraktisan ibarat dua sisi mata uang (dengan kadarnya masing2) berada berdampingan dalam hidup ini. soalnya bagaimana mengatur duet maut ini berbuah menyenangkan. kebahagiaan, suatu hal naluriah yang setiap insan manusia selalu impikan... hingga sesuatu sesudah berakhirnya kehidupan ini (3 September 2003)

hihihi untuk lihat2 kisah hidup lengkap taklengkapnya wemmy kecil yang nakal, silakan buka2 link arsip di samping dari taon 1998-2004, belum diedit en lengkap semua emang siy