Rabu, 06 Mei 2009

SBY OH SBY

Terutama lagi dengan dua fenomena terakhir: pen-capres-an JK yang menggandeng Jenderal (Purnawirawan) Wiranto--yang merupakan bekas atasan Letjen (Pur) SBY di TNI--sebagai cawapres dan keluh-kesah JK yang mulai agak buka-bukaan tentang hubungan kerjanya sebagai pendamping SBY selama ini.


Sesudah Demokrat dipublikasikan meraih sekitar 20% perolehan suara--berdasarkan hasil quick count--untuk kursi parlemen, sepertinya SBY (dan gengnya) merasa berada di atas angin. Awalnya tentu beliau jadi lebih memiliki "opsi pribadi" dalam menentukan pendamping cawapres untuk pencalonannya sebagai presiden-untuk kedua kalinya. Namun dinamika perkembangan politik beberapa hari belakangan ini sepertinya membuat opsi itu makin tergerus; berkaitan dengan pertimbangan kekuatan politis di parlemen nantinya. SBY kini (dan juga gengnya) mungkin tengah sangat pusing dibandingkan perkembangan awal. Terutama berkait akselerasi yang tengah dilakukan Jusuf Kalla akhir-akhir ini. Terutama lagi dengan dua fenomena terakhir: pen-capres-an JK yang menggandeng Jenderal (Purnawirawan) Wiranto--yang merupakan bekas atasan Letjen (Pur) SBY di TNI--sebagai cawapres dan keluh-kesah JK yang mulai agak buka-bukaan tentang hubungan kerjanya sebagai pendamping SBY selama ini. Cukup ironik, karena ini seperti mengulang sejarah citra ketertindasan SBY atas Megawati pada 2004. Dan kita dibuat berdebar-debar akan keputusan SBY mengenai opsi cawapresnya sekarang ini setelah fenomena gerusan-gerusan beberapa hari belakangan ini tersebut. Masih seminggu lagi memang; sebelum tanggal 11 Mei 2009 yang mana diputuskan--oleh Rapimnas Partai Demokrat--akan diumumkan keputusan Pak SBY tersebut. Pencapresan dan pencawapresan pada pemilu kali ini disebut-sebut paling dinamis sepanjang sejarah suksesi kekuasaan negara ini. Sungguh banyak aneka perkembangan tak terduga yang berlangsung dalam rentang beberapa hari ini. SBY mungkin tengah sangat berpusing ria dengan situasi yang mungkin tak terduga ini (dan tersebut). Apakah akan cukup waktu seminggu ini untuk menciptakan kondisi lebih memungkinkan bagi segala rencana-rencana SBY (dan gengnya) untuk memutuskan opsi yang ada dengan keadaan yang seperti sekarang?

KITA TUNGGU AZAAA!

Hihihihihi, pondek pisan artikel kali ini yeee. Lain kalilah kutulis analisis lengkapnya. Ada hal lain yang lagi jadi prioritas untuk dikerjaken. Ya, sekarang -harus ada skala prioritas yang -mesti (agak) disiplin -seyogyanya "kuturutin". Ah, 3 (<==penulisan angka ini tidak sesuai tatabasa dan mesti disensor karena mempromosiin tanpa bayaran salah sanu operator telekomunikasi tertentu) kali kata [prioritas] kugunakan dalam satu paragraf ini. Secara estetika artikulasi, tulisan ini apakah jadi-menjadi kurang menarik ini? Yoi.