TUKANGCURIKOMENTAR SITUSLAIN

Why repeat the old errors, if there are so many new errors to commit? (Bertrand Russel)


hehehe lucu nggak sih judul postinganku kali ini, tapi cuba simak sebuah diskusi 'menarik' berikut ini:

11. Loginataka - Mei 22, 2009
Neo Lib yg tidak ‘neo’. Tatkala negara telah menjadi komoditas, maka negara bagian dari pasar. Setahu saya hanya ada 2 rezim dengan tool yg hampir sama, tatkala negara bukan bagian dari pasar: Adolf Hitler dengan Labor Treasury Certificate, dan Abraham Lincoln dengan Greenback nya.
12. Loginataka - Mei 22, 2009
Dan, Lincoln pun dibunuh 2 bulan sebelum perang sipil berakhir. Bahkan butuh 2 kekuatan Barat Timur untuk menghancurkan sebuah Negara Reich Ketiga yang ‘bebas pasar’. Tahun 60-an John F. Kennedy ditembak enam bulan setelah mencoba ‘membebaskan’ negara dari ‘pasar’ dengan menandatangani Executive Order 11110. Mari kita menanti…. atau menunggu?
13. isoelaiman - Mei 26, 2009
Negara bermaksud mengatur pasar demi kepentingan publik. Tapi, bagaimana bila negara itu sendiri adalah pasar? Bisakah negara mengutamakan kepentingan publik. Ibaratnya, penggembala menjaga biri-biri dari terkaman anjing, tapi, bagaimana bila penggembala itu sendiri anjing? Jual beli kekuasaan, penetapan capres dan cawapres, penetapan menteri, itu semua adalah proses transaksi nilai. Transaksi nilai itu berarti adalah pasar. Buah ketidak transparan-nya adalah korupsi, ketiada-berpihakan pada publik. Saya yakin, tidak ada capres terpilih yang berani menyajukan daftar nama calon menteri yang diajukan dulu ke publik untuk dikritisi. Jadi, konsep negara yang “bukan pasar” seperti yang ditulis GM di atas, itu sudah usang, kuno. Itulah sebabnya, seperti ditulis oleh GM, “…institusi yang berkuasa tak dengan sendirinya jauh dari nilai yang mengutamakan yang publik”. Kenapa? Karena negara sudah menjadi pasar. Karena jadi pasar, maka, kian transparan, kian sempit ruang gerak korupsi. Kian tak transparan, kian lebar ruang gerak korupsi. Syahdan GM menulis, ” …kekuatan itu cenderung mengaburkan posisi ”Negara” dalam mengelola pasar: semua keputusan bisa diatur dengan jual-beli kekuasaan. Di lain pihak, posisi ”Negara” justru diperkuat, agar ada kebutuhan untuk membeli kekuasaan itu.” Nah, kenapa masih dibedakan negara dan pasar?
14. pegawai depkominfo - Mei 26, 2009
politikana.com nggak bisa diakses
15. joan - Juni 6, 2009
hihi, “Itu sebabnya kita sebenarnya tak tahu persis, bagaimana mengatur ”kompromi Keynesian”, bagaimana mengelola sekaligus pasar yang terbuka dan Negara yang aktif…” itulah juga yang sering jadi pertanyaan besar di kepala. semoga ini juga yang jadi kebingungan mas goen; benarkah liberalisme (atau sekalian neo-liberalisme) itu berarti negara lepas tangan? tidak. Justru, antara neoliberalisme, ‘kompromi keynesian’ dan sosialisme ekonomi, itu ‘derajat’ intervensi negara sama saja. jika dalam sosialisme ekonomi (atau sekalian saja sebut komunisme ekonomi) negara mengatur pasar habis-habisan (dan karenanya di situ istilah ‘pasar’ perlu ditanyakan kembali; ‘pasar tidak bebas’ adalah sebuah contradictio in terminus), maka bukankah itu juga yang terjadi dalam liberalisme pasar? sekali lagi, dalam liberalisme ekonomi negara juga sama menentukannya. Kita mungkin sering lupa perkara sederhana ini: dalam liberalisme ekonomi negara melakukan pengaturan dengan ketentuannya bahwa “pasar harus tidak ditentukan”.. mungkin sedari sini cita-cita ‘kompromi keynesian’ itu sudah membingungkan.. diintervensi-tidak diintervensi itu pada pengertian dan batasan mana…?
16. joan - Juni 6, 2009
semoga begitu. jika menang begitu, betapa gembiranya hati ini…:)
17. Wong Ndezo - Juni 10, 2009
yang pasti Rakyat selalu jadi korban, neoliberalisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme dan Isme yang lain, atau Pancasila sekalipun belum mampu menjawab persoalan masyarakat. kemiskinan, kebodohan, pelanggaran HAM terus berkembang. mungkinkah memahami isme tanpa melaksanakan tugas dan tanggung jawab kemanusiaan cukup memberikan problem solving?
18. Zaki - Juni 13, 2009
Sekarang ini adalah saat2 ketika tak lama lagi orang2, baik yang ahli ekonomi atau awam, akan sampai pada kesimpulan bahwa pengelolaan keuangan secara Islami itu akan menjadi solusi yang terbaik.
19. Loginataka - Juni 16, 2009
@Zaki
Pak, seperti apakah pengelolaan keuangan Islami itu? Mohon penjelasan. Terima kasih.
20. Zaki - Juni 24, 2009
@Logikataka
Gak usah berpikir terlalu rumit dan jauh. Ekonomi Islam adalah yang mengedepankan keadilan, kejujuran, hemat ( tidak mubazir), tidak pelit, dan membela kaum yang lemah. Berapa besar pemerintah mengeluarkan dana total (baik untuk operasional maupun gaji) untuk aparaturnya, dari PNS, TNI, Polisi. Adakah reward (produktivitas) yang setimpal yang kita dapatkan dari aparatur pemerintahan? Ingat!! Sesuatu yang dikeluarkan secara mubazir, di mana uang yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada produktifitas yang dihasilkan, maka akan ada pihak lain yang akan menderita untuk menutupi kebocoran itu. Philosofinya: selalu ada lubang, meskipun tertutupi, sebagai dispensasi dari sebuah gundukan yang tidak perlu. Sekali lagi, kata kuncinya adalah: keadilan dan kejujuran. Teknisnya detailnya juga tidak terlalu rumit jika kedua prinsip dasar itu sudah benar2 mengakar. Makanya, segala krisis itu adalah berawal dari krisis moral, tapi orang tak pernah membahas korelasi antara moral dengan ekonomi. Dan obat dari moral adalah Agama. Dan jika anda mau, silahkan belajar tentang Islam secara menyeluruh.
21. Zul Azmi Sibuea - Juni 24, 2009
apa yang mendasari supaya kita hidup hemat, apa yang mendasari supaya kita berinteraksi dengan jujur, apa yang mendasari supaya kita bermu’amalat dengan adil dan ikhlas, memberdayakan kaum yang lemah secara ekonomi, sosial dan politik. ini adalah pertanyaan mendasar, ini adalah pertanyaan teori ilmu, kita sedanga berbicara mengenai apa yang kita maksud dengan epistemlogi. kita sedang mengalami krisis epistemoilogi ilmu ekonomi, sejalan dengan kritik berbagai pihak terhadap ekonomi kapitalisme, liberalisme dan neo-liberalisme.


nah all of frenz iniah petikan diskusi intelektual yang sehat di blognya catatan pinggir pak GM. zika ingin membaca postingannya silakah meluncur ke Neo-Liberal Mei 4, 2009 sekalian nikmati perkembangan diskusinya. kalo perlu ikutan berantem disana,,


+++ nih kutambahkan yg atu niy diskusi segar yang menarik juga guna dicermatin. tapi sayangnya seperti kata petitih: "kita omong tinggi tentang kebudayaan, ujung2nya tetap jatuh dalem selangkangan" hehe enjoy it!

11. podolisasi prima - Mei 5, 2009
Kalau masalah moral saya lebih suka sentuhan Isoelaiman deh yg langsung turun gunung. Bener deh, ga ada sinisme di kata-kata saya. Bagaimana mas?

12. ibra - Mei 6, 2009
Saya berpendapat, bila kita gagal menangkap “order” nya Hobbesian, maka dapat dipastikan akan gagal juga menangkap “equilibrium”nya Smithian. Pertanyaan filsuf zaman itu ada di sekitar fisikanya Newton. Kegagalan ini hampir dialami semua ekonom negri ini. Kecuali beberapa yang tersingkirkan.

13. Algazel - Mei 6, 2009
Kecuali yang tersingkirkan itu siapa? Epigonis mafia berkley? Bila kita gagal menangkap order, akan gagal juga menangkap equilibrium. Itu antitesis lipatan Platonik, saya pikir. Circle of life. Point anda?

14. ibra - Mei 7, 2009
Mafia berkeley itu siapa sih? Lulusan berkeley taun jebot itu? Saya kira sekarang tinggal pak Emil Salim, dan mereka ngga cocok dipanggil mafia, yg notabene berlumur darah.
Yg tersingkirkan maksud saya adalah mereka yg gak percaya free trade, yg gak percaya bahwa pasar dapat menyembuhkan dirinya sendiri, yg menentang kenaikan BBM taun 2005 itu ( GM termasuk menanda tangani setuju? ) , yang menentang “pasar”, yang nasibnya akhirnya tidak dipakai dalam pemerintahan. Mereka ini kadang teman satu atap juga dengan yang mengatakan bahwa pasar adalah “sunatullah”.........
............................
............................
............................

36. Zul Azmi Sibuea - Mei 13, 2009
Saya kutip dari ToE – wiki “A small number of scientists claim that Gödel’s incompleteness theorem proves that any attempt to construct a Theory of Everything is bound to fail.”, saya jadi ingin tahu apa kata Jhon D.Barrow dalam bukunya “Theory of Everything” dan
Stephen Hawking, pada “A Brief History of Time”
Mungkin menjelaskan lengkung ruang pada black hole,atau gravitasi, lalu …. dunia,.. bumi, bintang dan matahari terus saja berlari (expand) ke tak berhingga – pertanyaannya , sudah sampe mana kita,
kemana kita mau pigi.

37. podolisasi prima - Mei 13, 2009
Sitok Srengenge’s Notes: Dari mana kita datang, ke sana kita pulang. Thats my fav..

38. ibra - Mei 13, 2009
Ngga ada salahnya juga aku taruh fesbukku di sini, Tau aja ada cewe cakep nge add : D
Ibraxxx badxxx

39. podolisasi prima - Mei 13, 2009
hatur tengkiu um ibra reply nya..

40. ibra - Mei 13, 2009
Sami sami, kang


pengen baca selengkapnya komentar2 "pedas" di salah satu postingan blog tulisan GM ini, silakan meluncur key TIGA NENEK SIHIR ...

MISTER RSW, PAHLAWAN PERDJOEANGANKU

The greatest danger for most of us is not that our aim is too high and we miss it, but that it is too low and we reach it. (Michael Angelo)


dalam keadaan krisis identity dan teladan di karut marutnya kondisi negara beberapa tahun belakangan ini sangatlah sulit untuk mencari tokoh panutan dari kalangan elit politik/negara kita yang bisa dijadikan idola. kalo sekedar mencari tokoh2 oportunis yang sukses secara duniawi menggarap momentum dan melihat peluang kesempatan dalam kesempitan secara materi/matere tentulah sangat banyak--meski kalo bicara kecipratan duit tentu justru lebih banyak lagi yang diam2 saja enggak usah di-publish. 'cause di tengah keterpurukan rakyat kecil bangsa toh selalu ada sebagian yang justru mendapat peluang keuntungan secara finansial untuk memperkaya diri sendiri dan konco2 di sekitarnya. nah sebagai seorang anak bangsa yang tak/berkategori mata duitan atau oportunis--sebab rasa2nya berlebih2an dan terlalu pede juga kalo meng-claim diri sebagai seorang idealis/ideolog 'coz aku ndiri bingung sebenarnya ideologi hidupku apa--saya tentu saja bisa terjerambab ke jurang pesimisme melihat keadaan negeri hantu belau ini. akhirnya menyerah pada keadaan dan ikut2an wae seperti orang kebanyakan, "yang penting menguntungkan diri sendiri."

seiring kerapnya beraktifitas di saluran internet secara lebih 'positif hehe' dan tertarik untuk mengetahui sedikit demi sedikit (dan tetap sedikit) tentang ilmu komputer lama kelamaan guwa mulai kenal dengan website ilmukomputer.org dan akhirnya aktor intelektualnya mister romi satria wahono. beliau adalah seorang pns pangkat rendah tapi high skill di PDII LIPI--sebuah institusi yang sebetul-(apalagi seharus)-nya lebih bisa diharapkan dibanding lembaga2 lainnya dalem busuknya birokrasi kepegawai negeri kita tercinta. namun ternyata dari apa yang kuikuti lewat tulisan2nya bapak dari anak2nya ini (ya iyalah masa ya iya dong) ternyata dirinya juga bertemu kendala klasik bagi seorang yang tergolong agak idealis (bukan berkelamin pragmatis oportunis) guna mengarungi samudera kelam birokrasi status quo republik indonesia NKRI. akhirnya terlihat beliau lebih memilih mengepakkan sayapnya di luar sistem penuh redundan (dan polutan) birokrasi kompleks tersebut guna memaksimalkan pengabdian dan cita2 perdjoeangannya bagi negara ini yang telah membiayai pendidikannya ke negeri japan sana.

saya jadi tertarik untuk memulai menulis ini sebagai postingan blog setelah beberapa waktu yang lalu membaca dokumen testimoni nakalnya kepada pejabat birokrat pimpinan lembaga tempatnya bekerja. sebelumnya sudah sejak lama saya pernah membaca postingan pak romi di blognya tentang 'steorotip PNS' dan tentu saja artikel2nya yang lain yang terkait ini--baik ketika beliau sekilas menyinggung saat sedang membahas core competence dirinyasebagai computer scientis maupun lebih luas lagi ketika berperan sebagai seorang enterpreneur dus motivator dengan slogan "selamat berdjoeang!"-nya. saat ini sendiri saya masih berusaha menyelesaikan baca beberapa artikel2nya yang lain yang sudah saya mirroring ke hardisk komputer karena daku punya kemampuan akses internet yang 'betul2 secukupnya' hehe saya nggak tahu apa waktu meng-copy seluruh isi situs romisatriawahono.net selama beberapa jam dulu bisa membuat padat banget bandwith ke servernya (punten pisan ya pak!!!). terus terang saja tulisan2 dari bapak ini adalah salah satu cahaya ilmu ter-favorit bagiku saat ini--meski saya sendiri bukan berasal dari core competence perkompoteran.

meski dipengaruhi beberapa faktor--yang belum tentu semuanya bisa dan baik untuk saya sebutkan untuk saat ini--saya termasuk orang yang agak eneg untuk ikut2an berdjoeang masuk ke dalam birokrasi sebagai pns--sehingga 'terjamin' kesejahteraanku hingga mampus. dan untuk berdjoeang sebagai 'swasta' saya pun masih menghadapi kendala yang sekali lagi belum bisa dan baik untuk disebutkan alasan2nya untuk saat ini <== halahhh alesan aja luhhh hehe. tapi waktu bertemu info tentang terdapatnya sebuah lowongan untuk posisi peneliti di LIPI yang sesuai dengan core compence guwa air liur ini sempat menetes juga--setidaknya saya penasaran apa betul saya ini tak mampu bersaing kalo dites secara fair yang mudah2an terjadi di lembaga terhormat seperti LIPI. tapi ketetapan tuhan berkehendak lain; saya tahunya telat alias sudah ditutup. meski kecewa juga tapi sebetulnya toh saya masih punya senjata terakhir: melamar sebagai guru pns yang terus terang saja dalam kondisi 'suasana intelektual di lingkungan kerja' seperti sekarang ini tidak terlalu membuat guwa punya interest tambah pula core competence pada ijazah formal guwa rasa2nya kurang 'menantang' dan tak menarik bagi 'ambisi' intelectualkoe sendiri hehe tentunya dengan segala hormat kepada para guru yang telah ikhlas memberikan ilmunya kepadaku yang jujurnya 'agak' salah 'jurusan' ini (especially mister ahamjati kalo kebetulan baca artikel ini pak ya, you're the best). seorang kawan sempat tertawa dan heran dengan cara pikirku yang menganggap posisi guru pns yang gajinya cukup lumayan kini itu saya letakkan pada posisi alternatif terakhir. ya buat saya--sejauh ini looo000oooo engga tau juga nanti kalo uda merasakan punya duit Rp Rp Rp banyakkkk $$$$$ ikut2an jadi matere pula--lebih baik bekerja dengan upah materi sekedarnya tapi bisa membuat diri ini nyaman mengerjakannya dan bisa memaksimalkan kemampuan intelektualku (sok cerdas elu mah idiottt penyakitan pendosa formalitas hehe). hidup freegan style!

dan perdjoeangan bung romi satria wahono menjadi inspirasi bagi kehidupan pribadiku untuk tak berputus asa atas segala tekanan kondisi dan mempersiapkan diri selalu untuk berdjoeang lebih keras lagi! alahhh padahal aslinya guwa pemalas nih hehe. tentu bukan berarti men-judge pahlawankoe bung rsw ini sebagai manusia sempurna dan saya tidak perlu setuju dengan semua pandangannya (kebanyakannya sih iyaaaaa). setidaknya beberapa waktu lalu saya membaca sebuat postingannya yang dalam form komentarnya terdapat sebuah debat panjang beliau dengan seorang komentator lain yang kelihatannya (mungkin dengan tujuan bercanda) berhasil menyinggung 'ego' beliau hehe ya wajarlah rsw juga manusia bukan rocker meski kebetulan 99% positif bangettttttt. kalo ego beliau--sebagai struktur natural dalam alam bawah sadar manusia yang mesti disaring oleh kesadaran kita (kalo bisa tambah kejujuran juga)--ndak bisa sama sekali dipancing ya gawat juga dong om ini udah jadi robot kali. tapi sekali lagi perdjoengan beliau di institusinya tersebut menjadi teladan yang luar biasa bagiku. menjadi penyemangat untuk berbuat sesuatu beberapa saat lagi nanti..

cerita nyata dari perjuangan tokoh sekaliber rsw pahlawanku ini juga membuat lebih terasa close, natural--dan akhirnya menggigit lagi motivasi hidupku ceileee kayak uda kepengen mampus aja elu--dari membaca kisah2 perdjoengan hidup lainnya. diantaranya motivasi2 yang diberikan seorang pamanku yang kini juga tengah berdjoeang berdarah2 untuk bisa meraih hati rakyat kampoeng halamannya agar bisa memenangi pilkada sebagai bupati yang kuketahui ternyata disana menyimpan potensi kekayaan alam luar biasa hehe gw curiga nih pamanku yang satu ini bertype matere juga maklum masih berasal dari institusi perduitan pula. oleh sang paman aku disuruh baca2 sebuah buku dale carnegie dan david schwartz. ya setidaknya buku2 macam gini bisa sedikit melunakkan cara pandang keras kepalaku dan kurang realistisnya diriku dan kalo bisa agak matere dikit itu perlu juga biar ada motivasi hehe. sang paman tercinta ini bahkan mengatakan (tentu saja secara hyperbolic) bahwa kalo gw pengen bikin bandara pun di sebelah rumah ini akan dimodalinya, yang tentu saja akan kujawab: "sorrry ya om gw mah enggak banget deh menjilati pantat orang lain dan bergantung sampean yang sama2 manusia sepertiku juga karena meski hidup miskin dan bangeddd miskin toh aku masih bisa makan setiap hari, ngakses internet malem2 hari (yang ada jam diskon), dan masih pula bisa menikmati keindahan ciptaan tuhan (yakni tubuh wanita via apalagi kalo bukan video bXXep)" <== setidaknya tanda masih normal sebagai laki2 lahhh. life begin at fourty, beberapa orang mungkin tahu bagaimana keras dan panjangnya perjuangan hidup seorang abraham lincoln yang kini wajahnya menghiasi dolar amerika dan tentu saja saya setuju dengan pandangan paman untuk selalu berpikir positif, engga banget deh buat berputus asa. guwe boleh eh mungkin terus semakin 'kurang percaya' akan ke-adil-an tuhan, meski tak cukup punya nyali pula untuk mem-proklamir-kan diri sebagai seorang atheist karena toh justru karena ini aku butuh Dia, tapi guwa dibuat makin harus percaya kepada diri sendiri <== ckckck.. ckck ck... gawat yaw rethoricku hampura duh gusti,, "ayo tatap cermin dan bertanyalah siapa aku?" hmmmmmm.. aku bukan siapa2 (kata d'massiv) dan engga perlu ngotot harus seperti apa (kata orang)... tapi seperti KATO MARIO teguh the golden way: "hidup memang tak adil, tapi masih bisa negoisasi". dan kata2 dalam tulisan2 rsw pahlawanku--seorang engineer scientis yang punya kemampuan menulis cantik dus filosofis--membuat aku tambah semangat untuk terus membuka kesempatan untuk terus bernegoisasi dengan kehidupan ini. menikmati dengan ikhlas banjir darah process ini, menuju hasil yang tak munafik bersama ridho ilahi..

untukmu bung romi pahlawanku, guruku, sahabatku, teman facebook-ku, teruskan juga perdjoeanganmu! meredeka!! lanjoetkan!!!

DEKONSTRUKSI CINTA PALSU

Anda perlu menyadari perasaan, dan mendengarkan perasaan, karena itu cara tercepat mengetahui apa yang sedang Anda pikirkan. (Rhonda Byrne)

cinta itu apa, dekonstruksi itu apa, dan kepalsuan itu apakah? ketiga [kata] yang kuw gunakan sebagai judul tersebut memiliki ranah ke-familiar-an makna tersendiri yang berbeda. kata [cinta] mungkin yang paling akrab terdengar di telinga setiap orang, bahkan dibanding istilah [kepalsuan], namun pemaknaannya apatah? apalagi pengertian orang untuk kalimat [dekonstruksi]? sekarang akan coba kugabungkan ketiga objek bahasa ini ke dalam satu pembahasan singkat; yang sejatinya dekat dan lekat dengan keseharian kita. jatuh cinta, menikah, konflik, benci, cerai, jatuh cinta lagi, kawin sembunyi2, haus kasih sayang, dan penuh siasat palsu adalah kosakata yang rutin bagi kamus kehidupan setiap manusia di dunia fana ini. dunia yang penuh dusta indi. karena itu dibutuhkan sebuah proses dekonstruksi.

dekonstruksi adalah istilah yang populernya pada kajian filsafat atau kultur-kebudayaan. merupakan hasil olah fikir jacques "el-biar" derrida atas istilah sebelumnya seperti destruksi oleh filsuf macam heidegger hingga husserl. jika dalam kata destruksi kita berhadapan dengan pengertian penghancuran, (maka) dalam dekonstruksi seolah ada makna pembangunan kembali. derrida adalah seorang filsuf prancis keturunan yahudi aljazair (imigran afrika utara, just like zinadine zidane) yang mati sekitar tahun 2004 silam. pemikiran derrida tentang dekonstruksi ini banyak mendapat kritik keras dari ahli2 filsafat lain sehingga ada istilah derridium yang merujuk pada kata delirium (orang yang menderita gangguan ilusi). dekonstruksionisme ala derrida ini dianggap terlalu mengada2 dan intelektual gimmick belaka. memang dalam ranah pendekatan/epistemologi filsafat modern atau kontemporer (atau sebut saja neo-liberal-lah) setahu gw hingga kini pendekatan yang dimunculkan derrida ini dianggap paling radikal menghantam sistem pemikiran positivisme yang telah mapan sebelumnya (dan hingga kini).

jadi apa itu dekonstruksionisme? dekonstruksi adalah (dalam bahasa, pengetahuan, dan pendapat guwe) upaya menelaah unsur marginal pada hegemoni yang dihadirkan (suatu) teks/wacana. sekarang kita langsung kaitkan dengan cinta dan kepalsuan ya, oks. dalam wacana atau diskursus tentang cinta, secara prespektif positivisme kita mungkin akan melihat hegemoni makna tentang rasa sayang, ketulusan, kejujuran, keindahan, dan bahkan keabadian. nah dengan pendekatan dekonstruksionisme kita diajarkan untuk bersikap kritis dan tak-terjebak dengan pakem bahwa cinta itu adalah hal yang indah2 saja. dengan sikap tekun-teliti, melihat sisi marginal yang terabaikan, memeriksa aspek minoritas yang disembunyikan, kita mungkin akan bisa menemukan wacana2 palsu yang dihadirkan oleh teks cinta yang indah2 itu.

secara konkret praktiknya dalam kehidupan manusia--lebih spesifiknya lagi hubungan cewe-cowo--sejatinya tuhan ataupun hantu telah membekali kita dengan apa yang dinamakan insting ataupun "feel" dalam menghadapi apa yang dinamakan kepalsuan cinta tersebut. cuma masalahnya interest masing2 kita ke berbagai macam hal lain terkait dunia ini kadang bisa sangat menumpulkan insting dan naluri tersebut. sebagai contoh kita kadang bisa membantah kata hati nurani kita sendiri dikarenakan gelap mata melihat konkretnya warna-warni pernak-pernik dunia yang ditawarkan oleh cinta. nah dengan punya pengetahuan tentang pendekatan dekonstruksi anda akan bisa secara lebih punya kesadaran nalar lagi untuk waspada atas segala wacana indah2 berkait cinta. anda jadi tahu bahwa sebuah hegemoni positif cinta bisa saja sangat terampil menyembunyikan aspek2 negatif kepalsuannya. dengan sedikit punya kesadaran, mudah2an anda bisa terhindar dari kemungkinan lengah atas berbagai macam tipuan.

kita memang tidak pernah bisa menetapkan ukuran2 jelas dan barangkali pula untuk itu pun masing2 kita akan berbeda pendapat bergantung per-interest tadi. pun jika mesti ada konsensi, konvensi, hingga standar pendapat umum pun kita akan bisa terjebak lagi ke tadi apa yang dinamakan hegemoni mayoritas. makanya secara per-kasus dan konteks individu nantinya, kesiagaan intelektual dengan mengenal metode pendekatan dekonstruksionisme ini akan membantu anda untuk lebih waspada terhadap berbagai tipuan dunia dan cinta yang makin kompleks bahkan kreatif hari ke hari ini. celakanya banyak orang yang karena sudah terbiasanya hidup dalam gelimang dusta dan kepalsuan menganggap hal2 seperti ini menjadi sesuatu yang biasa2 saja. bahkan meski tahu, sengaja terus mencemplungkan diri demi kepentingan pragmatis atau sesaat.

namun ingatlah bicara tentang cinta takbisa persis sama dengan politik ataupun perdagangan. dalam menjalin cinta ada unsur konstituen hati yang akan terlibat cukup dalam. banyak orang yang kadang menganggap remeh bermain2 dengan hal ini akhirnya jatuh menderita ke dalam hancurnya segala rasa di jurang kepercayaan nan paling kelam. inilah resiko bermain2 dengan perasaan; ibaratnya ada satu daging, yakni hati, dalam tubuh manusia yang jika ia rusak maka akan rusaklah seluruh kehidupan. tentu kita takperlu lari dari persoalan karena toh memang inilah tantangan hidup yang mesti dijalani dan membuat kita bernilai. karena itu maka cukup penting bagi kita mempersiapkan diri dengan berbagai instrumen2 yang memungkinkan untuk kita ambil guna menghadapi semakin rumitnya hegemoni wacana yang hadir di dunia ini. termasuk sikap dekonstruktif, waspada secara aktif, guna menghadapi berbagai kepalsuan yang semakin menggila dewasa ini; bermutasi seperti mutan seiring makin kompleksnya pola interaksi antar manusia; mulai dari dalam hal perihal cinta hingga bidang2 apapun lainnya dalam kehidupan.

ya waspada secara aktif. karena jika kita main waspada2an begitu saja tanpa argumentasi dan kerja keras untuk menghadapinya, kita hanya akan dibuat menjadi manusia negatif yang psycho terhadap individu lain. sebuah perlawanan ekstrim terhadap sisi lainnya berupa manusia ultra-positif yang menggunakan logika pragmatism untuk segala sesuatunya dan selalu takpeduli lagi pada segala rekam jejak pada bekas yang ditinggalkannya, ah gitu aja koq repot. sesekali, ya sekedar sesekali, memandang "negatif"-lah agar daya imun anda yang merupakan ekstraksi atas segala pengalaman "kesalahan" bisa bekerja menangkal segala macam tipu menipu dan palsunya fatamorgana kehidupan dunia. termasuk kehidupan cinta. haha okeh segitu dulu aja postingan maksa guwe yang mengait2kan dekonstruksime derrida dengan proses taaruf muda-mudi kontemporer gini. jika masih banyak hal ndak jelas dan terlalu sublim bahkan taksistematik kuuraikan di feature singkat gini ya lain waktulah kita bahas lagi. sip!

p.s tulisan ini kubikin beberapa hari yang lalu sebelum case cici paramida barusan ini yah, maklum kalo upload posting rada nggak up to date guwa ach hehe

BERBUAT JIHAD

Kita hidup di sebuah Semesta yang memiliki hukum-hukum, sama seperti adanya hukum gravitasi. Jika Anda jatuh dari sebuah gedung, tidak menjadi soal apakah Anda orang baik atau jahat, Anda akan tetap menumbuk tanah. (Michael Bernard Beckwith)


menyimak tayangan dokumenter metro file beberapa waktu yang lalu tentang salah sebuah episode peperangan kemerdekaan di jawa barat saya jadi terpikir sesuatu. perang yang diliput tersebut berlokasi di sukabumi--dikomandoi oleh letkol (pur) edi suherdi--antara rakyat (tkr dan laskar hisbullah) melawan tentara sekutu (plus batalion gurkha india) beberapa waktu sebelum peristiwa bandung lautan api. untuk membakar semangat rakyat bertempur melawan penjajah, saat itu digunakanlah istilah jihad oleh para kyai setempat. wacana seperti ini juga umum kita ketahuin "dipropagandakan" dalam berbagai peperangan lainnya di indonesia (dalam konteks prajurit2 muslimin). dan dengan beginilah semangat para pejuang menjadi belipat2 guna punya nyali melawan kekuatan penjajah yang di atas kertas sangat jauh di atas kemampuan militernya. namun kemudian timbul pertanyaan saya: seberapa tepatkah pelabelan kata jihad untuk konteks perang kemerdekaan?

sama sekali ndak nyambung memang nggak juga; karena toh yang berperang adalah rakyat indonesia (yang muslim) versus penjajah (yang kafir). namun jika kata jihad kita kembalikan ke medan makna orisinilnya maka mau tak mau kita musti tengok konteksnya pada sejarah islam pada masa nabi muhammad. jihad (dalam pengertian perang fisik) disini berarti perang (hidup mati) antara kelompok muslim melawan kelompok kafir dalam kerangka dan dalam konteks mempertahankan dan atau mendakwahkan agama/iman/islam. dalam konteks perang membela iman ini pun juga ada ushul fikih dan ushul historisnya. kelompok muslimin sebelumnya bertahun2 ditindas oleh kafir nyaris tanpa melakukan perlawanan apa2. baru setelah memiliki kekuatan yang dipandang memadai (dan tentu saja perintah resmi dari tuhan) peperangan dilakukan. perang jihad pertama adalah perang badr yang terjadi bertahun2 setelah nabi hijrah ke madinah; apalagi jika dihitung dari pertama kalinya risalah islam resmi disandang muhammad--melalui bertahun2 masa penuh siksaan nan pedih bagi para pengikutnya di kota mekah. dan setelah perang jihad ini resmi dibolehkan oleh tuhan baru bertahun2 pula nabi bisa masuk kembali ke kota mekah. dan sebelum itu pun nabi "menandatangani" perjanjian "damai" hudaibiyah dengan kaum kafir selama 10 tahun; tidak saling mengganggu hingga pihak quraisy sendiri yang melanggarnya dan akhirnya kaum muslimin mendapat kesempatan untuk masuk (menyerang) ke kota mekah tanpa perlu darah mengalir setetes pun.

yang kita lihat dari konteks asal pengertian jihad pada zaman nabi itu selain label "alasan iman" adalah peperangan dilangsungkan dengan strategi rasional. dia tidak berlangsung asal brutal, asal serbu, asal garuk mentang2 pihak kita merasa benar dan pihak lawan sudah pasti salah (kafir). apalagi jika peperangan dilangsungkan cuman dengan alasan tersinggung ataupun tidak senang sama orang lain. bertahun2 pengikut muhammad diboikot hingga disiksa tanpa perlu mereka karena merasa benar lantas langsung "berjihad". nah jika dikaitkan lagi dengan perang kemerdekaan indonesia: apakah "jihad" yang dilangsungkan sudah dalam konteks utama "iman" dan "islam"? apalagi jika bertanya apakah perang yang dilangsungkan sudah dalam situasi yang argumentatif secara strategi perang? apakah disini sudah ada periodesasi ikhlas dan sabar? tidakkah ia berlangsung cuman gara2 perasaan kurang senang atau emosional; apalagi hanya gara2nya persoalan rebutan perempuan???

sebagaimana kita ketahui alasan utama kedatangan belanda ke indonesia adalah misi dagang. dalam hal kekuatan militer, belanda tersebut nyaris tak ada apa2nya dibanding kekuatan2 militer lainnya di eropa seperti jerman, inggris, bahkan perancis. dan yang jelas lagi pula perang kemerdekaan di indonesia alasannya tentu saja persoalan nasionalisme, bukan agama--makanya hingga hari ini kita masih menyaksikan kekecewaan "kelompok islam" terhadap hasil dari "kemerdekaan indonesia". meski belanda sudah pasti kafir kristen namun mereka tidaklah cukup agresif untuk urusan penyebaran agama protestan. karena itu tadi, orientasi utama penjajahan belanda adalah duit bukan iman. bahkan belanda sengaja membatasi kemampuan masyarakat pribumi untuk melek tulis dan baca (alkitab) sebab prioritas utamanya adalah duit, yang akan terganggu jika rakyat ini pintar2. di sisi lain pula, sudahkah alasan "iman" jadi prioritas utama para pejuang dalam berperang dengan belanda ataupun penjajah lainnya. tidakkah ada alasan lain2 seperti duit, primordialisme, kurang senang, apalagi soal cewek pula? tentu kita akan bisa melihat ini secara kasus per kasus, namun secara general tentu saja yang terbaca adalah alasan nasionalisme/primordialisme bukan iman atau islam!

jihad dalam perang kemerdekaan RI memang melahirkan sebuah ambiguitas tersendiri. memang tidak bisa sepenuhnya ditolak bagaimanapun. tapi secara per kasus misalnya kita lihat perang paderi di sumatera barat yang meng-"adu" kaum paderi muslim dengan kaum adat minang plus pula tentara2 dari madura, ataupun perang rakyat sunda pribumi muslim yang saya sebutkan di awal tadi versus tentara2 dari india yang bukan tak mungkin ada yang muslim pula. apalagi jika melihat jihadnya umat imam kartosuwiryo yang bersiteru dengan sahabat seperguruannya soekarno. apalagi melihat pula perang aparat intelijen negara menyusupi kelompok2 radikal muslimin makar. mana yang perang kemerdekaan (atau membela tanah air?) dan mana yang jihad?

mungkin secara gamblangnya kita bisa bilang ya jelasnya tentu saja perang kemerdekaan ini adalah berkonteks tanah air, nasionalisme setelah tahun 1945 dan primordialisme pada berabad sebelumnya. namun kadung rakyat waktu berperang merasa haqul yaqin bahwa mereka sedang berjihad "murni" melawan penjajah kafir dan sudah pasti dijamin sama kiyainya masuk sorga jika mati fi sabilillah. memang dalam ajaran islam sendiri ada konteksnya bagi orang yang mati untuk mempertahankan harta benda miliknya. namun kembali lagi akan jadi bermacam2 per kasusnya. cuma secara generalisasi akan ada persoalan ketika mencampur-adukkan soal perang kemerdekaan dengan klaim jihad. belum lagi jika kita mempertanyakan seberapa terpenuhinya syarat2 yang cukup argumentatif dalam hal hitung2an strategi pemenangan perang yang rasional untuk bisa, boleh, dan mampu berperang/berjihad. dalam wacana itu komunikasi politiknya pak kyai aja kaleee, atau lebih sederhananya "upaya penyemangat", ya bolehlah menggunakan klaim jihad ini untuk berperang dengan belanda/jepang/sekutu guna membela kedudukan negarawan2 korup di jakarta atau raja2 kecil yang doyan main perempuan di kadipaten2nya (sebagian barangkali aza). tapi secara teoritis keilmuan di sini kita mulai melihat persoalan ambiguitas makna kata jihad dalam perang kemerdekaan RI. terutama lagi jika kita seret persoalan ini dalam konteks kemurnian akidah dalam ilmu/pelajaran agama islam. lha wong, katanye siyhh, amrozi dkk yang ditembak mati di nusa kambangan beberapa waktu lalu pemimpin negara kita tercinta ini adalah thogut (syaiton)!

wacana yang saya lontarkan ini mungkin dipandang kontra-produktif dan bermain2 di kaburnya persoalan--atau barangsekali ada yang berpendapat tegas dan pede bahwa perihal ini sudah terang jelas kali ya?. tapi ya ini memang baru sekedar analisis wacana pada level teori atau wilayah pemikiran saja. praktisnya saya juga tak berani katakan bahwa pendapat saya ini sudah pasti benar karena masih banyak hal yang harus difikirkan dan mungkin tak saya ketahuin. jadi, saya juga masih meragukan pemikiran saya ini dan tentu sangat menghormati ketulusan perjuangan kakek2 saya dahulu kala demi negeri kita tercinta yang (terlihat) merdeka saat ini begini. 'kan kata mantan ka bin hendropriyono sendiri selagi segala gerakan2 yang mengacaukan stabilitas negara ini masih dalam tahap pemikiran2 individu di kepala (ataupun sekedar iman di dada), bukan tindakan konkret eksekusi di lapangan ya ndak apa2 lah yaw. saya cuma jadi gelisah secara pemikiran saja terhadap distorsi pemaknaan pada kata jihad. di timur tengah sendiri untuk saat2 ini kita melihat pula perang pendapat dan tafsir atas kata2 jihad fisik ini. kudengar bahwa ulama2 salaf di arab saudi sendiri menyerukan hijrah bagi rakyat palestina, tidak memaksakan diri melawan israel karena kenyataannya secara strategi perang kondisi kekuatan militer kaum muslimin sangat jauh lemahnya saat ini. karena juga dalam agama bersabar itu juga jauh lebih utama. apalagi kalo kita melihat "clash" ulama2 puritan ini dengan kaum al-qaeda bin cia laden.

makanya nanti kalo hendak berjihad hendaklah pula dengan keikhlasan, ilmu, dan iman yang tulus; bukan karena marah2, jengkel, kurang senang, apalagi gara2 berebut tubuh mulus yang disilet2 suami rajin sholat dan rajin hajinya manohara odelia pinoy. hehe, kira2 kalo indonesia nanti (misal lho) perang dengan malaysia ada yang merasa dirinya sedang berjihad nggak ya?

LAGOE LOEKOE BERAT

Diberi hak-hak atau tidak diberi hak-hak; diberi pegangan atau tidak diberi pegangan; diberi penguat atau tidak diberi penguat—tiap-tiap machluk, tiap-tiap ummat, tiap-tiap bangsa tidak boleh tidak, pasti achirnja berbangkit, pasti achirnja bangun, pasti achirnja menggerakkan tenaganja, kalau ia sudah terlalu sekali merasakan tjelakanja diri teraniaja oleh suatu daja angkara murka! (Ir. Soekarno, Indonesia Menggugat)



BERITA BASI

tentang berita kehidupan yang masih basi
tentang cerita tak kunjung ketemu solusi
tentang penghambaan dan perbudakan;
libido kekuasaan manusia yang satu atas sama lainnya
yang justru bertopangkan kebenaran (ataukah pembenaran?)
yang membuat runtuhnya tembok harapan
dan garis keputus-putus kepercayaan

ini sungguh berita basi
tentang kehidupan yang begitu-begitu lagi
tak maju-maju meski terus usaha mencari
yang baru hangat sia bernanti
tetap begini, basi begini
begini teramat basi

penopang yang justru jadi penghalang

resiko harus diambil untuk kepercayaan yang diyakinin
sebab kita tak mungkin membikin,
pada sesuatu yang tak kita ketahuin
mudah2an pada saatnya tangan sucimu meluruskan
karena sungguh tiada tahan, pada
deraan basinya ini hidup yang tiada lagi keniscayaan
kehilangan harapan dan mengaburnya kepercayaan
di minimnya pengetahuan, di paradoksnya pemikiran
namun tetap bertahan, mencoba sejauh tahan
oh basitahan...

rebo, 27 may 2009



BLINSHYN

purnama di langit andalas
baik-buruknya tanah airku tetaplah objektif
tapi baik, buruk, Objektif itu apatah?

tetaplah menjadi gelisah
biar terus menyala semangat pantang berserah
menujum kesabaran hingga waktu yang semestinya
untuk menyerah, tanpa perlu kalah

segala tempat akan segera berlalu
hanya waktu yang senantiasa dalam ikhlas menemaniku
"tuan bukan taktau, tapi ridho menunggu"

"life begin at fourty," wisdom words say
enjoy my sweet seventeen at this time oh times
you make me shy to walk on ambigiuos moment in the never ending line
until tired and blind for the shine zzzzzzzzz

zzzzzzz...zzzzzz...zzzzz...zzzz...zzz..zz

lalu balik ke side a lagi tepatnya: a minor aksen ~
out of mind, again and again
so, what this georgious eyes can be reach on that beautiful methaphysic fine, find...
selain harapan akan percik2 cahaya anu dari dinamika siklus kehidupan
ah, sajak yang enggak jelas dan berlebih2an

kemis, 9 july 2009

PEMERKOSAAN SISWI SMP DI PADANG

Always there is a drop of madness in love, yet always there is a drop of reason in madness (Friedrich Wilhelm Nietsche)


permisiyyy, numpang tenar lagi nih aku ngutil berita yang satu ini. gw sendiri termasuk yang telat taunya dan kulihat di list google juga masih sedikit yang ke-index. mana tau ada yang butuh informasi ini dan situsku numpang tenar jadi sumber referensinya, walaupun sementara copas doang. kapan2 sempatlah kubikin analisisnya, sementara fakta kering (namun basahnya) ini dulu deh. yuk mari simak berikut ini:

Kesaksian Pelaku Pembunuh Siswi SMPN 1 Padang
sumber penulis: Efanurza - Padang Ekspres


Tersangka pelaku pemerkosaan dan pembunuhan sadis terhadap Anggraini Mayreski, Siswi SMP Negeri 1 Padang, mengaku habis menonton VCD Porno hingga berhasrat memperkosa korban. Tersangka berinisial "HB" (32 th) mengatakan tidak memiliki niat untuk menghabis nyawa korban. Dia mengaku hanya berniat untuk memperkosa korban. Sebab, saat membonceng korban, tiba-tiba nafsu sahwatnya memuncak. Namun, karena korban menolak ajakan tersangka, maka ia nekat membunuh. Berikut pengakuan tersangka kepada wartawan POSMETRO (Grup Padang Today) di ruang Reskrim Polres Padangpariaman, Rabu (17/6).

Pada pagi Selasa (16/6) lalu sekitar pukul 07.00 WIB Kata tersangka, dirinya ditelpon orang tua korban Roslaini untuk datang ke rumahnya. Dalam pembicaraan lewat telpon itu, Roslaini meminta tersangka untuk mengantarkan anaknya ke sekolahnya bersama sepeda motor ojeknya, karena telah biasa. Tanpa membuang waktu, tersangka dari rumahnya langsung menuju rumah korban di Jati Parak Salai. Di rumah Roslaini, sang korban telah siap dengan seragam sekolahnya untuk berangkat ke SMP Negeri 1 Padang untuk mengikuti ujian naik tingkat. Akan tetapi, menjelang sampai di SMP 1 Padang, tersangka berhenti di rumahnya yang kebetulan bertetangga dengan rumah korban di Jati Parak Salai, dengan dalih ada suatu keperluan.

Sesampai di rumah, tersangka langsung masuk ke dalam rumahnya. Sementara itu korban menunggu dekat sepeda motor tersangka yang parkir di halaman rumahnya. Tidak lama kemudian tersangka memanggil korban untuk masuk ke dalam rumahnya. Entah karena tidak berprasangka buruk, Anggraini Mayreski langsung masuk ke dalam rumah tersangka. Saat itu, korban hanya masuk sampai ke pintu ruang tamu. Tapi, jelas tersangka yang saat duduk dibangku sekolah STM memilih keahliannya pada bidang mesin las itu, korban diminta untuk terus masuk sampai ke ruang dapur dekat WC dan sumur rumahnya. Akhirnya, korban menuruti permintaan tersangka, meski korban sempat bertanya pada tersangka. Tapi, baru saja korban sampai di ruang dapur dekat pintu WC, tersangka langsung mengajak korban untuk berhubungan suami istri.

Seketika korban langsung menolak ajakan gila tersebut, karena korban mau sekolah dan ikut ujian naik kelas. Melihat situasi demikian tersangka langsung menutup mulut korban dengan tangan dan memukul kepalanya. Akibatnya, korban jatuh pinsan dan sadarkan diri. Tanpa membuang waktu tersangka mengontong korban ke dalam kamarnya. Dalam kamarnya tersangka melakukan perbuatan terkutuknya pada korban. Sebelumnya, papar tersangka sambil menyantap lontongnya, tersangka mengambil gunting untuk memotong rok, BH, baju seragam serta celana dalam korban. Kemudian dalam kondisi pinsan tersangka mengaku langsung setubuhi korban. Setelah selesai ronde pertama hingga sampai puncaknya, tersangka langsung memasuki ronde ke dua. Setelah itu rasa cemas dirinya semakin tinggi, karena korban tidak bergerak lagi.

Makanya, tersangka berniat dan nekat membuang korban jauh-jauh. Atas dasar itu tersangka memasuki korban dalam posisi tanpa busana ke dalam karung plastik pupuk warna putih. Kemudian tersangka memasuki baju seragam korban yang telah terpotong-potong ke dalam karung plastik. Selanjutnya, tersangka membawa sendirian dengan sepeda motor ojeknya ke luar Kota Padang, tepatnya di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Tempat penemuan mayat korban dalam karung oleh masyarakat di Korong Kabun Pasar Usang Kanagarian Sungai Buluah Kecamatan Batang Anai, tepatnya di samping SPBU Palapa. Sebelumnya, aku tersangka, setelah ia membuang karung tersebut, ia teringat akan baju seragam sekolah korban yang memiliki indentitas. Tapi, aku tersangka, karena telah terlanjur tersangka membiarkan saja. Dari sanalah terbongkat kedoknya.

Namun tersangka yang mengaku baru dua tahun ini menjadi tukang ojek, saat melakukan tindakan pemerkosaan dan pembunuhan tidak ada rasa hiba dan kasiahan, meski antara dirinya telah saling kenal dengan korban. Tapi, karena akunya, dirinya telah kemasukan setan, ditambah lagi ia hanya sendirian tinggal di rumahnya. Sementara itu, kedua orang tuanya tinggal di Sungai Puar Kabupaten Agam. "Saya sangat menyesal sekali atas tindakan membunuh dan memperkosa korban. Namun, bagaimana lagi, saya telah terlanjur berbuat nekat pada korban. Apalagi saya telah berusia 32 tahun belum juga berkeluarga hingga kini. Tapi, niat saya pertama hanya untuk menyetubuhi korban, namun korban menolak. Akibatnya, saya kalap dan berbuat nekat membunuh korban," akunya.

Kapolres Padangpariaman melalui Kaur Reskrim IPDA Anton Rompas kepada POSMETRO (Grup Padang today) menyatakan, yang mengungkap kasus adalah Polres Padangpariaman. Karena saat kita mengetahui korban adalah siswi SMP Negeri 1 Padang. Makanya, saat itu petugas datang ke sekolahnya. Namun, saat itu tersangka telah ada di sekolah, karena ditelpon ibu korban.Dari sanalah kita melakukan pengembangan. Akibatnya, "HB" ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan siswi SMP Negeri 1 Padang sebagai tersangka tunggal. Sebab, tersangka mengaku membawa mayat korban dibungkus karung plastik pupuk hanya sendirian tanpa dibantu orang lain. Kemudian petugas menemukan HP dalam kamar rumah dan nomor HP korban di dompet tersangka. Makanya, tersangka kita tetapkan sebagai tersnagka tunggal. Untuk sementara tersangka dijerat dengan pasal berlapis, mulai dari 338, 340, 353, 351, 285 yunto 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun kemungkinan tersangka diproses lebih jauh di Poltabes Padang, karena saksi dan TKP pembunuhan juga di wilayah hukum Poltabes Padang," tandas Kaur Reskrim Anton Rompas.


tulisan ini dikutil dari situs padang-today.com,,

TENTANG CINTA 7

~ Semasa Jatuh Cinta & Sedang Bercinta ~


Jatuh cinta, tiba-tiba sahaja membuatkan hidup berubah. Hidup tiba-tiba menjadi warna-warni. Cara berfikir, merasa dan melihat bertukar. Segala-galannya jadi indah. Nikmat dan menyeronokan.

Mengapa kita jatuh cinta?

Sebenarnya kesediaan untuk bercinta ada pada setiap orang. Keadaan ini berlaku apabila dalam diri kita berlaku dua dorongan:

Kita mengalami perasaan inginkan cinta. Ertinya pada ketika itu kenikmatan hubungan yang bermakna tidak kita perolehi. Kita tidak bahagia dengan kehidupan pada waktu itu. Lalu jika ada insan yang menyintai kita, maka hasrat yang selama ini beku tiba-tiba sahja mengalir memenuhi keperluan-keperluan cinta kita.

Untuk jatuh cinta kita haruslah bertemu dengan orang yang mampu memenuhi citarasa kita. Dalam hal ini sekiranya keperluan-keperluan asas kehidupan seperti kasih sayang, status, seks dan wang masih belum mencukupi, kita tidak cerewet untuk jatuh cinta. Tetapi bila semua itu sudah ada, kita akan memilih. Memilih mengikut keperluan-keperluan khusus yang kita kehendaki.

Dalam situasi kita memerlukan cinta, tiba-tiba bila muncul seseorang dalam hidup kita, emosi kita akan mengalami perubahan secara mendadak. Pelbagai perasaan dan nafsu yang kuat dan mendalam akan tertumpu pada orang itu. Hidup kita tiba-tiba menjadi seronok. Tembok emosi kita pecah. Cinta mencurah-curah. Keperluan yang selama ini kita idamkan tiba-tiba mendesak agar dipenuhi. Lalu kita percaya orang yang kita cintai itu dapat memenuhi segala keinginan dan keperluan kita. Pada saat ini, kita seperti terhumban ke jurang yang maha dalam. Kita tidak mampu menahannya. Kita tiba-tiba sahaja gagal menguasai diri. Segala-galanya tertumpu pada insan yang kita cintai itu.

Entah mengapa! Entah mengapa kita tidak ketahui. Insan itu semacam mengoda-goda kita. Kita mabuk. Perasaan kita tidak dapat dikawal lagi. Fikiran dan perasan sering bertempur. Sengit. Tapi fikiran sering kali tertewas oleh perasaan. Kita jadi keliru. Gagal membezakan antara godaan dan cinta. Pada kita kedua-duanya sama. Kedua-duanya serupa. Akal fikiran kita tidak mampu menilai dan membezakannya.

Dalam percintaan, kebimbangan utama yang sering dialami ialah takut kehilangan cinta, atau takut tidak mendapat cinta sepenuhnya. Akibatnya lahirlah rasa cemburu. Kita mula kurang yakin dengan diri sendiri. Kita berasa semua tidak selamat. Kita berasa amat terancam sekali.

Memang kita tahu, orang yang kita cintai boleh meninggalkan kita bila-bila masa. Dia boleh mendapatkan orang lain yang lebih hebat daripada kita juga bila-bila masa. Sesungguhnya tiada pengalaman lain yang paling menyayat, pilu dan menyakitkan selain daripada pengalaman ditinggalkan oleh orang yang kita cintai begitu saja. Kepedihan itu boleh membunuh seluruh semangat kita meneruskan kehidupan ini. Kita bimbang perkara itu akan terjadi pada diri kita. Kita jadi serba salah. Tidak berdaya. Akibatnya kita semakin bergantung emosi padanya. Kita amat mengharapkan cintanya.

Jatuh cinta menjadikan kita seperti gila. Kita akan terlalu berhati-hati dan teliti membaca perasaan orang yang kita cintai. Kita tiba-tiba menjadi pakar penafsir percakapan dan gerak geriknya. Kita kerap tidak mempedulikan apa yang kita lihat dan dengar. Kita anggap itu fitnah. Tetapi bila cinta kita berakhir dengan kegagalan barulah kita sedar. Barulah kita dapat menerima hakikat, bahwa sejak awal-awal lagi sudah nampak tanda-tanda negatif tapi waktu itu kita tidak hiraukan. Kita dibutakan oleh cinta kita padanya.

Bila kita dilanda cinta, kita sering mengawasi perlakuan dan tindak-tanduk orang yang kita cintai. Kita senantiasa menghitung dan mencatat berapa lama dia tidak menelefon, bila kali terakhir dia datang, apa yang dia kata, apa yang dia buat dan pelbagai lagi. Kita menjadi lebih peka. Lebih tajam mengesan tanda-tanda samada dia semakin mencintai kita atau semakin menjauhkan diri dari kita. Semuanya kita perhati dan fikirkan.

Begitupun pandangan kita hanya lebih peka dan tajam kalau kita belum benar-benar menyerahkan hati kita kepadanya. Dalam keadaan yang belum lagi rapat, jika kita nampak ada tanda-tanda dia mahu mengundurkan diri, kita akan segera memutuskan hubungan itu supaya tidak terlalu kecewa. Kita boleh memujuk hati untuk menyatakan bukan dia yang meninggalkan kita. Tetapi bila cinta kita begitu mendalam dan nampak ada tanda-tanda dia akan mengundurkan diri, kita tidak akan cuba memutuskan hubungan itu. Malah kita akan menyintainya dengan lebih gila-gila lagi.

Dalam keadaan emosi yang begini, kita cuba sedaya upaya menguasai tindak-tanduk orang yang kita cintai. Pelbagai daya penarik kita gunakan. Kita mahu jadikan diri kita orang yang paling menarik, unggul dan anggun dimatanya. Kita melakukan bermacam-macam cara supaya kita kelihatan elok pada pandangannya. Cara menyikat rambut kita ubah. Fesyen pakaian kita ubah. Kaca mata, kasut dan apa saja kita akan ubah asalkan kita kelihatan amat sempurna dan menarik di matanya.

Bukan setakat itu saja, malah kita akan memberi perhatian yang lebih dan mendalam apa yang dia suka dan kita tunjukkan padanya, kita suka apa yang dia suka. Kita berminat dengan kerjanya, hobinya dan apa saja kesukaannya. Dan pada masa ini semua warna diri kita kita tukar sesuai dengan warna kesukaannya. Kita berharap dia dapat melihat kita sebagai orang yang paling sesuai dan memenuhi keperluannya.

Pada masa ini juga kita akan cuba mengoda dan menambat hati orang yang kita cintai itu dengan cara menutup atau membuang perangai buruk yang ada pada diri kita. Kalau dulu kita malas berkemas, tiba-tiba kita jadi rajin berkemas. Kita pandai bergurau senda. Kita boleh ketawa. Mendengar masalahnya. Kita boleh bertolak ansur. Kita mudah menyetujui pandangan dan pendapatnya. Kita tidak banyak meminta daripadanya. Kita akan menjadi manusia yang tidak cerewet pada masa itu.

Kalau sebelumnya kita sangat berhati-hati berbelanja, tetapi bila jatuh cinta otak kita menjadi kelam-kabut. Urusan-urusan yang tidak mustahak dahulunya menjadi urusan besar. Yang dahulunya tidak penting kini menjadi amat penting. Dan yang penting kita perlu menarik minat orang yang kita cintai. Jadi bukan sesuatu yang aneh pada masa ini kita suka memberikan pelbagai pemberian berupa hadiah dan tanda mata. Pemberian itu bisanya pula berharga, romantik dan sentimental. Kita mengharapkan dengan pemberian itu dia membalasnya dengan memberikan cintanya pada kita. Kita menjadikan amat pemurah sekali. Tidak kedekut. Malah kita menjadi orang yang sangat budiman dan dermawan.

Kita lakukan semua itu agar cinta kita terjamin. Kita tidak dikecewakan. Orang yang kita cintai tidak lari begitu saja. Tidak meninggalkan kita. Kita sedaya upaya cuba membuat dia terpukau oleh sifat-sifat palsu kita. Pada kita, usaha dan tipu daya yang kita lakukan adalah sesuatu yang normal dan perlu dilakukan. Kepalsuan dan kepura-puraan kita itu adalah usaha untuk menakluki hati dan perasaan orang yang kita cintai. Dan setelah kita yakin cintanya berjaya kita tawan dan kuasai kita akan kembali siuman. Normal seperti biasa.

Kuasa! Dalam hidup ini, kita mahukan kuasa. Cuma kita tidak mahu mengakuinya. Ini termasuklah dalam soal-soal percintaan. Tapi kita menafikannya kerana perilaku itu dianggap negatif. Sebenarnya keinginan berkuasa dan cinta adalah perkara biasa. Secara normal biasanya kita lakukan dengan perkara-perkara positif seperti dedikasi dan layanan yang baik. Tapi adakalanya usaha yang kita lakukan begitu negatif. Kita sanggup melakukan ancaman dan menggunakan bomoh untuk mendapatkan cinta itu.

Apabila kita menggunakan cara-cara negatif kita sebenarnya berusaha menguasai pasangan kita. Sebaliknya apabila kita menggunakan perkara-perkara positif kita sebenarnya cuba menguasai faktor-faktor emosi yang ujud disekeliling kita untuk memenuhi keperluan-keperluan kita dengan sebanyak-banyaknya. Kita cuba memikat hati pasangan kita seerat-eratnya agar dengan demikian kehadiran dirinya melengkapkan lagi kehadiran diri kita.

Dalam diri manusia ini ada perkara-perkara yang disukai dan dibenci. Pengalaman hidup mengajar kita tentang itu. Kita juga tahu orang yang bagaimana kita perlukan untuk memenuhi keinginan lahir batin kita. Kerana itu kita mula belajar mengasuh diri. Kita ingin memiliki sifat-sifat sesempurna mungkin seperti penampilan yang menarik, kebijaksanaan, pengetahuan, berjaya dalam bidang pekerjaan, bakat dan keseksian.

Dalam hal ini penampilan amat penting. Faktor penampilan menjadi faktor terkuat untuk membuat seseorang tertarik pada kita. Adanya faktor ini membuatkan kita yakin pada diri sendiri untuk menarik perhatian orang sekeliling kita. Kajian menunjukan kejelitaan atau ketampanan penting pada peringkat awal perkenalan. Dan selepas itu baru faktor-faktor lain yang disebut tadi menjadi penting. Bagaimanapun faktor penampilan sebenarnya tidak berjaya mengekalkan cinta itu. Ia bersifat sementara. Cinta yang berpanjangan ditentukan oleh ciri-ciri positif keperibadian kita seperti kemesraan, keghairahan hidup, simpati, kesopanan, kejujuran, kepintaran, keyakinan diri dan kreativiti. Inilah ciri-ciri yang dapat meninggi atau merendahkan daya kuasa diri untuk memikat orang yang kita kasihi.

Pasangan yang sama-sama memiliki kuasa tarikan yang sama kuat terhadap satu sama lain, akan berasa seolah-olah ada semacam 'cinta pandang pertama' dari awal perkenalan mereka. Tetapi satu hal yang sering terjadi, daya kuasa tarikan ini tidak kekal. Ada masa menurun dan ada masanya menaik. Kalau kita lebih menyintai seseorang, ini bermakna orang itu mempunyai daya kuasa tarikan yang kuat daripada kita. Dan begitu juga sebaliknya.

Ketidakseimbangan daya kuasa tarikan cinta boleh menyebabkan kita kehilangan cinta yang kita ingini. Pihak yang mempunyai daya tarikan rendah akan merasa dirinya sangat menyintai pasangannya. Manakala pihak yang merasa kuasa tarikannya tinggi akan merasa dia kurang menyintai pasangannya. Makanya di sini kiranya lelaki merasakan kuasa tarikannya rendah, dia akan berasa serba kekurangan. Dia berasa dirinya tidak tampan dan tidak sepadan dengan perempuan itu. Dia mula resah. Serba salah. Mula berasa takut dia akan kehilangan orang yang dikasihi. Dia juga berasa tidak mampu menandingi lelaki-lelaki lain. Dia menganggap dirinya serba kekurangan.

Dalam keadaan beginilah si lelaki mula berasa cintanya pada perempuan itu bertambah. Dia akan berusaha untuk membuktikan cintanya. Dia sedia melakukan apa saja asal si perempuan itu terus menyintainya. Kadang-kadang usaha yang dibuatnya secara terbuka sehingga dapat dilihat dengan jelas oleh orang lain. Si lelaki mahu sentiasa berada bersama si perempuan tersebut. Si lelaki mahu membuat itu dan ini bagi perempuan tersebut. Si lelaki takut jika dia tidak ada, akan berlaku perkara-perkara yang tidak diingini. Dia takut si perempuan digoda oleh lelaki lain.

Tindakannya ini membuatkan si perempuan mula berasa dirinya diikat, dikongkong dan dicemburui. Si perempuan mula berasa cinta si lelaki itu merimaskan. Menyesakkan. Malah dia mungkin bingung kerana tidak faham mengapa dia dicemburui sedangkan dia tidak ada apa-apa hubungan dengan lelaki lain. Dan bila keadaan ini berlaku, kemungkinan cinta si perempuan mulai berkurangan pada lelaki tersebut. Si perempuan kemungkinan berasa cinta yang membuak-buak daripada lelaki itu sesuatu yang tidak menghairahkan. Si perempuan kini berasa begitu yakin akan cinta si lelaki itu padanya. Keyakinan itu menyebabkan si perempuan menjadi sangat berkuasa dalam menentukan arah cinta mereka.

to be continued...

ditulis oleh Syaiful Bakri (Sy41ful@GMail.Com)

TENTANG CINTA 6

...Cinta ini celik dan kecelikan cinta itu dapat mencelikkan pula yang lain. Cinta Sejati tidak buta...Sayangnya ramai yang suka kepada cinta buta, membiarkan dirinya hanyut dibawa arus geloranya, tersadai di celah akar pohon kecewa, lalu berkata...


~ Seni Cinta Sejati ~


Ramai orang percaya bahawa cinta tiada diikat oleh seni. Malah ada pujangga yang berkata bahawa cinta lebih tinggi dari segala peraturan. Pada hakikatnya cinta ada seninya untuk membezakannya dari yang lain. Jika tinggi seni cinta itu, dan di praktikkan seni itu, maka tinggilah nilai cinta itu. Sesungguhnya nilai estetika cinta tidak boleh dipisahkan dari nilai etikanya. Jika dipisahkan, maka cinta itu akan jadi tempang dan buta. Berikut adalah Seni Cinta Sejati untuk anda praktikkan :

Seni Berfikir

Cinta Sejati itu tidak buta. Cinta itu dikurniakan kepada makhluk yang berakal. Kerana cinta memerlukan akal bagi menilainya dari sudut mutu etikanya. Cinta itu bukanlah segala-galanya. Walaupun ia penting dalam hidup, Iman yang lebih penting dari cinta. Dengan adanya Iman, barulah anda boleh mencintai dengan Cinta Sejati. Cinta juga perlu kepada akal kerana cinta tergolong kepada hal nafsu.

Cinta perlu kepada pedoman atau peraturan. Tanpa pedoman, cinta akan buta dan meraba-raba. Cinta Sejati tidak pernah menolak pedoman dan tidak lupa pada pedoman hidup, iaitu ISLAM. Cinta itu amanah. Ia bukan hak anda. Sebagaimana halnya dengan diri anda, cinta juga adalah amanah. Tidak wajar untuk anda jadikan amanah itu untuk memusnahkan atau memungkiri amanah yang lain.

Cinta Sejati itu sifatnya sejumlah. Ertinya walaupun anda cinta kepada kekasih anda, ia hanya sebahagian dari cinta yang menyeluruh. Cinta Sejati itu adalah cinta kepada Pencipta anda, cinta pada diri anda, cinta kepada ibu bapa anda, cinta kepada masyarakat anda, cinta kepada agama anda, dan dalam masa yang sama cinta kepada kekasih anda. Kerana sifatnya sejumlah dan menyeluruh, maka Cinta Sejati akan menjadi adil. Ia meletakkan cinta pada yang berhak untuk dicintai dan setakat mana patut dicintai. Ia tidak melebihkan cinta kepada kekasih saja hinggakan lupa pada cinta yang lain.

Cinta Sejati tidak perlu disebut. Ia khas untuk anda. Ia bukan hak orang lain. Jika anda beri Cinta Sejati, ia tidak semestinya dibalas oleh orang yang anda beri. Tapi anda tidak akan kecewa bila cinta tidak berbalas kerana anda tahu anda bercinta di bawah naungan Pencipta, yang tentu membalas kebaikan terhadap cinta anda yang putih bersih.

Seni Merasa

Cinta yang anda nikmati sedikit demi sedikit berkat kesabaran itulah yang lebih membahagiakan anda. Anda tidak perlu gelojoh dalam cinta. Ini kerana jika anda gelojoh, anda mungkin seronok sebentar saja tapi merana sepanjang hayat.

Merasa Cinta Sejati terhadap kekasih ialah mentakrif nikmat peringkat kedua, yang sederhana sifatnya, tidak melampau-lampau. Anda tidak terlalu terbawa-bawa oleh perasaan bila cinta anda sejati. Anda masih boleh membuat pertimbangan yang wajar.

Jika kecewa bercinta, jangan hingga berputus asa, kerana rahmat Pencipta masih dikurniakan untuk anda. Cubalah rasai betapa beruntungnya anda mengecapi nikmatNya yang lain, dan bersyukurlah kepadaNya.

Seni Bertindak

Jangan mendahului ketentuan. Anda perlu banyak bersabar dalam bercinta. Bila sampai masanya anda akan dihalalkan untuk membuktikan cinta kepada mereka, barulah anda membuktikannya itulah Cinta Sejati.

Jikalau anda bercinta sebelum berkahwin, layanilah sekadar saja. Yang penting ialah menikahi kekasih anda, itulah ertinya menerima cintanya, kerana nikah adalah ikatan cinta.

Andai kata anda bercinta sebelum berkahwin dan kekasih anda mahu merosakkan kehormatan anda, jauhilah dia dan jangan rasa kesal akibat kehilangannya. Mudah-mudahan anda akan mendapat kekasih yang jauh lebih memahami Cinta Sejati dan tulus dalam cintanya terhadap anda.

Manifestasikan cinta anda hanyalah setelah bernikah. Berdoalah agar cinta itu diberkatiNya dan sentiasa mendapat rahmatNya. Pohonlah kepadaNya agar dikurniakan kepada anda nikmat Cinta Sejati yang tiada taranya. Cinta Sejati atau Cinta Suci itu tidak buta. Cinta ini celik dan kecelikan cinta itu dapat mencelikkan pula yang lain. Cinta Sejati tidak buta dan tidak wajar dikatakan buta. Cinta yang buta ialah cinta yang bernoda. Cinta yang buta itu segalanya buta. Buta tentang cara dan peraturan cinta, buta tentang tanggungjawap cinta, buta tentang hikmah cinta, malah buta tentang hakikat diri. Cinta yang buta itu cacat, kerana ia buta. Sayangnya ramai yang suka kepada cinta buta, membiarkan dirinya hanyut dibawa arus geloranya, tersadai di celah akar pohon kecewa, lalu berkata, 'Cinta Itu Buta'. Cinta Sejati bukan seperti cinta Laila dan Majnun atau Romeo dan Juliet. Cinta Suci adalah seperti cinta Rasulullah dan Siti Khadijah, atau Saidina Ali dan Siti Fatimah.

to be continued...

ditulis oleh Syaiful Bakri (Sy41ful@GMail.Com)

SEJARAH KOMPUTER DUO

Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.



sambungan dari SEJARAH KOMPUTER CIEK yawww

KOMPUTER GENERASI KEDUA

Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.

Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputerkomputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner.

Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program. Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secaa luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.

Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapa tmencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

KOMPUTER GENERASI KETIGA

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Para ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

KOMPUTER GENERASI KEEMPAT

Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal. Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dn mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.

Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram. Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).

IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.

Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat. Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.

KOMPUTER GENERASI KELIMA

Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.

Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhana. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertia manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.

Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.

Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.

narsum:
- Ivan Sudirman (ivan@wiraekabhakti.co.id)
- Romi Satria Wahono (romi@romisatriawahono.net)
Kuliah Pengantar IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com

SEJARAH KOMPUTER CIEK

..tulisan berikut ini aku dapatkan berupa ebook yang sepertinya kudownload dari situs IlmuKomputer.Com mungkin agak terkesan naif kumuat ulang disini tapi barang kalee aza ada yang pengen baca artikel ini dan kesulitan untuk menemukan di tempat lain (entah karena navigasi websitenya yang agak kurang familiar dan sebagainya) dan kebetulan dengan lewat index google kecantol kesini karena buatku sendiri materi ini cukup menarik hati dan rasa2nya juga ndak gampang buat mendapatkan tulisan tentang sejarah komputer yang cukup komprehensif seperti ini makanya mudah2an bermanfaat dan untuk lebih lengkapnya silakan oprek lagi di situs IlmuKomputer.Com tersebut yahhh..


Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejak dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik.

Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang mennghubungkan berbagai tempat di dunia.

Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.

1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia

2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual

3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik

4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh

Tulisan ini akan memberikan gambaran tentang sejarah komputer dari masa ke masa, terutama alat pengolah data pada golongan 2, 3, dan 4. Klasifikasi komputer berdasarkan Generasi juga akan dibahas secara lengkap pada tulisan ini.

ALAT HITUNG TRADISIONAL dan KALKULATOR MEKANIK

Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuh rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya.

Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi. Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak.

Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan. Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi.

Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya. Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer. Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.

Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarng profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika: mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu. Masalah tersebut kemudian berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.

Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut.

Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dpat ditekan secara drastis. Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualny ke masyarakat luas. Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924) setelah mengalami beberapa kali merger. Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembac kartu perforasi untuk usaha bisnis. Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dn pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960.

Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat penemuan baru lainnya. Vannevar Bush (1890- 1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

KOMPUTER GENERASI PERTAMA

Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali.

Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, colossus bukan merupakan komputer serbaguna (general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.

Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beroperasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.

Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW. Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.

Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usaha membangun konsep desain komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuh memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut.

Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952. Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dn silinder magnetik untuk penyimpanan data.

bersambung ke SEJARAH KOMPUTER DUO yawww

TENTANG CINTA 5

Apabila dia bercakap tumpukan perhatian kita tanpa berbelah bagi. Dengan ini kita telah memberi tahunya bahwa dia adalah orang yang paling penting dalam dunia. Apa yang diucap dan dicakapkan amat bermakna kepada diri dan kehidupan kita.


~ Cinta Adalah Seni~


Seni bercinta adalah seni pengurusan. Bercinta adalah mengurus ego seseorang yang kita cintai. Kita mengurus keperluan-keperluan emosi, psikologi dan sosialnya. Asas pengurusannya ialah 'Buat, buat dan buat serta Cuba, cuba dan cuba'. Dengan pengurusan begini ego seseorang yang kita kasihi akan sihat, segar dan bertenaga oleh apa yang kita lakukan padanya. Begitu juga sebaliknya. Egonya akan sakit, rusak dan binasa oleh apa yang kita lakukan. Bukan oleh apa yang kita niat dan rancang. Maka yang penting di sini ialah 'buat' termasuk 'cakap'.

Oleh yang demikian setiap malam, sebelum tidur, rancang apa yang akan kita lakukan untuk esok. Dan esok pagi buat perkara itu. Kalau malam itu kita rancang untuk memberinya hadiah, esoknya lakukanlah.

Orang yang kita cintai adalah pelanggan kita. Dia makan apa yang kita hidangkan. Dia nampak apa yang kita buat. Dia dengar apa yang kita ucap. Ingatlah yang "pelanggan adalah raja" dan "pelanggan tidak pernah salah". Dialah pembeli dan pengguna bahan yang kita hasilkan, ucapkan dan tampilkan. Dia mengguna tuala yang kita cuci, meminum sirap yang kita bacuh, menafsir apa yang kita ucapkan. Dia adalah raja. Dan dia tidak pernah salah. Dia tahu apa yang dia mahu. Dia akan menentukan apa yang dia mahu. Kalau dia mahu sirap yang kita hidangkan manis. Jangan lupa lebihkan gula. Hanya dia yang tahu apa yang dia mahu. Tekaan kita mungkin salah. Ramalan kita mungkin meleset. Oleh itu kita perlu tanya pelanggan kita apa yang dia mahu. Dan ingat! Jangan berikan apa yang dia tidak suka.

Dalam mengurus seseorang yang kita cintai, tanya apa keperluan emosinya. Tanya kenapa dia suka kemanjaan. Kenapa dia suka kita berambut panjang. Tanya kenapa dia suka perempuan berkulit kuning langsat. Kenapa dia suka memancing. Atau kenapa dia suka didukung. Pepatah ada menyebut, 'malu bertanya sesat jalan'.

Bercinta juga ialah satu perniagaan. Produk yang kita niaga adalah perkhidmatan kita untuknya. Pastikan kita akan menjual produk yang bermutu tinggi untuknya. Jangan jual produk yang basi, layu, patah dan hapak. Kelak pelanggan kita akan lari. Kita yang rugi. Jualah produk yang segar, baru dipetik, baru digubah, baru dicipta, masih keras atau masih wangi. Jangan jual barang sama seperti yang pernah kita jual. Berikan barang baru dari masa ke semasa. Itu yang dia mahukan. Jangan ungkit cerita yang itu-itu sahaja. Jangan tanya solan yang itu-itu juga. Jangan ucapkan kata-kata:

"Dulu awak", "Dulu awak", "Dulu awak", "Awak sayang saya tak?", "Awak sayang saya tak?" dan sebagainya.

Pelanggan kita itu memang cerewet. Hari ini dia mahu begitu, besok sudah tidak mahu lagi. Hari ini dia mahu begini, tapi esok mungkin dia bertanya," tak ada yang lain ke?" Oleh itu kita perlu bersedia sepanjang masa menukar penampilan, pujian dan sebagainya. Tukar teknik, tukar stail (gaya) dan cara pendekatan. Pelanggan kita adalah manusia. Ia senantiasa mengalami perubahan pemikiran, cita rasa dan keinginan. Jangan takut mencuba resep baru, panduan baru, ukuran baru atau warna baru. Yang penting kita "Buat, buat dan buat" dan kita "Cuba, cuba dan cuba" Ini lah seni bercinta. Cuba cipta yang baru. Lakukan yang baru. Ucap kata-kata baru. Biar dia terkejut. Biasanya dia akan suka.

Dalam percintaan, apabila kita bercakap, buktikan yang kita ikhlas. Buktikan kita ingin mengenali dirinya, perasaannya, dan fikiran-fikiranya. Buktikan juga kepadanya, kita berminat mengetahui cita-citanya, harapannya, minatnya, hobinya, kepercayaannya, pegangan hidupnya, kebimbangan-kebimbangannya ataupun keraguan-keraguannya. Tapi ingatlah! Pada waktu yang sama, jangan sekali-kali kita membuat penilaian dan keputusan ke atas apa yang diberitahu. Kita bukan hakim dan tidak ada orang yang suka dihakimi. Tunjuk dan buktikan yang kita bersikap terbuka. Dengan bersikap demikian kita telah memberikan kepadanya kehormatan diri. Keterbukaan juga mampu menerbitkan rasa saling percaya-mempercayai. Dalam keadaan ini kita ternyata telah memberi sokongan dan dukungan emosi dan psikologi kepadanya. Dan dia sudah pasti akan menyenangi kita!

Apabila dia sedang bercakap, kita jangan sibuk mencela dan bercakap. Orang yang bersikap terbuka adalah orang yang sanggup mendengar. Dengar pendapatnya, fikirannya, dan idea-ideanya. Dengar juga keluhannya. Tetapi kiranya kita ikut sama bercakap tentu sekali dia tidak yakin kita berminat pada apa yang diucapkannya.

Apabila kita berminat mendengar apa yang dicakap atau diucapkannya, dia akan berasa kita begitu rapat padanya. Barulah dia yakin, kita bukan sahaja kekasih tapi juga sahabat karibnya. Dalam keadaan begitu hubungan kita akan tumbuh, segar dan berkembang. Cinta kita juga tambah mendalam.

Sikap kita yang pandai mendengar dengan penuh perasaan sebenarnya adalah satu pengiktirafan terhadap dirinya. Ingat! Pengiktirafan adalah perkara penting dan paling mujarab untuk perkembangan diri dan peribadi orang yang kita cintai.

Apabila kita bercakap, buktikan padanya kita memang mempunyai keyakinan terhadap diri dan bakatnya. Dengan sikap begini kita mendidiknya untuk belajar dari kesilapan dan pengalaman lampau. Dan apabila dia berjaya ucapkan tahniah dengan ikhlas. Ucaplah puji-pujian dengan kuat dan jelas, biar dia tahu kita menghargai dia. Kita tidak membohongi dia.

Percakapan yang suka didengar orang ialah percakapan yang membawa keseronokan dan kebahagiaan. Orang yang seronok dan bahagia akan melakukan perkara-perkara yang positif.

Lebih penting daripada kepandaian bercakap atau mengucapkan kata yang betul dan manis ialah kepandaian mendengar. Untuk menambat hati orang yang kita cintai, lakukanlah perkara-perkara berikut apabila dia bercakap sebagai membuktikan kita pandai mendengar dengan baik.

Apabila dia bercakap tumpukan perhatian kita tanpa berbelah bagi. Dengan ini kita telah memberi tahunya bahwa dia adalah orang yang paling penting dalam dunia. Apa yang diucap dan dicakapkan amat bermakna kepada diri dan kehidupan kita.

Kalau kita benar-benar berminat dengan apa yang dia ucap dan dicakapkan buktikanlah melalui pergerakan badan kita. Tegak dan condongkan badan kita kearah dirinya apabila kita mendengar percakapannya. Tindakan ini menunjukkan yang kita bukan hanya menghormati dirinya tapi juga menghargai isi percakapanya.

Biarkan dia habiskan percakapannya sebelum kita berkata sesuatu. Jangan sambung ayat-ayatnya seolah-olah kita tau apa yang nak di ucapkan. Jangan menyampuk dia dengan kata-kata yang terlintas di kepala kita. Untuk apa kita berebut-rebut hendak bercakap seolah-olah tidak ada masa lagi sedangkan kita hendak sehidup dan semati bersamanya.

Jika orang yang hendak kita tambatkan hatinya bercakap tentang masalah yang sedang dialami, hati-hati jangan cepat memberi pendapat atau mengemukan cadangan penyelesaian. Ingat! Orang yang sedang bercakap dengan kita buka kerana dia perlukan nasihat atau cadangan daripada kita. Dia mungkin cuma perlukan sepasang telinga yang pandai mendengar, disertai oleh perasaan yang sanggup mengambil berat tentang dirinya. Itu sahaja! Dan mungkin dia tidak memerlukan nasihat atau cadangan penyelesaian daripada kita. Dia luahkan masalahnya bukan untuk diselesaikan tapi dia perlukan perkongsian dengan kita. Perbuatan kita mendengar dengan baik ialah bukti kita mencintai dan mengasihinya.

Apabila kita mencintai seseorang yang kita cari adalah kebaikannya. Bukan kelemahan. Bukan kekurangan. Dan bukan juga kecacatannya. Melimpahkan harta kekayaan kepada orang yang kita cintai bukan bukti yang kita benar-benar mencintainya. Bukti kita benar-benar cinta kepadanya terletak pada kesediaan kita mendorong dia menyadari dan membangunkan harta kekayaan yang tersembunyi dalam dirinya.

Untuk mendorong kita melakukan kebaikan bukanlah perkara yang berlaku sebelum kita melakukan kebaikan itu. Arahan, sindiran, tegahan, syarahan, nasihat, paksaan, dan leteran bukanlah alat yang berkesan mendorong kita melakukan sesuatu kebaikan. Mungkin ramai yang terkejut dengan kenyataan ini. Tapi inilah kebenaran. Inilah hakikat dan kenyataannya. Pendorong yang paling berkesan ialah apa yang berlaku selepas kita melakukan sesuatu kebaikan. Pujian, pengiktirafan dan ganjaran merupakan pendorong utama ke arah kebaikan.

Kiranya kita melakukan sesuatu kebaikan yang terlalu kecil. Dan ada yang melihat kebaikan itu kemudian memberitahu dia nampak kebaikan yang kita lakukan, kita menjadi lebih terdorong untuk mengulangai perbuatan baik itu. Tapi sayangnya, dalam hidup kita seharian, orang yang kita sayang lebih suka mencari kelemahan dan kesilapan yang kita lakukan secara tidak sengaja telah membesar-besarkan kesilapan itu seolah ia adalah satu dosa besar yang tak boleh diampunkan lagi.

Sebagai manusia kita sebenarnya memiliki kehebatan kita masing-masing. Dan kebanyakan kehebatan itu timbul oleh kerana kita menerima dorongan daripada orang lain. Dorongan itu merupakan satu pengiktirafan atas kehebatan yang kita lakukan. Tetapi pengiktirafan itu terlalu payah untuk kita dapat walaupun dari orang yang kita sayang dan cintai.

Pujian dan pengiktirafan mestilah kita beri kepada orang yang kita cintai. Memujinya berarti kita telah menolong dirinya untuk menikmati apa yang dia ingini. Pujian menyebabkan dia bertambah yakin akan kemampuan dirinya. Pujian akan menjadi dia lebih berkesan dalam apa jua usaha yang dilakukan. Untuk itu, kita perlulah memuji dan memberi pengiktirafan secara ikhlas dan jujur.

Dan ingatlah, jika pujian dan pengiktirafan yang kita berikan itu sebagai taktik supaya dia melakukan sesuatu untuk kepentingan diri kita sendiri, perbuatan kita akan menikam diri kita sendiri. Kerana orang yang menerima pujian kita punyai ketajaman mata dan telinga untuk membezakan antar pujian yang ikhlas dan jujur daripada pujian yang bermotif sebaliknya.

Pujian yang tidak ikhlas adalah pujian yang banyak menggunakan perkataan jenis kata sifat. Kata jenis ini mampu menerangkan sesuatu tapi tidak jelas. Pujian-pujian sperti " Saya suka awak", "Awak baik", "Siapa boleh lawan awak", "You cantik", "Hebatlah you", "You terrorlah" , dan seumpamanya adalah pujian yang tidak ikhlas dan jujur. Pujian-pujian berbentuk kata sifat membuatkan orang yang kita cintai sangsi, ragu, curiga terhadap keikhlasan hati kita kerana perkataan itu tidak memberi apa-apa maklumat yang jelas dan tepat.

Kalau kita memuji "you cantik" dia mungkin tidak faham apa yang ada pada dirinya yang kita kata dia itu cantik. Matanya, hidungnya, mulutnya atau apa? Dia pun tahu yang dia ada kelemahan di sana sini. Barangkali rambutnya terlalu keriting, atau barangkali kulitnya yang sedikit hitam. Dia akan merasa sangsi. Dihatinya timbul kecurigaan yang kita memuji mungkin untuk mendustai dirinya supaya dia sukakan kita.

Dorongan mempunyai kuasa ajaib kepada orang yang kita cintai. Dalam dorongan wujud pujian dan pengiktirafan. Cinta dan kehormatan adalah sesuatu yang istimewa dan sukar diperolehi. Tidak ada cara lain untuk mendapat cinta dan kehormatan kecuali kita sanggup memberi kedua-duanya. Oleh itu kiranya kita berasa kita tidak memperolehi kedua-duanya daripada orang yang kita cintai, kita perlulah memeriksa diri kita. Apakah kita memberi kedua-duanya dan secukup-cukupnya. Dan dalam soal ini pujian dan pengiktirafan adalah ganjaran yang boleh membuktikan cinta dan kehormatan.

Pujian paling berkesan adalah pujian yang diberi ke atas perkara-perkara kecil, kerana ini membuktikan yang kita sentiasa memerhati semua sumbangan orang yang kita kasihi itu. Dan pujian yang paling berkesan hanya terdiri daripada dua patah perkataan sahaja iaitu " terima kasih '. Kata pujian ini dihargai oleh sesiapa sahaja termasuk diri kita sendiri. Dan jika sekiranya kita berasa terlalu sukar menyebut kata " terima kasih " ada cara lain untuk menyampaikan mesej itu. Kita boleh gunakan pujian secara tidak langsung tetapi membawa makna yang serupa.

Bagaimana pun pujian itu perlulah dibuat atas perkara yang dilakukan. Misalnya kita memuji masakannya enak, rumah yang kemas, atau layanan yang mesra. Kita juga boleh menuji dia pandai melayan ibu-bapa kita, memanam bunga atau pandai memilih warna pakaian. Di sini, apabila kita memuji apa yang dilakukan, dia pasti tahu bahawa kita tahu dengan tepat apa yang kita puji itu. Pujian ini tentu saja mengukuhkan lagi perlakuan yang baik itu. Dan dia juga akan berasa yakin pada kebolehan dan bakat yang tersemat dalam dirinya. Inilah pujian yang positif.

to be continued...

ditulis oleh Syaiful Bakri (Sy41ful@GMail.Com)

Media Kak Tarsis Dalam Karyo The Asu Sastrooo

Seorang koruptor zaman Orde Baru yang lolos dari pengawasan Indonesian Coruption Watch bersantap malam bersaama keluarga besarnya. Sambil me...