Selasa, 29 September 2009

CICAK VS BUAYA

ramai diberitakan pemberitaan berupa berita gesekan antara institusi kpk dan polri beberapa minggu belakangan ini. peristiwa ini semakin menarik ketika nama2 komjen susno duadji (sd), kabareskrim polri, mulai jadi sorotan. sd kabarnya diduga menerima uang terimakasih dalam kasus bank century. informasi ini berkat penyadapan yang dilakukan oleh kpk (edunn jenderal polisi berani mereka senggol juga euy). bersamaan pula barangkali dengan ter-publish-nya kasus bank century (dan entah apa ini ujung2nya bisa sampai pula ke presiden cos' boediono udah mulai kebawa2) termulailah genderang perang antara kpk (yang terlibat atau melibatkan diri) vs sd (atau polri). istilah cicak vs buaya pun muncul dari mulut sd untuk menggambarkan perbandingan kekuatan antara adik bau kencur kpk vs kakak bau kentut polri. dan entah apa hubungannya pula dengan antasari gate.

dari peristiwa ini dapat kita lihat betapa peliknya permainan politik campur hukum pada kalangan elit tingkat tinggi negeri ini. bagaimana tradisi persekongkolan, melindungi konco2, patgulipat hingga fanatisme institusi hingga kebudayaan komunal negeri ini membuat sebuah tontonan menarik pada panggung wayang etnis elit negeri ini atas berbagai gate2 yang tak semudah membedah kasus kriminil amatiran pencury ayam di kampung2. mungkin hukum pada akhirnya memang memihak pada siapa yang berkuasa dan keadilah sejati hanyalah ilusi dan harapan pada tuhan di alam lain nanti. menariknya lagi untuk case indonesia dengan warna kebudayaan komunal massif-nya, sebuah upaya investigasi kriminal terhadap sebuah objek hukum (terlebih orang berkekuasaan) akan sangat kuat kait2 mengkaitnya dengan orang2 lain di sekitarnya. dan ketika kpk membidik sd (apalagi beliau seorang jenderal polisi bintang 3) itu berarti akan menjaring se-komunal massa di sekitarnya dan kaitan2 di sekelilingnya. jika seorang bandar narkoba kampungan saja bahkan bisa dilindungi oleh warga sekitar (seperti sebuah kasus beberapa waktu lalu di tanah abang) apalah lagi jika menyangkut orang besar, elit beserta dunsanak2 dan konco2nya dan duit.

tapi menarik juga menyimak ketika taufikurrahman ruqi (mantan ketua kpk dan polisi juga yang sekarang ditunjuk menjadi anggota tim 5 kepres plt kpk oleh sby) menjadi salah seorang pembesar negeri ini yang cukup berani menyebut2 nama sd pada media di awal2. padahal berasal dari korps almamaternya sendiri dan berpangkat komjen pula. di angkatan darat setahun silam bahkan seorang jenderal bintang tiga ini bisa menjadi kepala staf saat yang berpangkat bintang empat hanya panglima tni. bahkan soeharto saja bisa menyingkirkan soekarno dengan modal bintang 2 sebagai panglima kostrad taon 60-an doeloe. tapi ah yang namanya kudeta dan peristiwa abnormal seorang kopral pun sah2 saja mengangkat dirinya menjadi jenderal naga bonar. kembali ke kasus sd, terakhir sesepuh hukum republik ini Dr. adnan buyung nas (anggota watimpres dan sekarang anggota tim 5 juga) bahkan ikut2an berani memperkarakan jenderal sd di media massa. dan lebih terakhir lagi barusan kudengar wapres yang kalah pemilu kemaren, bapak jk, sampai2 mengultimatum kapolri untuk mencopot sd. oya perlu diketahui jk sempat terlihat bergesekan pula dengan menkeu dan elected vice president perihal kasus bank century.

sepertinya mulai ada kelompok arus perubahan di negeri ini yang mulai berani berkonflik dengan gengnya "orang2 lama" atau "orang2 kita". ini juga mengingatkan saya kepada rekaman percakapan ratu lobi ayin artalyta yang membawa2 pejabat tinggi kejaksaan agung dan munculnya kemudian istilah "orang kita" ini. ya memang sudah sewajarnya kita eh mereka saling melindungi teman2nya. tapi bagaimana jika grup ini adalah sebuah persekongkolan besar yang bertujuan melindungi dosa orang2 lama? dan bagaimana arus reformasi akan menembusnya setelah 10 tahun lebih berjalan kita menyaksikan seakan mandeg di tempat dan sepertinya petinggi2 yang terpilih dan dicintai rakyat negeri tolol ini adalah orang2 lama yang tentunya berdana besar itu juga? yang jelas di sela2 itu kita akan melihat pasti selalu ada orang2 yang tidak ikut arus, dan ikut terlibat main kotoran, di negeri ini. salah satunya mungkin terindikasi dari per-harta-annya. kita terenyuh mendengar beberapa waktu dulu ada hakim2 tipikor yang tentunya se-level dengan hakim2 agung yang berkantor di samping istana negara malah harus hidup mengontrak di kamar sederhana di jakarta karena bekerja di institusi temporal yang baru dibentuk. dan bagaimana pula adanya orang2 seperti taufikurrahman ruqi yang mulai agak terang2an membedakan diri dari kelompoknya "orang kita".

tentu mereka semua masih saling bercampur dan ber-muamalah dan sama2 pake baju koko dan ucap assalamualaikum saat jumatan. sebagaimana juga aa' antasari barangkali orang kita yang disusupkan ke kpk dan sekarang entah ada skenario apa membikin kasus besar sampai melayangkan nyawa anak manusia dengan diberitakan hanya gara2 berebut memek wanita. yang jelas di dunia ini memang penuh akan permainan dan intrik politik yang terkadang asik kadang nggak asik meski nggak asik disitu yang asik. dan hasrat akan kekuasaan, hegemoni, penindasan, dan pen-dzhalim-an terhadap orang lain adalah hasrat libido purba yang akan terus ada mewarnai panggung sandiwara dunia oleh berbagai rupa dan bersilih ganti pemainnya. dan mungkin mereka berpikir itu semua bisa ditutupi dengan ritual formal dan tampilan luar berbaju koko dan lafal assalamualaikum di depan mikrofon media massa.

termasuk juga taktis strategies membawa2 dan melibat2kan orang lain seolah menjadi manusia penolong yang bermanfaat padahal sejatinya itu untuk keuntungan pribadi juga yang kelak akan ditagih untuk menjadi cangkang pelindungnya, massa dan kroni di sekitarnya. inilah panggung sandiwara dunia dan menjadi lebih menarik saat ada adegan pertandingan cicak vs buaya. terkadang mereka berdamai dan berkawan atau pura2 berkawan. lalu adegan tindas menindas, sikut menyikut kembali mesti diadegankan. sampai out ..... cuma ada sedikit kekuatiranku kalo sampai perang buaya dan cicak ini meledak besar hmm tak kebayang gimana cicak2 newbie sok suci bakal menghadapi kekuatan besar status quo buaya2 masa lalu yang sudah tak tahan lagi tertekan2 beserta segenap rakyat indonesia mata ijo royo2 di belakangnya. hmm memang nikmatnya jadi pengamat, santai2 di depan monitor kompi mengelunjurkan kaki ke atas meja dan menikmati sedapnya petikan instrumen latin guitar pada track07.mp3 sambil ngomel2 pada serunya sandiwara aktor2 dunia fana, seolah tiada berdosa dan tak sedang bersandiwara hi2.

update: dan di daerah bencana ini para pengikut buaya lagi mata ijo royo2 liat aneka dana yang kesini mengalir, horeee