Minggu, 31 Oktober 2010

Lho, Koq?

Karena tak ingin merepotkan admin saya bertanya lewat postingan aja. Loh, koq kompasiana mobile ndak bisa diakses lagi dari browser modif gw ??? Jadi kesedot deh quota nih buka full site, ndak makan lah awak seminggu hi2. But its okay, udah lama gak masuk sini. Jadi sempet accepted friend request. Oya thx buat semuanya. Setidaknya sebuah persahabatan virtual lebih potensial utk terjalin secara nirkepentingan (pada awalnya) hehehehe.


Oks sekian aza dulu. Seperti admin sayah juga lagi sibuk2nya jadi ndak bisa nulis panjang2 mesti (bukan meski ya) terus mengikuti aneka peristiwa yang terus berkembang–di luar kepentingan ekonomis gw sendiri–mulai dari Bu Diono yang sekarang keliatan gagah jadi penguasa ad interim sepeninggal Pak Beye yang sedang kondangan ke Sang Khailk hingga matinya Alm Mbah Marjan. Aku juga heran lho kok “orang” sakti dan orang “kaya” dan orang “kelihatan” religius koq bisa meninggal tewas juga seperti kami para gembel sampah bangsa yang diuber-uber preman berseragam nan makan uang negara dari pembayar pajak ituh.



Tuh kan, loh koq, jadi kepanjangan. Semakin panjang akan makin sulit dimengerti karena tidak setiap otaq memenuhi syarat2 formal sebagai mufassir kehidupan (yang dibuktikan dgn cv yang masih laku) dan tanda baiat dari sekte yang menjaga otoritas kekuasaan. Walah ngomong apa ini: kekuasaan? Loh kok jadi menyimpang. Ya, dengan menyimpang jadi ada pilihan demi pilihan, kepedihan demi kepedihan. Selesai. Belum dong kar (...not read more)