Senin, 08 Juni 2009

BIN: INTELIJEN NEGARA KITO (bagian V)

Jangan takut pada musuh yang menyerang Anda. Takutlah pada kawan-kawan yang menyanjung Anda. (Jenderal Alvaro Obregon)


lanjutan dari BIN: INTELIJEN NEGARA KITO IV yahh..

pertanyaan berikutnya adalah siapa yang akan paling berhasil memanfaatkan stock banjir informasi top secret level yang dimiliki institusi BIN? SBY BERBUDI? tak semudah itu bro... opo BIN akan tiarap secara institusi terhadap kepentingan personal masing2 kubu? bagaimana dengan akses yang dimiliki presiden defenitif sekarang--apalagi dengan status panglima tertinggi untuk tongkat komando angkatan bersenjata negara? dan lagi2 bagaimana pula aksi individu per-personal setiap anggota BIN dengan interes personal mereka masing2 pula? dan lagi pula lagi: jadi apa itu kepentingan negara jika sistem yang bekerja dalam birokrasi pemerintahan mengarsir pada proses politik "demokratis" per-individu pemenangan kursi kekuasaan?

di amerika syarikat sebagai contoh terekspos tentang bagaimana sistem intelijen negara modern bekerja setidaknya paling populer kita mengenal ada tiga badan paling santer berkaitan dengan aktifitas intelijen: nasional securities agency, central inteligence agency, dan federal boureou investigation. masing2 punya wilayah operasi tersendiri dan kemungkinan masih ada lagi badan2 yang tidak terlalu dikenal lainnya. sepanjang sepengetahuan saya badan2 intelijen negara di negerinya barat tersebut memiliki independensi kelembagaan dari intervensi totaliter presiden. seorang direktur NSA misalnya bisa saja menolak untuk memberikan informasi yang dipandangnya tidak layak untuk ia berikan ke presiden mereka. bahkan dinas2 intelijen di barat ini dikenal akan ke-anomali-annya, saking rahasia dan "terkucilnya" pekerjaan mereka. mereka sendirilah yang berhak menentukan apa yang dibutuhkan presiden, bukan presiden (atau gubernur negara bagian untuk FBI) yang meminta apa yang diinginkannya. bahkan salah satu dinas intelijen terkuat di dunia yang terdapat di negara asia, pakistan, dikenal bahkan bisa bertindak sendiri sesuatu hal yang bertentangan dengan kehendak presiden. ramai cukup dibicarakan bagaimana dinas rahasia mereka memelihara hubungan khusus dengan taliban tapi sekaligus menjalankan misi presidennya yang berkonco dengan amerika serikat. ini salah satu contoh "kerja rumit" lagi sebuah dinas intelijen yang bisa memainkan peran ganda.

dinas rahasia paling terkenal tentu saja MOSSAD. saya setidaknya pernah membaca sebuah buku karangan salah seorang pembelotnya, victor ostrovsky, yang menceritakan berdasarkan pengalamannya bagaimana proses recruitmen agen intelijen dan bagaimana mereka bekerja. terlihat sendiri bagaimana mereka disini adalah sebuah institusi hantu, bagai negara dalam negara. pemerintahan israel bekerja sendiri; mereka pun punya proyek sendiri. tentu, semua itu sudah diatur mekanismenya lewat undang2 dan aturan hukum konstitusi mereka. sebagai contoh bagaimana tanggung jawab kerja aparat intelijen ini perlu dipisahkan dari tanggung jawab negara adalah bagaimana misalnya ketika mereka perlu melakukan misi pembunuhan rahasia. tentu negara takboleh dibebankan untuk bertanggung jawab akan ini. bisa pula mereka bekerja sama dengan "kontributor" lokal dengan merekrut beberapa kriminal2 profesional di berbagai negara untuk menjalankan misinya. tentu secara formal negara mereka tak ingin bertanggung jawab atas ini; apalagi setiap negara2 tentu punya perjanjian kerjasama dalam interpool yang justru bertugas memburu para pembunuh2 profesional itu. begitulah sekali lagi kontradiktifnya mekanisme kerja dinas intelijen. itu karena aturan utama mereka adalah kepentingan nasionalnya di atas dan menerabas segala pembatasan2 undang2, perjanjian2, dan aturan2 formal yang ada. kabarnya pula pembunuhan yitzak rabin, perdana menteri israel yang menanda tangani perjanjian damai oslo tahun 1994 dengan yaser arafat, juga sebetulnya didalangi oleh mereka. meski kabar yang beredar eksekusi rabin sendiri di-dor-nya oleh seorang pemuda yahudi fanatik sayap politik ultranasionalis, tapi logikanya setidaknya pasti ada pembiaran bahkan pemfasilitasan dari MOSSAD yang "merasa" bahwa perdana menterinya ini sudah tidak berada pada jalur "kepentingan negera". di amerika serikat sendiri kematian JFK dan percobaan pembunuhan terhadap richard nixon juga diduga melibatkan CIA. paling populer peristiwa kematian lady diana di paris juga terindikasi melibatkan MI-6, MOSSAD, dan CIA. dan di indonesia tentu saja yang paling hangat peristiwa pembunuhan munir di atas pesawat garuda indonesia, apa SBY yang akan bertanggung jawab (dan bahkan apa ia tahu)?

sudah menjadi pemahfuman, atau dimaklumkan, bahwa dinas2 intelijen bisa bekerja diluar kehendak presiden atau pemimpin negaranya. sebab angin ideologi politik bisa berubah per-periode dan lembaga intelijen memastikan bahwa kepentingan nasional tetap terjaga dengan pada ideologi tersaklek yang tak mudah berubah pada konstitusinya. cuma celakanya pada praktiknya dan secara temporal ideologi dasar itu tetap butuh penafsiran dan pertanyaan berikutnya siapa yang berhak menafsirkan? jawabannya tentu saja siapa yang memiliki kekuasaan dan kekuatan di tangannya. itulah hukum alam. namun mudah2an tuhan yang maha-adil selalu menghadirkan dinamika titik2 keseimbangan baru dan mengoreksi setiap ketimpangan2 yang dibuat tangan2 merusak umat manusia. roda kehidupan akan terus berputar, yang sedang tertindas senantiasalah menjadi penyabar...

jadi kemudian, untuk NKRI kita tercinta, bagaimana penafsiran atas kepentingan nasional bagi kubu SBY, wiranto, prabowo, dan BIN sendiri. jika kita kembali lagi melihat pada keberpihakan yang ditunjukkan hendropiyono semakin nyatalah bahwa SBY sudah tak dianggapnya secara ideologi pancasila saklek tapi pro-baratnya; namun kenyataannya secara formal BIN berada di tangan SBY untuk saat ini dan tetap saja ada kemungkinan ini semua tipu muslihat belaka pula atau bisa juga sekedar retorika kosong untuk mempercantik bumbu wacana media karena sesungguhnya ketiga kubu itu ya sami mawon.

berlanjut ke BIN: INTELIJEN NEGARA KITO VI yahh..