Senin, 08 Juni 2009

BIN: INTELIJEN NEGARA KITO (bagian VI)

Kebanyakan orang yang menjadi gila memperoleh perasaan penting dalam kegilaan mereka, sesuatu yang tidak mampu mereka peroleh dalam dunia nyata. Kalau saya mampu mengulurkan tangan dan mengembalikannya ke dunia nyata, saya tidak akan melakukannya. Dia lebih bahagia dalam kegilaannya. (Dokter Ahli Sebuah Rumah Sakit Jiwa)


lanjutan dari BIN: INTELIJEN NEGARA KITO V yahh..

berbicara tentang kepentingan nasional lagi timbul pertanyaan apa itu negara? apa yang membuat ada yang mengatakan, selain prajurit TNI,"NKRI harga mati!" selain upaya cari muka? ada pemikir yang menyatakan bahwa sesungguhnya bangsa2 tersebut merupakan ide absurd yang dibuat2 untuk mengkotak2 garis batas komunal tertentu yang sesungguhnya hanyalah angan2 belaka. atau kahlil gibra mengatakan bahwa para penyair membangun bangsa2 dan para politisi menghancurkannya. jadi apakah ide tentang sebuah bangsa itu sebetulnya hanyalah angan bayang seorang penyair yang kemudian hari akan rusak oleh tangan2 kotor para politisi? apa sesungguhnya yang menjadi identitas bagi NKRI? dalam sebuah forum debat capres, budayawan radhar panca dahana mengungkapkan sebuah pemikirannya tentang keindonesiaan ini, yang sesungguhnya merupakan larutan majemuk dari berbagai anasir suku2 bangsa yang tidak pernah tunggal entitasnya. mega dan prabowo yang sewaktu itu dihadirkan serempak mengangguk!

jadi identitas nasional kita sebetulnya cuma hadir secara spontan pada rentang 1908-1945 melalui tangan segelintir2 elit yang merasa mewakili semua rakyatnya. meski dilatar belakangi sejarah kuno beratus2 silam tentang wilayah hubungan dagang maritim di kepulauan nusantara tapi tetap saja secara deklarasi formal pada 17 agustus itu negara kita adalah kesatuan atas sebuah kumpulan komunal2 tertindas yang dijajah oleh belanda selama berabad2--sebuah negara kecil di eropa yang sesungguhnya bisa diduduki tentara jerman hanya dalam sehari saja tanpa perlawanan pada perang dunia kedua. terlepas dari rasa penghargaan kita bagi para pejuang2 lugu yang tentu saja pantas untuk membela kehormatannya dari tipuan licik pedagang2 kelontong netherland tersebut, saya belum menemukan lagi apa hal yang betul2 saklek tentang identitas nasional kita--yang betul2 bisa dibanggakan tanpa proses cari aman, cari muka, sehingga dapat duit. yang jelas lagi ketika konsep tanah air pertama kali mengemuka oleh mister muhamad yamin lewat sebuah puisinya--di sekitar sebelum tahun 1920-an, saya agak lupa persisnya--yang dimaksud beliau sendiri adalah pulau andalas atau tanah sumatera. apa ini pula yang harus saya maksud dengan cinta tanah air saya? sungguh saya bingung mencerna apa itu makhluk bernama INDONESIA?

jadi apa yang dimaksud dengan kepentingan nasional oleh BIN dan para pemimpin? kepentingan penguasakah? atau para penguasa2 dan orang2 yang punya posisi atau kekaya-rayaan? TKI2 kita disiksa, disilet, ditembak, dan diperkosa di arab saudi sampai negara jiran malaysia ndak kedengeran tuh tentang kepentingan2 nasional-an! karena indonesia atau nusantara ini sesungguhnya sudah punya histori kultural dalam membesarkan lingkup komunal raja2 kecilnya--yang tunduk membayar upeti kepada londo2 amsterdam dan bahkan bisa diadu domba--yang disimbolkan amien rais kepada amangkurat2 surakarta versus hamengku buwono yogya. tentu cukup banyak sejak SD diajarkan tentang tokoh2 pahlawan nasional idealis kita yang punya nyali untuk mengatakan tidak! sebanyak pula para bandit yang menjadi cikal bakal tentara nasional indonesia, mulai dari hutan2 sulawesi hingga lereng2 gunung ciremai. dan inilah identitas kulutural bangsa kita: sangat majemuk dan larutan yang complicated. dan tafsir kepentingan nasional pada akhirnya kembali kepada siapa yang berkuasa, siapa yang punya kekuatan? dan tradisi raja2 kecil ini kembali diteruskan dengan perjuangan kepentingan nasional bagi status quo anak cucu penguasa2 kecil di berbagai lapis dan area masyarakat. dan mereka harus punya dana besar untuk membeli suara rakyat2 tolol atas nama demokrasi dan kemakmuran bangsa--meski maksudnya barangkali kemakmuran sebangsa dunsanak dan teman2 dekatnya.

inilah dilematikanya, kepada apa atau siapa pengabdian kepentingan badan intelijen negara kita? kepada raja2 kecil ini? memang situasinya memang beginilah sekarang memang. memang bangsa dan negara kita masih sedang berproses ke tahap ke-modern-an yang lebih substantif lagi. seharusnya kesinilah arah visi-misi BIN kita; bukan kepentingan sesaat personal tertentu, bukan pula ke-ngotot-an saklek pandangan hidup manusia masa lalu. meski tentu lembaga intelijen kita belum akan se-modern dinas2 rahasia barat sana tadi itu, namun sepertinya badan ini sudah cukup matang pengalaman dan punya networking kuat. lihat saja instannya pembentukan densus 88 pasca WTC 11 september dan legian 12 oktober. apapun wacana tentang "batuan" dan campur tangan asingnya, lha ini 'kan dunia intelijen bung, tidak bisa dilihat secara pemikiran liniar. tentu perlu tetap waspadalah dan menelisik seperti apa pemikiran tokoh2 yang memegang komando lembaganya (baik yang tersurat maupun tersirat). karena sesungguhnya merekalah yang secara pribadi menjadi penafsir atas apa itu kepentingan nasional indonesia?

okay bro, sekian dulu sedikit artikel tentang seri aktifitas intelijen dan dinas rahasia indonesianya. kapan waktu lain 'kan kusambung seperti sambung menyambungnya kepulauan republik indonesiaku. oo iya, ingat ndak letjen ryamizar ryacudu sewaktu lagi panas2nya memegang tongkat komando militer dengan posisi sebagai kepala staf TNI AD pernah menggulirkan sebuah isu tentang keberadaan ribuan agen intelijen asing di indonesia? atau bagaimana aktifitas angkatan laut USA di proyek namru kemudian jadi sedikit terbuka? nah, berikut2nya masih banyak yang akan kita bicarakan, kita sambung2kan. meski berupa garis putus2 dan titik2 tak terdeteksi; karena aktifitas intelijen adalah dunia yang sunyi senyap, nyaris tanpa suara. lain kali kita lanjutkan! dengan menganalisis secara mendalam fenomena yang bisa terlihat kita akan bisa setidaknya mencium bau2nya. apa saja yang tengah mereka lakukan?? nggak usah paranoid, karena pun bagaimana ini hanya permainan duga2an dan memang beratribut hidden file properties! yang penting sedikit waspada aza dan ingat dinding bisa mendengar..

ok, untuk sementara selesai dulu serial BIN: INTELIJEN NEGARA KITO niy yahhhhhhhhhhh