Menantik Reaksi Fundamentalis Bahasa Jaman Now

Membaca artikel atu ini guwa betul2 dibikin ngakak abizzz. Walok sebelumnya udah dibikin kenyang liat komen2 alay para pegiat medsos menyindir berbagai produk abal2 di olshop. Begitu pesat tren penggunaan bahasa campur2 di era kekinian ini. Padahal ini Koran Padek sebagai jaringan Jawa Pos Group se-perasaaan ku ketaatannya pd EYD-things sebetulnya lebih kuat ketimbang koran pribumi yg banget terpengaruh gaya berbahasa grammar daerahnya/lidah ibu yg sptnya sering alamiah atau tdk disengaja atau udah habit aja. Sungguh penasaran melihat reaksi org2 pusat bahasa atau fakultas bahasa yg berpikiran ortodoks dgn paradigma bhs Indosnesia normatif ala Badudu Group melihat hal2 spt ini, apakah makin kejang2 mereka? Ataukah cuek aja, sibuk dgn hal lain yg ada proyeknya tdk cuman interest keilmuan semata. Aq juga ndak tau apakah pusat2 bahasa itu masih penuh dgn stock org2 lama atau orang2 tua yg sangat konvensional itu, sensitif kpd "pemberontakan" bahasa. Ataukah kini sudah mulai diisi oleh generasi muda yg berjiwa tua, atau mungkin krn segan pada generasi lama yg membantu karirnya sehingga purak2 nurut dulu sbg bukti balas budi walau pikiran mereka sbg org muda sudah direformasi dgn paradigma ilmu bahasa yg change in progress beginikk, hihihihi! Okehhh, pendex aja komengnyah, lagee ol nih nyari hepeng jugakkkk.....

Komentar

selebpost

LAGU NGETOP JULI 1998 - OKTOBER 2000, MY DIARY: THE MEMORY REMAINS!

Review Film The Battle of Sex (2017): Mengintip Pentasan Luar-Dalam

Perantauan Sejati Diri

MIYABI HAMIL

Banana Wars

Hari Ini Yahoo Turut Hengkang dari Indonesia?

Fenomena Islamis Cinta Harta (Al-Wahn Syar'i)

KCB

PERANG CIVIL PARA MANTAN JENDERAL

PEMERKOSAAN SISWI SMP DI PADANG