Postingan

THINKING ABOUT THINKING

It shows how people make judgments based on incomplete and ambiguous information... about cognitive biases... for predictable mental errors caused by simplified information processing strategies. (Heuer Junior) Of the diverse problems that impede accurate intelligence analysis, those inherent in human mental processes are surely among the most important and most diicult to deal with. Intelligence analysis is fundamentally a mental process, but understanding this process is hindered by the lack of conscious awareness of the workings of our own minds. A basic inding of cognitive psychology is that people have no conscious experience of most of what happens in the human mind. Many functions associated with perception, memory, and information processing are conducted prior to and independently of any conscious direction. What appears spontaneously in consciousness is the result of thinking, not the process of thinking. Weaknesses and biases inherent in human thinking processes can be demon...

BAWASLU VS SBY BLOCK: BAK "SANDIWARA" INFOTAINMENT BELAKA

barusan denger berita jikalo acara "kampanye" kubu sby di arena prj kemayoran jakarta baru2 ini bakalan dilaporin bawaslu (badan pengawas pemilu) ke mabes polri. karena secara formal aturan hukum masa kampanye pilpres 2009 baru akan dimulai pekan depan maka disinyalir acara tersebut telah melanggar ketentuan yang berlaku. disinyalir lagi di acara tersebut sby telah mengampanyekan visi dan misinya kepada masyarakat sebagaimana ditayangkan oleh media2 massa yang meliput. namun pertanyaannya seserius apakah bawaslu men-cap acara kubu sby itu sebagai sebuah pelanggaran hukum? marzuki ali, salah satu ketua dpp partai demokrat, punya argumentasi bahwa acara di prj kemaren tersebut bukanlah kampanye terbuka karena ianya hanya berupa sosialisasi internal sby kepada juru2 kampanye demokrat. acara tersebut kata beliau juga dilaksanakan di tempat yang tertutup. nah disini menariknya: demokrat sudah punya alasan yang cukup kuat untuk membantah serangan bawaslu tersebut. kenyataannya k...

BIN: INTELIJEN NEGARA KITO (bagian VI)

Kebanyakan orang yang menjadi gila memperoleh perasaan penting dalam kegilaan mereka, sesuatu yang tidak mampu mereka peroleh dalam dunia nyata. Kalau saya mampu mengulurkan tangan dan mengembalikannya ke dunia nyata, saya tidak akan melakukannya. Dia lebih bahagia dalam kegilaannya. (Dokter Ahli Sebuah Rumah Sakit Jiwa) lanjutan dari BIN: INTELIJEN NEGARA KITO V yahh.. berbicara tentang kepentingan nasional lagi timbul pertanyaan apa itu negara? apa yang membuat ada yang mengatakan, selain prajurit TNI,"NKRI harga mati!" selain upaya cari muka? ada pemikir yang menyatakan bahwa sesungguhnya bangsa2 tersebut merupakan ide absurd yang dibuat2 untuk mengkotak2 garis batas komunal tertentu yang sesungguhnya hanyalah angan2 belaka. atau kahlil gibra mengatakan bahwa para penyair membangun bangsa2 dan para politisi menghancurkannya. jadi apakah ide tentang sebuah bangsa itu sebetulnya hanyalah angan bayang seorang penyair yang kemudian hari akan rusak oleh tangan2 kotor para polit...

BIN: INTELIJEN NEGARA KITO (bagian V)

Jangan takut pada musuh yang menyerang Anda. Takutlah pada kawan-kawan yang menyanjung Anda. (Jenderal Alvaro Obregon) lanjutan dari BIN: INTELIJEN NEGARA KITO IV yahh.. pertanyaan berikutnya adalah siapa yang akan paling berhasil memanfaatkan stock banjir informasi top secret level yang dimiliki institusi BIN? SBY BERBUDI? tak semudah itu bro... opo BIN akan tiarap secara institusi terhadap kepentingan personal masing2 kubu? bagaimana dengan akses yang dimiliki presiden defenitif sekarang--apalagi dengan status panglima tertinggi untuk tongkat komando angkatan bersenjata negara? dan lagi2 bagaimana pula aksi individu per-personal setiap anggota BIN dengan interes personal mereka masing2 pula? dan lagi pula lagi: jadi apa itu kepentingan negara jika sistem yang bekerja dalam birokrasi pemerintahan mengarsir pada proses politik "demokratis" per-individu pemenangan kursi kekuasaan? di amerika syarikat sebagai contoh terekspos tentang bagaimana sistem intelijen negara modern ...

BIN: INTELIJEN NEGARA KITO (bagian IV)

Seorang yang berjiwa besar akan memperlihatkan kebesarannya dari cara dia memperlakukan orang kecil. (Carlyle) lanjutan dari BIN: INTELIJEN NEGARA KITO III yahh.. BIN, badan intelijen nasional, yang sekarang dipimpin syamsir siregar sudah jelas akan menerima arahan dari SBY --apalagi doi kabarnya loyalisnya dia; dan sepertinya sepenglihatan saya jenderal2 dari divisi2 selain diponegoro pada berhasil dirangkul SBY, padahal tradisinya sudah sejak lahirnya TNI daerah militer diponegoro (yang meliputin jawa tengah dan yogya) lah yang jadi "anak emas". inilah kekuatan prabowo dan wiranto untuk merebut lagi kekuasaan dari tangan SBY yang jawa timuran alias brawijaya. lalu pertanyaannya: apakah dengan kepala BIN orangnya SBY lantas institusi BIN sekarang adalah loyalis SBY. saya sangat menyangsikannya; apalagi melihat "ketidakmampuan" SBY menindas rivalitas dari mantan2 koleganya di TNI dulu itu kini. BIN telah punya sejarah begitu lama dalam aktifitas intelijen gerak2 --...

BIN: INTELIJEN NEGARA KITO (bagian III)

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. (Yesus) lanjutan dari BIN: INTELIJEN NEGARA KITO II yahh.. sikon real negara (bukan teori ideal harapan di atas kertas), makin derasnya arus modernisme, persaingan global, liberal , dan ujungnya--berkait "ketahanan" bangsa dan negara--politik identitas nasional tersebut ujug2nya berkait pula (dan bahkan utama!) dengan "permainan halus" aparat intelijen kita. mungkin tak akan (atau belum) se-saklek kepentingan nasional united states of america atau union of europe peran bagi dinas intelijen NKRI absurd identitas ini. tapi yang jelas2nya lagi darah pemuda-pemudi indonesia--setidaknya sebagian--telah terindoktrinasi dengan apa yang dinamakan pancasila bhineka tunggal ika. jadi pun bagaimana ia merasa punya identitas yang mesti ada daya imun terhadap segala virus2 nakal dari luar. secara konsep absurd lagi, entah prakteknya sejauh mana dan seteguh apa? namun sebelu...

BIN: INTELIJEN NEGARA KITO (bagian II)

Jangan mengeluh tentang salju di atap rumah tetangga, apabila serambi depan Anda sendiri tidak bersih. (Konfusius) lanjutan dari BIN: INTELIJEN NEGARA KITO I yahh.. yang jelas--haha, gimanapun perlu diperjelas sebisanya dijelaskan yah biar ndak bikin sakik kepala--hendro terlihat udah punya kesimpulan bahwa: identitas NKRI-nya tapi plus berkawan dengan "asing" adalah taklebih baik bersama SBY. emang siy, gw aza yang rakyat biasa sudah sangat mencium "ambisi internasional SBY" yang moderat dan demokrat . sementara hendro tentu saja konservatif dan pro-status-quo dan republikan. dan bermain samar di dua kaki ndak terasa opsi yang baik lagi bagi dia; setidaknya mendekati pemilu ini (di)mana kemungkinan peralihan kekuasaan ke opsi yang lebih baik terbuka dan perlu lebih disokong. lihat pula bagaimana mantan tim suksesnya SBY sendiri letjen (pur) M yassin sudah membelot ke kubu prabowo. saya menengarai kalo orang inilah yang membuat presiden gerah dan mengumpulkan selur...