Postingan

Fenomena Islamis Cinta Harta (Al-Wahn Syar'i)

Gambar
Menarik menyimak pernyataan akun twitter Kurawa (terduga jasmev) tentang kebingungan umat mengutip pendapat dua tokoh umat muslim indonesia yang saling bertolak belakang sangat frontal tentang isu/fakta sholat dzuhur berhadiah mobil oleh Walikota Bengkulu. Imam Masjid Istiqlal yang juga murid almarhum Syaikh Bin Baz menyatakan tegas bahwa hal itu adalah pengalihan niat lilahitaala dalam ibadah dan syirik (dosa besar tertinggi) sementara Sekretaris MUI malah mengapresiasi kuis/undian kesolehan ini. Sebagaimana dalih/dalil bapak Walikota Bengkulu--yang katanya adik menteri kehutanan dan menganut manhaj jamaah tabligh ini--bahwa amaliah tersebut sekedar untuk motivasi merujuk pada iming-iming nabi dalam membuat syariat, barangkali pertimbangan ini jugalah yang diamini pendukung ide beliau seperti Sekretaris MUI. Kalau saya tidak salah orang ini adalah Fahmi Salim yang sewaktu saling follow dengan Burhan Muhtadi pernah saya celetuki/stalkingi kenapa beliau follow orang liberal. Wa...

Komprador

Gambar
Menkeu baru Uda CB yang isunya antek liberal dan titipan kompromi kepentingan Golkar makin menambah sedap wacana tentang telah tergadainya kemandirian bangsa ini pada 'interest' pemodal besar asing dengan segala kepentingannya atas dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di tengah fakta statistik bahwa porsi terbesar SDM angkatan kerja produktif muda Indonesia berpendidikan hanya menengah dasar, sementara yang susah payah menyelesaikan pendidikan tinggi juga tidak produktif karena salah perencanaan untuk diselaraskan kepada dunia industri--yang insinyur pertanian kerja di bank, lulusan keuangan jadi pengajar bahasa inggris, eh lulusan sastra tak cocok jadi sastrawan, bahkan lebih parah lagi lulusan sekolah jalanan alias preman malah jadi konglomerat berkat skill politik tentu alias bukan preman bego--kita jadi memang patut bertanya: mampukah pengurus bangsa ini mengelola negara sesuai konstitusi untuk keadilan sosial bagi semua, bukan cuma cari selamat masing-masing sep...

Pengalaman "Dikafirkan" oleh "Radikalis"

Gambar
Seberapa waktu berlalu seseorang relationship dlm koneksi yang semi anonim kalo ndak salah ingat--maklum bukan muhadits yg hafal 100.000 kabar sunnah lengkap dgn garis sanadnya, tapi masih juga dikafirkan xixi--di jarsos facebook mengundang akun resmi gw untuk bergabung ke sebuah grup gerakan politik agama lokal. Sewaktu itu misi utama grup ini adalah mengganyang syiah yg de factonya merupakan mayoritas historik dakwah islam yg dominan tassawuf di Minangkabau. Orang minang memang tidak bisa persis dibagi kepada kaum santri dan abangan seperti thesis Cliff "Burton" Gerts tentang kultur islamis jawa, namun umumnya di luar org islamis biasa aka duniawis--disini antara moderat dan sekuler nyatu--yang tersisa adalah kalangan ustadz sufi atau "urang surau" baik yang kental banget atau agak tawar sedikit. Sedikit-sedikit baru kemudian ada generasi islamis yang bersentuhan dengan model-model baru seperti sekte sawah dan lain-lain namun tidak signifikan. Belakangan ber...

Memaknai Tuduhan Jualan Agama

Gambar
 Ini klise saja, sejak kasus “Robert Al-Baqarah”-nya PKS meledak kemaren-kemaren jadi muncul lagi ke permukaan perdebatan tentang orang-orang yang berpolitik dengan membawa-bawa isu–bahkan klaim identitas–keagamaan. Buya “Sapi Arif” dalam sebuah tulisannya di media terbesar di Indonesia, yakni KxxPxS, beberapa waktu lalu menceritakan lagi perdebatan lama ini di kalangan politisi Indonesia sewaktu akan merdeka. Ada yang berpendapat bahwa kekotoran dunia politik sudah tidak seharusnya dirasuki eh merasuki pula kesucian agama–inilah yang kemudian dilabeli dengan kaum sekuler–dan ada pula pihak yang justru berpendapat kesucian agama bisa digunakan untuk “merinso” kekotoran politik. Jauh berabad sebelumnya sejak dunia pemikiran dan ilmu bahasa berkembang di kalangan manusia dunia sebetulnya ini juga sudah kontroversi; dan terus berlangsung, hanya berwacana seperti tanpa ujung hinggat kini. Di berbagai forum komentator dapat kita saksikan–dan nikmati–kecaman “kalangan sekuler” kepa...

Masuk Akal Untuk Nafsu

Gambar
Seorang anti “wahabi”, bahkan ikhwani, dalam akun ‘tweet’-nya pernah membahas sebuah kitab klasik popular di Hadramaut (Yaman) yang membahas tentang hubungan hawa (nafsu) dan akal dalam (tassawuf) Islam. Simpulannya, hawalah yang berperan “menyesatkan” orang dan manusia yang berakal (berilmu) yang diseruduk hawa lebih sulit disembuhkan. Ini sekirannya memperlihatkan misi ‘ngetweet’-nya yang anti kalangan radikal. Dalam sebuah akun lain seorang pilot penggemar Marteg punya analisis menarik tentang “sukses” duniawi dengan pembicaraan teyori SKA (skill, knowledge, attitude) dan ‘game(bler) japan’-nya. Kemudian ada sosok yang mengukuhkan diri sebagai salafyunpad eh ternyata fans Marteg juga seperti @nagascorpio. Garis merah dari semua ini hingga ke LHI barangkali seperti slogan populer, “dalam hal uang agama semua orang adalah sama”. Sistem ekonomi/kehidupan membuat ini merupakan keniscayaan, namun bisa macam-macam pemahaman; menariknya semua aliran ini bisa disatukan dengan uang meski ...

Akronim Jokowi

Gambar
Beberapa waktu yang berlalu sebuah berita yang mengezutkan kita tanpa perlu terkejut-kejut betul muncul: suatu survei menempatkan elektabilitas 'Jakarta Elected Governor' Mr. Joko Widodo atau yang lebih kerap disebut Jokowi berada di atas mantan wapres Megawati Soekarno Poetri dan bekas pangkostrad Letjen (Pur) Prabowo Subianto untuk kandidat capres 2014. Tidak saya ketahui, jujur aja, apakah juga bisa mengalahkan popularitas pertahana Haji SBY jika disurveyi juga saat ini ataupun apabila nanti. Walaupun semua juga tahu dan dapat mengertiin berita "heboh" ini dikarenakan fenomenalnya Jokowi akhir-akhir ini, namun terkemas menarik untuk dipublikasikan ke publik ketika nama Jokowi ini disandingkan langsung 'head to head' dengan para "sponsornya" di PDIP maupun Gerindra tersebut. Terlebih lagi jika kita mencermati peristiwa ini dalam konteks bahwa Joko Widodo "dipasang" menjadi gubernur ibu kota sebetulnya hanya untuk digunakan sebagai alat...

Politik Uang dan Islam

Gambar
maharani suciyono, "psk"  "Musibah" yang "menindas" PKS baru-baru ini semakin meyakinkan saya bahwa memang Islam tidak sejalan dengan cinta harta dan jadi menyimpang andai diseret-seret untuk cinta harta. Dengan alasan atau dalih apapun boleh sementara dibilang, tapi bisa diperdebatkan terlebih dahulu "cinta harta" itu didefenisikan bagaimana. Memang juga tidak mudah untuk mengukur seperti apa peran harta pada zaman Nabi Muhammad SAW, dibandingkan kepada kedudukan harta dalam "sistem keuangan" zaman sekarang. Alih-alih mengukur "pasti", niscaya untuk hal-hal begini disandarkan saja pada keyakinan yang bisa saja diklaim sebagai ukuran yang paling pasti. Karena, umat Islam percaya dan harus yakin ajaran Rasulullah adalah tanpa tanggal kadaluarsa hingga akhir zaman, nubuat armageddon, turunnya Isa, datangnya Mahdi. Sekali lagi ikhtilaf timbul pada tafsir, karena Khatimul Anbiya agama hanif ini juga telah mengisyaratkan tenta...