Postingan

Banana Wars

Gambar
meski dgn terngantuk-ngantuk khatam jg akhirnya kukudap episode2 starwars ini, tdk begitu terhibur (krn beda selera) namun ia penting utk pengetahuan sbg yg disebut2 pilar peradaban modern dan posmo ini, apalagi disandingkan dgn series godfather yg legendaris itu mengertilah kita apa yg terjadi dan akan kemana "perahu" kita, tertatih2 kubutuh waktu bertahun2 menyelesaikannya plus rogue one juga yg baru itu lalu diakhiri secara cantik oleh episode 3: revenge of the shit, lalu era clone wars pun segera tiba, akhirnya tiba saatnya master yoda akan mengasengkan diri ke kuil gazebo yg cantik nian ini, gagal sudah ia membina para kesatria jedi di repoopblik galaksi-koneksi, begitupun wan-kenobi harus merelakan the choosen one anakin skywalker menjelma darth vader yg begitu ngerii, tidak ada yg salah: kita memang hidup di dunia cap dan label utk kepentingan administrasi (dan strategi politix), simply the world works... holly shit! alah swt atau tuhan apapun you name …

Dari Badaceh, Hingga ke Jimek

Prisoners (2013), Film Membosankan Yang Lama-Lama Menyenangkan

Gambar
Betapapun/berapapun para medioker bekerja keras, “cerdas”, ataupun culas dengan “menghalalkan” segala sumber daya upaya politiking untuk terus dan terus terus memoncerkan karir karbitannya itu, pada akhirnya hanya orang-orang berbakatlah yang akan bisa menghasilkan karya yang betul-betul hebat-murni cantik-natural. A Gift, taken for granted. Faktor pengali biner, kosongkah ataukah bernilai, atau in other snobbis way to spil mywords: takdir tuhanlah yang akan pada akhirnya menentukan hasil-finalnya; seberapapun/sebetapapun besar jumlah usaha akal-akalan manusiawi serba kemasan-luar being correct-politically tersebut meng-kamuflase-i kesadaran massa yg mass-madness ini (wahm). Semilyar-trilyun pun saldo angka kredit kau punya, kau kumpulkan, kau anggap bisa jadi beking; jika pengalinya nol, ya nilai akhirnya akan sama dengan nol; kosong, nihil, emptyness. Ada orang yang beramal dengan amalan-amalan surgawi hingga jaraknya dengan surga tinggal sedengkul lagi, namun takdir Allah menghenda…

Ketika Rido Roma “Berlatih” di Apsas Sana

Gambar
Salah satu yang menyenangkan dalam hidup ini dan patut untuk dikenang sebagai sebuah kualitas yang akan langka terjadi adalah ketika kita beroleh berkesempatan berpertemuan dengan orang-orang yang ber-inteletualitasnya di atas rata-rata; dan ini yang (sebetulnya) pentingnya: sempat menjajal ketangguhannya—dan ini yang lebih betul dari sebetulnya: free of fee/charge kecuali biaya listrik dan kuota internetnya! Meski penjajalan ini hasilnya akan bisa berdarah-darah, penjagalan, dan bisa membuat dua lobang di sisi berseberangan pada bagian tubuh bawah perut kita ini, anus dan anu, akan buang “ingus” berbarengan: mencrettt, gusekali ejakulasi di waktu yang bersamaan. Ya, yang saya bicarakan adalah sikap konfrontasi/tif kepada orang yang lebih kuat ilmunya tersebut (belum disebut) dari kita. Bukan mental pembebek manut ngikut-ngikut ngerucut ngecucut mencurut percaya-percaya aja kepada khotbah dari si orang “besar” tersebut (yang sudah disebut, walau belum betul-betul ter-sebut) yang seol…

So Long For Ya, The Skul Basa-Basi Yeay

Gambar
“Í’m pretty tied-up.”

Saya akan mengerjakan sesuatu yang sangat rumit, soalsosophisticated, sebuah invension, sementara-ini harus dikerjakan dalam swatu norma kemapanan strukturiil sebuah sistem tertentu, yang dangkal-reduksionis takkunjung merangkak pun kemana mana namun malah beristirahat di tempat selama berdekade itu (banalitas akademik), ketika kampus menjadi organ industri yang business as usual untuk demi menghindarin gejolak yang konsekuensinya akan loss profit, sekolah menjadi produsen robot robot terdidik (terstandarisasi) seperti dipidatokan secara menggelegar oleh Adinda Erica Goldson yang menampik politik-predikat cumlaude baginya itu, sementara objective saya (makhluk non-standar) juga tidaklah seperti goal biasanya (makhluk makhluk standar aja), jalan yang hendak saya tempuh-in ini in-konvensional, tidak just follow the path tapi making a new line, malah maybe in a way that having no an end, sebuah standar baru setting-high rata-kanan yang tidak akan terikuti oleh robot…

Kemenghilangan 'Dan' dalam Bahasa Minang, Sebuah Tinjauan Romantis

Gambar
dalem artikel awal di kompasiana, tulisanku ini diedit judulnya sama mimin supaya taat eyd, disini gw bisa bikin lagi sesukaku huweeeekkss, jancuk lah eyddd basii tuw... Mungkin tidak pernah terpikir(kan) bagi Anda-Anda sebelum-sebelumnya, bahwa(sanya) kita-kita penutur bahasa Minang tulen ini tidak memiliki leksikon/leksem dan yang orisiniil. Bagi kita-kita yang mengikuti sistem pendidikan mayoritas di Indonesia, tentu kiranya mengetahui daripada bahwasanya adalah pelajaran bahasa di negara kita ini sekurang-kurangnya menuntut kompetensi akan empat bahasa: inggris, arab, bahasa Indonesia sendiri (ragam baku/formal), dan bahasa daerah/dialek/aksen (restricted code) yang dengan sendirinya (unconscious acceptance).

Tiga bahasa pertama (arab, inggris, dan indonesia itu) memiliki kosakata dan (and dan wa). Khusus bahasa minang (mungkin juga kasus yang sama menjangkiti bahasa-bahasa daerah lainnya), kata dan ini penggunaannya diwakilkan kepada kosakata jo yang secara leterlek lebih…