Postingan

Banana Wars

Gambar
meski dgn terngantuk-ngantuk khatam jg akhirnya kukudap episode2 starwars ini, tdk begitu terhibur (krn beda selera) namun ia penting utk pengetahuan sbg yg disebut2 pilar peradaban modern dan posmo ini, apalagi disandingkan dgn series godfather yg legendaris itu mengertilah kita apa yg terjadi dan akan kemana "perahu" kita, tertatih2 kubutuh waktu bertahun2 menyelesaikannya plus rogue one juga yg baru itu lalu diakhiri secara cantik oleh episode 3: revenge of the shit, lalu era clone wars pun segera tiba, akhirnya tiba saatnya master yoda akan mengasengkan diri ke kuil gazebo yg cantik nian ini, gagal sudah ia membina para kesatria jedi di repoopblik galaksi-koneksi, begitupun wan-kenobi harus merelakan the choosen one anakin skywalker menjelma darth vader yg begitu ngerii, tidak ada yg salah: kita memang hidup di dunia cap dan label utk kepentingan administrasi (dan strategi politix), simply the world works... holly shit! alah swt atau tuhan apapun you name …

Bahasa dan Hegemoni by Emeraldy Chatra

Gambar
Anjing bgt nih tulisan... tentang watak inferrior kita2 turunan native-inlander para mental jongos “poor”-bastard! Sudah lama gw ndak baca artikel dari orang2 kampus menara gading tsb yg segar dan tdk topik daur ulang membosankan; dan ini yang tak kalah penting dan langka: berani keluar dari arus mainstream konformitas (bersiap menghadapi resiko politik dan economics ujung-ujungnya, mungkin udah kuat back-upnya). Congrats Sir, myrespect for UNAND scholar, coz for along-long time I ever thinks those normatif-akademikus labour just only another white-collar azz huole-sucker! A little smart (but mediocre) helper-boy of any businessman and politician. With a price-tag on their intelectual-slut damn!A kind of watch dogs who’s growling loud just for gettin pay from the mafioso-master. Wuaden tunggu banget nih lonching bukumu itu yo Ndan, hehehe.

Komunikasi terkait sangat erat dengan upaya membangun dominasi dan relasi kuasa (power relations) yang timpang antara bangsa-bangsa cerdas di dunia…

Kutika Papa -Onal Minta Nominal

Gambar
Betul dan kebenaranlah apa yang dinyatakan pepatah (atau semacam itulah mereun nya’) bahwa there’s no such things like a tiny devil’s in the details. Kalaupun vocab dan grammar dari apa yang saya tulis ini mungkin saja salah ataupun kalimatnya tdk persis begitu—dan saya kira juga takperlu ditutup-tutupi, beginilah adanya kemampuanku untuk mengingat—poin dari maksud konsepsi yang ingin kusampaikan sebagai landasan berpikir untuk menu pembuka tulisan kali ini adalah: si setan itu baru kelihatan nantinya kalau kita memeriksa hingga ke detil. Dan kali ini, proses membacaanku dibuat terganggu oleh obstacle yang satu itu; yang mungkin bagi pembaca budiman sekalian yang mobilnya ber-ban tebel dan pegas bagi kaki-kaki rodanya senyaman sedan, dan sedang bergegas-gegas pula, tak akan berasa telah melindas jalan pada sesuatu yang tak semulus kelihatannya (spirit ignoransi).
Saya jadi pengin iseng menulis tentang hal ini kali ini ber-sebabkan salah satu penulis artikel yang saya baca kali ini …

Sejarah "Tanah Pusako" Simpang By Pass Lubuk Minturun

Gambar
Meski ngaku-ngaku sebagai seorang zahid, qonaah, dan tidak sudi bergabung dgn jemaat pemuja harta (dan kedudukan duniawi tea), ternyata si Ngaku-Ngaku ini kembali lagi akan bercerita tentang topik per-HARTA-an hehehe. Berkebetjulan baru sj tadi aq mendengar lagi (ya, ini bukan yg pertamax) cerita dari ibuku tentang tanah pusaka keluarga matrilinial ini—barangkali ada manusia masa depan yang butuh sumber data riset tertulis yg beraliran naturalis, sebuah confession yang tidak “disiap-siapkan”? Xixixi. Kupikir-pikir lebih baik kubuat pengetahuan ini menjadi artefak digital tertulis dan terbuka; setelah menimbang pelbagai hal, termasuk mengeleminiir watak licik untuk menyimpan pengetahuan ini utk diri sendiri doanx. Meski aq jg tdk menutup kemungkinan informasi ini bs dimanfaatkan oleh org2 lain yg punya motif jahatt’s, akan tetapi toh ada Gusti Allah swt yang tidak “tidur”, so don’t worry lah yaw! Huffftt panjang yah anak-anak kalimatnya.

Kutanya ibuku, sepertinya adik-adik kandungku ti…

Lanjutan Pengamatan Bahasa Ayam

Gambar
Wokehhh, perlukah dilanzutkan crita2 tak bermanfaat dan ndak bisa dimanfaatin ini (#unsosialita modeon)? Kalok waada dihantara pembaca yang budiman sekalen yang misal kembalik menengok2 untuk kedua kalinya ke blog imutku ini (dgn menunggingi resiko bahwa Anda akan difersulit ketemu istilah2 inkonvensional dan terbata2 membaca susunan kosakata taklumrah yang mendurhakai kamus bahasa formiil itu), pastilah bisa dicurigai sedikit banyak apa yang kutulis telah memengaruhi Anda. Menggoda, menyihir, menghipnotize... atau ah—ke-PD-an gw yakk—setidaknya mengundang nasar Anda (pe-nasar-an maksud sayahh, mungkin etimologinya dari Tasar krn di kampunganku ini ada kakek2 yang bernama nyentrik begituw; walok mungkin jugak dari ‘nazar’ atau ‘nazarrudin’ krn pengaruh pemomuleran istilah xenobis nge-gaya dari kaum snobiya pemuja negeri Onta sana). Atau penasarannya adolalah krn kangen tahuan aja spt apa stupiditas manusia keliatannya lagi tress tak nentu arahan kemana ini. Atau jg, mungkin entertainw…

Analisis Sosiolinguistik / Biolingua Varietas Bahasa Ayam

Gambar
Baiklah saudara sekalian-saudara sekalian, qta kanjoetkan membuang-buang waktu dengan kisah berikutnya; berhubungan artikel kami sebelumnya terasa topik berat juga: hepeng-hunting,so dipikir-pikir atau dirasa-rasa sebaiknya kami lebih diendapkan lagi dulu saja dulu saja lagi dulu. Biasalah, gegara di-rehatin apa yang tadinya sudah begitu tegang hendak dimuncratkan ke hadirat publik kini menjadi lesu kembali; saya pun agak-agak lupa tadinya kalimat cantik macam mana hendak kususun sebagai sarana penyampai maksud dari ide dasar proposisi struktur-dalam konsep narasi yang rasa-rasanya tadi sudah ketemu performance terbaiknya. Coba kutulis ulang terasa basi, klise, agak normatif. Maklum saya sudah kadung punya kredo hiperliterasi: daripada menulis biasa-biasa saja lebih baik tidak pernah menulis sama sekali. Sekali lagi saya katakan ya: diam itu emas, bicara itu perak, bagi sa- bicara dengan cara yang biasa-biasa saja alias konvensional itu taik kucing buatku. Buat-ya aja lho ini ya. Buat…