Postingan

Contoh Perbandingan Cerpen (Silakan Copas dan Jangan Lupa Bayarr PAKAI Do'a Yakk!)

Gambar
Kedahuluwan, Oh No! Sastra adalah salah satu masalah yang sangat klasik. Terasa semakin asing dari kehidupan sosial masyarakat. Entah telah mencapai titik jenuh, tidak diapresiasi yang bahkan oleh kalangan profesional sastra sendiri, menjadi produk massal yang kehilangan tuah, ataukah hanya karena keringnya kreatifitas baru dan juga polemik baru karena dunia sastra terkini yang terlalu santun. Salah satu masalah yang sangat kekinian dalam kehidupan sosial politik masyarakat Indonesia justru adalah isu agama. Padahal YB Mangunwijaya membuka bincang-bincangnya yang “tersistematematika” dan juga teraksitektur secara luwes dan kreatif dalam buku legendarisnya tentang sastra dan religiositas itu (begitu ejaannya ditulis oleh beliau) dengan klaim sebuah postulat atau dalil bahwa pada awal mula segala sastra adalah religius. Jika agama berasal dari kosakata bahasa sansekerta yang ternyata juga menginduk ke bahasa-bahasa eropa, dalam kosakata masyarakat Indonesia yang didominani mu...

Ragam Bahasa Setya Novanto dalam Transkrip “Papa Minta Saham”

Gambar
althug myengs still lovin u atawa pabilut, keep pede aza, say no inferior! PENDAHULUAN Latar Belakangnya Masyaallah Menjelang akhir tahun 2016 jagat sosial politik Indonesia sedang dimuat dengan kehebohan mahabesar akibat selip lidah seorang calon gubernur petahana di ibu kota negara. Berkebetulan beliau berasal dari suku bahkan penganut agama minoritas. Hanya gara-gara persoalan fungsi kata pakai yang dianggap menyinggung perasaan dan harapan religius sebagian umat Islam di Indonesia, tugu monas yang kini cuma dihuni rusa-rusa kurus satu dua ekor itupun disesaki gerombolan jemaah pendemo dari berbagai sudut wilayah NKRI yang diklaim melebihi angka tujuh juta massa—bahkan hampir empat kali lipat dari jumlah jemaah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia yang diwajibkan oleh Allah SWT untuk wukuf di Padang Arafah, Saudi Arabia saat musim haji tiba. Seorang ulama senior bahkan sempat bertanya-tanya (secara retoris) tentang hukum fiqih demo sembari menempel ibadah jum’at...