Postingan

ITJ Tersusupi Manhaj Ekstrim?

Sejak beberapa tahun belakangan ini kita mengenal gerakan massa--utamanya di media sosial dan aktifitas muslim terpelajar--yang bernama "Indonesia Tanpa Jil" atau pada ranah twitter kerap menggunakan hastag #ITJ. Ini merupakan sebuah ikhtiyar jamiah dari kalangan yang antipati terhadap manhaj/metode/pendekatan liberal di dalam kajian keislaman. Secara umum individu-individu ataupun kelompok-kelompok yang tergabung dalam gerakan anti JIL ini merupakan kalangan yang bermanhaj salafiyyin/puritan/neo-konservatif. Kasarnya begitu, meski mereka sama sekali bukanlah bisa dibilang kesatuan "salaf oriented" karena sebagai contoh jika sekte liberal dkk sukses dimusnahkan sebagai musuh bersama kita bisa saksikan makin ramainya gontok-gontokan antar sesama mereka sendiri; antara kader salafiy, ikhwaniyyun, dan hizbi tahrir. Sedang yang salafiy pun bermacam pulak, bahkan kalangan salafiy teror/takfiri/jihadi agak cenderung berbau "mengkafirkan" sa...

Kata Sangan dalam Bahasa Minang

Tiba-tiba terpikir olehku pada kata yang satu ini. Rasanya sudah sangat jarang digunakan. Kata [sangan] berarti sampai atau hingga. Saya kurang tahu apakah ini khusus dialek padang kota atau minang pada umumnya. Tapi setahuku dialek padang kebanyakan juga sudah jadi standar bagi dialek minang antar berbagai daerah/nagari di dalamnya. Contoh penggunaan kata ini adalah pada kalimat, "(a)den patang antaan nyo sangan tapi (ba)tang aie". Artinya, "saya kemaren antarkan dia sampai ke tepian sungai. Kosakata [sangan] ini saya rasa perlu diabadikan lewat tulisan. Kata ini penggunaannya rentan tergeser oleh kata [sampai] yang sama2 ada dalam bahasa melayu dan bahasa indonesia modern. Juga oleh kata [sehingga] yang dalam dialek minang jadi [sahinggo] atau lebih singkatnya lagi [singgo]. Saya bersyak wasangka kata [sahinggo] ini tidak orisinil minang tapi justru pelogat-minangan dari kata bahasa indonesia yang makin umum didengar. Kemiripan kat...

Kisah Si Boejang Rahib Dan 2 Ekor Betina Generasi Tik-Tok Yang Wara-Wiri Mengibar-Kibarkan Pantat Bohaiy Mereka Di Depan Kandangnya

Gambar
calon marapulai ganteng, bikin hasud ajja "This men do not panic. He's adapt and execute.  He will kill anyone who gets in his way." (211, 2018) Ass hole , jumpa lagi dgn blog mood-moodan ala si gw yg merasa ca'em sendirian ini. Kebetulan ada bahan cerita yg bisa ditulis secara ringan; bersamaan dgn ada waktu utk tdk sedang lebih urgensi mengerjain yg lain; plus ini saatnya si kompi petite gw yg procie pentium baheula gini sudah lama tdk dinyalakan (cemangatnya), sembari pula di tempat inilah biasanya kusempatkan nonton file size .3gp rekaman Indonesia Lawyer Club dan lainnya yg ku- download dr Si Yutup, voila ! Ada apa dgn topik artikel yg agak berbau mesyum kali ini, yang kembali memperbincangkan aspek hewaniah seksualistik para mANUSiawiyyun serta dialektika politik sosiologi akal-bulus business antar-personalnya? Gini bray. Kira-kira sejak awal bulan berpuasa kemaren, halaman depan (salah satu) rumahku ini dikontrak org utk jualan nasi goreng dkk...

Arah Ekonomi Kota Padang ke Depannya Nanti

Gambar
Nun jauh disana, di seberang bentangan sawah-sawah depan salah sebuah rumah dari keluarga saya, di bawah horison kaki bukit yang entah siapa dia diberi nama, serta lanskap pegunungan bukit barisan yang berbaris rapi berjejer di balik tirai jendela, kini sedang dibangun sesuatu. Sesuatu yang sempat ketika temboknya belum selesai dibangun saya intip berisi lubang-lubang luas menyerupai kolam-kolam. Cukup luas juga; mungkin ada dua hektar dalam perkiraan saya. Entah ini kolam ikan, tempat renang, atau bukan tak mungkin kamar mandi privat orang kaya yang tak tahu lagi kenikmatan seperti apa harus dibuat untuk menyenangkan dirinya yang sudah punya daya imun tinggi terhadap model-model kesenangan yang biasa-biasa saja? Yang jelas itu adalah kolam-kolam luas di tengah terhampar sawah ijo royo-royo di sekelilingnya. Saya juga lagi-lagi tak tahu persis dan terlalu banyak dugaan tentang bagaimanakah tatanan sirkulasi air hamparan sawah daerah ini yang sudah ajeg bertahun-tahun bahkan mungkin...

Lelaki Loyo: For Sale (Great Discount!)

Gambar
sesudah 1 DeKaDe aq ikut2an memohon-Mu Tuhan kpd biar, ku-dikaruniai jg bs nge-gaya by kintjlong-magnet sebuah "pussy car", namunlah, apatah daya rasakinya baru class odong2 gini.... #kudu dipush benelan idupnya ntarr

Arti Kata Saok dalam Bahasa Padang

Gambar
Beberapa waktu berlalu aq menghadirkan diri ke rumah salah seorang temanku yang mamanya baru saja meninggal dunia. Bisa dibilang karena temen yang satu ini adalah yang terdekat dengan aq ketimbang anak-anak lainnya di lingkungan rumahku. Kalo lagi menggelinding ke Jakarta aq biasanya pasti sempetin mampir ke kontrakan/kedainya barang 2-3 hari walau beliau sudah punya anak-isteri. Walau untuk dibilang sebagai sohib-sohib banget ya susah juga lah. Tentu tak ada orang yang persis visi hidupnya seperti kita; bahkan keluarga inti. Sebagai sampel salah satu sohib yang lainnya saja bukan sekedar sepermainan tetangga lagi tapi juga sesekolahan bahkan sedarah pada kakek kami yang banyak istrinya; sekarang atau tepatnya sudah bertahun-tahun ini kami jarang ketemu dan tidak lagi merasa dekat. Faktor penyebabnya menurutku dua ini yaitu (1) karena ia menempuh jalur fanatisme agama dan (2) aq hidup miskin hehe. Tapi sampai-sampai untuk tidak berteman lagi ya tidak juga; apalagi kami masih punya hu...

Memahami Perbedaan Hipokrasi dan Ambivalensi

Gambar
Beberapa jam nan silam—maksud gw beberapa hari yg lalu, atau mungkin dah lewat sepekan (biar diksi gw gak klise alias taat kaidah, ach)—aq “dimasukkan” bergabung ke sebuah grup aplikasi Whatsapp oleh kawan lamaku yang, spt biasanya, penuh sesak dgn share-share monoton keagamaan semacam fatwa Zakir Naik, Ust Abraham Somad, Ustadz Ana, Ustat Anu, Ustazah Titit Tutut. Mungkin ini memang menakjubkan bagi org sibuk cari duit yg sesekali belajar agama buat rehat dr kepenatan hidupnya (jadi agama sekarang ini jadi komoditas entertainment kayak bioskop dan PSK, buat hiburan bok ! Bisa bikin candu jugakkk keaknya!); membangkitkan motive ekspektasi bahwa klo saya ikut-ikutan religius gak akan rugi nanti kelak di akhirat juga ada imbalan/insentifnya , sebagaimana paradigma hidup berekonomi (dan berpolitik) sehari-hari kita. Segunung apapun dosa dan tricky licik-licik saya dlm muamalah kompetisi ekonomi yg kian ketat ini, insaallah dosa saya akan senantiasa terhapusi sepanjang saya mau ...