Postingan

Tamak Harta Hindarilah....

Apakah penyakit cinta harta hanya tumbuh di zaman terkini. Tentu tidak karena sejarah telah memberitakan begitu banyak peristiwa tamak harta dalam kisah umat manusia. Muhammad, nabinya umat Islam, memberi penegasan tentang eskalasi cinta dunia ini di akhir zaman sesudah masanya. Tentu pada masa tersebut dan masa sebelumnya yang jahiliah aktivitas cinta dunia ini sudah sangat luar biasa. Penegasan Sang Nabi tentang penyakit al-wahn yang melanda umatnya yang berjumlah banyak sesudah zamannya menandakan bahwa akan tiba bentuk cinta dunia yang lebih dahsyat daripada zaman jahiliah. Kenapa begitu? Karena pada zaman dahulu jelas mereka cinta dunia sebagai seorang kafir, namun kini di tengah kemegahan dakwah Islam tegak bersama dan berkompromi dengannya manusia-manusia munafikun pecinta dunia. Bahkan banyak mungkin yang bergelar ustadz dan dermawan soleh. Larangan terhadap cinta dunia dan takut mati inilah yang menjadi prioritas pesan Muhammad untuk agenda generasi sesudahnya. Pada masa Sang...

Kenapa Matre itu Tak Baik??

Konsekuensi dari iman tauhid adalah tidak menyekutukan ketundukkan kepada Tuhan Yang Esa dengan aneka perihal selain-Nya. Kerena itulah dosa terbesar dan tidak terampuni dalam Islam adalah syirik. Menjadi pecinta, apalagi sampai menghamba, materi itu rentan dengan perbuatan syirik. Iman dan tidak beriman itu perbedaannya bisa sangat tipisnya. Yaitu seberapakah kita hanya menggantungkan diri hanya semata-mata kepada-Nya. Itulah tauhid, inilah jalan dan aliran yang hanif tanpa modif dan tercemar kemunafikan oportunisme pragmatisme. Maka daripada itu penting kiranya untuk membebaskan diri dari akhlak cinta harta. Meski sungguh berat terasa karena ialah faktor riil kejayaan kehidupan nyata di dunia. Bukankah semua orang mencari bahagia? Di antara ikut-ikutannya kita mengimani kebahagiaan janji-janji tentang alam syurga yang abadi namun absurd, abstrak, dan fiksi itu, kita harus bertempur dengan godaan nyata cinta hingga menghamba materi riil untuk kebahagiaan dunia. Takmudah? Ya. Proporsi...

Dukung Karir Enterpreneur Muda Indonsia M Nazarrudin yang Dimatikan Politisi A

Seharusnya ini menjadi judul page fesbuk yang fenomenal selepas dalam beberapa jam terakhir ini burung nazar kita hinggap sebentar ke daun telingan rakyat indonesia lewat media televisi. Entah mana yg benar tapi seperti kata kombes Dr. Petrus ini soal intelejensia. Narasi komunikatif Nazar emang kurang oke padahal dia oke banget dalam hal cari celah proyek (kreatif, berjiwa enterpreneur). Alhasil semalam suntuk ini orang2 demokrat sedang pusing berat. Mungkin politisi A sedang telpon2an utk mengatur strategi selanjutnya. Kembali ke paragraf 1 apa daya buat bikin page kudu dari full site padahal gw akses fesbuk di o.facebook.com yg masuk list dijamin undang2 fakir miskin indonesia. Mari rakyat jangan matikan karirnya, serius. Kita semua bertanggung jawab dan meninggalkan saat ia sedang susah... Wassalamualaikum wr wb, semoga kita semua yg sealiran pasti benar, amin. https://www.kompasiana.com/wem/dukung-karir-enterpreneur-muda-indonsia-m-nazarrudin-yang-dimatikan-politisi-a_5501032d81...

Motret Kedubes Melanggar HAM kah?

Baiklah ngisi senggang lama ndak update blog. Banyak yg hendak n harus kutuliskan, soal pengalaman hidup 5 tahun belakangan ini aja misalnya banyak yg berceceran. Entah kenapa sebagai penganggur pun aku serasa tak bisa meluangkan waktu untuk menulis, dan bukan karena ndak bisa nulis lah yaww. Inilah seperti yang dikatakan satu2nya manusia yg kupercaya, Muhammad SAW, bahwa semakin dekat ke kiamat waktu akan terasa makin cepat (berlalu). Kebetulan2 aja pas lagi boker tadi (mungkin) aq ingat peristiwa ini n pas nyalain lepie ini jg ingat. Kebetulan pula harus log in ke account google dlm waktu dekat krn ada email yg "nyuruh". Gak tau nih apa sempat utk cari2 dokumentasi fotonya pas up load nanti (sok sibug,com). Sebelum peistiwa disel di "LP Kedoya" 3 hari 3 malam hingga panti narkoba di Serpong lebih dari 2 minggu sehabis bulan puasa silam (sorry, cerita ini kapan2 nanti aq sempetkan mudah2an nulisnya), aq utk pertama kali berurusan dengan Satpol PP DKI Jakarta sebetu...

Remaja Imut di Sekitar Presiden SBY

Browsing-brousink tentang surat-surat Ustadz Supendi kepada amir Jamaah Ikhwan di Mesir--di tengah-tengah berita (tidak terlalu) mengejutkan tentang gagalnya pencekalan terhadap putra ke empat Ustadz Hilmi yang "kabur" ke Turki (negerinya Akhi Erdogan) tepat sehari sebelumnya--aq dikejutkan oleh tampilnya Doktor Firmansyah yang imut-imut lutu kitu di 'prime time'-nya Metro TV. Apalagi bicara tentang Lapindo 'Disaster' yang lebih ke soal politik, bukan soalan ekonomi. Firmansyah ini kabarnya merupakan dekan fakultas termuda di dunia, tentunya di umur yang sangat muda meraih gelar doktornya, yang selepas dari Universitas Indonesia kini diangkat jadi staf khusus presiden bidang ekonomi. Terngiang wajah imut Ibas Yudhoyono kemaren dan melihat lagi muka imut "bapak" Firmansyah itu kini, saya jadi lebih cenderung memandang mereka sebagai remaja ketimbang sekedar sebagai orang muda. Toh klaim kata 'muda' kini agak tercemar karena ketua ikatan pemuda...

TV One Menyudutkan Jokowi?

Akhir pekan ini media berita elektronik diramaikan oleh dua isu kontra produktif tentang citra Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang selama ini mereka sanjung-sanjung bertubi-tubi. Pertama-tama mengenai izin cuti bermasalah Jokowi untuk menjadi juru kampanye pasangan cagub Jabar yang diusung partainya PDIP Rieke-Teten (Paten) akhir pekan kemaren. Untuk hal ini saja ada dua citra negatif pula; satu: izin diajukan terlambat dan dua: Mendagri tidak memberi izin (kalo ndak salah). Kedua, menguaknya ke permukaan kasus kematian bayi Dera anaknya seorang pria yang tidak mapan alias keluarga miskin. Dari peristiwa ini menggulirlah persoalan program jaminan kesehatan yang digulirkan Jokowi bagi warga miskin Jakarta setelah beliau menjabat. Awalnya fokus pemberitaan berkisar pada kisah tragis yang mana bayi Dera ditolak oleh 8-10 rumah sakit, entahlah apa ini diberitakan oleh Metro TV dalam program "8-11 'show'". Ada pula frame visual tayangan yang mana sang bapak muda tidak m...

Pengalaman Berurusan dengan Polisi 110

Anda sudah mengenal nomer telpon nine one one-nya Kepolisian RI? Ya 110, bukan 911 seperti di Amerika Serikat. Layanan ini baru saja seingat saya sejak sebulan ini diluncurkan. Waktu itu kubaca beritanya disampaikan oleh Wakapolri Komjen Nanan Sukarna yang juga mantan Kadivhumas dan kabarnya penggemar berat olahraga "Harley Davidson" tersebut. Dimulai dengan adanya NTMC Polri yang polwantasnya cantik-cantik dan berdinas di antara meja-meja komputer tersebut, iklim Kepolisian terlihat makin melek teknologi di pandangan masyarakat kontemporer ini. Waktu zaman Letjen Nanan (apa udah bintang empat sekarang walau bukan Kapolri?) ini jugalah seingat saya yang mana Humas Polri terlihat kerap dengan sopan memberikan keterangan pers kepada masyarakat yang dilayaninya lewat media massa. Model PR-nya ini membuat wajah Polri terlihat menjadi semakin modern dan humanis seiring dengan masyarakat yang mulai memasuki era keterbukaan informasi. Divisi teknologi Polri tidak lagi hanya berada d...