Untuk Langit, Adenlhasd, dan Dhija Em Bagian 2
Perbedaan "Agama" antara Mak/Ibu Kalian Dengan Ayah
Ini tentu saja sejauh yg Ayah tahu dan bs tafsirkan kerena--selain terbatasnya alokasi waktu--Ayah juga tak bisa (atau berusaha menghindari) diskusi/mencari tahu dari Makmu karena sangat sangaatt potensial jadi pertengkaran dan ia sudah terbukti sanggup untuk meninggalkan Uda Langit dulu.
Kita mulai dari "agama" Mak kalian--kalau mengenai paham agama Ayah bs kalian pelajari dr banyak tulisan Ayah disini klo tak sempat Ayah tuliskan khusus kali ini. Ia adalah gadis miskin yg hidup di pondok tengah sawah. Ini sj sudah cukup menunjukkan masa kecilnya yg jauh dr paparan agama, berbeda terbalik dgn ayah. Maknya/nenek kalian spt umumnya org2 di pelosok kampung adalah pengikut Islam tarekat/suluk yg menurut dugaan Ayah baru belakangan dan baru belakangan pula "menyesuaikan" diri dgn Islam update ala anak2 nya sepulang mereka kuliah di Padang. Tapi perlu dicatat sejauh yg Ayah lihat mereka juga tak anti Islam kolot secara umum. Yang paling alim di antara mereka Mak Dang mu--yg paling nyambung ngobrol dgn ayah krn sbg anak Fisika logikanya mungkin agak kuat--Ayah lihat jg tdk tergiur dgn misal salafiy haroki sbg "sekte" paling berpengaruh di kampus2. Kemudian Ayah menduga nenek kalian sewaktu masih tinggal di sawah dan jauh dari kampung juga kurang terpapar agama. Justru yg lebih terpapar agama itu adalah Angguik/Kakek kalian. Ia anak seorang tokoh agama bahkan di kampung Makmu itu. Tapi krn track-record nya yg kasar kpd anak2 nya (setidaknya waktu muda) ia Ayah lihat kurang dianggap anak2 nya, berbeda dgn nenek kalian yg pendiam.
Intermezzo: di saat mengetik ini baru sj Ayah mendengar Ibu kalian menjawab dgn ketus dan kasar pertanyaan polos Uda Langit... sungguh anak2 ku Ayah sangat sakit hati dan hal spt ini sangat sering terjadi tapi tdk bs bertindak apa2 (apalagi mengajari dia) krn menghindari akibatnya. Memang seketika ia kemudian berubah jd bicara biasa lagi krn Ayah menyadari itu didorong tindakan bahwa sadarnya yg kesal kpd Ayah krn tdk spt yg ia harapkan--ahli ibadah kaya raya yg tertarik kpd wanita tdk cantik miskin yg "solehah" sptnya, hehe.
Kebetulan ingat perlu Ayah catatkan disini: Ayah pernah semobil saja bertiga dgn Abak dan Maknya Ibu kalian itu waktu menjemput mereka ketika kelahiran Langit. Disini Ayah tahu sikap melawan Nenek kalian thd Kakek kalian turun kpd Ibu kalian. Ini kesimpulan Ayah yg mungkin saja salah tapi panjang pula kalau dijelaskan. Tapi yg perlu kalian tahu dikesempatan ini Ayah menilai dia, mereka, bukan tanpa dasar dan malah berbasis sejumlah pengalaman interaksi yg cukup memadai.
Mak kalian Ayah lihat mulai "mengenal" agama setelah kuliah. Ia sendiri cerita betapa jahatnya dia waktu kecil. Ia "bergabung" ke kelompok Global Ikhwan Malaysia yg pernah divonis sesat oleh MUI Indonesia krn mendakwahkan syariat poligami. Ayah tdk tahu apakah ia ikut krn terpengaruh kakaknya Ante kalian yg terlebih dahulu masuk kuliah. Ayah juga tdk menyinggung apakah Mak Dang dan Angah kalian tahu mengenai ini. Yang jelas pd akhirnya apapun yg mereka ikut di Padang--Mak Dang kalian banyak bergaul dgn Hizbut Tahrir alias ihkwan london, hehe--pd akhirnya mereka spt nya kembali/berkompromi ke basis mereka Islam kampung alias tassawuf/tareka-base, haha. Dan sejauh yg Ayah gali mereka memang agak buta soal kelompok2 dlm Islam ini. Global Ikhwan ini kebetulan jg bs dibilang tassawuf-base jadi matching dgn Mak kalian dan tdk korslet ketika kembali. Yang paling jauh memang Mak Dang kalian tapi spt nya ia elastis sj dan lagipula haroki tdk seganas sekte lain yg lebih puritan menyikapi kelompok tassawuf-base. Setelah Langit lahir dan mungkin juga Adenlhasd Ayah pernah mengantar Ibumu ini ketemu sama gurunya di Global Ikhwan ini krn Ayah jg sudah mengambil sikap tdk mencampuri "iman"-nya dia utk menghindari masalah.
Poin selanjutnya yg perlu kalian ketahui adalah Mak kalian ini pernah jadi babu orang juga. Kalau yg ini katanya orang PKS, jadi jelas "agama/iman" Mak kalian sangat dipengaruhi oleh orang2 yg memberi dia uang.... Dengan kemampuan intelektualnya yg terbatas, pengetahuan yg terbatas, ia adalah org yg fokus beramal. Ia org yg berislam krn harapan kehidupan yg enak, kekayaan dan syurga... ini kondisi psikologisnya yg Ayah kemudian bisa pahami. Dan ini hal umum tentu saja, masalah terjadi krn ia menikah dgn Ayah yg tdk membenarkan "agama/iman" spt ini. Ia menikah dgn org yg latar belakangnya tdk spt dia, bahkan agak berkebalikan. Maka ketika Ayah menyebut syarat tidak cinta harta dan busuk hati sepertinya ia menerjemahkan itu sbg rajin ibadah. Agama kuat = rajin ibadah, rajin ibadah sudah pasti bukan pecinta harta dan hatinya bersih. Dia kurang mengerti ibadah versi kelompok mana, ia org lugu yg terpapar agama ketika mencari uang. Mak kalian buta sama sekali sejarah dan realita kompleks agama ini dan Ayah memaklumi juga ia memang tak akan mampu mempelajari... ia cuma tingkat babu yg ingin dibahagiakan dgn uang dan janji2 syurga tanpa terlalu ribet pengetahuan agama. Dan patokan org spt ini adalah mainstream, ia hanyalah manusia ikut2 an kpd arus paling kuat n just to follow the money; dan spt itulah kapasitasnya diciptakan Tuhan.
Segini dulu Ayah catatkan utk alokasi waktu ini. Mudah2 an sempat menambahkan nanti. Sejak berhenti merokok beberapa tahun lalu Ayah merasa betapa paru2 ini sudah sangat rentan. Kalau sudah kena batuk sekarang sulit utk sembuh dr sesak nafas. Ini saja sudah sebulan mungkin; tdk Ayah obati utk menghemat pengeluaran, hehe. Ayah khawatir juga tdk cukup umur utk banyak hal yg ingin Ayah sampaikan pd kalian makanya menyempatkan menulis disini. Kalian adalah yg terpenting utk Ayah saat ini terlepas dr kesangattidaksukaan dan kekecewaan terhadap Ibu kalian. Sudah beberapa kali Ayah katakan kpd nya pd waktunya nanti kita akan berpisah tanpa perlu ada kebencian. Walau bagaimanapun krn ia Ibu kalian semoga ia bahagia dunia akhirat; tapi Ayah harus menjauh darinya nanti. Ayah tdk tahan dgn org goblok ini dan tak sanggup utk menahannya tanpa batas sama sekali, maafkan Ayah anak2. Ayah tahu beratnya bagi kalian melihat org tua yg "beda agama" nanti makanya Ayah prioritaskan menjelaskan ini. Ok, to be continued....
Komentar
Posting Komentar
silakan komen yaw mmmmmmuuuahhhhh