Postingan

Dukung Karir Enterpreneur Muda Indonsia M Nazarrudin yang Dimatikan Politisi A

Seharusnya ini menjadi judul page fesbuk yang fenomenal selepas dalam beberapa jam terakhir ini burung nazar kita hinggap sebentar ke daun telingan rakyat indonesia lewat media televisi. Entah mana yg benar tapi seperti kata kombes Dr. Petrus ini soal intelejensia. Narasi komunikatif Nazar emang kurang oke padahal dia oke banget dalam hal cari celah proyek (kreatif, berjiwa enterpreneur). Alhasil semalam suntuk ini orang2 demokrat sedang pusing berat. Mungkin politisi A sedang telpon2an utk mengatur strategi selanjutnya. Kembali ke paragraf 1 apa daya buat bikin page kudu dari full site padahal gw akses fesbuk di o.facebook.com yg masuk list dijamin undang2 fakir miskin indonesia. Mari rakyat jangan matikan karirnya, serius. Kita semua bertanggung jawab dan meninggalkan saat ia sedang susah... Wassalamualaikum wr wb, semoga kita semua yg sealiran pasti benar, amin. https://www.kompasiana.com/wem/dukung-karir-enterpreneur-muda-indonsia-m-nazarrudin-yang-dimatikan-politisi-a_5501032d81...

Motret Kedubes Melanggar HAM kah?

Baiklah ngisi senggang lama ndak update blog. Banyak yg hendak n harus kutuliskan, soal pengalaman hidup 5 tahun belakangan ini aja misalnya banyak yg berceceran. Entah kenapa sebagai penganggur pun aku serasa tak bisa meluangkan waktu untuk menulis, dan bukan karena ndak bisa nulis lah yaww. Inilah seperti yang dikatakan satu2nya manusia yg kupercaya, Muhammad SAW, bahwa semakin dekat ke kiamat waktu akan terasa makin cepat (berlalu). Kebetulan2 aja pas lagi boker tadi (mungkin) aq ingat peristiwa ini n pas nyalain lepie ini jg ingat. Kebetulan pula harus log in ke account google dlm waktu dekat krn ada email yg "nyuruh". Gak tau nih apa sempat utk cari2 dokumentasi fotonya pas up load nanti (sok sibug,com). Sebelum peistiwa disel di "LP Kedoya" 3 hari 3 malam hingga panti narkoba di Serpong lebih dari 2 minggu sehabis bulan puasa silam (sorry, cerita ini kapan2 nanti aq sempetkan mudah2an nulisnya), aq utk pertama kali berurusan dengan Satpol PP DKI Jakarta sebetu...

Remaja Imut di Sekitar Presiden SBY

Browsing-brousink tentang surat-surat Ustadz Supendi kepada amir Jamaah Ikhwan di Mesir--di tengah-tengah berita (tidak terlalu) mengejutkan tentang gagalnya pencekalan terhadap putra ke empat Ustadz Hilmi yang "kabur" ke Turki (negerinya Akhi Erdogan) tepat sehari sebelumnya--aq dikejutkan oleh tampilnya Doktor Firmansyah yang imut-imut lutu kitu di 'prime time'-nya Metro TV. Apalagi bicara tentang Lapindo 'Disaster' yang lebih ke soal politik, bukan soalan ekonomi. Firmansyah ini kabarnya merupakan dekan fakultas termuda di dunia, tentunya di umur yang sangat muda meraih gelar doktornya, yang selepas dari Universitas Indonesia kini diangkat jadi staf khusus presiden bidang ekonomi. Terngiang wajah imut Ibas Yudhoyono kemaren dan melihat lagi muka imut "bapak" Firmansyah itu kini, saya jadi lebih cenderung memandang mereka sebagai remaja ketimbang sekedar sebagai orang muda. Toh klaim kata 'muda' kini agak tercemar karena ketua ikatan pemuda...

TV One Menyudutkan Jokowi?

Akhir pekan ini media berita elektronik diramaikan oleh dua isu kontra produktif tentang citra Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang selama ini mereka sanjung-sanjung bertubi-tubi. Pertama-tama mengenai izin cuti bermasalah Jokowi untuk menjadi juru kampanye pasangan cagub Jabar yang diusung partainya PDIP Rieke-Teten (Paten) akhir pekan kemaren. Untuk hal ini saja ada dua citra negatif pula; satu: izin diajukan terlambat dan dua: Mendagri tidak memberi izin (kalo ndak salah). Kedua, menguaknya ke permukaan kasus kematian bayi Dera anaknya seorang pria yang tidak mapan alias keluarga miskin. Dari peristiwa ini menggulirlah persoalan program jaminan kesehatan yang digulirkan Jokowi bagi warga miskin Jakarta setelah beliau menjabat. Awalnya fokus pemberitaan berkisar pada kisah tragis yang mana bayi Dera ditolak oleh 8-10 rumah sakit, entahlah apa ini diberitakan oleh Metro TV dalam program "8-11 'show'". Ada pula frame visual tayangan yang mana sang bapak muda tidak m...

Pengalaman Berurusan dengan Polisi 110

Anda sudah mengenal nomer telpon nine one one-nya Kepolisian RI? Ya 110, bukan 911 seperti di Amerika Serikat. Layanan ini baru saja seingat saya sejak sebulan ini diluncurkan. Waktu itu kubaca beritanya disampaikan oleh Wakapolri Komjen Nanan Sukarna yang juga mantan Kadivhumas dan kabarnya penggemar berat olahraga "Harley Davidson" tersebut. Dimulai dengan adanya NTMC Polri yang polwantasnya cantik-cantik dan berdinas di antara meja-meja komputer tersebut, iklim Kepolisian terlihat makin melek teknologi di pandangan masyarakat kontemporer ini. Waktu zaman Letjen Nanan (apa udah bintang empat sekarang walau bukan Kapolri?) ini jugalah seingat saya yang mana Humas Polri terlihat kerap dengan sopan memberikan keterangan pers kepada masyarakat yang dilayaninya lewat media massa. Model PR-nya ini membuat wajah Polri terlihat menjadi semakin modern dan humanis seiring dengan masyarakat yang mulai memasuki era keterbukaan informasi. Divisi teknologi Polri tidak lagi hanya berada d...

5 Yes untuk Kompasiana

Ada di antara Anda yang tahu acara mencari bakat faktor x atau 'x-factor' di salah satu media? Pada ajang bermotivasi ter-'publish' untuk menemukan bakat-bakat seni terpendam masyarakat ini, muncul sebuah istilah baru yang ditelurkan oleh para dewan juri. Ketika para pencari pamor atau peserta audisi berhasil memikat persetujuan dari juri-juri maka setiap personel juri akan mengungkapkan kesetujuannya untuk lolosnya peserta tersebut ke tahapan selanjutnya dengan mengatakan kata atau kalimat: Yes! Atau menggunakan kata 'No' untuk hasil sebaliknya. Tentu saja 'yes' dan 'no' ini adalah kata dalam bahasa Inggris yang paling dikenal luas masyarakat Indonesia disamping 'sex' dan 'film' hihi. Entah dari sudut popularitas kata ini sajakah kita dapat memaklumi pilihan bahasa Inggris ini lebih digunakan daripada 100% saja berbahasa Indonesia dengan ucapan ya atau tidak. Kadang-kadang kata 'belum' juga digunakan untuk mengiringi atau...

Serial Ketoprak Cinta

Gambar
the jomblo principal “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih) Don't do that, don't dangle an injurious tidbit  and then snatch it away. (Destination Wedding, 2018) Akhir (Mudah2an Betul Berakhir) Kisah Kasmaran Recently Gw Itu Apa khaibar para penggemar sekilas gw yg mungkin ada satu dua biji manusia yg mentengok2 ke blog caemku ini? Hyang mungkin pernah membaca cerita2 gak penting gw terkait tema satu ini sebelumnya yg penasaran gmn akhir ceritanya? Apakah Romeo ini akhirnya bisa ngentot juga Si Juliet itu di atas ranjang ataukah ternyata ia ngerasa aja sendiri lalu patah hati lanjut bunuh diri? Akhirnya kita berjump lagi dgn kisah yg akan saya kisahkan ini selanjutnya. Lama sudah gw memutuskan utk tak m...